NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

Mobil hitam milik Alex berhenti mendadak di depan pintu IGD rumah sakit keluarga Vasillo. Pintu mobil bahkan belum sepenuhnya terbuka ketika Alex sudah keluar lebih dulu. Kenzi masih berada dalam gendongannya. Napas anak itu terdengar berat dan tidak teratur.

“Dokter!” teriak Alex dengan suara keras yang menggema di lobi IGD.

“Perawat! Cepat ke sini!”

Beberapa orang di ruang tunggu langsung menoleh. Begitu melihat siapa yang berdiri di sana, para perawat dan dokter jaga terlihat terkejut.

“Tuan Alex…” Alex tidak peduli pada reaksi mereka.

“Bawa dia ke IGD sekarang!” bentaknya tajam.

“Berikan perawatan penuh!”

Namun, bukannya langsung bergerak, beberapa perawat dan dokter justru masih terpaku. Tatapan mereka berpindah dari Alex ke Kenzo yang berdiri di sampingnya. Wajah keduanya, rahang dan tatapan mata. Kemiripannya begitu mencolok. Mereka benar-benar terlihat seperti ayah dan anak.

Karena terlalu terkejut, beberapa orang bahkan tidak memperhatikan kondisi Kenzi yang masih kesulitan bernapas. Alex langsung menyadari itu, seketika rahangnya mengeras.

“Apa kalian tuli?!” bentaknya dingin.

“Kenapa kalian hanya berdiri di sana?!” Suara Alex yang penuh tekanan itu langsung membuat semua orang tersadar.

“Maaf, Tuan!” Seorang perawat segera mendorong ranjang dorong mendekat. Kenzi dengan cepat dipindahkan ke atasnya lalu didorong menuju ruang IGD.

“Cepat!”

Pintu IGD terbuka.

Beberapa dokter langsung mulai menangani Kenzi di dalam. Kenzo yang sejak tadi panik langsung berlari mengikuti mereka.

“Kenzi!”

Pintu IGD tertutup di belakang mereka.

Sementara itu di lobi, beberapa perawat resepsionis mulai berbisik pelan.

“Apa itu anak Tuan Alex?”

“Wajah mereka sangat mirip…”

Perawat lain menggeleng. “Tapi menurut berita dua hari ini…”

Ia berbisik pelan.

“Pewaris keluarga Vasillo itu belum menikah.”

“Apalagi punya anak.”

Bisikan itu terdengar cukup jelas di telinga Alex.

Pria itu berdiri diam di tengah lobi.

Tangannya masih mengepal sedikit setelah menggendong Kenzi tadi. Ia mengangkat kepalanya sedikit, menatap pintu IGD yang tertutup. Lalu, tanpa sadar sudut bibirnya membentuk senyum tipis. Senyum yang penuh tanda tanya.

'Apa sebenarnya hubungan aku dengan bocah kembar itu…' Pikiran Alex mulai berputar. Terutama saat mengingat wajah Kenzo, tatapan anak itu. Bentuk rahangnya, kemiripan mereka terlalu jelas untuk disebut kebetulan. Bahkan, sebuah kemungkinan aneh sempat muncul di pikirannya.

'Apa mungkin … anak-anak itu adalah cucu dari salah satu kerabat keluarga yang pernah disembunyikan oleh kakekku…'

Namun, semakin ia memikirkannya, semakin terasa tidak masuk akal. Tetap saja tatapan Alex kembali ke pintu IGD.

Sementara itu.

Ruang keamanan perusahaan Vasillo Group yang sejak siang dipenuhi ketegangan akhirnya berubah menjadi riuh, hingga sore hari.

Monitor-monitor besar yang sebelumnya dipenuhi peringatan merah kini kembali normal. Garis-garis kode yang sempat kacau kini tersusun rapi di layar.

Beberapa staf IT saling menepuk bahu.

“Berhasil!”

“Sistemnya sudah kembali stabil!”

“Firewall utama aktif lagi!” Suara sorakan kecil memenuhi ruangan.

Beberapa bahkan terlihat lega sampai menyandarkan punggung ke kursi mereka.

Di tengah semua itu, Tasya perlahan menarik tangannya dari keyboard. Ia menghela napas panjang. Pekerjaan itu tidak mudah, tetapi baginya tetap bukan sesuatu yang mustahil.

Mario yang berdiri di belakangnya sejak tadi memperhatikan layar terakhir yang menampilkan status sistem.

Mario mengangguk pelan, ia lalu melangkah mendekat.

“Terima kasih, Nona Tasya.” Nada suaranya tulus.

“Tanpa Anda, mungkin butuh waktu berhari-hari bagi tim kami untuk memulihkan sistem ini.”

Beberapa staf IT di sekitar mereka ikut mengangguk setuju. Tasya berdiri dari kursinya namun ekspresinya tetap datar.

Mario melanjutkan dengan nada sopan,

“Jika boleh jujur … kemampuan Anda sangat luar biasa.” Ia berhenti sejenak sebelum berkata,

“Apa mungkin Anda bersedia bergabung dengan Vasillo Group?”

Beberapa staf yang mendengar itu langsung menoleh.

Mario berkata lagi,

“Saya bisa berbicara langsung dengan Boss saya.”

Namun, jawaban Tasya datang tanpa ragu.

“Saya tidak tertarik.”

Ruangan itu langsung kembali sunyi, Tasya menatap Mario dengan tenang.

“Saya memperbaiki sistem keamanan ini bukan karena ingin bekerja di Vasillo.”

Nada suaranya dingin.

“Tapi karena anak saya ditahan oleh pria itu.”

Beberapa staf IT saling melirik canggung, Tasya melanjutkan dengan nada tegas,

“Dan satu hal lagi.” Tatapannya tajam.

“Saya tidak sudi punya bos seperti Tuan Alex Roman Vasillo.”

Mario terdiam beberapa detik tetapi ia tidak terlihat tersinggung. Sebaliknya, ia mengangguk kecil.

“Saya mengerti.” Ia memang bisa memahami perasaan Tasya. Mario masih memiliki satu pertanyaan yang sejak tadi mengganggu pikirannya. Ia menatap Tasya lebih serius sekarang.

“Nona Tasya.”

Tasya mengangkat alis sedikit, Mario berkata dengan nada hati-hati,

“Saya boleh bertanya sesuatu?”

“Apa?”

Mario berhenti sejenak sebelum bertanya,

“Di mana ayah dari kedua anak Anda?”

Tasya langsung terdiam, Mario melanjutkan pelan,

“Maaf jika ini terdengar terlalu pribadi.” Ia menatap Tasya dengan tenang.

“Tapi selama ini saya tidak pernah melihat adanya sosok ayah di dekat mereka.”

Suasana ruangan terasa lebih hening sekarang, Mario sebenarnya memiliki satu tujuan. Ia ingin mengetahui kebenaran tentang kedua anak itu. Tentang Kenzo, tentang Kenzi. Dan tentang kemungkinan yang sejak tadi terus mengganggu pikirannya apakah mereka ada hubungannya dengan Alex.

1
Salma Suku
Bukannya si Arlond sudah meninggal
Lisa sari katriani
Karya yang bagus thor 👍

Halo kakak2 , mampir juga ya di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏
Lisa sari katriani
Semangat thor 💪

Hai kakak2 , jika berkenan mampir ya di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏
Salma Suku
Jangan2 dlngnya kakeknya Tasya
Salma Suku
Apakah ini ulahnya si Dion
Siti Aisyah
salah paham ini mah...dua keluarga ada yg ngomporin biar perang gitu...dendam lama bersemi lembali ini ah bro 😄
Siti Aisyah
ke cemburuan alex mulai muncul kepermukaan...sdh menunjukan kepeduliannya...😄
Siti Aisyah
dia punya rasa begitu krn alrx kesan pertamanya kurang baik terhadap momy nya pdhl kenzo yg pertama kalinya dgn semangat mencari profil dady nya..
Siti Aisyah
dgn kedatangan dion akan merubah cara berfikir alex..dan dia sdkt demi sdkt akan merasakan perasaan yg lain..let's see..
Siti Aisyah
baru segitu sdh merasakan tak enak apa kabar nya dgn tasya yg selalu di intimidasi dan direndahkan..bgs lah kenzo yg paling tegas disini..
Siti Aisyah
ketemu dong dgn dion dan tasya..alamat ngamuk lg nih momy nya..
Siti Aisyah
kayak nya ada rahasia besar nih...alex sampai pergi begitu aja...smg kakek bisa membantu tasya..
Siti Aisyah
jahat banget iih hati nya...gak ada perasaan positip sedikit pun...smg kamu dibenci anak.anak mu
Siti Aisyah
nih orang bikin gemes aja...sombong nya sampai menembus layar hp...hobby nya nyalahin orang terus..apa dia malaikat gitu..merasa jd orang suci gak pernah punya kesalahan dan dosa..??
Siti Aisyah
klo orang sombong yaa begitu itu...minta tolong tp ttp songong nya gak hilang
Siti Aisyah
jgn harap nanti anak mu dan tasya menerima mu dgn mudah
Siti Aisyah
sombong kali kamu alex, sedikit sdh di balas sama anak mu...jika pun kamu dady ku, aku gak sudi mengakui nya..apa tdk jungkir balik tuh ego mu..
Siti Aisyah
yakin gak akan mengampuni hacker ini..akan membunuh nya...😄😄 let's see...
Siti Aisyah
si alex nanti butuh kepintaran tasya
berharap tasya minta gaji besar biar perusahaan si alex itu tau kemampuan tasya bkn hanya angka di ijazah..
Siti Aisyah
siap.siap kamu menghadapi 2 tameng nya tasya..mereka bisa meruntuhkan mu alex...sombong kali kamu...😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!