Comedy - Romance - Fantasy.
Tidak untuk anak-anak karena banyak konflik kerajaan.
Putri Becca Malcon, mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman mati oleh tunangannya sendiri, yaitu Pangeran Mahkota Ebert Oswald. Karena di fitnah telah menyakiti wanita kesayangan sang putra mahkota.
Jiwanya kembali ke masa lalu, saat dia memenangkan sayembara yang di adakan oleh Keluarga Kerajaan Oswald, dan sebelum dia mengucapkan keinginannya melamar Pangeran Ebert.
Di tengah kebimbangan antara takut akan kematian dan juga tidak mau menghancurkan harga diri keluarganya, Becca justru terpesona dengan ketampanan sang raja hingga tanpa sadar mengucapkan sebuah kalimat di hadapan ayah mertuanya.
“Sebagai hadiah, saya ingin.. Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Dan saat Becca tersadar, dirinya tidak bisa mundur lagi saat sang ayah mertua atau Raja Basilio justru tersenyum miring, serta menyetujui lamaran itu bahkan berniat menikahinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Niat Raja Thorne Edom
“Sebenarnya.. Apa yang ayah inginkan ?? Apakah ayah benar-benar akan mengajak Raja Basilio berperang ??” Tanya lelaki muda, bernama Pangeran Bael Edom, putra kedua dari Raja Thorne, adik dari Pangeran Lucifer.
Di Kerajaan Darkness, Keluarga Edom sedang berkumpul tiga orang duduk di atas sofa. Raja Thorne Edom duduk sembari tersenyum miring, membaca surat balasan dari Raja Basilio yang menanggapi ancamannya, Pangeran Lucifer juga duduk sembari tersenyum-senyum, dan Pangeran Bael memandang mereka dengan heran.
“Bukan berperang adikku~ Tapi mencoba mencarikan kakak ipar untukmu.” Ujar Pangeran Lucifer berbicara dengan senyuman miring.
Pangeran Bael menatap bingung ke arah kakaknya, “Apa maksudmu, kak ??”
“Putri Benica Malcon. Bukankah dia cukup cantik ??” Ujar Pangeran Lucifer sembari menyeringai licik, membuat Bael membulatkan matanya.
“Bukankah.. Kau tidak suka wanita dari kasta Unmagicia ??” Tanya Pangeran Bael dengan memberikan tatapan curiga dan heran, tapi sang kakak hanya terkekeh pelan mendengarkan tanggapan adiknya itu.
“Sejak kapan aku membenci mereka ?? Aku hanya tidak suka wanita kampung dari desa.” Ujar Pangeran Lucifer memutar matanya malas.
“Toh, dengan kondisi seperti itu, mudah bagiku memasukkan sihir hitam ke tubuh Benica untuk mengikatnya menggunakan kekuatanku.” Lanjut sang pangeran mahkota sembari menyeringai licik.
Bael menggelengkan kepalanya perlahan, “Kau selalu menghina istri Raja Basilio, sekarang malah kepincut sama adiknya.” Ujar Bael berceloteh dengan nada sinis, tapi sang kakak tidak marah, dan malah tertawa puas.
“Aku menghina karena jarak usia mereka, bukan masalah status Ratu Becca yang tidak memiliki kekuatan. Toh aku benar, kan ?? Dia mirip pedofil yang menyukai perempuan di bawahnya.”
“Hush !! Jangan seperti itu kakak, lihat saja.. Kekuasaan dan kekuatan kita, di bawahnya. Apa kau mau di lempar olehnya ke jurang terdalam dengan kekuatannya ??”
“Terserah.”
Bukannya membela Raja Basilio, hanya saja Pangeran Bael masih ingat betapa arogan, sombong, dan brutal Raja Basilio itu, dia bisa membunuh, membanting orang lain, hanya karena mendapat penghinaan. Jadilah, sang pangeran kedua itu lebih memilih mengalah saja, pada Raja Basilio, dan tidak menghina.
Sementara Pangeran Lucifer, memang sering menghina Raja Basilio, alasannya sama seperti ayahnya, iri dan satu-satunya yang bisa dia lakukan hanyalah mencoba menghina dan menjatuhkan nama baiknya. Bukan dengan menyerangnya, atau menantangnya.
Bahkan alasan menantang perang ini, hanyalah demi menjerat Benica, putri kedua dari Raja Gilbert Malcon, agar bisa bersanding dengannya. Dan alasan menarik Raja Basilio, adalah mereka ingin membuktikan pada Ratu Becca..
Jika mereka sanggup untuk menarik adik wanita itu, menggunakan cara licik.
“Sesuai dugaan kita.. Dua hari lagi, akan ada pertemuan besar, Dengan Keluarga Oswald dan Keluarga Malcon. Dan kita akan ikut di sana, untuk merundingkan masalah ini.” Ujar Raja Thorne menutup surat undangan itu, sambil tersenyum puas di sana.
“Baguslah, di saat itu.. Aku akan menjebak Benica agar mau menikah denganku~” Ujar sang pangeran mahkota sembari terkekeh pelan.
Sepertinya satu-satunya orang yang sedikit waras, adalah Pangeran Bael. Walaupun karakternya lebih banyak menurun dari ayahnya, tapi dia lebih mengalah dan jarang memberikan suara sinis dan tajam.
...
“Astaga !! Aku tidak bisa tinggal diam !!”
“Sayang ?? Ada apa ??”
Raja Jonah menghela nafasnya berat, dia mendengar dari tangan kanannya yang berada di wilayah Varilia, tepatnya di Rosivilia. Dan yang menjadi masalah adalah.. Raja Jonah juga mengadakan kerja sama untuk mengambil beberapa bunga mawar dari wilayah itu.
Dia merasa takut dan khawatir, jika sampai Raja Thorne ingin menguasai wilayah itu sendirian, maka dia tidak akan bisa mendapatkan pasokan bunga mawar ungu yang biasa di gunakan untuk ramuan.
“Aku harus datang ke pertemuan mereka. Astaga, sayang~ Lihat ini, belum ada satu bulan, kakakku malah mengadakan perang mulut dengan Raja Thorne.” Ujar Raja Jonah dengan nada manja kepada istrinya.
Ratu Tamara terkekeh pelan, dia benar-benar menyukai, tingkah manja suaminya yang tidak akan pernah berubah sejak mereka menikah. Ratu Tamara mendekati suaminya dan memeluknya, membuat sang raja langsung menerima pelukan itu, bahkan mempereratnya.
“Sayang, kau juga harus datang, menemaniku. Mungkin Arland juga akan ikut datang bersama, aku tidak mau berbagi wilayah dengan raja berlidah pisau itu.” Ujar Raja Jonah sembari merengek manja di sana, membuat sang istri menganggukkan kepalanya.
“Iya sayang, aku akan menemanimu. Kita akan datang besok ya.” Ujar sang ratu dengan nada lembut.
“Hmm~” sang raja malah menyandarkan kepalanya di bahu istrinya, seakan itu adalah tempat ternyaman baginya.
...
Beberapa jam kemudian, Raja Basilio yang menerima surat dari Raja Thorne dan adiknya, malah mengusap wajahnya kasar.
“Astaga, kenapa aku seperti orang yang di tagih hutang oleh dua orang ?! Dan kenapa juga, Jonah harus ikut kemari ?! Kenapa juga aku harus menjadi kakaknya !!” Raja Basilio membanting kedua surat itu dengan kesal.
“Ya sudahlah, aku tanggapi saja.. Toh aku jawab atau tidak, Jonah pasti akan memaksa masuk kemari.” Celetuk Raja Basilio dengan nada malasnya, mengingat betapa keras kepalanya adiknya itu.
Sementara di sisi lain..
Ratu Becca membaca beberapa buku, mengenai tata krama di dalam pertemuan, dan pembahasan antara raja utama. Dan bagaimana sifatnya sebagai seorang ratu yang bijaksana di dalam pertemuan itu.
“Hmm~ Ternyata tidak sulit, dan tidak berbeda dengan kerajaan kecil sepertiku.” Celetuk Ratu Becca menutup buku itu dengan perlahan.
Ratu Becca bersyukur, setidaknya tata krama seperti ini, sudah dia pelajari lebih di kerajaan kecilnya dulu. Meskipun disini, sedikit rumit, tapi setidaknya dia bisa mengimbangi suaminya.
Ratu Becca kemudian meraih sebuah buku yang menarik perhatiannya, buku lanjutan mengenai sihir putih dan hitam, lalu cara membedakan orang yang memakainya, juga beberapa cara mengendalikan kedua kekuatan sihir itu.
“Hmm~ Sihir hitam, akan semakin kuat jika dia membunuh orang, tapi sihir putih justru semakin kuat jika mereka memiliki hati yang bersih dan suci. Menurutku hal ini hanya berlaku di masa lalu, buktinya di jaman sekarang keduanya sama saja, ada beberapa orang memakai sihir putih, tetap melakukan kejahatan.” Ujar Becca membaca buku di depannya dengan miris.
Karena kekuatan sihir sudah berbeda dari sejak pertama muncul dan dikuasai oleh manusia. Awalnya di gunakan oleh manusia untuk melindungi diri, dari para makhluk Immortal lainnya. Tapi kini, malah di gunakan sebagai ajang memperkuat diri sendiri.
Untung saja, Raja Utama di dunia sihir ini, membenci diskriminasi terhadap manusia yang tidak memiliki kekuatan sihir seperti keluarganya. Jadi, mereka tetap aman dan tidak di tindas, bahkan perbudakan sudah mulai di hilangkan di kerajaan ini.
Jadi semua orang berhak merdeka, baik mereka miskin atau kaya, perempuan atau laki-laki, mereka memiliki hak yang sama. Orang miskin di pelihara oleh kerajaan, dan orang kaya harus membantu kerajaan melalui pajak. Cukup adil, bagi Ratu Becca.
❤️👑❤️👑❤️👑❤️👑❤️
Eh ternyata, niatnya bukan mau perang, tapi cuma gara-gara wanita 🤦🤦 Ya semoga saja Pangeran Lucifer bisa mendapatkan Benica ya, siapa tahu setelah ketemu adiknya Becca, malah tobat dan jadi orang baik hehehe.
Udah segitu aja dari Authornya.
klo bneran buat jtuh cinta biar gk ada selir dan hnya dijadikan sang putri mahkota🤭 satu2nya, dan siapa tau nyatuin 2 kerajaan biar damai gtu💪
gapapa publish aja cerita baru pasti aku baca semua 😍😍😍🔥🔥🔥
gak papah lah klo masih seawet muda brad pitt🤣🤣🤣