NovelToon NovelToon
Survival Kiamat: Ibu Peternak Dan Gudang Tanpa Batas

Survival Kiamat: Ibu Peternak Dan Gudang Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Zombie / Sistem
Popularitas:350
Nilai: 5
Nama Author: miichi

Dunia berubah dalam semalam. Langit di atas tanah perbatasan Amerika berubah warna, bumi terbelah, dan makhluk-makhluk yang dulunya manusia atau ternak kini bangkit sebagai monster haus darah. Di tengah kekacauan itu, Elena Cross — janda pemilik Rocking Spur Ranch yang tengah hamil delapan bulan — berjuang sendirian mempertahankan tanahnya dari serangan pertama gerombolan ternak yang bermutasi.

Di saat paling genting, sebuah kekuatan misterius bangkit dalam dirinya: **Gudang Tanpa Batas**, sebuah sistem ajaib yang bisa memunculkan senjata, makanan, obat-obatan, dan perbekalan apa pun dari udara kosong — aktif hanya karena satu syarat: melindungi kehidupan baru di tengah kehancuran dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miichi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Fragmen yang Terpecah

Keheningan mencekam menyelimuti reruntuhan Prometheus. Whitlock mengangkat senapannya, siap menembak, namun Elena mengangkat tangan cepat, menahannya.

"Tunggu," bisiknya. Ia menatap sosok ilmuwan yang telah berubah itu, mencoba menemukan kewarasan di balik cahaya ungu yang memenuhi matanya. "Siapa namamu? Sebelum semua ini terjadi?"

Sosok itu terdiam sejenak, seolah nama itu adalah sesuatu yang harus digali dari kedalaman ingatan yang nyaris hilang. "Dr. Nathaniel Voss," katanya akhirnya, suaranya bergetar aneh antara dua nada. "Kepala peneliti Divisi Regenerasi."

"Dr. Voss," ulang Elena pelan, mencoba menjaga suaranya tetap tenang. "Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi di sini. Apa itu 'fragmen' yang kau maksud?"

Voss mengangkat tangannya, dan cahaya ungu-keemasan berkelebat di telapaknya—mirip sekali dengan kotak cahaya milik Elena, namun lebih liar, lebih tidak stabil. "Inti Prometheus dirancang untuk satu tujuan: regenerasi total. Memperbaiki apa pun yang rusak—tanah, tubuh, bahkan kematian itu sendiri. Tapi kekuatan sebesar itu tidak bisa dikendalikan oleh satu wadah. Saat inti pecah, kesadarannya—kemampuannya—terpecah menjadi ratusan, mungkin ribuan fragmen, tersebar ke seluruh penjuru wilayah, mencari inang baru."

"Dan fragmen itu memilih orang-orang tertentu," gumam Elias, matanya melebar memahami. "Seperti Gudang milik Nyonya Cross."

"Tepat," Voss mengangguk, gerakannya kaku namun jelas. "Sistem memilih berdasarkan niat—mereka yang paling ingin melindungi, menyembuhkan, membangun kembali. Fragmen itu meresonansi dengan jiwa semacam itu. Tapi ada juga fragmen yang jatuh ke tangan yang salah, atau tidak menemukan inang sama sekali—dan itu yang menciptakan kami." Ia menggestur ke arah pasukan di belakangnya, sosok-sosok humanoid yang masih berdiri kaku menunggu perintah. "Prajurit yang dibuat paksa dari fragmen yang tidak stabil, tanpa niat murni untuk menuntunnya."

Cassius, yang sejak tadi waspada mengawasi pasukan itu, berbisik tegang, "Mereka bergerak menuju Prescott. Kalau mereka pasukan yang tidak stabil seperti katanya, kenapa mereka menyerang pemukiman manusia?"

Voss menatap ke arah Cassius, ekspresinya berubah sedih. "Karena tanpa inang yang tepat, fragmen di dalam mereka hanya mengenal satu perintah dasar dari protokol awal proyek: kumpulkan semua fragmen yang tersebar, dengan cara apa pun. Mereka bukan menyerang karena benci, Marshal. Mereka menyerang karena terprogram untuk 'menyatukan kembali' apa yang hilang—termasuk fragmen yang ada dalam diri Nyonya Cross."

Jantung Elena berdegup kencang. "Kau bilang mereka menuju Prescott untuk mengambil Gudangku."

"Bukan hanya Gudangmu," Voss mengoreksi lembut, "melainkan dirimu seutuhnya, Nyonya Cross. Fragmen yang telah meresonansi sepenuhnya dengan inangnya tidak bisa dipisahkan tanpa mengorbankan salah satunya."

Keheningan berat menyelimuti mereka semua. Whitlock menatap Elena dengan kekhawatiran yang jelas, sementara Elias tampak berjuang mencerna semua informasi yang baru saja terungkap.

"Ada cara untuk menghentikan mereka," lanjut Voss, "tapi itu membutuhkan pengorbanan. Inti utama, yang masih tertanam di jantung fasilitas ini, bisa distabilkan kembali—menarik semua fragmen yang belum menemukan inang, termasuk yang mengendalikan pasukan ini. Tapi itu membutuhkan seseorang yang sudah terikat dengan fragmen untuk menjadi jangkar sementara proses itu berlangsung."

"Jangkar macam apa?" tanya Elena, meski sesuatu dalam dirinya sudah menduga jawabannya, dan rasa dingin menjalar di tulang belakangnya.

Voss menatapnya lurus, matanya yang bercahaya ungu penuh permintaan maaf yang aneh dan tulus. "Seseorang harus masuk ke ruang inti dan membiarkan fragmen dalam dirinya beresonansi langsung dengan inti utama selama proses stabilisasi. Ada risiko besar, Nyonya Cross. Fragmen dalam dirimu mungkin tertarik sepenuhnya kembali ke inti—dan kau mungkin tidak akan pernah sama lagi setelahnya."

Elena memikirkan Grace, jauh di Rocking Spur, menunggu ibunya pulang. Ia memikirkan Prescott, ranch-nya, semua nyawa yang tergantung pada keputusan yang harus ia ambil sekarang, di reruntuhan tempat semua kekacauan ini bermula.

"Kalau aku tidak melakukannya," katanya pelan, "pasukan itu akan terus menyerang sampai mereka merebut fragmenku dengan paksa—dan mungkin membunuhku dalam prosesnya, atau lebih buruk, membunuh orang-orang yang kucintai untuk mencapainya."

"Kemungkinan besar, ya," Voss mengakui jujur.

Whitlock melangkah maju, wajahnya keras. "Ada cara lain. Pasti ada."

Elena menggeleng pelan, tekad yang sama seperti malam ia menghadapi Rourke di gerbang ranch mulai mengeras di dadanya. "Whitlock, aku sudah belajar satu hal sejak Gudang ini muncul dalam hidupku—terkadang, melindungi mereka yang kau cintai berarti mempertaruhkan dirimu sendiri, tanpa jaminan kau akan baik-baik saja setelahnya."

Ia menatap ke arah pintu masuk fasilitas yang setengah runtuh, ke arah kegelapan yang mengarah ke jantung Prometheus, tempat jawaban—dan mungkin, pengorbanan terbesarnya—menunggu.

"Tunjukkan aku jalannya, Dr. Voss," katanya akhirnya. "Aku siap."

---

1
Dorinaanakjunny Dorinaanakjunny
bodoh buat apa bilang ada kekuatan
ajaib kenapa tidak rahsia kan saja
gila !!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!