NovelToon NovelToon
Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

Kinara berjalan gontai menjauhi koridor tersebut. Begitu menemukan sudut dinding gedung yang sepi dan tersembunyi, tubuhnya merosot. Ia bersandar di tembok dingin itu sendirian, meremas kuat-kasut kain bajunya tepat di bagian dada yang terasa teramat sesak dan sakit.

​Melihat secara langsung bagaimana Zergan—pria yang selama enam tahun di kehidupan lalunya selalu memperlakukannya bak orang asing—bisa bersikap begitu lembut, sabar, dan penuh cinta pada wanita lain, benar-benar menghantam hancur ulu hatinya. Air mata Kinara luruh pelan membasahi pipinya. 'Rasanya sakit... sangat sakit sampai aku bahkan nggak tahu harus bicara apa pada diriku sendiri,' rintihnya dalam hati, meratapi sisa-sisa perasaan yang ternyata belum sepenuhnya mati.

​Namun, Kinara tidak membiarkan dirinya larut dalam kesedihan terlalu lama. Saat ia kembali ke kelas untuk mengemas barang-barangnya, sebuah notifikasi bergetar di ponselnya. Itu adalah laporan dari aplikasi sekuritasnya.

​Ting!

​Mata Kinara berbinar saat membaca grafik pasar saham BIOT yang dibelinya hari Jumat kemarin senilai 15 juta rupiah. Saham itu benar-benar meledak menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) berkali-kali lipat sejak pagi tadi, membuat total aset di akunnya langsung melonjak drastis. Rasa senang dan lega seketika membilas sisa kesedihannya. Pundi-pundi uangnya mulai terkumpul, modalnya untuk mandiri kian nyata.

​Malam harinya, jam dinding di kamar kos sederhana Kinara telah menunjukkan pukul 19.30 malam. Suara jangkrik di luar gang terdengar bersahut-sahutan. Kinara duduk di tepi kasur busanya dengan perasaan yang sangat tidak tenang. Ia terus berjalan mondar-mandir di dalam kamar berukuran 3x3 meter itu.

​Pikirannya sepenuhnya tertuju pada Alun-Alun Kota. 'Apakah Zergan dan Haura mendengarkan ucapanku tadi siang? Bagaimana kalau mereka menganggapku gila lalu mengabaikannya?' Pikiran-pikiran buruk itu terus menghantuinya. Rasa takut bahwa Haura akan tetap diculik dan takdir kelam itu terulang membuat Kinara tidak bisa tinggal diam. Akhirnya, ia menyambar jaketnya dan bergegas pergi ke Alun-Alun Kota untuk memastikan keadaan dengan mata kepalanya sendiri.

​Sesampainya di Alun-Alun Kota, suasana sangat ramai dan padat oleh festival layar tancap. Lampu-lampu stan makanan berpendar terang, dan lautan manusia memenuhi lapangan. Kinara mengedarkan pandangannya dengan cemas ke segala penjuru, membelah kerumunan orang banyak.

​Jantung Kinara mendadak mencelos saat matanya menangkap sosok pria jangkung berkaos hitam yang berdiri sendirian di dekat area parkir pinggir lapangan. Itu Zergan. Pria itu tampak celingukan dengan guratan cemas di wajah tampannya sambil terus menempelkan ponsel di telinganya.

​Kinara langsung berlari mendekat. "Zergan! Mana Haura?!" tanya Kinara terengah-engah dengan suara bergetar panik.

​Zergan tersentak kaget melihat kehadiran gadis "peramal" siang tadi yang tiba-tiba muncul di hadapannya. "Kamu...?" Zergan mengernyit tajam, namun rasa paniknya mengalahkan gengsinya. "Haura... dia tadi merajuk karena aku melarangnya membeli arum manis di seberang jalan yang gelap. Dia melepas genggamanku dan berjalan pergi sendirian ke arah gang sana lima menit yang lalu. Sekarang ponselnya tidak bisa dihubungi."

​Wajah Kinara seketika memucat pasi. "Bodoh! Kenapa kamu lepas?!" jerit Kinara panik. Tanpa memedulikan tatapan tajam Zergan, Kinara langsung berbalik dan berlari sekencang mungkin menuju arah gang sempit yang ditunjuk Zergan.

​"Hei! Tunggu!" teriak Zergan yang akhirnya ikut berlari panik mengikuti langkah Kinara dari belakang.

​Mereka berdua menerobos masuk ke dalam sebuah gang sempit yang minim pencahayaan di dekat area belakang pasar malam. Suara derap langkah kaki mereka bergema di dinding-dinding gang yang pengap.

​Tepat di ujung belokan gang yang gelap, langkah Kinara terhenti. Matanya membelalak. Di sana, Haura sedang tersudut di dinding, wajahnya pucat pasi ketakutan karena dihadang oleh tiga orang preman bertubuh kekar dengan tato di lengan mereka. Salah satu preman sudah berhasil merebut tas Haura, sementara yang lain mencoba mencengkeram lengan gadis itu untuk diseret masuk ke dalam mobil van hitam yang terparkir di ujung gang.

​"Lepasin aku!! Tolong!!" jerit Haura histeris.

​"Haura!" Zergan berteriak murka. Pria itu langsung melesat maju ke depan dengan emosi yang membakar dada.

​Pertengkaran hebat tidak dapat dihindarkan. Zergan yang memiliki proporsi tubuh atletis langsung melayangkan pukulan mentah tepat di rahang preman pertama hingga tersungkur ke tanah. Pria itu bertarung dengan membabi buta demi melindungi kekasihnya. Bunyi hantaman fisik Bugh! Bagh! terdengar mengerikan memenuhi gang yang sunyi itu. Zergan berhasil menumbangkan dua preman sekaligus, namun situasi masih kacau.

​Memanfaatkan celah saat Zergan sedang sibuk bergulat dengan preman kedua, Kinara langsung berlari menerobos maju. Ia menarik tubuh Haura yang sudah lemas menangis dan menyembunyikannya di belakang tubuh mungilnya sendiri. "Kamu aman di belakangku, Haura! Jangan lepas!" tegas Kinara, menjadikan dirinya sendiri sebagai barikade tameng pelindung.

​Namun, preman ketiga yang memegang balok kayu tebal tiba-tiba bangkit dari arah belakang Zergan. Pria kekar itu menyeringai licik, mengangkat balok kayunya tinggi-tinggi, dan bersiap memukulkannya tepat ke arah belakang kepala Zergan yang sedang lengah membelakanginya.

​"Mas Zergan, awas!!!"

​Melihat bahaya itu, otak Kinara lagi-lagi kehilangan akal sehatnya. Jiwa pelindungnya sebagai seorang istri di kehidupan lalu mendadak mengambil alih seluruh tubuhnya. Secara refleks, Kinara melepas pegangan Haura, berlari, dan menubrukkan tubuhnya tepat di belakang punggung Zergan.

​PRAKKKK!

​Hantaman keras balok kayu itu telak mengenai bahu dan punggung belakang Kinara. Rasa sakit yang teramat pekat menjalar seketika ke seluruh syaraf tubuhnya. Kinara mengerang kesakitan, tubuhnya limbung dan pandangannya langsung mengabur memutih.

​Zergan yang mendengar suara benturan keras langsung berbalik dengan kilat. Matanya melebar sempurna saat melihat preman ketiga tertegun, dan tubuh mungil Kinara perlahan ambruk lunglai ke depan. Zergan dengan sigap langsung menangkap tubuh Kinara sebelum menyentuh tanah, mendekapnya erat ke dadanya yang bergemuruh hebat.

​Wiuuww... Wiuuuww...

​Suara sirine mobil polisi berkekuatan penuh mendadak bergema di depan gang. Sinar lampu merah biru berputar-putar menerangi kegelapan. Rupanya, Kinara sudah sempat memencet nomor darurat polisi saat berlari tadi. Melihat polisi datang, ketiga preman yang terluka itu langsung panik dan lari tunggang langgang menuju mobil van mereka, mencoba melarikan diri namun langsung dikepung oleh petugas.

​Di tengah ketegangan dan riuhnya kedatangan polisi, Zergan berlutut di aspal gang, memangku tubuh Kinara yang sudah setengah sadar. Napas gadis itu terasa pendek-pendek, dan matanya mulai sayu meredup.

​Kinara mendongak sedikit, menatap wajah Zergan yang kini dipenuhi rasa syok, tidak percaya, dan ketakutan yang luar biasa. Dengan sisa kesadarannya yang kian menipis akibat rasa sakit yang mendera punggungnya, Kinara mengulurkan tangannya yang gemetar, menyentuh pelan lengan kaos Zergan.

​"Ma... Mas... kamu... nggak apa-apa... kan...?" bisik Kinara teramat lirih, terbata-bata sebelum akhirnya matanya tertutup rapat dan ia pingsan sepenuhnya di pelukan Zergan.

​Zergan terpaku membeku, jantungnya seperti berhenti berdetak sesaat mendengar bisikan terakhir gadis itu.

​'Mas? Dia... memanggilku Mas?' batin Zergan berteriak dalam kebingungan yang teramat sangat. Pikirannya mendadak kacau. Panggilan "Mas" yang keluar dari bibir gadis asing ini terdengar begitu alami, begitu penuh perasaan, dan begitu akrab seolah-olah wanita ini telah memanggilnya dengan sebutan itu selama bertahun-tahun. Kenapa dadanya terasa sesak dan sakit mendengar panggilan itu?

​"Zergan... dia pingsan! Tolong dia!" tangis Haura histeris di sampingnya.

​Suara petugas medis yang membawa tandu ambulans langsung mendekat. Tanpa membuang waktu dan mengabaikan semua pertanyaan yang berkecamuk di otaknya, Zergan langsung mengangkat tubuh mungil Kinara ke dalam gendongan bridal style-nya. Ia membawa tubuh lemas itu dengan setengah berlari keluar gang, melangkah cepat menuju mobil ambulans yang sudah bersiap dengan lampu daruratnya yang berkedip membelah keheningan malam Alun-Alun Kota.

1
si mesteri
semoga kau hidup bahagia kedepan nya kinara oh iya thor ini yg terbagus dalam ending sad bikin haru dan mau aku baca berkali-kali tapi radak nyesek sama endingnya semoga thor nya juga sehat selalu dadah /Smile//Sob/
Uthie
Lagiiii dong 😍
heyyykau
crazy up kak🫰
Dwi Agustina
Allah pasti trlah menyiapkan takdir yg lbh indah utkmu Nara😥💪
heyyykau
crazy up kak, gk sabar liat kinara menghilang dri kehidupan zergan trs kinara jadi sukses sm ada seseorang mencintai kinara dengan tulus dan juga sebaliknyaa🫰😭
Dedi Dahlia
nanti setelah kinara pergi,zergan ingat kembali massa lalu kehidupan pertama, dan menyadari sipat Haura tak seperti yang diharapkan,baru lah sadar hanya kinara gadis yang tulus dan mengerti tapi,sayang terlambat baru menyadarinya,sip di tunggu momennya thorr itu terjadi🙂🙂
Uthie
Saya sihhh paling gak sabar nunggu pas moment Kinara pergi dari Zergan, dan ia baru menyadari siapa yg paling tulus pada nya nanti 😏😏

kayanya Haura ada main di belakangnya, dengan Arsen pula!
Dwi Agustina
Sesakit ini y Nara nyampe kesini😥🤣😂😂
putmelyana
bodoh bukannya menjauh malah masuk kedalam masalahnya bodoh bnget lu kinara
Devi..
harusnya Kinara memastikan dulu gmna hub Haura dg Arsen.. terlalu buru" klo lngsung menghadap Oma..😌
heyyykau
crazy upp kak gk sabar kinara pergi jauh, sukses dan punya pasangan yang menerima dia apa adanya dan yg terpenting mencintai diaa🫰
aku
kenapa nara smpe segitunya sih. bukannya udh ckup smpe haura batal diculik ja? kesannya jd ikut campur bgt. agk kurang respect 🙏 mf cm berpendapat 🙏
Uthie
Sepertinya Kinara malah membuat masalah baru nantinya untuk Zergan... bahwa Haura sebenarnya tidak sebaik yg terlihat!!
ada pengkhianatan sebenarnya...
Uthie
Kalau menurut aku, berubah nya Takdir ini adalah saat Haura batal di culik, dan tidak jadi meninggal tragis...
Namun sesudahnya sebenarnya terkuak hubungan rahasia Haura dan Arsen....
dan itu belum di ketahui oleh Ze 👍

dan...bisa jadi di takdir kedua ini, sebenarnya menghubungkan antara 2 tokoh utamanya 👍😁
Dwi Agustina
Nyesek bngt jd Kinara😥
Uthie
Lagiiii dongggg 😍🙏🙏
Lippe
Kinara malah bikin Zergan jadi tambah beban pikiran 🤣
Uthie
Bagussss... keren tuhhhh pembalasan nya 👍👍😍😍😍
aku
🌹 ayo tor biar semangat 🙏
Yuyun Suprapti
masih kurang kk...
besok² crazy up dong kk thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!