NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:906.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Sebuah Perjodohan

     Nayra sedikit terkejut, namun ia segera menguasai keadaan. Walaupun begitu, Nayra merasa sedikit malu, ternyata pulangnya justru keduluan Ardana.

     Ardana masih berdiri menatap tajam ke arahnya. Membuat Nayra serba salah.

     "Iya, Mas, Nay baru pulang. Mas Arda sudah lama?" sahut Nayra tidak berani menatap lama suaminya yang kini menghampiri dan masih menatapnya tajam seperti saat tadi pertama melihat Nayra datang. Kebahagian yang dirasakan di kafe saat halal bihalal tadi, kini lenyap sudah.

     Ardana mendekat, ia memerhatikan Nayra dari atas sampai bawah. Nayra sangat berbeda di matanya. Dandanannya lebih mirip anak muda yang asik pulang dari tongkrongan.

     Ada getar dalam dada Ardana, ketika melihat betapa ternyata Nayra begitu cantik dengan dandanan minimalisnya. Gayanya yang anak muda benar-benar tidak memperlihatkan kalau Nayra sudah menikah.

     "Dengan siapa saja di sana?" tanyanya kemudian, tanpa menjawab pertanyaan Nayra tadi.

     Nayra mendongak, lalu menatap sekilas Ardana. Saat itu pandangan mata mereka bertemu, tapi Nayra segera menunduk. "Banyak, Mas. Ada laki-laki dan perempuan."

     "Hmmmm."

     Ardana tidak bicara apa-apa. Dia hanya berdehem, kemudian menjauh.

     Nayra pun segera berlalu, menuju tangga untuk ke kamar. Sementara itu, Ardana diam-diam menatap kepergian Nayra. Jantungnya tiba-tiba berdebar kencang saat punggung itu perlahan menjauh dan menghilang di balik tembok.

     Sosok lemah lembut masih muda dan sangat mencintainya, tapi semua itu tidak cukup buat Ardana membalas cinta Nayra.

     Ardana mendesah, ada dua rasa yang kini tiba-tiba menghantam dadanya. Antara istri yang masih belum dicintainya dan mantan kekasih yang kembali hadir dengan kondisi yang membuatnya prihatin.

     "Apa ini semua salahku?" gumamnya.

Flash back

     Tiga tahun yang lalu, sebuah perjodohan itu terjadi ketika Tiana kekasih Ardana sedang meniti karir sebagai Pramugari di salah satu maskapai penerbangan nasional.

     Ardana sempat menolak dengan alasan dia sudah memiliki kekasih. Namun kedua orang tua Ardana memaksa, terlebih mereka memang tidak setuju kalau Ardana menjalin kasih dengan seorang Pramugari. Poin penting dalam perjodohan itu adalah, ternyata kedua orang tua Ardana memang sudah berniat menjodohkan Ardana dengan anak dari sahabat mereka, sejak sebelum Nayra lahir.

     "Nanti, kalau anakmu salah satunya ada yang perempuan, maka aku ingin anak perempuanmu dijodohkan dengan Ardana anakku," seru Bu Karina, Ibunya Ardana kala itu, saat usia Ardana baru lima tahun.

     Rencana dua sahabat itu disepakati dengan senang hati oleh kedua belah pihak. Lalu anak perempuan pertama Bu Lila lahir, dan dua tahun kemudian Bu Lila melahirkan lagi anak perempuan yang kedua, yang diberi nama Nayra. Bu Karina ternyata lebih menyukai Nayra, dan memilih Nayra yang ingin dijodohkan dengan Ardana.

     Ardana tidak bisa menolak, terlebih saat itu Tiana pun begitu sibuk dengan karirnya, sehingga hubungan Ardana dan Tiana mulai renggang karena jarang bertemu, dan komunikasi pun mulai jarang. Sehingga Ardana berada di posisi jenuh, lalu mengambil keputusan yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ardana menerima perjodohan, namun terpaksa.

Flash back off

     Lalu setelah usia pernikahan Ardana dan Nayra akan menginjak tiga tahun, tiba-tiba Tiana hadir kembali, dengan membawa perubahan. Tiana datang, mengemis harap dengan menyertakan kenyataan pahit, bahwa setelah kabar pernikahan Ardana dan Nayra sampai di telinganya, Tiana stres.

     Dia down sampai sempat mengalami gangguan mental. Setidaknya itu yang Ardana dengar dari pengakuan Tiana, membuat Ardana merasa sangat prihatin dan bersalah. Saat ini pun Tiana sedang menjalani terapi psikologis di salah satu rumah sakit Angkatan Udara, dan Ardana menjadi salah satu terapis atau konselor bagi Tiana. Sehingga pertemuan itu tidak terelakkan lagi.

     Hari-hari berjalan masih dengan irama yang sama. Tidak banyak terjadi interaksi, selain ajakan makan, ucapan hati-hati dan perhatian kecil lainnya yang selalu Nayra sampaikan. Ia masih belum lelah mengejar dan berharap cinta Ardana. Namun, sikap Ardana masih sama, dingin.

     Nayra tidak akan menyerah, ia yakin kalau ia hamil, Ardana pasti berubah. Sebab menurut feelingnya, Ardana hanya akan berubah ketika ia mengandung.

     Malam menjelang. Setelah makan malam Nayra segera menuju kamar. Yang ia lakukan di dalam kamar itu gelisah dan termenung. Namun ketika derap langkah kaki Ardana mulai terdengar menuju kamar, Nayra buru-buru menaiki ranjang lalu merebahkan diri.

     "Kriettt...."

     Pintu kamar terdengar berderit, Ardana memasuki kamar. Pemandangan di depannya sudah beberapa kali ia dapati dalam seminggu ini, Nayra sudah terbaring membelakanginya.

     Sejenak ia menatap punggung itu seperti biasanya. Tiba-tiba ponsel Ardana berdering. Ia tersenyum kala nama Tiana muncul di layar ponsel. Ardana menjauh dari ranjang, ia keluar menuju balkon dan menerima panggilan dari Tiana di sana.

     "Gimana, kamu sudah mulai baikan kan? Dengar saran dokter Arka kemarin, kamu jangan tidur malam-malam dan jangan sampai bergadang. Ingat, kamu harus jaga tingkat stres kamu," peringatnya lembut.

     "Iya, Mas aku juga akan tidur, tapi ingin mendengar suara kamu dulu," balas suara di sana manja.

     "Sudah, jangan membuat sambungan telpon ini menjadi lama. Mas tidak mau kamu stres . Nanti pengobatan kamu akan berjalan lama." Ardana memperingatkannya lagi dengan nada sangat perhatian.

     "Baiklah. Aku sudah agak baikan kalau sudah mendengar suaramu, Mas."

     Sambungan telpon itu pun berakhir, karena Ardana memaksanya. Sebab kalau tidak begitu, maka kesehatan Tiana akan kembali kambuh. Dia akan mudah stress.

     Nayra kembali mendesah, ia tahu Ardana sedang berbicara dengan perempuan yang bernama Tiana.

     "Siapa Tiana itu? Apakah aku tanyakan saja besok sama Mas Arda?" gumamnya sedih.

     Keesokan harinya, tepat di hari Minggu. Ardana sudah terlihat bersiap dengan out fit olah raganya. Kebiasaan yang selalu Ardana lakukan setiap Minggu.

     "Mas...tidak sarapan dulu?" Nayra menahan langkah Ardana.

     Ardana menoleh lalu berkata. "Tidak usah."

     "Mas...sudah lama kita tidak ke rumah Ibunya Nay. Nanti siang kalau Mas Arda tidak ada kegiatan lagi, kita ke sana, Mas?" ajak Nayra.

     Ardana memejamkan mata. Ia tersadar, memang sudah lama hampir kurang lebih enam bulan tidak berkunjung ke rumah mertuanya itu.

     "Kamu pergilah dulu sendiri, aku masih ada urusan hari ini. Nanti berikan saja uang dariku. Aku transfer buat Ibumu."

     Nayra menunduk mendapat penolakan Ardana. Ia kecewa, lagi-lagi Ardana menolak ajakannya. Padahal kali ini untuk menengok orang tuanya.

     "Mas... apakah Mas Arda mau bertemu perempuan bernama Tiana hari ini? Kalau boleh tahu, siapa Tiana itu?"

     Langkah kaki Ardana benar-benar terhenti, ia memutar tubuhnya pelan, menata Nayra begitu tajam. Sorotnya memperlihatkan bahwa ia tidak suka kalau Nayra ikut campur dengan urusannya.

     "Sudah aku katakan, kamu nggak perlu tahu urusanku. Apa masih belum paham juga? Aku tidak suka. Atau...kamu memang ingin tahu siapa Tiana?" balas Ardana dengan nada kesal.

     Nayra mengangguk sangat yakin.

     "Baiklah, aku katakan kalau Tiana adalah...."

     Kringggg

     Dering ponsel Ardana terpaksa memotong kalimatnya, Ardana meraih ponselnya dengan wajah dipenuhi senyum.

Jangan lupa dukungannya ya. Dan bagi yang belum follow, follow dulu ya. Makasih.

1
Ade Chubi
kebanyakan readers kalo tokoh utama nya di khianati suami nya ,readers suka langsung nyuruh minta cerai 😁walopun gak dapet apa apa
Lina Zascia Amandia: Iya Kak betul. Gtegetan readersnya kayaknya...
total 1 replies
Boru Angin
lanjut enak cerita nya 👍
Lina Zascia Amandia: Silahkan Kak... 🙏🙏
total 1 replies
Boru Angin
aneh sekali punya suami kayak gitu
irma hidayat
cerita yang bagus
Tatan Utari
Apa ga salah Bandung / Bogor sampai 6 jam
vera tri
kesel liat nay ..terlalu lemah😢
vera tri
tinggali aj nay..ngapain menunggu orang yg tidak mencintai kita😢
Siti Saodah
pasti yng liatin itu si jalang Tiana
Siti Saodah
harusnya si Tama jangan menggangu rumah tangga nayra, meskipun dia dulu menemani nya dan cuma mau ketemu Nara,dia harusnya menghargai Arda
Siti Saodah
cukup Naira,kasian Arda dia sudah berusaha dan membuktikan kalau dia berubah
Siti Saodah
aku sampai nangis Thor di episode ini😭😭
Lina Zascia Amandia: Ya Allah, maafkan saya ya Kak, udah buat Kakak menangis... 😢😢😢🙏🙏
total 1 replies
Siti Saodah
tapi aku yakin kalau misalnya si Arda gak tau Tiana pernah hamil dia bakal tetep nikahi jalang nya itu
Siti Saodah
bodoh kalo kamu berfikir seperti itu nai,kamu rela di sakiti hanya karena punya mertua baik fikirkan kebahagiaan mu nai
Siti Saodah
dasar laki gak punya perasaan istri lagi demam bisa bisa nya di gagahi
Siti Saodah
ya lagian si nayra pengen banget di sentuh,udah tau kaki dingin gitu masih aja bertahan
Nok Denok
kirain cerita Bagus,,ga taunya cerita Oneng,,lebayy
Lina Zascia Amandia: Terimakasih Kakak. Maaf sudah lebay, karena si Onengnya udh ditinggal pergi oleh Bajuri...
total 1 replies
Zheevanya Putri
penulis ny lebay apa" d ksh note apa apa d note udah gitu pake curhat segala..
Lina Zascia Amandia: Hahhaa... maafkan saya yg lebay ya. Ini bentuk protes sy kepada pihak NT Kak. Masa iya nulis lelah2 tidak dpt reward. Maaf juga mental seseorang tdk sama satu sama lain. Mungkin saat kecewa sy bisanya lebay seperti apa yg kakak katakan. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sholawat Nariyah
AUTHOR MEMUAKKAN..
WANITA di jadikan objek perlakuan semena suami
Lina Zascia Amandia: Maaf ini hanya hiburan. Saya tidak bermaksud memberi kesan kalo wanita adalah objek semena2 suami. Kakak baca sampai tamat dong.
total 1 replies
Sholawat Nariyah
MEMUAKKAN, cerita ini cerminan dari diri Author yg menjadi Wanita lemah saat ada laki laki yg menginjak injak harga dirinya
Lina Zascia Amandia: Gak juga Kak, saya hanya memenuhi permintaan PF dengan tema Air Mata Pernikahan. Jangan terlalu menjudge dr tampilan isi tulisan ya Kakak cantik. Ini hanya hiburan, kalau gak sesuai jangan memojokkan penulisnya atau menuduh penulis seperti apa yang ditulisnya. Kalau tuduhan Kakak tdk sesuai, maka akan jadi dosa untuk kakak lho. Tapi berhubung saya gak mau menjadikan tulisan sy ini dosa bagi orang lain, saya maafkan Kakak saat ini juga agar saya gak menuntut Kakak kelak di akhirat. Alhamdulillah nama Kakak Sholawat Nariyah, banyak2 baca sholawat agar dpt syafaat dr Kanjeng Nabi Besar kita Muhammad SAW. Makasih kehadirannya ya Kakak cantik. Selamat dunia akhirat. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nok Denok
mampir Thor,, kayaknya bagus nih, tp letak paragraf awalannya sedikit mengganggu
Lina Zascia Amandia: Wah, makasih byk Kak.... paragraf awal? Ok, saya cek? Ganggunya di mananya, biar sy perbaiki. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!