NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Sang Raja Mafia

Pengantin Pengganti Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Syahrul Mulia

Demi menyelamatkan ayahnya dari lilitan utang, Arunika Maheswari terpaksa menggantikan kakaknya menikah dengan Arsen Valentino, seorang CEO sekaligus Raja Mafia paling berkuasa. Pernikahan yang berawal dari keterpaksaan itu membawa Arunika masuk ke dunia penuh rahasia, pengkhianatan, dan perebutan kekuasaan yang mengancam nyawanya setiap saat.

Di tengah bahaya yang terus mengintai, hubungan mereka perlahan berubah menjadi cinta yang tak terduga. Namun, mampukah Arunika bertahan sebagai istri sang Raja Mafia, atau justru menjadi kelemahan terbesar yang akan menghancurkan Arsen?

Disclaimer : Novel ini dibuat semata-mata untuk hiburan. Seluruh isi cerita merupakan imajinasi penulis dan tidak untuk ditiru atau dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala bentuk penyalahgunaan isi novel di luar tujuan sebagai bacaan hiburan.

Terima kasih dan selamat menikmati cerita. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahrul Mulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: Klonasi Bayangan di Langit Utara

Dinding logam pesawat kargo militer itu bergetar hebat saat menembus awan badai di atas langit Eropa Timur. Di dalam kabin kargo yang luas dan steril, hawa dingin mendadak merayap kaku, berbaur dengan bau besi dan bahan bakar avtur yang menyengat. Ratusan tabung inkubator kosong yang berjejer di kanan dan kiri dinding memancarkan pendar cahaya biru pucat, memantulkan bayangan Arsen Valentino dan Arunika palsu yang berdiri kaku di tengah ruangan yang miring akibat akselerasi lepas landas.

Di lantai besi palka yang dingin, jasad Valeria Baskoro tergeletak tak bernyawa dengan darah segar yang mulai membeku akibat suhu ekstrem ketinggian. Janin di dalam rahimnya yang sempat menjadi rebutan tiga faksi besar dunia bawah tanah kini telah ikut mati, meninggalkan monitor medis yang layarnya menampilkan garis lurus tak berujung. Panggung sandiwara mereka di Swiss telah runtuh, namun rantai konspirasi ini justru membelit mereka kian kencang di atas ketinggian sepuluh ribu kaki.

> **“Selamat datang di penerbangan menuju Altar Pemurnian yang sesungguhnya, Kakak tiri dan Salinanku yang malang... Pria yang kalian bunuh di Zurich bukanlah Haryo Valentino, melainkan produk klonasi sempurna pertama yang bertindak sebagai bayangan biologisnya selama dua belas tahun ini.”**

>

Suara wanita dari pengeras suara internal kabin itu kembali bergaung, begitu anggun, dingin, dan memiliki frekuensi intonasi yang sama persis dengan suara Arunika palsu sendiri. Getaran suara itu seolah-olah merobek sisa kewarasan yang Arunika miliki. Dia menatap pengeras suara di langit-langit kabin dengan sepasang mata porselen yang memancarkan kekosongan emosional yang luar biasa kelam.

"Haryo Valentino yang asli... masih hidup?" bisik Arunika palsu, suaranya terdengar begitu datar dan tanpa riak ketakutan. Letupan emosi di dalam dadanya tidak lagi berupa kepanikan sipil, melainkan sebuah transformasi kegelapan murni dari seorang wanita yang menyadari bahwa seluruh penderitaannya selama dua puluh dua tahun ini hanyalah eksperimen di atas kertas dari seorang ayah kandung yang paranoid.

Arsen Valentino berdiri tegak di sampingnya, tangan kanannya masih menggenggam erat senapan serbu otomatis laras pendek miliknya. Sepasang mata elang sang raja mafia menyipit tajam, menatap koper perak berisi sisa cairan Eclipse Omega yang masih aman di tangan kirinya. Rahang tegasnya mengeras hingga otot-ototnya menonjol kaku di bawah kulit wajahnya yang ternoda jelaga ledakan Zurich.

"Dua belas tahun memimpin faksi Valentino, dan aku ternyata hanya berhadapan dengan seonggok daging tiruan di Swiss," desis Arsen, suaranya merendah hingga ke frekuensi yang paling mematikan. "Ayahku memang seorang iblis yang jenius. Dia menciptakan tiruan dirinya sendiri untuk menjadi tameng dari seluruh peluru dendamku, sementara dia bersembunyi di balik fasilitas terdalamnya untuk menyempurnakan Proyek Eclipse."

### Labirin Udara yang Terkunci

Arsen melangkah mendekati konsol kendali pintu palka depan, mencoba menggunakan alat pemotong sirkuit elektromagnetik (EMP jammer) miliknya untuk meretas sistem autopilot pesawat. Namun, layar konsol di depannya mendadak menampilkan logo kalajengking faksi Volkov yang telah dimodifikasi dengan lambang bulan sabit merah Eclipse—sebuah simbol aliansi baru yang telah mengunci jalur penerbangan ini secara mutlak dari jarak jauh.

"Sistem kendalinya menggunakan enkripsi militer satelit lapis tiga, Arsen," suara dari pengeras suara itu kembali memotong, sarat akan nada ejekan dingin. "Kau tidak bisa meretasnya dari dalam. Pesawat ini dikunci untuk mendarat secara otomatis di Pangkalan Udara Terisolasi Murmansk, Rusia Utara—tempat di mana Haryo Valentino yang asli sedang menanti untuk mengambil kembali koper perak dan sel progenitor murni yang kau bawa."

Arunika palsu berjalan perlahan mendekati jasad Valeria Baskoro. Dia berlutut, menatap wajah hancur kakaknya—atau bayangan biologisnya—yang kini telah kehilangan seluruh keanggunan manipulatifnya. Rasa benci, kemarahan defensif, dan keputusasaan yang mendalam bercampur menjadi satu di dalam dadanya, menciptakan letupan emosi yang naik turun dengan ekstrem di dalam benak pembaca. Kehidupan yang dia jalani di desa Jawa Tengah, air matanya atas utang judi dua puluh miliar, semuanya adalah bagian dari skenario untuk meyakinkan dunia bawah tanah bahwa dialah sang pewaris palsu yang sah.

"Jika kita mendarat di Rusia, kita akan langsung masuk ke dalam ruang eksekusi Haryo," ucap Arunika palsu sambil menyeka sisa darah di sudut bibirnya sendiri dengan ujung lengan kemeja hitam besar milik Arsen yang masih dia kenakan. Dia bangkit berdiri, menatap Arsen dengan pandangan mata yang telah sepenuhnya kehilangan unsur kemanusiaan. "Kau memiliki rencana cadangan, Raja Mafia?"

Arsen Valentino menyunggingkan sebuah seringai kejam penuh kepuasan melihat ketenangan murni dari wanita di sampingnya. Ciptaan ayahnya yang paling lemah ini ternyata telah menjelma menjadi belati paling beracun yang siap dia ayunkan ke arah sang mentor agung.

"Aku tidak pernah membiarkan asetku diatur oleh pilot jarak jauh, Valeria," ucap Arsen dingin, sengaja tetap menggunakan nama palsu itu untuk memutus ikatan darah Valentino yang baru saja mereka ketahui di Swiss. Pria itu merobek tas taktis di pinggangnya, mengeluarkan sebuah tabung peledak taktis mini berdaya ledak termal tingkat tinggi yang sengaja dia siapkan sebelum meninggalkan Zurich.

"Marco!" panggil Arsen melalui alat komunikasi satelit internal yang terhubung dengan jet pribadi aliansi barat yang sedang membayangi pesawat kargo mereka dari jarak aman di balik awan.

"Saya di sini, Tuan Arsen," sahut suara Marco yang terdengar parau menembus dengung statis udara. Pria tangan kanan itu tampaknya sedang mengoordinasikan sisa pasukan elit aliansi barat dari atas jet pengejar. "Kami berada tiga mil di belakang posisi pesawat Anda. Sistem pertahanan udara Rusia Utara mulai mendeteksi pergerakan kita."

"Bersiaplah untuk melakukan penjemputan udara di sektor tengah perbatasan Belarusia," perintah Arsen mutlak. "Aku akan meledakkan pintu palka belakang pesawat kargo ini dalam waktu dua puluh detik dari sekarang."

### Lompatan Maut di Batas Awan

Kekacauan baru yang memikat seketika pecah di dalam kabin kargo. Arunika palsu mencengkeram erat sabuk pengaman dinding besi saat Arsen menempelkan peledak taktis mini tepat di atas engsel hidrolik pintu palka besi yang tertutup rapat.

Suara dari pengeras suara internal mendadak berubah menjadi kepanikan samar dari sang wanita misterius di pangkalan Rusia. "Arsen! Kau gila! Jika kau membuka palka di ketinggian ini, dekompresi eksplosif akan menghancurkan seluruh isi kabin dan membunuh kalian berdua seketika!"

"Maka biarkan Haryo Valentino melihat bagaimana sisa-sisa laboratoriumnya jatuh dari langit sebagai abu," jawab Arsen dingin.

Biiip. Biiip.

DUAR!!!

Ledakan termobarik mini itu merobek engsel pintu palka besi dengan daya hancur yang luar biasa masif. Hantaman dekompresi udara di ketinggian sepuluh ribu kaki seketika menyembur masuk, menciptakan angin topan berhawa sedingin es yang menyapu seluruh isi kabin kargo dalam sekejap. Ratusan tabung inkubator kaca pecah berantakan, serpihannya berterbangan liar seperti badai kristal yang menyayat kulit.

Tubuh ramping Arunika palsu seketika terlempar ke arah pintu palka yang menganga lebar, terseret oleh arus udara masif yang meluncur keluar menuju kegelapan awan badai. Namun, sebelum tubuhnya sempat lolos ke udara hampa, lengan kokoh Arsen Valentino menyambar pinggangnya dengan cengkeraman besi yang mutlak, menariknya erat ke dalam dekapan tegapnya.

Arsen mengikatkan tali kait taktis parasut ganda yang terpasang di punggungnya ke sabuk taktis milik Arunika palsu. Dengan koper perak yang terikat ketat di dada kirinya, pria itu menatap langsung ke dalam sepasang mata porselen Arunika palsu di tengah gemuruh angin badai yang memekakkan telinga.

"Pegang aku erat-erat, adik kecilku yang malang," bisik Arsen, suaranya sedingin es namun memiliki daya ikat mutlak yang menenangkan detak jantung gadis itu. "Malam ini, kita jatuh bersama ke dalam neraka mereka."

Tanpa menunggu hitungan detik berikutnya, Arsen Valentino melompat keluar dari pintu palka pesawat kargo yang terbakar, membawa tubuh Arunika palsu meluncur jatuh bebas membelah kegelapan awan badai di atas perbatasan Eropa Timur.

Emosi pembaca kembali diaduk-aduk dengan ekstrem di bagian ini. Mereka meluncur jatuh dalam kecepatan ratusan kilometer per jam menembus kabut es yang membekukan indra. Di bawah mereka, hamparan hutan pinus yang tertutup salju tebal di perbatasan Belarusia tampak seperti hamparan duri putih yang siap menusuk jasad mereka jika parasut gagal mengembang.

Syutt!

Arsen menarik tuas parasut taktis ganda mereka di ketinggian aman, memicu sentakan keras yang menahan laju jatuh mereka dengan hentakan yang menyakitkan persendian. Mereka melayang turun perlahan di antara tirai salju yang turun dengan lebat, meninggalkan pesawat kargo militer Rusia yang kian menjauh dan meledak menjadi bola api raksasa di kejauhan akibat kerusakan mesin pasca dekompresi.

Mereka mendarat dengan benturan keras di atas gundukan salju tebal di tengah hutan pinus yang sunyi dan terisolasi. Arunika palsu terengah-engah, wajah cantiknya seputih kapas akibat dinginnya udara malam. Namun, kekosongan emosional di dalam jiwanya kini telah sepenuhnya berganti menjadi sejenis mati rasa yang luar biasa kejam dan penuh dengan tekad kegelapan yang baru.

Arsen bangkit berdiri, melepaskan tali kait parasut mereka, lalu memeriksa kondisi koper perak di dadanya. Tiga tabung cairan kultur sel Eclipse Omega di dalamnya masih memancarkan pendar cahaya amber yang aman—sebuah kemenangan taktis pertama atas skenario Haryo Valentino.

"Marco akan tiba dalam waktu sepuluh menit menggunakan helikopter siluman aliansi barat," ucap Arsen sambil menatap ke arah kegelapan hutan di sekeliling mereka.

Namun, belum sempat Arsen menyelesaikan kalimatnya, suara gemerisik langkah kaki di atas salju tebal terdengar mendekat dari empat arah yang berbeda di dalam kegelapan hutan pinus. Senter-senter berburu dengan cahaya putih tajam mendadak menyala secara serentak, memotong kabut malam dan mengunci posisi Arsen dan Arunika palsu di tengah area terbuka hutan.

Dari balik bayang-bayang pepohonan pinus yang tertutup salju, belaten pria dengan jubah bulu serigala khas faksi utara Rusia melangkah keluar dengan senapan serbu terkokang siap tembak. Di tengah-tengah mereka, melangkah sesosok wanita muda dengan pakaian taktis hitam serba mewah, yang wajahnya **sama persis** dengan wajah Arunika palsu sendiri.

Arunika yang asli.

Dia ternyata tidak melarikan diri lewat stasiun logistik Zurich; dia telah dikirim lebih awal oleh faksi Rusia menggunakan jalur penerbangan siluman mendahului mereka, menanti di titik koordinat jatuhnya pesawat kargo ini dengan pasukan penyergap penuh.

Arunika asli menyunggingkan sebuah senyuman kejam penuh kemenangan politik di bibirnya yang indah, menatap kembarannya yang kotor oleh salju dengan pandangan mata yang sarat akan teka-teki baru yang mengerikan.

> **“Kau mengira kau bisa berlari dari Haryo Valentino menggunakan parasut milik Arsen, Salinan? Kau tidak pernah tahu bahwa koper perak yang kau bawa di dada kakakkmu itu... adalah sebuah pemancar sinyal biometrik aktif yang baru saja mengaktifkan seluruh sistem peluru kendali termal Rusia untuk mengunci koordinat hutan ini dalam waktu tiga puluh detik dari sekarang.”**

_____________________________

**Bersambung ke Bab 29...**

* Apakah Arsen Valentino bersama Arunika palsu akan terjebak di dalam kepungan pasukan taktis Rusia yang dipimpin langsung oleh kembaran aslinya di tengah hutan yang membeku?

* Rahasia mengerikan apa lagi yang disembunyikan oleh Arunika asli tentang rencana pamungkas Haryo Valentino yang sebenarnya membiarkan mereka lolos dari Zurich hanya untuk dihancurkan di perbatasan ini?

* Dan bagaimanakah nasib sisa cairan Eclipse Omega saat seluruh wilayah hutan pinus ini berada di ambang kehancuran total oleh peluru kendali termal Rusia?

Tunggu kelanjutan kisahnya yang semakin memanas dan penuh letupan konflik luar biasa di bab berikutnya!

1
lee eun ji
😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!