NovelToon NovelToon
Jalan Dewa Kehampaan

Jalan Dewa Kehampaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Timur, kekuatan mutlak adalah hukum tertinggi, dan mereka yang tidak bisa berkultivasi hanyalah debu yang pantas diinjak-injak. Lin Tian, Tuan Muda dari Klan Lin, harus menanggung kehinaan selama bertahun-tahun karena cacat bawaan pada meridiannya. Takdirnya mencapai titik terkelam ketika ia dikhianati, disergap oleh pembunuh bayaran suruhan sepupunya, dan dilemparkan ke dasar Jurang Hukuman yang mematikan.
​Namun, jurang itu bukanlah akhir, melainkan awal yang baru.
​Di ambang kematian, darah dan tekad Lin Tian yang pantang menyerah membangkitkan sebuah artefak kosmis yang bersemayam dalam dirinya—Mutiara Kehampaan. Tubuh fananya dihancurkan dan ditempa ulang, meridiannya disucikan, dan ia mewarisi Teknik Kultivasi Kehampaan Sembilan Langit, sebuah kekuatan tabu yang ditakuti oleh alam semesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Transaksi di Atas Magma

​Hawa panas dari lautan lava di Lembah Abu Berdarah berbenturan dengan aura dingin yang memancar dari tubuh Mu Qingxue. Uap putih mengepul di udara, menciptakan tirai kabut tipis di antara mereka berdua.

​Mendengar pertanyaan Lin Tian yang blak-blakan, Mu Qingxue terdiam sejenak. Matanya yang indah menatap pemuda berpakaian seragam putih Murid Inti itu dengan penilaian baru. Di depannya bukanlah seorang pemuda naif bersumbu pendek, melainkan seorang predator yang pandai berhitung.

​Dengan gerakan anggun, Mu Qingxue mengangkat tangan kanannya. Cahaya perak berpendar dari cincin penyimpanannya, dan sebuah kantong sutra melayang di telapak tangannya.

​"Lima ratus Batu Roh Tingkat Menengah, sebuah pedang spiritual tingkat tinggi beraura es untuk menggantikan pedangmu yang hancur, dan perlindunganku di Puncak Utama," tawar Mu Qingxue dengan nada datar. "Sebagai Murid Inti peringkat dua, kata-kataku memiliki bobot. Tidak akan ada faksi murid yang berani menyentuhmu."

​Bagi kultivator tahap Pondasi Bumi awal mana pun, tawaran ini adalah rezeki nomplok yang bisa membuat mereka bersujud berterima kasih. Lima ratus Batu Roh Tingkat Menengah setara dengan lima puluh ribu Batu Roh Tingkat Rendah!

​Namun, Lin Tian hanya tertawa pelan. Ia melemparkan kotak giok berisi Teratai Api Neraka ke udara dan menangkapnya kembali dengan santai, mempermainkan detak jantung Mu Qingxue.

​"Tawaran yang murah hati. Tapi sayangnya, aku tidak butuh pedang es, dan aku sama sekali tidak tertarik bersembunyi di balik rok seorang wanita untuk berlindung di sekte," jawab Lin Tian memprovokasi.

​Wajah Mu Qingxue sedikit menggelap. Hawa dingin di sekitarnya menguat, membekukan percikan magma yang terlempar ke udara. "Kau terlalu serakah, Lin Tian. Teratai itu berharga, tapi jika kau menuntut terlalu banyak, kau mungkin tidak bisa membawanya keluar dari lembah ini hidup-hidup."

​"Apakah kau mengancam akan merampasnya dariku?" Lin Tian menyipitkan matanya, kilatan ungu kembali berputar di kedalaman pupilnya. Udara di sekitar Lin Tian menjadi sangat berat. Aura pembunuh yang baru saja memenggal Kobra Api Tingkat 2 belum sepenuhnya memudar.

​Mu Qingxue mengatupkan rahangnya. Ia tahu ia bisa mengalahkan Lin Tian, tapi itu akan memakan harga yang sangat mahal. Tebasan sabit hitam tadi masih membekas jelas di ingatannya. Ia tidak ingin mempertaruhkan meridiannya yang sudah tidak stabil.

​Melihat gadis itu menahan diri, Lin Tian tersenyum tipis. "Tenanglah, Senior Mu. Aku tidak berniat memerasmu habis-habisan. Faktanya, aku akan menyelamatkan nyawamu... dan masa depan kultivasimu."

​"Apa maksudmu?" dahi Mu Qingxue berkerut.

​"Kau mempraktikkan Seni Hati Es Surgawi. Tubuhmu kini dipenuhi oleh Yin ekstrem. Kau berniat menelan Teratai Api Neraka ini secara utuh untuk menetralkan Yin tersebut agar kau bisa membentuk Inti Emas, bukan?"

​Mu Qingxue tidak menjawab, tapi sorot matanya membenarkan hal itu. Itu adalah rahasia umum di kalangan petinggi sekte.

​"Jika kau melakukannya, kau akan mati dalam waktu kurang dari sebulan," ucap Lin Tian dengan nada datar, seolah menyatakan fakta bahwa matahari terbit dari timur.

​"Omong kosong!" Mu Qingxue menukas tajam. "Guru saya, Tetua Puncak Alkimia, sendiri yang meresepkan bunga ini untuk menekan racun dingin di meridian jantung saya!"

​"Gurumu adalah alkemis yang hebat, tapi dia tidak memahami hukum es dan api yang sesungguhnya," cibir Lin Tian, menyalin persis analisis dari sisa kesadaran di Mutiara Kehampaan.

​Lin Tian berjalan perlahan mendekati Mu Qingxue, mengabaikan hawa dingin yang menusuk tulangnya. "Yin di tubuhmu bukan sekadar racun dingin; itu telah menyatu dengan fondasimu. Jika kau memasukkan Yang ekstrem dari seluruh kelopak bunga ini, api neraka itu memang akan mencairkan esmu, tapi sekaligus akan menghancurkan meridian jantungmu. Itu disebut Penyimpangan Qi total. Alih-alih menerobos ke Inti Emas, Dantianmu akan meledak."

​Mata Mu Qingxue membelalak. Jantungnya berdetak kencang. Belakangan ini, setiap kali ia mencoba memutar Qi untuk menerobos, ia memang merasakan hawa panas ilusionis yang menusuk jantungnya, sebuah tanda peringatan dari tubuhnya. Mungkinkah pemuda tingkat Pondasi Bumi awal ini mengatakan kebenaran?

​"Lalu... apa solusinya?" tanya Mu Qingxue tanpa sadar. Ketinggian hatinya perlahan runtuh di hadapan wawasan Lin Tian yang misterius.

​"Kau tidak butuh seluruh teratai ini. Kau hanya butuh keseimbangan yang presisi," Lin Tian membuka kotak gioknya. Di tengah bunga yang memerah itu, terdapat tiga buah biji teratai berwarna emas kemerahan.

​Lin Tian mencungkil ketiga biji teratai itu, lalu mengeluarkan Inti Binatang Iblis Kobra Api yang ia panen tadi. Menggunakan Qi-nya, ia memeras tiga tetes esensi darah berwarna ungu menyala dari inti monster tersebut, dan membiarkan darah itu meresap ke dalam biji teratai.

​Ia melemparkan ketiga biji itu ke arah Mu Qingxue. Gadis itu menangkapnya dengan reflek cepat, merasakan kehangatan yang sangat lembut namun murni memancar dari biji tersebut.

​"Makan satu biji setiap minggu selama tiga minggu. Esensi darah ular itu akan melunakkan api neraka di dalam biji teratai. Itu sudah lebih dari cukup untuk membersihkan sumbatan dingin di meridianmu secara perlahan, tanpa merusak fondasi Yin-mu. Dan yang paling penting... sisa teratai ini dan Inti monsternya, menjadi milikku," kata Lin Tian.

​Mu Qingxue menatap tiga biji di tangannya dengan pandangan rumit. Ia bisa merasakan energi di dalam biji ini sangat stabil dan ramah terhadap Qi es miliknya. Pemuda ini tidak berbohong.

​"Sebagai gantinya," lanjut Lin Tian, mengacungkan dua jari. "Pertama, aku ingin seribu Batu Roh Tingkat Menengah. Kedua, aku tahu kau memiliki Token Paviliun Kitab Suci tingkat kelima. Berikan kepadaku selama tiga hari."

​"Seribu Batu Roh Menengah? Dan Token Paviliun tingkat lima?!" Mu Qingxue mendongak. "Kau merampokku! Dan dari mana kau tahu aku punya token itu?!"

​"Insting," dusta Lin Tian tanpa berkedip. "Bagaimana, Senior Mu? Nyawa dan masa depanmu sebagai ahli Inti Emas... apakah tidak sepadan dengan seribu batu dan pinjaman sebuah token kayu?"

​Mu Qingxue menggertakkan gigi peraknya. Ia menatap Lin Tian cukup lama, berusaha mencari celah atau kelemahan, namun yang ia temukan hanyalah jurang kegelapan yang tak terduga. Akhirnya, gadis es itu menghela napas panjang, menyerah.

​Ia melepaskan sebuah cincin penyimpanan perak dari jarinya, lalu melemparkannya ke Lin Tian, diikuti oleh sebuah token kayu berwarna giok ungu dengan ukiran naga perak.

​"Di dalam cincin itu ada seribu Batu Roh Tingkat Menengah. Dan token itu... jaga baik-baik. Itu adalah izin khusus dari guruku. Kau hanya bisa masuk ke tingkat kelima Paviliun Kitab Suci selama tiga hari. Lebih dari itu, formasi paviliun akan membunuhmu," ancam Mu Qingxue dingin.

​Lin Tian menangkap keduanya dan menyimpannya sambil tersenyum puas. "Senang berbisnis denganmu, Senior. Semoga terobosanmu lancar."

​Mu Qingxue mendengus pelan. Ia berbalik dan tubuhnya mulai melayang ke udara. Namun sebelum ia melesat pergi, ia menoleh sedikit ke arah punggung Lin Tian.

​"Di Puncak Utama, kau telah menyinggung faksi Lu Ming. Kakak sepupunya adalah Lu Changkong, peringkat pertama Murid Inti yang sedang mengasingkan diri. Dia akan segera keluar untuk Ujian Alam Rahasia bulan depan. Jika kau tidak ingin mati muda, gunakan sumber dayamu itu untuk segera meningkatkan kekuatanmu."

​Setelah meninggalkan peringatan itu, sosok Mu Qingxue memudar menjadi serpihan cahaya es, melesat kembali menuju arah Sekte Awan Ungu.

​Melihat kepergiannya, Lin Tian mencibir pelan. "Lu Changkong? Peringkat pertama? Heh, di mataku dia hanya dompet Batu Roh yang belum kupanen."

​Lautan Api Kehampaan

​Lin Tian tidak langsung kembali ke sekte. Lembah Abu Berdarah adalah tempat yang sempurna untuk menyerap elemen api murni.

​Ia menemukan sebuah gua kecil di tebing vulkanik yang tersembunyi, lalu menyegel pintu masuknya dengan sebongkah batu besar. Suhu di dalam gua itu cukup untuk memanggang manusia hidup-hidup, tapi Lin Tian duduk bersila dengan nyaman.

​Di depannya, terletak kelopak Teratai Api Neraka tanpa biji, Inti Kobra Api Bersisik Besi, dan seribu Batu Roh Tingkat Menengah.

​"Batu Roh ini akan kusimpan untuk mengisi Dantianku perlahan-lahan. Malam ini, menu utamanya adalah kedua harta karun ini," gumam Lin Tian menjilat bibirnya.

​Ia menggenggam kelopak teratai raksasa itu di tangan kirinya, dan Inti monster Tingkat 2 di tangan kanannya.

​Tubuh Penelan Kehampaan: Mode Pemusnahan!

​WUUUNG!

​Pusaran hitam di dalam Dantian Lin Tian berputar dengan kecepatan yang gila-gilaan, jauh lebih cepat daripada saat ia menyerap Batu Roh di guanya. Sebuah daya hisap yang mengerikan menyapu kedua harta karun api tersebut.

​Api ungu dari kelopak teratai dan esensi buas dari Inti Kobra melesat masuk melalui lengan Lin Tian seperti dua ekor naga api yang mengamuk. Suhu tubuh Lin Tian melonjak drastis. Kulitnya berubah merah membara layaknya besi yang dipanaskan di tungku pandai besi. Pakaian seragamnya langsung terbakar menjadi abu.

​"ARGH!"

​Lin Tian menggeram tertahan. Meridiannya terasa seperti dialiri oleh magma cair. Energi api dari teratai berumur tiga ratus tahun dan monster Tingkat 2 Puncak benar-benar liar dan menghancurkan.

​"Tahan, Bocah! Ini adalah esensi Yang ekstrem!" suara dari Mutiara Kehampaan bergema memperingatkan. "Gunakan Lautan Qi-mu untuk menelannya! Biarkan api itu membakar kotoran terakhir di tulang-tulangmu!"

​Lin Tian mengertakkan gigi hingga berdarah. Ia tidak melawan aliran api itu, melainkan membukanya lebar-lebar. Lautan Qi Kehampaan di Dantiannya yang tadinya tenang, kini mendidih. Cairan Qi berwarna hitam keunguan menelan api yang masuk, memurnikan energi liarnya menjadi kekuatan murni, lalu mengalirkannya kembali untuk menempa tulang dan otot Lin Tian.

​Krak... Krak...

​Suara tulang yang dipadatkan bergema dari dalam tubuhnya. Otot-ototnya semakin padat dan memancarkan kilau perunggu samar.

​Proses ini berlangsung selama tiga hari tiga malam.

​Di pagi hari keempat, kelopak teratai di tangan kirinya telah layu menjadi debu abu-abu, dan Inti monster di tangan kanannya retak lalu pecah berkeping-keping.

​Di dalam Dantian Lin Tian, Lautan Qi yang semula hanya sebesar kolam kini meluas menjadi lautan kecil. Bintik-bintik ungu di dalam cairan hitamnya berkedip lebih terang, memancarkan dominasi yang mengerikan.

​BOOOM!

​Lin Tian membuka matanya. Gelombang kejut tak terlihat meledak dari tubuhnya, menghancurkan batu penyegel gua menjadi kerikil dan menghempaskannya ke luar tebing.

​Ia berdiri telanjang, memandangi kedua tangannya dengan kepuasan yang mendalam.

​"Tahap Pondasi Bumi tingkat menengah," Lin Tian tersenyum lebar.

​Tidak hanya Dantiannya yang berkembang pesat, fisik tubuhnya juga telah menembus batas baru. Kini, kekuatan daging dan tulangnya setara dengan ahli tahap Pondasi Bumi Puncak. Jika ia menerima serangan Jari Pembelah Angin dari Lu Ming lagi hari ini, jangankan menangkisnya, ia bahkan bisa membiarkannya mengenai dadanya tanpa tergores sedikit pun.

​Lin Tian mengambil satu set pakaian cadangan dari Cincin Penyimpanannya dan mengenakannya.

​Matanya menatap jauh melintasi Lembah Abu Berdarah, ke arah lima gunung melayang milik Sekte Awan Ungu.

​"Waktunya kembali. Paviliun Kitab Suci tingkat kelima... mari kita lihat teknik bela diri seperti apa yang disembunyikan sekte ini."

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz
hadad fernandez khan
lanjut tor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!