Kanaya Adistia adalah seorang gadis desa yang super polos, lugu, dan selalu melihat dunia dengan penuh prasangka baik. hidup seorang diri di sebuah rumah tua dan tidak layak di tinggali, ayah dan ibunya telah lama meninggal dan keluarga yang lain tidak ada yang mau menampungnya. Namun, sebuah kecelakaan aneh membuat jiwanya terbangun di dalam tubuh Anaya Alysha Wicaksono, seorang siswi SMA kota yang terkenal nakal, pemberontak, dan sering membuat masalah. Di rumah, Anaya asli dikenal sebagai gadis yang sangat dingin, tertutup, dan enggan berinteraksi dengan keluarganya sendiri. Ia selalu mengurung diri di kamar, menghindari obrolan di meja makan, dan sengaja membangun benteng pembatas yang tinggi dengan orang tua serta kakaknya. Karena nama panggilan mereka sama-sama Naya, orang-orang di sekitar Anaya tidak menyadari bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah tertukar. Lalu bagaimana kelanjutan kehidupan Kanaya Adistia setelah bertransmigrasi ke tubuh Anaya Alysa Wicaksono? Yukkk lanjut baca novelnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: TINGKAH ABSURD BOCIL
“Minggir, Ma! Gantian kita yang mau kenalan sama dedek gemas baru kita!” seru salah satu sepupu laki-laki Naya dengan heboh.
Pernyataan itu seketika membuat ruang tengah yang megah itu dipenuhi oleh riuh suara tawa dan keriuhan hangat dari keluarga besar Wicaksono. Mereka sudah tidak sabar mengantre untuk memanjakan sang Princess.
Melihat cucu kesayangannya tampak sedikit kurang nyaman karena dikerumuni oleh para cucu laki-lakinya, Oma Silya akhirnya angkat bicara. Beliau menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan para pemuda itu yang terus-menerus menempel pada Anaya.
“Kalian menakutinya, Boy. Sayang, sini sama Oma,” panggil Oma Silya lembut kepada Anaya. Wanita tua yang masih terlihat sangat anggun dan cantik di usianya yang tidak lagi muda itu merentangkan kedua tangannya.
“Sayang, dipanggil Oma loh itu,” ucap Siska lembut kepada sang putri. “Ayo samperin Oma, kenalan sama Oma Silya,” perintahnya menyemangati.
Dengan langkah ragu-ragu yang menggemaskan, Anaya mendekat ke arah sang nenek. “Iya, Oma,” cicitnya lucu.
Oma Silya yang melihat gelagat manis itu tidak bisa menahan rasa gemasnya lagi. Beliau langsung menarik Naya ke dalam pelukan erat. “Cucu Oma... Oma rindu sekali sama Naya,” ucap Oma Silya dengan suara bergetar hingga menitikkan air mata.
Melihat omanya menangis, ada rasa sedih yang mendalam di dalam lubuk hati Naya. Jemari mungilnya bergerak mengusap pipi Oma Silya. “Oma no no nangis, ya? Nanti Anaya ikut menangis,” ucapnya dengan mata bulat yang sudah berkaca-kaca menahan air mata.
Opa Darwin yang melihat istri dan cucu perempuannya berpelukan erat pun merasa sangat terharu. Setelah sekian lama dirundung kesedihan semenjak perubahan Anaya menjadi sosok yang dingin dan tertutup, pemandangan hangat ini terasa seperti mimpi.
“Hanya Oma saja yang dipeluk, Princess?” tanya Opa Darwin dengan wajah yang sengaja dibuat sedih untuk menggoda sang cucu.
Anaya yang melihat wajah sedih opanya langsung panik. Ia buru-buru melepaskan pelukan Oma Silya dan berganti memeluk leher Opa Darwin dengan erat. “Ini Naya peluk Opa juga, kok!” sahutnya panik dengan ekspresi yang sangat lucu.
Tingkah polos Naya lagi-lagi berhasil meledakkan tawa renyah dari seluruh anggota keluarga besar di ruangan tersebut.
^^^
Setelah sesi perkenalan keluarga yang penuh haru dan tawa selesai, para anak muda memilih untuk keluar dari mansion. Mereka berkumpul dan duduk-duduk santai di pendopo yang terletak di area taman belakang.
Ada yang asyik bermain game di ponsel, ada pula yang saling mengobrol melepas rindu. Arka yang baru saja pulang sekolah pun memilih untuk langsung bergabung di pendopo bersama para sepupunya.
Saat semua orang sedang fokus dengan kegiatan masing-masing, Anaya tiba-tiba teringat akan sesuatu. Netranya berbinar mengingat buah mangga yang sudah matang di pohon belakang rumah.
Dengan gerakan pelan dan mengendap-endap, bocil imut itu menyelinap pergi dari pendopo tanpa disadari oleh satu pun abangnya.
Ia ingat, saat membantu pelayan memetik sayuran beberapa waktu lalu, matanya sempat menangkap buah mangga yang mulai menguning. Mengingat buah segar itu seketika membuat air liur Naya menetes.
“Na na na na na... Naya mau mangga,”
“Na na na na na... mangganya enak,”
sepanjang jalan menyusuri jalan setapak taman, Anaya terus bersenandung riang sembari melompat-lompat kecil.
“Aha! Mangga Anaya, coming!”
Setelah sampai di bawah pohon mangga yang berdaun lebat itu, Anaya mendongak. Tanpa ragu sedikit pun, gadis mungil berseragam sekolah itu langsung memanjat pohon tinggi tersebut dengan sangat lihai.
Baginya, memanjat pohon adalah hal yang sangat mudah dan biasa, karena di kehidupan lamanya di desa, bermain di atas pohon adalah hal biasa bagi Anaya.
^^^
Di sisi pendopo, setelah beberapa saat kepergian Anaya, Marco yang mulai menyadari keheningan tiba-tiba menghentikan aktivitasnya. Ia tidak lagi mendengar celotehan Anaya yang asyik bermain dengan boneka kelincinya. Pemuda itu lantas menoleh ke arah sudut tempat Anaya berada tadi.
“Anjir! Nanay kemana?!” ucap Marco kaget setengah mati.
Mendengar celetukan panik dari Marco, para pemuda yang lain baru tersadar kalau adik kecil mereka sudah tidak ada lagi di sekitar pendopo.
“Mampus! Lecet sedikit aja tuh bocil, para bapak-bapak di dalam bisa mengamuk habis-habisan!” sahut Selatan ikut panik, membayangkan kemarahan para ayahnya.
“Bacot! Ayo buruan cari, jangan cuma mengomel doang, elah!” sahut Utara yang sudah bergerak lebih dulu mencari keberadaan Anaya.
“Cil! Di mana lo?!” seru Arka lantang, mulai menyusuri area sekitar taman dengan jantung yang berdegup kencang karena khawatir.
“Cari Princess sekarang,” perintah Marvel dengan suara yang teramat dingin.
Marvel memang dikenal sebagai orang yang paling dingin dan irit bicara di antara mereka. Namun, ia bisa berubah menjadi sosok yang sangat hangat dan perhatian jika dengan Anaya.
“Yee... lo kira dari tadi kita lagi nyinden? Ini juga lagi dicari, Bang!” sahut Selatan kesal. Abangnya yang satu ini memang menyebalkan; dalam kondisi panik sekalipun wajahnya tetap terlihat seperti tembok tanpa ekspresi.
“Ke mana lagi tuh bocil satu? Benar-benar di luar nurul banget kelakuannya,” gerutu Marco frustrasi. “Meleng sedikit langsung menghilang!”
Sudah hampir satu jam para tuan muda itu berlari ke sana kemari mengitari area luar mansion demi mencari adik kecil mereka, namun hasilnya tetap nihil. Kebingungan mereka akhirnya memicu kecurigaan dari para orang tua yang baru saja melangkah keluar ke arah taman.
“Kalian kenapa, Boy? Kenapa kelihatan panik sekali?” tanya Arga saat melihat putra-putranya berkeringat dingin. Matanya menyipit tajam. “Princess mana? Kenapa tidak bersama kalian?”
“Nah, itulah, Pi! Dari tadi kita nyariin tuh bocil tapi nggak ketemu-ketemu. Tadi pas kita lagi asyik main di pendopo, tiba-tiba saja dia sudah menghilang,” ungkap Utara jujur.
“Kenapa kalian tidak bisa menjaga adik kalian dengan benar, sih?! Kalian ngapain saja dari tadi?! Pasti Princess bosan makanya dia pergi menghilang. Aduuuh!” ucap Siska yang langsung dilanda kepanikan luar biasa begitu mendengar putri bungsunya tidak ada.
“Dad, ayo cari Naya!” ajaknya sembari menarik lengan Hendra. Dia tau betul sifat putrinya kalau bosan, pasti mencari kegiatan lain.
“Sabar, Mom. Kita cari dulu di sekitar mansion, ya? Siapa tahu dia sebenarnya sudah masuk ke dalam kamar,” bujuk Hendra menenangkan istrinya.
Mereka semua berbondong-bondong memeriksa kamar tidur Anaya. Namun, nihil. Pintu kamar yang terbuka hanya menampilkan ruangan kosong tanpa tanda-tanda keberadaan sang empunya.
Marvel yang sejak tadi diam memilih untuk tidak membuang tenaga secara percuma. Otak cerdasnya berpikir cepat mencari tahu ke mana kiranya adik nakalnya itu pergi menyelinap. Detik itu juga, ia teringat akan sistem keamanan di rumah mereka.
Dengan gerakan cepat dan sigap, Marvel meraih laptopnya lalu meretas sekaligus mengakses seluruh kamera CCTV di area mansion.
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 16.15 WIB, yang artinya Anaya sudah menghilang selama hampir dua jam penuh. Saat jemarinya menari lincah di atas papan ketik memutar ulang rekaman CCTV, mata Marvel menangkap sekelebat bayangan mungil.
Di dalam layar, tampak Anaya sedang mengendap-endap keluar dari pendopo, lalu melangkah riang ke arah kebun di bagian belakang mansion.
Melihat cara adik kecilnya berjalan sembari melompat-lompat kecil penuh kemenangan, seulas senyum tipis tanpa sadar muncul di bibir dingin Marvel.
‘Dasar kelinci kecil yang nakal,’ kekehnya hangat di dalam hati.
“Anaya ada di kebun belakang,” ucap Marvel datar namun tegas.
Mendengar itu, tanpa membuang waktu lagi, seluruh anggota keluarga besar Wicaksono langsung berjalan tergesa-gesa menuju kebun belakang untuk mencari Princess mereka.
Setelah menyusuri seluruh sudut kebun, Utara yang kebetulan sedang berdiri tepat di bawah pohon mangga besar tiba-tiba meringis. Kepalanya baru saja kejatuhan sebuah benda keras dari atas dahan. Saat ia mendongak ke atas dengan kening berkerut sebal, mata Utara seketika melotot sempurna.
Betapa terkejutnya ia melihat sosok Anaya yang sedang tertidur dengan sangat pulas di atas dahan pohon mangga. Jangan lupakan pemandangan mulut dan pipi tembamnya yang tampak belepotan dengan sisa-sisa getah dan daging buah mangga.
“Astaga! Nanay... kenapa lo malah tidur di atas pohon?!” seru Utara histeris dengan suara melengking.
Mendengar seruan heboh dari Utara, langkah seluruh anggota keluarga besar seketika terhenti. Mereka semua kompak mendongak, dan sedetik kemudian, seisi kebun belakang langsung dibuat melongo berjamaah menyaksikan tingkah laku yang teramat absurd dari putri bungsu mereka.
...****************...
# HAI GUYSSS ✨#
GIMANA NIH CERITA DI BAB 15..
PASTI SERU BANGET KAN!!
STAY TUNE TERUS SETIAP PAGI DAN MALAM JAM 08.00-09.00 dan 19.00 YA GUYS. KARNA BAB BARU AKAN UP SETIAP JAM 08.00-09.00 dan 19.00😙
JANGAN LUPA YAAA
LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARNA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA.
THANK YOU SUDAH MAMPIR DI KARYA KU🥰🫶
udah bikin satu kelas mikir berjamaah dianya malah anteng anteng aja🤭
Jangan lupa like, komen dan klik favorit yaa🥰
HAPPY READING & HOPE YOU ENJOY GUYSSS💜