NovelToon NovelToon
The Degree

The Degree

Status: tamat
Genre:System / Anak Genius / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:151.1k
Nilai: 5
Nama Author: YatoNime Crack

Undangan dari organisasi rahasia tersebar dan diberikan kepada sepuluh ribu manusia dari berbagai negara. Undangan yang berisi evolusi manusia dan akan mengabulkan segala keinginan pesertanya.

Organisasi rahasia tersebut menanamkan chip kecil dan memberi setiap peserta sebuah Degree yang akan menjadi kekuatan peserta dan harus melewati semua rintangan.

Ray Morgan, salah satu manusia yang menerima undangan tersebut. Ray harus bertahan dari rintangan kejam yang menantinya, dengan Degree dan kejeniusannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YatoNime Crack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengkhianati Sebelum Dikhianati

“Bukankah ini sudah sangat jelas? Serahkanlah DP dan senjata yang kamu pesan.” Tyson menunjukkan senyuman beringasnya.

Ray masih tidak memahami situasinya dam terlihat linglung. Misa yang melihat reaksi demikian terlihat puas untuk beberapa alasan.

“Kamu terlihat seperti orang apatis yang bahkan tidak membuat wajah sakit dengan luka seperti itu, namun tampaknya kamu bisa juga bereaksi demikian. Itu bagus.”

“Menyerahkan DP dan senjata ... apa maksudnya?” Ray terlihat membatu karena beberapa alasan.

Tyson mendesah kasar dan terlihat muak dengan Ray, “Kamu sebenarnya pintar atau bodoh, masih tidak memahami situasimu? Singkatnya, ini adalah pengkhianatan. Tidak ada robot atau apapun, itu hanya kebohongan yang kami buat.”

Seakan ada aliran listrik menyengat kepalanya, Ray memahami maksudnya, “Jadi ... semua ini palsu? Termasuk bekas tembakan dan lukamu?”

“Begitulah. Kamu pasti terjebak karena berpikir bahwa Degree yang dimiliki kekasihku adalah Terang.” Tyson menarik Misa ke dalam pelukannya dengan wajah yang sepenuhnya mengejek.

Misa ikut tersenyum merendahkan, “Kekuatanku adalah cahaya. Aku bisa melakukan apapun dengannya seperti menembakkannya sebagai senjata dan memanaskan sesuatu.”

“itu ... tidak mungkin. Lalu, apa kekuatanmu juga palsu, Tyson?” Ray menurunkan tangannya dengan lelah dan wajahnya masih tidak mau menerima kenyataan.

“Hahaha, tentu saja. Memangnya ada orang yang cukup bodoh mengungkapkan Degree mereka saat situasinya sendiri belum jelas apakah semua orang kawan atau lawan.”

Itu masuk akal. Siapapun akan menganggap aneh jika ada orang yang memperkenalkan diri dan mengungkapkan Degree yang mereka miliki. Bahkan Ray menyembunyikan Degree-nya, jadi akan aneh jika Tyson dan Misa yang mengungkapkannya tanpa dosa.

“Degree-ku bukan sesuatu yang luar biasa. Lagipula kamu akan mati sebentar lagi, jadi aku berbaik hati dan mengatakannya. Degree yang aku miliki adalah Ahli Taktis. Aku bisa menyusun berbagai rencana berkat Degree-ku. Ini memang bukan sesuatu yang kuat namun dengan adanya Misa dia bisa membantuku mengatasi kekurangan tersebut.” Tyson mengelus lembut Misa dan mencium bibirnya.

Melihat pemandangan tersebut, Ray menurunkan tangannya dengan lelah seakan menelan pahit kenyataan yang ada, “Jadi, kalian akan membunuhku hanya untuk DP dan senjata?”

Tyson tersenyum senang, “Syukurlah kamu memahaminya. Jadilah anak baik dan aku akan meminta kekasihku untuk membunuhmu tanpa rasa sakit.”

“Itu hal yang mudah jika aku menembak di arteri atau langsung meledakkan jantungmu. Namun akurasi tembakkan ini bisa menjadi buruk.” Misa tersenyum, meski begitu kata-katanya tak meyakinkan karena sedikit rasa takut terukir di matanya.

Misa berniat mengambil senjata yang ada tepat di depan Ray, tetapi dihentikan oleh Tyson.

“Jangan gegabah dulu, kita belum mengetahui Degree miliknya. Karena itulah aku membuatnya pergi ke pojok ruangan agar dia tidak memiliki jalur pelarian apapun.” Meski dirinya sudah diuntungkan namun Tyson tak berniat untuk lengah.

“Katakan padaku, Degree apa yang kamu miliki?” tanyanya.

“Apa gunanya? Lagipula kalian tetap akan membunuhku.” Ray yang ketakutan tampak sudah pasrah akan hidupnya.

“Itu memang benar namun aku berjanji akan membuatnya mudah untukmu. Tidakkah kamu berpikir bahwa aku mungkin saja akan membunuhmu secara perlahan?”

Misa tentu memiliki kemampuan untuk melakukannya. Dia bisa dengan mudah melubangi tubuh Ray dengan kemampuannya untuk memaksanya berbicara tentang Degree miliknya.

Ray mulai menggerakkan bibirnya dan menyampaikan sesuatu. Tyson dan Misa memasang baik-baik telinga mereka karena Ray tampak berbicara dengan pelan.

“Aku ... tidak berbakat.”

“Huh?” Misa terkejut dan tidak mempercayai apa yang dia dengar.

“Maksudmu, kamu tidak memiliki Degree karena kamu tidak berbakat? Itu konyol. Tidak peduli seberapa menyedihkannya dirimu, aku yakin mustahil tidak mendapatkan apapun.” Tyson tidaklah bodoh untuk mempercayai kebohongan yang jelas tersebut.

Namun sangat disayangkan, Tyson. Di posisi ini yang sebenarnya salah bukanlah Ray, tetapi mereka berdua yang salah mengartikan kata-katanya.

“Cepat katakan ... apa—” Tyson mulai terhuyung-huyung dan berlutut, dia memegang kepalanya yang terasa sakit, pandangannya mulai mengabur, “A-apa yang terjadi.”

“Tyson! Kamu baik-baik saja?!” Misa mengendurkan penjagaannya terhadap Ray dan memeriksa kondisi Tyson penuh rasa kekhawatiran.

“Kamu benar.”

Perkataan Ray cukup untuk membuat Tyson mengerahkan perhatiannya kepadanya meski keadaannya tidak baik saja. Dia mulai memuntahkan darah dan wajahnya pucat sedemikian rupa, Tyson kemudian menyadari sesuatu.

“Apa yang kamu ... lakukan ... padaku?”

Tyson berasumsi bahwa mungkin Degree milik Ray adalah sesuatu yang berhubungan dengan gas beracun, namun melihat Misa baik-baik saja jelas menjadi penyangkalan asumsi tersebut.

“Kamu benar, bahwa sekalipun seseorang tidak memiliki bakat, tidak mungkin mereka tidak memiliki Degree. Aku juga mempunyai Degree, namun kamu tidak akan pernah bisa menebaknya.” Ray menyeka rambutnya dan mengembalikan wajahnya ke wajah apatis miliknya.

“Lalu, apa pentingnya kamu menyebut dirimu tanpa bakat?!” Misa menatap geram, dia berniat menyerangnya namun lebih mengkhawatirkan kondisi Tyson saat ini.

“Yang aku maksud sebelumnya adalah, aku tidak berbakat dalam berakting. Memainkan ekspresi dan bersandiwara menjadi orang menyedihkan benar-benar membuatku mual.” Ray mengambil pisau dan pistol yang dia lemparkan sebelumnya.

“Hentika—” Misa berniat menembak Ray namun dia memiliki kecepatan yang lebih lambat.

Dor!

“Kyaah! Tanganku! Ini sakit!”

Ray menembak tepat di tangan Misa dan membuatnya terguling-guling karena rasa sakitnya. Tyson yang semakin melemah memeluknya dan menatap Ray dengan penuh kebencian.

“Gadismu tidak akan pernah bisa menembakku. Lagipula diantara kalian berdua tidak ada yang bisa membunuhku. Bukan karena sombong namun aku tahu tidak ada satupun dari kalian pernah membunuh manusia.”

Itu akan tampak jelas ketika melihat keraguan dari mata mereka. Ray sejak awal menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan situasinya sejak Misa datang dan meminta bantuan kepadanya.

Di tempat pertama, Misa tidak terlihat begitu lelah dan hanya bersimbah darah tanpa terluka. Jika memang mereka bertarung dengan robot, kondisi Misa pasti tidak akan sebaik itu. Setidaknya dia harus memiliki beberapa luka. Darah yang ada di tubuhnya jelas milik Tyson.

Ray yakin luka yang dimiliki Tyson adalah perbuatan Misa agar rencana mereka tampak sempurna.

Lalu, Misa begitu tenang dan bahkan sempat mengobati luka yang dimiliki oleh Ray. Secara psikologis, seseorang tidak akan bisa bersabar melakukan hal itu kepada orang asing jika dia tahu bahwa orang yang disayangi bisa saja tewas.

Dari hal itu sudah cukup membuat Ray merasa yakin bahwa ada kolusi di balik semua hal tersebut. Ray bukan orang bodoh dan akan percaya begitu mudahnya. Sejak awal Misa dan Tyson mengungkapkan Degree milik mereka, Ray tak pernah menanamkan kepercayaan.

“Meski kamu seorang ahli siasat, namun kamu tidak begitu ahli menyusun rencana, ya? Buktinya aku bisa melihatnya dengan jelas semua tipuan milikmu sejak awal dan dengan sengaja menjadi bodoh seakan-akan menari di telapak tanganmu. Meski kenyataannya kalianlah yang menari di telapak tanganku.”

“Apa jangan-jangan ... kamu juga membunuh Justina?” Tyson kembali memuntahkan darah selagi memeluk Misa yang menangis.

1
Harzam zam
Luar biasa
Sak. Lim
mc idioooooot
Tommy Andi
mungkin degree Ray itu antagonis utama.kebalikan dari arthur
Yatooo: fufu, yah mungkin iya, namun mungkin juga tidak? Jawabannya saya letakkan di akhir cerita ini jadi mohon bertahanlah dan lanjutkan membacanya
total 1 replies
Gusti Rahmat
gw dari smp kls 3 udah bekumis
Kang_Wah_Yoe
👍👍👍👍
Xeviorynz
Cocok jadi Antagonis
Xeviorynz
Ray...
Xeviorynz
Tragis
Xeviorynz
The Lady Killer
Xeviorynz
antara ngakak sama kasihan
Xeviorynz
hm
Not Today
😭
Not Today
ᕕ(ಥʖ̯ಥ)ᕗ
Not Today
(๑•̀ㅁ•́ฅ✧
Not Today
🤯
Not Today
⁉️
Not Today
😭
Not Today
(っ'-')╮=͟͟͞͞)ꐦ°᷄д°᷅)(っ'-')╮=͟͟͞͞)ꐦ°᷄д°᷅)(っ'-')╮=͟͟͞͞)ꐦ°᷄д°᷅)(っ'-')╮=͟͟͞͞)ꐦ°᷄д°᷅)
Not Today
(っ'-')╮=͟͟͞͞💌
Not Today
.*.。ଘ( ᐛ ) ଓ+(*´﹀`*)..。*゚+
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!