Aruna, nama cantik yang selalu diinginkan oleh ibnya. gadis mungil yang tidak mempunyai ayah semenjak berumur 7 tahun.
"Ibu, kenapa sih ayah tidak pernah pulang?" tanya Aruna kepada ibunya.
"Aruna, Ayah tidak akan pernah pulang. karena Ayah sudah tenang di tempat para bidadari." jawab ibu Aruna.
"Aruna capek Bu selalu dihina oleh teman-teman Aruna." ucap Aruna yang terlihat menarik pakaian ibunya yang sedang memasak.
Selalu saja Aruna menjadi bahan cibiran teman-temannya, bocah berusia 7 tahun itu hidup hanya dengan ibunya seorang. hingga Aruna sudah dewasa, tiba-tiba kehidupannya berubah drastis karena kehadiran seorang bayi yang dibuang oleh orang tuanya di depan rumah sederhana milik Aruna.
Aruna yang sudah sebatangkara itupun sangat kebingungan, usianya masih 18 tahun. dia masih kelas 3 SMA, beberapa bulan lagi dia baru lulus sekolah menengah atas. apa yang akan terjadi pada kehidupan Aruna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mommy
"Mommy!!" teriak Bilqis.
"Sayang..," Aruna yang memeluk putrinya.
"Hai." sapa Faisal.
"..., siapa dia mom?" tanya Bilqis kepada ibunya.
bocah kecil itu terlihat berdiri di samping Aruna, memegang pakaian Aruna sambil melihat seorang pria yang datang bersama ibu tercintanya.
"Dia juragan Faisal, sayang. dia yang memesan kue dari Mommy." jawab Aruna.
"Jadi dia Tuan tampan yang dibilang sama bu RT ya mom?" tanya Bilqis sambil menatap Faisal
Gadis kecil itu terlihat tersenyum begitu cantik sambil menunjuk Faisal yang berada tidak jauh dari Aruna.
"Tuan tampan, Siapa itu?" tanya Faisal sambil tersenyum menatap Bilqis.
"Tentu saja Paman, bu RT bilang kalau yang namanya juragan pemilik kebun teh yang ada di tempat ini Itu Tuan tampan." jawab Bilqis.
Aruna hanya bisa tersenyum sambil mengelus rambut putrinya. "Udah..,udah Sayang. Mommy harus mengambil kue kue pesanan Tuan Faisal. mommy mau mengantarkannya sebentar ya." ucap Aruna.
Bilqis menganggukkan kepalanya, Gadis itu tidak bau bermanja-manja saat ibunya sedang bekerja.
"Oh ya gadis kecil cantik, kamu sudah sekolah belum?" tanya Faisal kepada Bilqis.
Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya, dia nampak menunjuk beberapa buku yang berada di meja teras rumahnya.
"Putri saya belum sekolah Pak Faisal, Mungkin beberapa bulan ini baru mau saya daftarkan. karena usianya masih 4 tahun, Nanti kalau sudah 5 tahun mau saya masukkan taman kanak-kanak." jawab Aruna.
"Kenapa tidak dimasukkan sekarang saja, kan gadis kecil ini pandai sekali." tanya Faisal.
Terkadang Aruna sedikit kebingungan saat dia ingin memasukkan Bilqis ke sekolah taman kanak-kanak. beberapa orang yang tidak menyukai Aruna mereka selalu mencibir Putri kecilnya.
"Bilqis belum bisa sekolah, Paman. karena mereka selalu bertanya mengenai orang tua Bilqis. surat kelahiran Bilqis dan banyak lagi, mommy tidak bisa memberikan hal itu." jawab Bilqis.
Faisal menatap Aruna, gadis muda itu nampak hanya bisa tersenyum tanpa bisa menjawab perkataan Putri kecilnya.
"Udah-udah Bilqis sayang, Mommy mau mengantarkan kue dulu ya. kamu jangan kemana-mana nanti kalau selesai mainan kunci pagar rumahnya, kalau tidak main ke rumah bu RT ya. nanti Ibu mencari kamu..," ucap Aruna.
Bilqis menganggukkan kepalanya, seketika dia berlari ke rumah pak RT yang ada di sebelah rumah Aruna.
Faisal nampak menatap Aruna, tetapan kesedihan bisa dilihat dari wajah gadis muda itu.
"Mari Pak Faisal, saya ambilkan dulu kue-kuenya." ucap Aruna yang kemudian mengeluarkan kue-kue pesanan Faisal.
Terkadang Faisal begitu penasaran dengan gadis muda yang sudah mempunyai Putri berusia 4 tahun. usianya masih 21 tahun sedangkan putrinya sudah berusia 4 tahun, pertanyaan besar selalu membayang di otak Faisal. sempat pria itu berpikir kalau Aruna adalah gadis tidak baik yang melakukan sesuatu hingga di usia muda dia sudah mempunyai seorang putri.
Beberapa warga yang ada di sekitar rumah Faisal menceritakan mengenai bayi yang ditemukan di rumah-rumah Aruna, Faizal sedikit terkejut..,pikiran jelek mengenai Aruna langsung hilang ketika dia mendapatkan informasi dari para tetangga.
2 jam kemudian Aruna sudah selesai mengantar kue di rumah Faisal, dia sudah kembali dengan motor matic kesayangannya.
"Assalamualaikum Bilqis!' seru Aruna yang sudah membawa sekotak coklat pesanan Bilqis .
Di tempat lain terlihat Faisal menatap hamparan luas kebun yang ada di depan rumahnya.
"Ada apa mas Faisal?" tanya salah satu pekerja yang ada di rumah Faisal.
"Paman, Apakah benar kalau gadis kecil itu adalah bayi yang ditemukan Aruna?" tanya Faisal kepada paman yang bekerja di rumahnya .
"Tentu saja, mas. Waktu itu saya juga ikut rombongan yang melihat bayi yang tiba-tiba datang di rumah gadis muda itu." jawab Paman Selamet.
"Gadis itu sangat luar biasa ya, Paman. dia mau menanggung beban yang begitu besar, dia tidak tahu siapa orang tua dari bayi kecil itu, tapi dia dengan lapang dada mau membesarkan bayi itu." ucap Faisal.
"Aruna adalah sosok yang begitu tegar, dia ditinggalkan ayahnya semenjak masih kecil. usianya 17 tahun ketika ditinggalkan ibunya, beberapa bulan kemudian tiba-tiba bayi kecil itu sudah berada di rumahnya." jawab Paman Selamet.
"Tentu saja Gadis itu sangat luar biasa, sosoknya begitu ceria, anggun dan benar-benar mempesona." ucap Faisal.
Paman Selamet terlihat tersenyum, pria tua itu menggelengkan kepalanya hingga membuat Faisal sedikit kebingungan.
"Memangnya kenapa Paman?" tanya Faisal.
"Anda salah Tuan, Aruna Bukankah gadis lemah seperti perkiraan anda. walaupun seperti itu dia adalah gadis preman dengan tingkah yang sangat barbar." jawab Paman Faisal.
"Apa maksud Paman?" tanya Faisal kepada Paman Selamet.
Paman Selamet sedikit menceritakan mengenai tingkah laku Aruna, gadis muda yang tidak akan mau diinjak-injak oleh siapapun. Faisal yang mendengarkan cerita mengenai Aruna pria itu begitu terpesona.
Pertama kali melihat sosok Aruna Faisal mengira kalau dia adalah gadis yang sangat polos dan lugu, setelah mendengar cerita Paman Selamet Faisal benar-benar dibuat terkejut.
"Apakah kamu tahu, pernah ada beberapa pria yang mencoba untuk berbuat kurang ajar kepada Aruna, tentu saja gadis muda itu tidak akan tinggal diam saja. dia menghajar habis-habisan dua pemuda yang berusaha untuk berbuat kurang ajar padanya, dia menyeret kedua pemuda itu ke rumah Pak RT. kami semuanya benar-benar tidak bisa berkata, badan sekecil itu tapi tenaganya luar biasa." jawab Paman Selamet sambil tertawa terbahak-bahak.
Faisal tidak bisa berkata apapun, ternyata pemikirannya mengenai Aruna itu semuanya salah. ternyata gadis muda itu sungguh luar biasa, Hal itu membuat Faisal begitu penasaran dengan sosok gadis muda itu.
"Apa kamu tahu Mas Faisal, salah satu putra dari orang kaya yang ada di sini juga adalah korban dari Aruna, pria itu menyukai Aruna semenjak dia masih SMP. Aruna selalu menolaknya, karena pria itu selalu menghina Aruna dengan kata-kata yang begitu kasar. tentu saja pria itu marah, dia ingin melakukan sesuatu kepada putri kecilnya dan endingnya tentu saja Aruna murka dan membuat pria yang bernama Rudi itu menjadi kambing hitam dan dimutilasi oleh ayahnya ke luar negeri 3 tahun yang lalu." jawab Paman Selamet.
Faisal hanya bisa menganggukan kepalanya, pria itu tidak akan pernah mengira kalau gadis muda itu sangat luar biasa.
"Ternyata Aruna benar-benar sosok wanita yang yang luar biasa ya, Paman." ucap Faisal yang membuat Paman tua menganggukkan kepalanya.
"Tentu saja, Paman saja benar-benar begitu terpukau dengan gadis muda itu. andai saja Paman mempunyai seorang Putra Mungkin Paman ingin menjodohkan Aruna dengan Putra Paman. Tapi sayangnya Paman mempunyai seorang putri dan dia sekarang berada di luar kota." jawab Paman Selamet. Paman Selamet adalah Ayah dari Via sahabat terbaik dari Aruna.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu.
Faisal umur 30..tapi kok Surya memanggil Faisal Abang...apa gak kebalik Thor..