NovelToon NovelToon
Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

PERINGATAN!! HANYA UNTUK DEWASA.

Mina terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berbaring di atas ranjang empuk dan lembut, perlahan Mina pun menyadari jika dirinya telah menjalani transmigrasi seutuhnya pada tubuh seorang wanita yang menjadi ibu tiri jahat.

Mina yang memiliki hati selembut Hello Kitty mana berani melakukan kekerasan pada anak kecil, apalagi pada anak lucu yang menjadi anak tirinya, Mina pun mengambil keputusan jika dirinya akan menjadi ibu tiri yang baik untuk mengambil hati anak tirinya, nyatanya bukan hanya anak tirinya yang terpikat. Bahkan suami dari pemilik tubuh ini malah terpikat padanya, Mina yang maniak pria tampan jadi bingung dengan posisinya saat ini.

Apa yang harus Mina lakukan? Tanpa sadar suaminya telah terpikat pada Mina, padahal tujuan Mina hanyalah mengambil hati anak tirinya bukan suaminya itu? Ikuti kisah selanjutnya, selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sikap dan Tindakan yang Berbeda

Di belahan bumi yang lain, tepatnya di dalam sebuah ruangan hotel mewah berdesain klasik di kota London, Arsenio tengah menatap layar ponsel pintarnya yang baru saja menggelap. Panggilan teleponnya ditolak secara sepihak oleh sang istri. Sepasang mata abu-abunya menyipit, memancarkan kombinasi rasa heran dan dongkol yang tertahan.

​Sebenarnya, beberapa menit sebelum memutuskan untuk menghubungi Alicia, Arsenio sempat tidak sengaja melihat notifikasi siaran langsung wanita itu di akun media sosialnya. Rasa penasaran yang asing menuntun jemari Arsenio untuk mengeklik dan menonton video live tersebut menggunakan akun pribadinya yang sudah bercentang biru resmi.

​Arsenio sempat menyaksikan bagaimana jumlah penonton siaran langsung Alicia membludak parah dalam hitungan detik setelah akun centang birunya masuk ke dalam ruang obrolan. Kehadiran akun resmi seorang CEO raksasa sepertinya sukses membuat para netizen dan penggemar Alicia syok setengah mati hingga kolom komentar berubah menjadi lautan histeris. Mereka semua mempertanyakan dan berspekulasi, apakah seorang Arsenio yang terkenal dingin dan antipati pada media kini mendadak tertarik pada selebgram seperti Alicia?.

​Arsenio juga sempat melihat bagaimana bunyi notifikasi bertubi-tubi dari masuknya akun miliknya itu mulai mengganggu Gino yang sedang asyik bermain mobil-mobilan dibelakang ponsel sehingga bocah menggemaskan itu berkomentar, sebelum akhirnya Alicia dengan raut wajah panik bin sembrono langsung mematikan siaran langsung tersebut secara sepihak.

​Pria tampan itu menyandarkan punggungnya pada kursi kerja, tangannya bergerak lincah memutar-mutar pena montblanc mahalnya di antara jemari. Pikirannya masih melayang pada ekspresi panik Alicia yang terlihat begitu alami dan menggemaskan di layar ponsel tadi.

​"Arsenio. Woi, Arsenio!"

​Sebuah suara bariton yang santai memecah keheningan ruangan, menarik kesadaran Arsenio kembali ke dunia nyata. Pria itu tersentak pelan, menghentikan putaran penanya dan menoleh ke arah sofa panjang di sudut ruangan.

​Ternyata pria yang memanggilnya berulang kali sejak tadi adalah Joshua, sahabat karib sekaligus rekan kerja kepercayaannya. Berbeda dengan Arsenio yang terbang jauh ke London demi urusan bisnis yang padat dan melelahkan, Joshua berada di kota ini murni untuk menikmati liburan dengan tenang bersama sang kekasih setelah berhasil menyelesaikan beberapa proyek besar perusahaan mereka minggu lalu.

​Joshua terkekeh pelan, melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap Arsenio dengan pandangan menyelidik yang usil.

"Kamu melamunkan apa, sih? Di panggil dari tadi sampai tenggorokan kering, panggilanku tidak kamu gubris sedikit pun. Padahal biasanya telingamu itu lebih tajam dari radar militer."

​Arsenio berdehem pelan, merapikan letak kemejanya yang sedikit kusut agar kembali terlihat formal namun tetap santai di depan sahabatnya.

"Bukan apa-apa. Hanya memikirkan beberapa laporan keuangan yang belum selesai."

​Joshua mendengus geli, jelas tidak percaya dengan alasan klise tersebut. Dia bangkit berdiri, melangkah santai menuju meja kerja Arsenio dan bersandar di tepiannya.

"Jangan berbohong. Tatapan matamu tadi itu bukan tatapan mata orang yang sedang memikirkan angka atau saham. Itu tatapan mata pria yang sedang memikirkan seorang wanita. Jadi, bagaimana kabar Alicia?" tanya Joshua blak-blakan, melempar senyum hangatnya.

Arsenio menunjukkan ekspresi wajah yang biasa saja saat nama istrinya disebut, meskipun di dalam hatinya ada debaran aneh yang kembali meronta.

"Dia baik-baik saja. Kenapa tiba-tiba kamu menanyakan dia?"

​"Ya tidak apa-apa, hanya penasaran," Joshua mengangkat bahunya santai.

"Lagi pula, akhir-akhir ini ku perhatikan kamu tidak sekaku dulu jika membahas tentang dia. Jujur saja padaku, Arsenio. Apa kamu beneran tidak tertarik sama sekali pada wanita itu? Dia cantik, lho."

Arsenio mendengus pelan, membuang pandangannya ke arah jendela yang menampilkan pemandangan kota London yang mendung.

"Saya sama sekali tidak menyukainya."

​Arsenio terdiam sejenak, ingatan tentang perubahan sikap Alicia selama beberapa minggu terakhir kembali berputar di otaknya.

"Hanya saja... belakangan ini dia terasa agak berbeda. Dia terlihat jauh lebih santai, blak-blakan, dan tidak ragu untuk mengomeli saya secara langsung," aku Arsenio dengan nada suara yang sedikit formal namun santai.

​Joshua menaikkan sebelah alisnya, tertarik. "Benarkah? Bukankah biasanya dia selalu bertingkah manis dan manja di depan kamu?"

​"Ya, justru itu yang aneh," Arsenio mengetuk-ngetukkan penanya di atas meja.

"Sebelumnya, wanita itu selalu bersikap manis, penuh kepura-puraan, dan penuh tipu daya jika berhadapan dengan saya demi mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia adalah wanita mata duitan yang rela melakukan apa pun, bahkan memalsukan dokumen, asal bisa mendapatkan uang yang banyak dari saya."

​Arsenio menghembus napas pendek. Pria dingin itu sama sekali tidak tahu bahwa sosok yang sedang dia analisis saat ini bukanlah jiwa Alicia yang asli lagi, melainkan jiwa seorang gadis bernama Mina yang absurd, sembrono, dan berjiwa bebas yang tidak sengaja bertransmigrasi ke dalam tubuh tersebut. Entah bagaimana respons Arsenio nanti jika dia sampai mengetahui kenyataan mistis ini.

​"Dan yang lebih aneh lagi," lanjut Arsenio dengan dahi berkerut halus.

"Sudah dua minggu ini, tim mata-mata saya tidak mengirimkan satu pun laporan mengenai dia yang pergi jalan-jalan ke mall mewah hanya untuk menghamburkan uang atau membeli tas-tas branded. Bahkan, tidak ada lagi laporan dari kediaman yang menyatakan dia menyiksa atau mengabaikan Gino. Yang ada... dia justru menghabiskan seluruh waktunya di rumah bersama putra saya."

​Joshua menatap bingung ke arah sahabatnya, namun sedetik kemudian senyum kecil yang usil kembali terukir di wajah hangatnya. Dia bisa menangkap ada sesuatu yang mulai berubah dari cara Arsenio memandang istrinya, meskipun pria kaku itu terus membantahnya dengan logika-logika bisnis.

​"Well, Arsenio... orang bisa berubah, kan?" goda Joshua sambil menepuk bahu Arsenio dengan akrab.

"Tapi dari analisis sebagai sahabatmu selama belasan tahun, sepertinya sebentar lagi situasi di antara kalian akan berbalik. Biar ku tebak, tidak lama lagi kamu yang akan sering mencari alasan untuk menghubungi Alicia duluan."

​Arsenio melirik Joshua dengan tatapan dingin yang tajam.

"Jangan bicara sembarangan, Joshua."

​"Aku tidak bicara sembarangan," Joshua tertawa lepas, semakin gencar menggoda sahabatnya yang mulai salah tingkah.

"Atau jangan-jangan... sekarang ini kamu yang sebenarnya sedang berharap dihubungi, ditelpon, atau dikirimi pesan manja oleh dia saat kamu sedang berada jauh di luar negeri seperti ini, iya kan? Makanya tadi kamu melamun sambil menatap ponsel?"

​Arsenio mengecap candaan dan godaan bertubi-tubi dari Joshua membuat pria dingin itu hanya bisa berdecak kesal dengan keras.

"Cukup, Joshua. Candaan mu sama sekali tidak lucu."

​Arsenio memperbaiki posisi duduknya, memasang kembali topeng wajahnya yang cuek, kaku, dan sedingin es.

"Saya tidak akan pernah menyukai wanita yang sudah menjebak saya dengan cara licik hingga kami terpaksa menikah, apalagi wanita yang pernah menyiksa putra kandung saya sendiri. Kesalahan masa lalu tidak akan pernah bisa dihapus begitu saja hanya karena dia merubah sikapnya selama beberapa minggu ini."

Arsenio mengepalkan tangan kirinya di atas meja, bayangan tentang bagaimana hancurnya mental Gino pada awal pernikahan mereka kembali membuat hatinya diselimuti oleh rasa benci yang pekat.

​"Yang ada, saya justru sedang mengumpulkan seluruh bukti kesalahan dan kelalaiannya. Saya akan membalas semua perbuatan wanita itu di pengadilan nanti," tegas Arsenio dengan nada suara yang penuh akan tuntutan mutlak dan dingin.

"Lihat saja nanti, Joshua. Jika waktunya tiba, saya adalah orang pertama yang akan tertawa bahagia melihat keterpurukan Alicia setelah saya menceraikannya dan memberikan balasan setimpal."

​Joshua yang mendengar kalimat penuh dendam itu hanya bisa menghela napas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tersenyum misterius, memilih untuk tidak mendebat ucapan Arsenio lebih jauh karena dia tahu, terkadang benci dan cinta hanya dibatasi oleh selembar benang yang sangat tipis.

​"Terserah kamu saja, Tuan CEO. Kita lihat saja nanti siapa yang akhirnya akan bertekuk lutut duluan," cicit Joshua santai sebelum melangkah kembali ke sofa, meninggalkan Arsenio yang kini kembali menatap ponselnya dengan perasaan yang semakin tidak keruan.

Bersambung....

Elehhh... Katanya ga tertarik tapi ngelakuin hal senonoh pada Mina? Ckckck... Memang cowok gabisa dipegang ucapan ya.😒

1
Nadira ST
tinggal kabur ngilang ngapain bertengkar nguras tenaga emosi,dengar bertengkar tidak bisa mencari solusi kalau keadaanya memanas
Dewiendahsetiowati
Mina bikin ngakak
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Terimakasih sih sudah mampir dan semoga suka yaa😍
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪💪💪☕☕☕☕☕☕
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪
Nadira ST
ntar Arsen cemburu Lo min
Potatoes 🥔
Semangat ya kak, suka banget 😍
Potatoes 🥔
Bagus kan
Nadira ST
bertahanlah mina punya suami kaya plus tampan🤣🤣🤣🤣
Nadira ST
udah bagus thor ceritanya gak bertele2💪💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Mila
ceritanya bagus,seru
semngat update lagi ya kak
It's me Ri🥕: Aaaa..... Makasih sudah mampir yaa... Senang banget di komen begini
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!