NovelToon NovelToon
Gairah Musuhku

Gairah Musuhku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Teen / Nikahmuda / Enemy to Lovers
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: HyMaira

Emily, Ratu Jalanan sekaligus ketua geng Sport Queen, dipaksa memilih antara masuk pesantren atau menikah setelah terus membuat orang tuanya khawatir. Tak disangka, pria yang dijodohkan dengannya adalah Reyze, ketua geng rival Black Lion Riders sekaligus musuh bebuyutannya.

Meski saling membenci, mereka terpaksa menikah diam-diam dan merahasiakan status mereka. Di depan publik mereka tetap rival, tetapi di balik pintu rumah harus belajar hidup sebagai suami istri.

Saat Emily masih terikat dengan pacarnya dan persaingan di dunia balap berubah menjadi ancaman mematikan, Emily dan Rey harus memilih: mempertahankan permusuhan atau memperjuangkan cinta yang perlahan tumbuh di antara mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HyMaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

“Bukan itu, tapi… tapi gue takut. Takut sakit, takut nggak bisa, karena kan gue belum pernah…” ucap Emily lirih, dan sedikit gugup.

“Tapi lo, nggak takut dosa nolak suami terus??” tanya Rey datar.

“Bukan gitu, Rey… gue, gue cuma tak—” sahut Emily gugup.

“Ga usah takut. Janji, pelan ko…” jawab Rey tenang.

“Tapi gue nggak bisa caranya, Rey. Harus gimana dulu? Gue gatau…” ucap Emily bingung.

“Kayak main si Joni, Ily… cuma bedanya ini dimasukin sampe mentok. Atau… mau nonton tutorial dulu?” ucap Rey santai.

“Iiih! Lo punya banyak video-nya ya?!” tuduh Emily kaget.

“Sengaja gue simpen biar nonton bareng sama lo. Asli, ga usah pake obat… kalo nonton, nanti lo jadi sang3…” Rey menyeringai.

“Rey gila lo!” sahut Emily kesal.

“Serius. Mau di TV apa di HP?” ucap Rey ringan.

“Aaaa serius, gue malu!” teriak Emily panik.

“Ga usah malu, Ily. Ini apart kedap suara. Lo mau jerit-jerit juga ga bakal ada yang denger. Lo diem di sini ya, gue sambungin dulu…” Rey terkekeh.

“Reyy gila lo…” ucap Emily gemas.

Tak lama, Rey mengotak-atik TV. Lalu muncul film yang awalnya seperti film percintaan, tapi lama-lama malah jadi kaya tutorial. Emily yang hanya menggunakan tanktop langsung memegangi tangannya, merinding.

D3sahan terdengar dari layar itu. Emily langsung memalingkan muka.

“Reyy… lo gila…” ucap Emily risih.

“Nggak sayang, seru… abis ini kita cosplay…” Rey tertawa kecil.

Tapi diam-diam, Emily lanjut menontonnya. Sampai tidak sadar kalau tangan Rey sudah masuk ke tanktopnya, melepas pengait, lalu meremas d*danya.

“Awssssss, Reyyyyy…. haaaahh…” desah Emily spontan.

Rey segera mangkup tengkuk Emily, melumat dan menciumi bibirnya. Cup… cup…

“Mmmmpppt… haaaaaahh…” terdengar dari bibir mereka.

Di layar, adegan semakin memanas. Membuat mereka pun ikut terbawa panas. Ciuman itu masih belum terlepas, sementara tangan Rey sudah bergeriya ke sana–kemari. Ia pun tak lupa meninggalkan banyak lukisan merah di t*buh Emily.

“Ily… liat adegan itu. Dia keenakan kan? Lo harus coba, sayang…” ucap Rey setengah berbisik.

“Haaahh… hmmmmmp… Reyyy, g3li anjir…” desah Emily dengan wajah memerah.

Mereka sudah tak memperdulikan lagi adegan di layar. Kini, naluri mereka yang panas membara lebih memimpin. Tubuh sudah tak berlapis apa pun, bahkan si mimaw sejak tadi sudah diobok oleh bibir dan tangan Rey.

“Hhhhaaaahhh… ahhh… Rey… ahhh… pelan… perih, Reyyy… ahhh… ahhh…” suara Emily terputus-putus.

“Enak, sayang… ini baru pake du4 jari. Mau pake lidah aja?” ucap Rey, suaranya berat.

“Haaahhh… heuuhhh… aaahhh… iyahhh… enak lidah… tapi geli… ahhh… ahhh…” desah Emily, tubuhnya bergetar.

Rey terus bermain dengan lidahnya, menggila tanpa henti. Sampai tiba-tiba Emily mengerjang kuat, tangannya refleks menjambak rambut Rey.

“Reyyy… ahhh… ahhh… gila anjirr… aaahhh… enak, Rey… aaahhh… gueee… aaaaaaahhhhhhh!” jerit Emily, tubuhnya melengkung tak terkendali.

“Lo banjir, sayang… gimana, enak kan?” tanya Rey sambil menaikkan alisnya, senyum nakal terukir di bibirnya.

“Hhaahh… huuhhh… ahhh… gila, Rey… gue… gue berasa terbang…” desah Emily, tubuhnya masih gemetar.

“Oke, beby. Sekarang manjain si Jony dulu sebelum lanjut ke permainan inti…” ucap Rey sambil menuntun Emily untuk bangun.

“Oke…” lirih Emily pelan, wajahnya memerah.

“Cup… cup… clap… clap… ahhh… terus, beby… terus… OHH ahhh… Lo udah pandai, beby… ahhh… enak sayang…” racau Rey dengan mata terpejam menikmati.

“Oueekkk… ahhh… anjir, jangan diteken, Rey… kena tenggorokan gue… mu4l…” keluh Emily sambil mendorong dada Rey.

“Gapapa, sayang… terus… ohhh… ahhh… terus kan… aaahhhhh… ughhh… ahhh…” desah Rey semakin liar.

“Reyy… kapan… gue udah keram…” kesal Emily, nafasnya ngos-ngosan.

“Bakal lama kayaknya, sayang… yaudah, gak gue muntahin di mulut lo… tapi di sarangnya, ya…” ucap Rey, tatapannya dalam.

“Haaahhh…?” Emily terkejut, mulai gugup. “Rey… pake sarung…”

“Oke… nanti pas mau muntah gue pake sarungnya…” jawab Rey santai.

“Gamau… maunya sekarang… takut bablas…” ucap Emily cepat, wajahnya sedikit cemas.

“Yaudah… gue pake dulu…” Rey segera meraih kotak di nakas, tangannya sedikit bergetar tapi senyum nya masih tersisa.

“Padahal pasti enakan kulit ketemu kulit, ily sayang…” bisik Rey nakal.

“Gamau… nanti saja… ahhh Reyyy…” Emily langsung menggerinjang saat Rey tiba-tiba meremasnya lagi.

“Ayo sayang, tidur*n. Buka kak1nya… lagi…” ucap Rey dengan nada rendah.

“Reyyy…” lirih Emily, ragu.

“Gpp… pelan ko, sayang…” jawab Rey menenangkan.

“Si Jony gede bangett… muat emang?” Emily bergetar.

“Dicoba dulu… ges3k-ges3k dulu aja, yah…” Rey mendekat lagi.

“Ahhh… ahhhh… stttttthhhh ,,,masih kering, Reyy… perih…” lirih Emily, wajahnya meringis.

“Aweh… yaudah, gue basahinn dulu…” Rey menunduk lagi, bibirnya bekerja lagi.

“Ahhh Rey… ahhh… uhhh… ahhh… Reyyy pelan sayang…” desah Emily sambil melengkungkan punggung.

“Udah enak.??” Rey menatap.

“Iyaahhh… ahhh Reyyy…” Emily mengangguk kecil.

“Yaudah, ayo kenalan dulu si Joni sama si Mimaw-nya…” bisik Rey, menekan pelan.

“Ahhh Reyyy pelan… ahhh… ahhhh…” tubuh Emily mulai  tegang.

“Belum apa-apa sayang, itu baru kenalan kepalanya saja… ahhh,” ucap Rey serak.

“Geliii…” lirih Emily, menggigit bibir.

“Ahhh stttthhh… ahhhh Reyyy sakittt… aaahhh Reyyyyy… sakit anjir… pelan… pelan masukinnya Reyyy… ahhh sakit…” Emily merintih keras.

“Sayang… ini juga pelan… belum masuk kepalanya… tahan yah… Lo beneran masih segel sayang… susah banget…” Rey mengerang, keringatnya menetes.

“Gue bilang gue masih segel… anjirrr… maasihh gresss… ahhh stttthhh… ahhhh… perih Reyyy… ahhh sakittt… pelan… Reyyy…” isak Emily, air matanya menetes.

“Tahan sayang… ahhh susah banget… asli masih sempit… gue coba lagi yah…” Rey menarik napas berat.

“Ahhh… awwwwwssss… Reyyy sakittttttttttt… ahhh…” Emily mencengkram punggung Rey sekuat tenaga, kukunya menancap, tubuhnya bergetar menahan perih

“Sayang, please tahan dulu yah, cintaku…” ucap Rey mencoba menenangkan, suaranya serak penuh kesabaran. “Ini baru kepalanya aja… belum jebol, sayang. Masih kokoh dindingnya.”

“Tapi… sakit, Reyyy…” lirih Emily, wajahnya berkerut, matanya berkaca-kaca.

“Coba lagi, sayang yah, please… gue nggak bisa berhenti kalau udah begini. Ini udah nanggung, sayang… yah ayo dicoba. Rileks yah… gpp, sakit awalnya doang, nanti enak ko…” bujuk Rey sambil mengecup kening Emily.

“Tapi sakittt…” Emily menggeleng pelan, napasnya tersengal.

“Gpp… sakit awalnya doang, sayang. Ayo buka lagi lebih lebar, lebih rileks sayang… ayo sambil Mimi yah, biar lebih rileks. Lo gigit atau cengkram lagi punggung gue gpp… kalo mau jerit-jerit aja yah, sayang…” Rey membisikkan dengan penuh kelembutan.

Rey mencoba lagi memasukkan kepala si Jony…

“Awssssh… ahhh… gesek dulu, Reyy…” Emily menahan isak, tubuhnya menegang.

“Iya, sayang…” Rey menuruti.

“Ahhh… awasss… aaahhh… ughhh… ahhh sakittt… aaaaahhh perih Reyyy…!” Emily meringis, kukunya mencengkram kulit Rey sampai merah.

“Rileks sayang… ahhh… awhhh… ohhh… dikit lagi…” Rey mendesah berat, terus menekan pelan tapi mantap.

Hentakan demi hentakan, Emily masih menjerit.

“Ahhhhh… sakitttt Reyyyy…!” teriaknya, tubuh bergetar.

Sekali lagi, Rey mengerahkan tenaga, menahan napas panjang—

JL3BBBBBBBB!!!

“AWSSSSSSSTTT… SAKITTTT REYYYY… hiks… aaahhh… sakittt anjirrrrr…!” Emily menjerit, air matanya menetes deras, tubuhnya melengkung menahan rasa perih yang membakar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!