NovelToon NovelToon
Setelah Aku Memilih Bercerai

Setelah Aku Memilih Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:48.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Dengan wajah tenang, Mela tiba-tiba mengajukan perceraian pada suaminya, Rahman. Tentu saja, hal itu membuat Rahman dan ibunya terkejut, karena mereka merasa selama ini semua baik-baik saja.
Tapi, Mela sudah mengetahui semuanya, perselingkuhan Rahman dengan mantan kekasihnya yang sudah berjalan selama sepuluh tahun.
Hati Mela hancur, apalagi, saat ibu mertuanya dan putrinya sendiri justru membela selingkuhan suaminya yang bernama Camila.
"Ingat umur. Kau itu sudah tua, sudah mempunyai anak. Harusnya, kau bisa lebih fleksibel. Camila bisa membantu perkembangan bisnis keluarga. Sedangkan kau? Sudah bagus kami menampungmu."
"Kau bisa apa tanpa kami, hah?"
Ucapan ibu mertua dan suaminya, membuat Mela semakin mantap untuk bercerai.
Baginya, perceraian bukan pelarian, melainkan pintu keluar dari kebohongan panjang yang nyaris mematikan jiwanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Balasan

Sudah lebih dari dua minggu, tidak ada kabar dari Dino. Tidak ada pesan, tidak ada suara langkah kaki yang biasa terdengar di ujung jalan itu.

Namun, hari-hari Mela tetap berjalan.

Ia tetap sibuk seperti biasa. Kini lahannya tidak hanya ditanami sayuran, tapi juga berbagai jenis buah. Tangannya tidak pernah berhenti bekerja, menanam, menyiram, memanen, semuanya ia lakukan dengan rapi dan penuh ketekunan.

Dari luar, semuanya tampak baik-baik saja. Tapi di dalam hatinya, ada ruang kosong yang tidak bisa ia isi.

Setiap sore, tanpa sadar, Mela selalu berdiri di tepi lahannya. Matanya menatap jalan kecil yang sama, yang sudah terlalu sering ia pandangi dalam diam.

Namun, tetap saja kosong.

"Aneh," gumamnya pelan. "Kenapa aku masih nungguin dia?"

Ia menggeleng, menertawakan dirinya sendiri. "Kamu ini bodoh banget, Mel."

Ia terdiam, teringat pengakuan Dino. Semua terasa begitu nyata saat itu. Namun sekarang, yang tersisa hanya sepi.

"Mungkin, semua itu memang cuma omong kosong saja," lanjutnya lirih.

Malam harinya, Mela duduk sendiri di dalam rumah kayu yang kini terlihat lebih hidup setelah ia merenovasi nya. Namun, suasana tidak berubah, tetap sunyi seperti biasa.

Biasanya, ia akan sibuk mencatat pemasukan dan pengeluaran, menyusun daftar pesanan untuk esok hari, atau mengecek kebutuhan bibit dan alat pertanian.

Namun malam ini, Ia hanya diam. Tatapannya kosong menembus meja kayu di depannya. Hingga tanpa ia sadari, air matanya jatuh perlahan.

Bukan karena Rahman, bukan karena masa lalu. Tapi, karena seseorang yang baru saja ia biarkan masuk dalam hidupnya, lalu kini menghilang begitu saja.

"Bodoh," bisiknya pada diri sendiri.

Ia menyeka air matanya cepat, seolah tidak ingin terlihat lemah meski hanya oleh dirinya sendiri. Namun, di saat ia hampir benar-benar menyerah, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.

TOK! TOK! TOK!

Mela mengernyit. Ia berdiri, melangkah menuju pintu. Dan saat pintu itu terbuka, ia membeku, melihat Dino berdiri di sana.

Debu perjalanan masih terlihat di pakaiannya. Napasnya sedikit berat. Namun matanya, langsung tertuju pada Mela.

"Apa kabar, Mel?" ucapnya pelan. "Maaf, baru bisa datang."

Satu kalimat itu langsung meruntuhkan semua dinding yang susah payah Mela bangun. Matanya memanas. Bibirnya bergetar.

"Kamu ke mana saja?" suaranya pecah, menahan emosi yang sudah lama ia pendam.

Dino menghela napas panjang. "Ada urusan penting dan semuanya terjadi mendadak. Aku nggak sempat hubungi kamu."

Mela ingin marah. Ingin membentak. Ingin berkata bahwa ia tidak peduli. Tapi, rasa rindu lebih kuat dari semuanya.

"Kamu lama sekali," ucapnya pelan. "Aku pikir... kamu nggak akan kembali."

Hening sesaat.

"Maaf," jawab Dino lirih.

Mela memalingkan wajah, berusaha menyembunyikan matanya yang mulai basah. "Aku pikir... kamu cuma main-main."

Dino mengangkat alisnya sedikit. "Soal perasaanku?"

Mela tidak menjawab. Tapi, diamnya sudah cukup menjelaskan semuanya.

Dino tersenyum tipis, lalu menggeleng mantap.

"Aku nggak pernah main-main soal kamu, Mel. Aku serius." Ia menatapnya dalam. "Makanya, aku akan tetap menunggu. Apa pun jawaban kamu nanti, aku terima."

Ucapan itu membuat hati Mela kembali goyah. Ia menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri.

"Ya sudah kalau begitu."

Dino mengernyit. "Ya sudah gimana maksudnya?"

"I-itu..." Mela menunduk, kedua tangannya saling menggenggam gugup.

Dino tersenyum kecil, sedikit canggung. "Sebagai gantinya, aku mau ajak kamu makan malam."

"Makan malam?" Mela menatapnya heran.

"Iya. Anggap saja permintaan maafku karena sudah buat kamu menunggu."

"Ck, siapa yang nunggu," gerutunya, meski pipinya sedikit merona.

Dino terkekeh pelan. "Jadi, mau tidak?"

Mela diam sejenak. Namun akhirnya, ia mengangguk setuju. Ia kembali masuk, mengambil jaket dan tasnya. Baru kemudian, ia mengunci pintu sebelum berangkat dengan Dino menggunakan mobil pick-up nya.

Malam itu, mereka pergi ke sebuah warung makan sederhana di pinggir desa.

Lampu-lampu kuning temaram menggantung, menciptakan suasana hangat yang menenangkan. Tidak mewah, tapi terasa nyaman.

Mereka duduk berhadapan dengan pesanan yang sudah tersaji di meja. Mereka menikmatinya dalam diam.

Awalnya canggung namun, perlahan percakapan mengalir dengan sendirinya. Mereka membicarakan tentang lahan, sayuran, pesanan dan tentang hari-hari yang terlewat.

Hingga akhirnya, Dino terdiam. Ia menarik napas dalam sebelum kembali membuka suara.

"Mel!" panggilnya

Mela menatapnya. "Ya?"

Dino merogoh saku, mengeluarkan sebuah kotak kecil yang membuat mata Mela membesar. Lalu, Dino berdiri di sisi meja.

"Dulu, aku kehilangan kesempatan ini," ucap Dino tenang namun, penuh kesungguhan. "Aku nggak mau kehilangan lagi."

Ia membuka kotak itu. Sebuah cincin sederhana terlihat di dalamnya. Kemudian, ia berlutut. "Menikahlah denganku, Mel."

Dunia Mela seolah berhenti. Semua suara menghilang. Yang tersisa hanya detak jantung Mela yang berdentum keras.

"Di-dino... A-aku... " Suara Mela bergetar.

"Aku serius, Mel," lanjut Dino.

Mela menunduk. Tangannya gemetar pelan. "Aku... " ia menelan ludahnya, "aku cuma seorang janda, Din. Aku udah gak muda lagi dan... Aku gak pantas buat kamu."

Dino langsung menggeleng. "Itu semua bukan masalah. Aku terima kamu apa adanya, Mel."

"Tapi... " Mela menggigit bibir bawahnya. "Aku takut akan mempermalukan kamu," lirihnya

Dino tersenyum lembut. "Mel, Orang tuaku sudah nggak ada. Aku hidup sendiri." Ia menatapnya dalam. "Nggak ada yang akan menghakimi kamu."

Hening.

"Dan, kalaupun ada, aku yang akan berdiri di depan kamu," lanjut Dino.

Air mata Mela jatuh lagi. Tapi, kali ini bukan karena luka. Melainkan, karena haru.

"Aku nggak peduli dengan status kamu," kata Dino mantap. "Aku cuma peduli sama kamu."

Mela menutup matanya sejenak. Semua ketakutan, luka, dan keraguan bercampur jadi satu. Namun, di balik semuanya ada satu hal yang lebih kuat. Keinginan untuk bahagia.

Dan, akhirnya perlahan ia mengangguk.

"Iya," lirihnya

Dino terdiam, seolah tidak percaya. "I-iya?"

Mela tersenyum. Air matanya masih menggenang di pelupuk matanya. "Iya, Din. Aku mau."

Senyum lebar menghiasi wajah pria itu. Ia langsung memasangkan cincin itu di jari Mela. Lalu, menarik Mela berdiri dan memeluknya erat.

"Terima kasih, Mel. Aku sangat bahagia."

Mela membalas pelukan itu. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa hatinya benar-benar hangat.

Namun, di saat Mela mulai menemukan kebahagiaannya, Di tempat lain, kehidupan Rahman justru runtuh..

Di ruang kerja perusahaan Wijaya, suasana kacau. Sejak tadi siang, satu persatu masalah datang.

"Pak! Ini tidak bisa ditahan lagi!"

Rahman berdiri dengan wajahnya tegang. "Apa maksudnya tidak bisa?!" bentaknya.

"Dana kita... hilang, Pak."

Kalimat itu membuat Rahman membeku.

"Investasi itu gagal total."

Rahman menatap kosong. "Ti-tidak mungkin," lirihnya.

Namun, kenyataan tidak bisa dibantah. Satu per satu laporan masuk. Kerugian, penarikan dana, investor kabur. Dan, dalam waktu yang sangat singkat semuanya runtuh.

Tabungan habis, aset terseret, dan utang menumpuk.

Rahman terduduk lemas. Untuk pertama kalinya, ia benar-benar tidak punya kendali.

Saat ia memutuskan untuk berinvestasi, ia begitu yakin. Dan, memang benar. Ia mendapatkan keuntungan. Namun, itu semua hanya di awal saja.

Setelah ia menggunakan semua hartanya, investasinya justru gagal total.

"Ti-tidak mungkin! Semua ini, tidak mungkin!" teriaknya frustasi.

Di rumah, Dyah terlihat panik setelah mendengar kabar itu. Napasnya memburu, tubuhnya melemah hingga penyakitnya kambuh.

Sementara, Lina yang tidak tahu apa-apa hanya bisa menangis. Dan Camila, berdiri diam. Tangannya mengepal erat dan tatapannya berubah dingin.

1
Thewie
pasti dino adalah dinosaurus 🤭 eh salah dino adalah CEO yg menyamar😄😄🤭🤭👍
sunaryati jarum
Tahu kebenarannya apa Dino?.Mela pokoknya emak nggak rela jika kamu luluh pada penyesalan palsu Rahman.Segera menikah dengan Dino.Rajut kebahagiaan dengannnya.Rahman Dyah dan Lina hanya akan menjadikan kamu bersandar menopang hidupnya
mimief
dino si CEO yg paling kaya itu🫣🤣🤣
Vie
apa mungkin dino sebenarnya adalah pemilik atma grup yang masih misterius itu ya? 🤔🤔🤔🤔🤔 kok aku dari awal dino keluar agak curiga kalau Dino itu ceo atma grup deh....
partini
dah gas Iah ,biar si kutu kupret ga recokin Mulu mereka punya rencana loh ,, Dio do something lah you can di it mah
Jungkookieeeeeee97🐰
Wahhh din, Jangan² kamu ituu 😱😱
Jungkookieeeeeee97🐰
Gak pantesss knpa nya Mel??
yg duda aja pada nikah Ama gadis pede² aja tuh, Ngapain janda harus insecure /CoolGuy/
emng klo janda gak boleh gituuu klo sama Bujang?? /CoolGuy/
🇦 🇵 🇷 🇾👎
lbh baik jujur ceo dino🤣
mama
takut ketahuan klu km kayaaa ya dino🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
tlg ya kk jauh mrk dr mela.

aq bnc ms ll... igt tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
pd x mokondo ni
ollyooliver🍌🥒🍆
dia bertindak dan berjuang karna ibunya bukan karna dia mmng memiliki yg katanya punya rasa cinta pd mela. bukti bahwa mmng rahman gk mencintai mela...ambisi aja yg dri dlu dia punya untuk memdapatkan sesuatu😌
ollyooliver🍌🥒🍆
cepat ya thor buat nih orng diambil malaikat maut dengan cara tragis😌
ollyooliver🍌🥒🍆
mana ada cinta...10 thn berselingkuh sampai menikahi camila. camila itu meski pemeran pembantu tapi mela kalah dengan camila. dari segi baik dan istri penurut mela diatas tapi pesona dan cara camila bertindak disisi rahman yg rahman mau jelas camila menang. rahman itu hanya merasa gk terima dengan nasibnya..karna camila gk setia disaat dia dititik terendah. tapi saat diatas..camila justru wanita yg sangat perhatian pdnya dan disitulah rahman jatuh cinta pd camila..cuman endingnya aja membuat rahman membandingkan mela dan camila..


dan kalau rahman cinta, dia tdk akan melupakan mela saat dia.membangun keluarga bahagia dengan camila.

ingat..pesona mela itu tdk bisa membuat rahman jatuh cinta pd mela. mungkin dia menjadikan mela istri dlu karna dino adalah saingannya dan rahman memiliki ambisi..menjadikan mela sebagai pertandingan..siapa yg menang mendapatkan mela..makanya dia dengan mudah berpaling pd camila karna dia sadar yg dia inginkan wanita seperti camila. dari fisik sampai perlakuannnya sedangkan mela? meski mela baik tapi tdk memungkin seorng pria jatuh cinta dan tdk berlaku pd rahman.
ollyooliver🍌🥒🍆
cemburu bukan karna cinta tapi karna dini lebih sagalanya drpd dia sekarang .mana ada rahman cinta..pesona mela kan kalah sama camila😌
ollyooliver🍌🥒🍆
idiiiiii......saat susah aja ingat mela. penyesalan lu gk ada artinya lu mengaku salah dan minta maaf juga gk tulus..karna lu melakukan semuanya karna lu dlm keadaan jatuh. coba waktu itu lu masih berjaya...kelakuan lu sama mela bahkan saat mela pergi. ada lu minta maaf? kagak! jadi nikmatilah kehidupanmu sekarang😌
ollyooliver🍌🥒🍆
mela bukan dijadikan istri tapi lebih tepatnya pembantu😏
ollyooliver🍌🥒🍆
seorang ibu tdk akan melupan darah yg memgalir pd anaknya tapi sebaliknya..anaknya dengan mudah melupakannya. hati mela mmng menjadi batu dan dingin tapi tdk dengan darah yg mengalir..dia tau bahwa meski anaknya tdk tau diri, darah daging tetaplah statusnya bagi mela.
ollyooliver🍌🥒🍆
cihh..gk tau diri🙄
sunaryati jarum
Orang jika tidak tahu malu , hanya ingin memaksakan kehendaknya. Tidak pernah merasa bersalah seperti Bu Dyah.Lina jika ingin mamamu , renungkan semua kesalahanmu padanya.Minta maaf yang tulus dan benar.Tekatkan pada diri untuk lebih baik dan taat pada ibumu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!