Kisah petualangan seorang pemuda yang dipilih semesta untuk pergi bersama para roh pendampingnya ke dunia lain. Disana mereka akan membantu membereskan semua kekacauan yang di sebabkan oleh para pasukan Iblis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ya'purmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi Menyelamatkan Gadis Yang Diculik
Pagi pun tiba, mereka pun bergegas meninggalkan goa tersebut dan keluar untuk melanjutkan perjalanan mencari desa terdekat.
Dengan di bantu burung elang sebagai penunjuk arah, mereka pun mengikuti ke mana arah burung itu terbang.
Tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di sebuah desa kecil seperti tidak berpenghuni.
Desa tersebut seperti habis di serang sesuatu, terlihat dari bercak darah di setiap tempat sepanjang memasuki desa tersebut namun tidak ada mayat di sekitar tempat tersebut.
Dengan hati-hati Ipul melangkah berjalan memasuki halaman desa yang cukup lapang sembari melihat kesana kemari untuk mencari penduduk yang tersisa.
Tak lama seorang wanita tua keluar dari rumahnya karna melihat seekor elang yang di bawa Ipul bersamanya.
Nenek itu perlahan menghampiri Ipul dengan rasa takut dan tubuh gemetaran, lalu ia meminta tolong kepada burung elang itu untuk menyelamatkan cucunya yang telah di culik oleh orang-orang kerajaan yang berada di ujung muara sungai itu.
Mendengar permintaan dari nenek itu burung elang itu pun segera terbang ke langit dan berputar di udara sebanyak tujuh kali, melihat burung itu memberi isyarat bersedia membantu.
Nenek tersebut menyuruh semua penghuni desa untuk keluar dan memohon bantuan kepada pemilik elang itu.
Mereka yang keluar semuanya adalah wanita, dan anak-anak tidak ada satu pun dari mereka kaum lelaki.
Lalu Mereka pun menceritakan kejadian tadi malam yang mereka alami di desa ini, ternyata semua lelaki di sini tadi pagi pergi untuk menyelamatkan cucunya yang sudah diculik itu.
Setelah selesai mendengarkan cerita tersebut Ipul pun bergegas pergi menyusul rombongan warga desa yang ingin menyelamatkan cucu nenek tadi.
Dengan menggunakan peti mati Ishah, dan membawa adik lelaki dari wanita yang di culik itu untuk ikut bersama. Lalu mereka pun terbang ke arah dimana burung elang terbang dengan kecepatan tinggi.
Mereka pun lebih dahulu tiba di seberang sungai tempat istana kerajaan itu berada. Melihat penjagaan yang sangat ketat di sepanjang sungai itu, Ipul memutuskan untuk terbang dengan
kecepatan tinggi dan menerobos masuk ke depan istana.
Seketika itu juga terjadi keributan di luar pintu istana, para penjaga di luar sebagian masuk untuk mengejar mereka yang menerobos masuk melewati benteng penjagaan.
Sesampainya di depan istana sang adik tersebut berteriak memanggil nama kakaknya. Dan tak lama kemudian kakaknya keluar dengan menggunakan gaun pengantin dari istana untuk menemui adiknya dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi semalam.
Setelah mendengar penjelasan dari wanita itu, akhirnya Ipul dan adik lelaki perempuan itu menunggu di tepian sungai untuk menahan rombongan warga desa yang akan menyerang istana kecil di daerah itu.
Setelah hari mulai sore, rombongan tersebut baru sampai di tepian sungai menggunakan rakit yang sudah mereka buat untuk di pakai pergi menyelamatkan putri pimpinan mereka yang telah diculik tadi malam.
Melihat anak lelakinya yang bungsu ada di sana bersama orang asing dan di temani seekor elang di tangannya, pimpinan desa itu terkejut dan langsung mendekati anaknya itu.
Mereka bertiga pun berbicara tentang apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini sebelum mereka datang.
Lalu sang putri yang di culik tadi pun datang menghampiri mereka semua untuk menceritakan hal yang sebenarnya terjadi kepada ayahnya.
Mendengar langsung cerita dari anaknya sang ayah pun mulai tenang dan berjalan menuju rombongan yang di bawa olehnya itu.
Setelah mendengar penjelasan dari pemimpin mereka, semua yang ada di sana kembali tenang dan tidak lagi berniat untuk menyerang istana.
Lalu mereka pun di persilahkan masuk ke lingkungan istana yang sudah mulai sibuk mempersiapkan sebuah pesta.
Setelah pelayan istana mempersiapkan tempat untuk mereka bisa beristirahat malam ini, pemimpin, tetua adat, serta beberapa penjaga desa menghadap raja untuk membahas penyelesaian konflik kemarin malam serta membahas kelanjutan dari rencana pangeran yang ingin menikahi anak dari pemimpin desa itu.
Tak lupa juga Ipul di ikut sertakan sebagai saksi di pertemuan itu.
Setelah melakukan lama perundingan, kedua belah pihak mendapatkan jalan penyelesaian damai yang juga menguntungkan ke dua belah pihak.
Dari hasil perundingan itu, acara yang akan di adakan di istana itu pun di tunda sampai semua warga yang ada di desa tersebut sampai ke istana.
Karna di butuhkan sehari semalam untuk membawa mereka kemari, lalu pemimpin desa dan beberapa pengawal dari pihak istana pun pergi menjemput semua warga desa yang tersisa.
Dengan menggunakan kapal yang cukup besar agar dapat mengangkut semua warga desa yang masih tersisa di sana, mereka pun mulai berangkat menuju desa.
Sembari menunggu kedatangan semua warga desa, para penduduk desa yang sudah ada di istana ikut membantu mempersiapkan acara besar yang akan di adakan esok malam.
Ipul di sana hanya dapat melihat kesibukan orang-orang yang sedang mempersiapkan acara itu, karna ia dilarang untuk membantu mereka.
Di saat Ipul sedang jenuh karna tidak melakukan apa pun, tanpa sadar ia sudah berjalan keluar dari istana lalu sampai di tepian sungai.
Di seberang sungai itu terlihat sebuah hutan yang gelap, serta di selimuti aura menakutkan malam itu. Setelah ia sadar, tiba-tiba burung elang di tangannya terbang memberi isyarat bahwa ada tanda bahaya dari tempat tersebut.
Yang dapat membaca isyarat elang tersebut hanya lah Bangkui, iya melihat burung itu terbang memutar dengan sangat cepat di udara sebanyak tiga belas kali.
Dengan rasa penasaran Bangkui ingin mencoba masuk kedalam hutan tersebut untuk mencari tau apa yang ada didalam hutan tersebut. Namun niat Bangkui di cegah oleh tuannya, karna terlalu berbahaya untuk masuk kedalam hutan itu saat malam hari.
Lalu Ipul menyarankan menunggu besok pagi barulah mereka bersama masuk menjelajahi hutan itu, begitulah sarannya kepada Bangkui dan Ishah.
Namun di situ Nyaring meminta izin kepada tuannya untuk mencoba membantu menyusuri hutan tersebut, jika di temukan hal yang ganjil maka ia akan segera kembali untuk melaporkannya.
Permintaan Nyaring di setujui, lalu Nyaring pun bergegas pergi menyusuri hutan tersebut.
Setelah jauh ia memasuki hutan tersebut, Nyaring melihat sebuah rombongan sedang berjalan menelusuri hutan menuju suatu tempat. Nyaring pun terus mengawasi kemana mereka akan pergi dan apa yang akan mereka lakukan di hutan itu nantinya.
Sembari menunggu Nyaring kembali dari dalam hutan, Ipul pun duduk sambil berbincang santai dengan Bangkui dan Ishah membahas tentang Nyaring untuk ke depannya nanti.
Belum lama mereka berbincang, tiba-tiba seseorang penjaga benteng istana datang menghampiri Ipul yang terlihat sedang duduk sendirian menghadap ke seberang sungai yang merupakan hutan terlarang bagi mereka di sana.
Penjaga itu memintanya untuk ikut bersamanya pergi dari tempat ia duduk sekarang.