NovelToon NovelToon
The Doctor’S Darkest Obsession

The Doctor’S Darkest Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Gangster / Dokter
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Satu malam tragis mengubah seluruh hidup Liana. Niat hati ingin menolong seorang pria yang tak berdaya tetapi lelaki itu menutup matanya dan mengambil kesucian liana sebagai satu-satunya jalan keluar. Trauma dan kalut, ia melarikan diri dan berharap takdir tidak akan pernah mempertemukan mereka lagi.
Namun, takdir punya rencana lain. Beberapa bulan kemudian, Liana melangkah ke rumah sakit dengan hati hancur untuk mengakhiri kehamilan yang tak diinginkannya. Di sana, Kenzo melihat wanita yang akan menolongnya malam itu.
Liana tidak tahu bahwa di balik jas putihnya, Kenzo adalah pemimpin geng motor yang disegani dan tak kenal ampun dan lelaki yang telah melakukannya dengannya. Mengetahui Liana mengandung darah dagingnya, Kenzo tidak akan membiarkan wanita itu pergi.
Perburuan pun dimulai—bukan hanya untuk mengklaim anaknya, tapi juga untuk memiliki Liana seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Di kamar atas, Liana yang baru saja mengganti pakaiannya dengan baju kering mendadak merasakan gelombang rasa tidak nyaman di perutnya.

Rasa mual yang teramat sangat tiba-tiba naik ke tenggorokannya, membuat dadanya terasa sesak.

"Ugh... Kenzo... Huekkk!" Liana mencengkeram pinggiran wastafel kamar mandi, wajahnya seketika memucat.

Karena panik tidak ada siapa-siapa di kamar, ia berteriak memanggil pria itu, "KENZO!!"

Suara teriakan Liana yang menggema dari lantai atas terdengar sampai ke bawah.

Bunga yang memiliki pendengaran tajam langsung terkejut.

Tanpa membuang waktu, ia berlari ke depan pintu kamar mandi tempat Kenzo berada dan mengetuknya dengan tidak sabaran.

"Bos!! Ratumu memanggil di atas! Sepertinya dia mual-mual lagi!" seru Bunga panik.

"Iya, aku dengar!" sahut Kenzo dari dalam dengan suara yang tertahan.

Meskipun urusan perutnya sendiri belum sepenuhnya selesai, rasa khawatir Kenzo pada Liana jauh lebih besar.

Pria itu langsung memakai kembali kaus hitamnya yang kering, membuka pintu, dan berlari cepat menaiki anak tangga menuju kamar atas.

"Ada apa? Sayang?" tanya Kenzo terengah-engah begitu menapakkan kakinya di ambang pintu kamar.

Begitu melihat sosok Kenzo yang muncul dengan wajah cemas, Liana tidak memedulikan rasa kesalnya lagi.

Ia langsung berlari kecil dan menghambur ke dalam pelukan pria itu, memeluk pinggang Kenzo dengan sangat erat seolah takut kehilangan pegangan.

Kenzo yang sempat terkejut perlahan menurunkan ketegangannya.

Ia mengusap rambut Liana yang masih agak lembap dengan lembut.

"Ada apa, hmm? Kenapa menangis?"

Liana mendongak dari dada bidang Kenzo dengan mata yang berkaca-kaca karena sisa rasa mual.

"Kamu jahat, Kenzo..." bisiknya dengan nada manja sekaligus kesal.

"Setiap kali aku berada di dekatmu, rasa mualku langsung hilang. Tapi begitu kamu menjauh sedikit saja, aku langsung mual lagi. Anakmu ini benar-benar menyebalkan!"

Kenzo tertegun, lalu seulas senyuman geli dan bangga terukir di wajah tampannya.

"Benarkah seperti itu?"

Ingin menguji apakah perkataan Liana hanya sekadar sugesti atau fakta medis kehamilan yang unik, Kenzo perlahan melepaskan pelukan Liana dan melangkah mundur dua langkah menuju pintu keluar kamar.

"Coba kalau aku menjauh sedikit..."

Belum sempat Kenzo melangkah lebih jauh, wajah Liana langsung berubah drastis.

Perutnya seperti diaduk-aduk seketika saat aroma tubuh Kenzo menjauh.

"Huekkkk...!"

Liana langsung membungkuk di depan wastafel, muntah-muntah hebat hingga air matanya meleleh.

Melihat hal itu, Kenzo langsung panik dan memaki dirinya sendiri karena bertindak bodoh.

Dengan cepat, ia kembali mendekat, merengkuh tubuh mungil Liana dari belakang, dan mengurut tengkuk wanita itu dengan penuh kasih sayang.

Aroma maskulin Kenzo yang khas kembali menguar di sekitar Liana.

Ajaibnya, begitu tubuh Kenzo kembali menempel rapat dengannya, gelombang mual di perut Liana perlahan-lahan mereda.

Napasnya yang tadinya memburu kini mulai teratur, dan ia bisa bernapas dengan sangat lega di dalam dekapan sang leader Black Cobra.

"Tuh kan, aku bilang juga apa!" gerutu Liana lemas, menyandarkan seluruh bobot tubuhnya pada dada Kenzo.

Kenzo terkekeh rendah, mempererat pelukannya pada pinggang Liana.

"Baiklah, baiklah. Mulai sekarang aku tidak akan pergi ke mana-mana. Dokter kandungan pribadimu ini akan menjadi obat mual gratisanmu selama 24 jam penuh."

Kenzo menepuk-nepuk punggung Liana dengan lembut, mencoba menenangkan sisa rasa lemas yang mendera wanita itu.

Sebuah ide mendadak melintas di kepalanya saat melihat betapa ketergantungannya sang calon anak pada kehadirannya.

"Atau... kita nikah dulu?" tanya Kenzo tiba-tiba.

Liana mendongak, menatap Kenzo dengan kening berkerut.

Belum sempat ia mencerna ucapan itu, Kenzo sudah menyambung kalimatnya dengan wajah tanpa dosa,

"Kita nikah siri dulu, setelah anak ini lahir kita cerai."

"APA?!" teriak Liana histeris.

Matanya membelalak sempurna, rasa lemasnya seketika menguap digantikan rasa syok yang luar biasa.

Cerai? Pria ini benar-benar mempermainkan pernikahan!

Melihat reaksi Liana yang siap mengamuk, Kenzo langsung gelagapan.

Ia tersedak ludahnya sendiri dan buru-buru meralat ucapannya.

"B-bukan! Maksudku... kita nikah siri dulu sekarang, lalu setelah anak ini lahir, kita nikah resmi lagi di KUA!"

Liana masih menatapnya tajam dengan napas memburu, membuat Kenzo buru-buru mengalihkan pembicaraan demi keselamatan nyawanya.

Pria itu menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka dan berteriak lantang ke lantai bawah.

"Bunga! Tolong ke sini sekarang!" panggil Kenzo.

Tidak butuh waktu lama, terdengar suara derap langkah kaki tergesa-gesa menaiki tangga. Bunga muncul di ambang pintu dengan wajah penasaran.

"Ada apa, Bos? Nona Liana mual lagi?"

"Apakah pamanmu masih menjadi penghulu?" tanya Kenzo to the point, mengabaikan pertanyaan Bunga.

Bunga mengerjapkan matanya, sedikit bingung dengan pertanyaan yang mendadak itu.

"Iya, Bos, masih. Ada apa memangnya?"

"Bawa dia ke sini sekarang juga. Aku akan menikahi Liana hari ini," perintah Kenzo mutlak dengan nada suara yang tidak menerima bantahan.

"APA?! SECEPAT ITU, BOS?!" jerit Bunga spontan.

Matanya nyaris keluar dari kelopaknya. Menikah? Hari ini? Yang benar saja!

"Iya, lebih cepat lebih baik," jawab Kenzo santai sambil melirik Liana yang masih cemberut di dalam rangkulannya.

"Si kecil di dalam perutnya sudah mulai menggoda ibunya. Kasihan Liana kalau aku harus bolak-balik menjauh lalu dia mual-mual lagi seperti tadi."

Bunga hanya bisa melongo, namun ia segera mengangguk patuh dan berbalik cepat untuk menghubungi pamannya.

Liana sendiri hanya bisa mematung, merutuki nasibnya yang begitu cepat terseret ke dalam pusaran hidup sang pimpinan geng motor. Sementara itu, di balik wajah datar dan tegasnya, dalam hati Kenzo bersorak bahagia.

Alasan tentang anak dan rasa mual itu hanyalah tameng.

Faktanya, Kenzo benar-benar kegirangan karena dengan ikatan pernikahan ini, ia akan memiliki alasan mutlak untuk mengikat dan berada di dekat Liana selamanya.

Liana menatap jari-jarinya yang saling bertautan, merasakan kekosongan yang aneh di dadanya meskipun sebuah ikatan sakral baru saja mengikat mereka.

Di tengah keheningan kamar setelah Bunga dan pamannya pergi, Liana memberanikan diri menatap sepasang mata gelap Kenzo yang selalu tampak mendominasi.

"Kenzo, apakah yang aku lakukan sudah benar?" bisik Liana, suaranya bergetar menahan beban emosi yang tumpah ruah.

"Aku tidak mencintaimu, Kenzo. Pernikahan ini... semua ini terjadi hanya karena paksaan, karena anak ini, dan karena ego besarmu. Bagaimana mungkin kita bisa menjalani ini jika hatiku sama sekali tidak ada untukmu?"

Kenzo tidak langsung menjawab. Ia terdiam cukup lama, menatap Liana dengan tatapan yang sulit diartikan—ada kilasan luka yang samar, namun dengan cepat digantikan oleh ketegasan mutlak seorang pimpinan Black Cobra.

Pria itu melangkah mendekat, memperkecil jarak di antara mereka hingga Liana bisa merasakan kehangatan tubuhnya.

Ia meraih kedua tangan Liana, menggenggamnya dengan begitu erat seolah sedang menyalurkan seluruh kekuatan dan kepemilikannya.

"Liana, sepedih apa pun kenyataan itu di telingaku, aku tidak peduli apakah hari ini kamu mencintaiku atau tidak, Liana," ucap Kenzo dengan suara baritonnya yang berat, lambat, dan penuh penekanan.

"Kamu bertanya apakah ini benar? Bagiku, menyelamatkanmu, mengikatmu di sisiku, dan memastikan anak kita lahir dengan nama belakangku adalah satu-satunya kebenaran yang aku tahu saat ini."

Kenzo menghela napas panjang, tatapannya melembut namun tidak kehilangan intensitasnya.

"Aku ini pimpinan geng motor, Liana. Aku hidup di dunia yang keras, di mana jika aku melepaskan apa yang sudah menjadi milikku, dunia akan merebutnya dan menghancurkannya. Malam itu, entah karena takdir atau kesialan yang berujung berkah, kamu masuk ke dalam hidupku. Kamu menolongku di saat aku berada di titik paling rapuh, dan sejak detik itu, kamu sudah terseret ke dalam duniaku. Menolak pernikahan ini tidak akan membuatmu aman di luar sana. Dengan statusmu sebagai wanita yang mengandung anak dari ketua Black Cobra, musuh-musuhku akan mengincarmu jika kamu berada di luar jangkauanku."

Kenzo mengangkat satu tangannya, perlahan menyelipkan anak rambut Liana ke belakang telinganya dengan kelembutan yang kontras dengan watak aslinya.

"Cinta? Itu bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Aku tidak memintamu menyerahkan hatimu pagi ini juga. Aku dokter, aku tahu cara merawat dan menyembuhkan; dan sebagai suamimu, aku punya seluruh sisa hidupku untuk membuatmu jatuh cinta kepadaku. Yang perlu kamu lakukan sekarang hanyalah bertahan di sampingku, menerima perlindunganku, dan belajar memercayaiku. Kamu tidak perlu mencintaiku sekarang, Sayang. Biar aku saja yang mencintaimu untuk kita berdua, sampai kamu tidak punya alasan lagi untuk berpaling dari pelukanku."

1
Bunga Andthea
triple hp dungs kak
Bunga Andthea
yok yok bisa up lagi
seru ni
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍😍
Alex
sweet bgts
Bunga Andthea
seru
up lgi kkak
Bunga Andthea
double up dungs kak
my name is pho: ok kak
total 1 replies
Muft Smoker
jgn terpengaruh dg omongan ulat bulu tu liana ,, org yg terpojok biasa ny akan melakukan berbagai macam cara tuk menang ,, meski dg cara licik sekali pun 😒😒😒😒
Muft Smoker
aaaaaa meleleh adek bang ,,
Alex
oh sweet bgtsss
Muft Smoker
nah kan di marahin ma mak ,, makany jgn punya fikiran mcm2
Muft Smoker
jgn mcm2 kania ,, liana mungkin org biasa ,, tp anggora black cobra semua melindungi serta menghargai dirinya ,,
Muft Smoker
lanjuuut kaak ,,
Muft Smoker
lanjuut kaak ,, makiin seruuuu
Muft Smoker
ngeri juga yx ,, jd incaran ketua gangster ,, 😲😲😲😲😲
Muft Smoker
lanjuuut kak
Bunga Andthea
ayok kak up lagi
Bunga Andthea
up lgi yuk kak
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
baru Kali ini dapet cerita ketua geng motor profesi ny dokter kandungan ,,
biasa ny kn CEO perusahaan ,,

tp aq suka ma cerita ny kak ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!