NovelToon NovelToon
Nestapa Ibu Yang Kehilangan Anaknya

Nestapa Ibu Yang Kehilangan Anaknya

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Konflik etika / Tamat
Popularitas:917
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Hamida, 25 tahun, kehilangan putra semata wayangnya, Harapan, yang meninggal pada usia delapan tahun.

Konon, tidak ada sebutan bagi orang tua yang kehilangan anaknya. Sebab duka itu begitu besar hingga tak mampu diwakili oleh satu kata pun. Bagi Hamida, kepergian Harapan meninggalkan kehampaan yang tak pernah bisa diisi kembali.

Namun, luka itu menjadi semakin dalam ketika kematian Harapan yang penuh kejanggalan justru dinyatakan sebagai kecelakaan. Kebenaran diputarbalikkan karena pelaku adalah anak dari seorang tokoh berpengaruh yang memiliki kekuasaan dan mampu membungkam banyak orang.

Di tengah tekanan, ancaman, dan berbagai upaya untuk menghentikannya, Hamida memilih untuk tidak menyerah. Dengan didampingi seorang pengacara muda idealis bernama Afandi Harahap, ia berjuang mengungkap kebenaran dan menuntut keadilan bagi putranya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Fandi ikut tertawa. "Bukan dipecat. Enak saja dipecat" Fandi menjawil pipi istrinya yang tirus. "Kontraknya seumur hidup. Bahkan sampai kita ke surga nanti!"

Mida spontan memukul pelan lengan suaminya sambil tersenyum. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, tawanya terdengar tanpa dipenuhi kepedihan. Dan Fandi tahu, senyum itu adalah hadiah paling berharga yang pernah ia terima, jauh lebih berharga daripada rumah, harta, atau apa pun yang bisa diberikan Mida. Sebab pada akhirnya, perjuangan mereka bukan hanya mengantarkan Harapan menuju keadilan, tetapi juga mengantarkan dua hati yang sama-sama pernah berjuang untuk menemukan rumahnya satu sama lain.

***

Lima tahun kemudian. Di sebuah ruang perpustakaan kampus, Hamida duduk di depan tumpukan buku hukum dan jurnal pidana anak. Perutnya yang mulai membesar menjadi pertanda bahwa sebentar lagi akan lahir seorang bayi yang selama ini ia nantikan.

Dengan lembut ia mengusap kandungannya sebelum kembali mengetik kalimat terakhir skripsinya. "Perlindungan Hukum bagi Anak Korban dalam Perkara yang Pelakunya Masih Berusia Anak."

Topik itu bukan sekadar penelitian. Itu adalah kisah hidupnya. Setiap halaman yang ia tulis membawa ingatannya kembali kepada Harapan, putra kecil yang telah mengajarkannya arti keberanian dan keteguhan hati. Perjuangannya menuntut keadilan telah usai. Kini ia ingin memastikan perjuangan itu menjadi jalan bagi anak-anak lain.

Setelah menyelesaikan kuliah, Hamida bertekad mengambil advokasi agar bisa menjadi seorang advokat yang mengabdikan hidupnya untuk mendampingi anak-anak yang berhadapan dengan hukum, terutama mereka yang menjadi korban kejahatan dengan pelaku yang juga masih anak-anak. Baginya, setiap anak berhak memperoleh perlindungan, didengar suaranya, dan mendapatkan keadilan tanpa memandang siapa pelakunya.

Hamida percaya, hukum tidak boleh hanya menghukum. Hukum juga harus melindungi. Ia tersenyum sambil memandang langit dari balik jendela. "Harapan... namamu akan selalu hidup. Bukan hanya di hati Ibu, tetapi juga dalam setiap anak yang kelak berhasil mendapatkan keadilan."

Angin sore berembus lembut, seolah membawa bisikan yang telah lama ia rindukan. Hamida menutup laptopnya, menggenggam foto kecil Harapan yang selalu ia simpan di dalam dompet, lalu melangkah keluar dari perpustakaan menuju masa depan.

Luka itu tidak pernah benar-benar hilang. Tetapi dari luka itulah lahir seorang ibu yang memilih mengubah kesedihannya menjadi harapan bagi banyak anak.

Di luar perpustakaan, Fandi, suami Hamida, telah menunggu. Begitu Hamida keluar, ia segera menghampiri istrinya dan mengambil tas yang berisi laptop serta tumpukan dokumen skripsi. "Kan sudah kubilang, jangan pulang terlalu sore. Kamu butuh istirahat," tegur Fandi lembut.

Hamida tersenyum sambil mengusap perutnya yang mulai membesar. "Aku jauh lebih butuh menyelesaikan tugas akhir ini. Agar aku cepat wisuda. Setelah itu, aku ingin skripsi ini dicetak menjadi sebuah buku agar bisa dibaca banyak orang. Aku ingin semua orang tahu bahwa setiap perbuatan memiliki akibat hukum, sekalipun pelakunya masih seorang anak. Anak memang harus dilindungi, tetapi korban juga berhak mendapatkan keadilan."

Fandi mengangguk bangga. "Siap, Bu Advokat. Semua keinginanmu akan aku bantu wujudkan." Lelaki itu kemudian tersenyum usil. "Tapi untuk sekarang, bagaimana kalau Bu Advokat fokus dulu pada klien yang satu ini?" Fandi berjongkok di depan Hamida, lalu mengusap lembut perut istrinya. "Halo, Nak... Ayah tahu kamu pasti capek diajak Ibu ke perpustakaan terus. Tenang ya, sebentar lagi Ayah akan mengajak Ibu makan makanan kesukaannya."

Hamida tertawa kecil. "Kamu ini."

"Serius. Dunia memang butuh advokat hebat. Tapi anak kita juga butuh ibu yang sehat."

Hamida menggenggam tangan suaminya erat. "Terima kasih sudah selalu menemaniku. Kalau bukan karena kamu, mungkin aku tidak akan pernah bisa berdamai dengan masa lalu."

Fandi mencium punggung tangan Hamida. "Kamu sudah melalui badai yang paling besar. Sekarang saatnya kita menikmati pelangi."

Mereka berjalan berdampingan meninggalkan kampus. Di balik langkah-langkah kecil itu, Hamida merasa Harapan seolah masih berjalan bersama mereka, bukan lagi sebagai luka yang menyakitkan, melainkan sebagai kenangan indah yang memberi arah bagi hidupnya.

Harapan memang telah tiada. Namun, karena Harapan, seorang ibu bangkit memperjuangkan keadilan. Karena Harapan, akan lahir seorang advokat yang membela anak-anak korban. Dan karena Harapan pula, akan lahir kehidupan baru yang membawa cinta, keberanian, dan harapan bagi masa depan.

Hamida menatap langit senja sambil tersenyum. "Terima kasih, Harapan. Namamu akan selalu hidup di hati Ibu."

Fandi menggenggam tangan Hamida lebih erat. Bersama, mereka melangkah menuju masa depan, meninggalkan nestapa, membawa harapan.

TAMAT

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!