Mengisahkan Ling Yi, gadis desa rupawan yang kebahagiaannya direnggut oleh bencana tak terduga. Malam yang tenang tiba-tiba berubah menjadi luka mendalam saat suatu organisasi rahasia dengan sengaja membakar rumahnya hanya untuk bersenang-senang. Kebakaran itu menewaskan sang ibu dan merenggut sang ayah dengan paksa untuk dijadikan budak. Namun disanalah Ling Yi diuji lantaran menyadari keistimewaan dirinya yang kebal terhadap api. Kobaran api yang menyelimuti rumahnya malam itu seolah menjadi saksi bisu atas semua kesedihan, rasa sakit serta kebencian yang ikut mengepul dalam dirinya.
"Malam ini aku bersumpah! Kalian semua pasti akan musnah dengan apiku sendiri!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SSERAPHIC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6. Seorang Pangeran?
Sambil melanjutkan perjalanan, Ling Yi pun berusaha untuk terus bertanya padanya tentang rencana selanjutnya, untuk memastikan niat apa yang sebenarnya ia miliki terhadapnya.
"Kamu mau mengajakku kemana? Apa yang akan kita lakukan setelah ini?" tanya Ling Yi dengan bingung sambil melihat keadaan di sekeliling mereka.
Xiao Feng pun langsung menjawab semua pertanyaannya dengan sabarnya. "Aku akan membawamu ke tempat yang aman. Di sana, kita bisa membahas tentang bagaimana cara meningkatkan kemampuan khususmu dan merencanakan strategi untuk bisa mencari keberadaan ayahmu," kata Xiao Feng.
Ling Yi pun berpikir sejenak, dan hanya mengangguk sebagai jawabannya. "Ling Yi, kenapa tadi kamu tidak menyerangnya saja?" tanya Xiao Feng penasaran.
Ling Yi pun menunduk dan menatap kedua telapak tangannya. "Aku sendiri juga tidak tau. Aku sudah bisa mengendalikan elemen api, tapi aku masih belum berani menyerang seseorang dengan ini. Aku takut ia akan mati terbakar karena api milikku," ucap Ling Yi dengan jujur.
"Kamu terlalu lugu, Ling Yi," jawabnya dengan santai.
"Apa? Memangnya kenapa?" tanya Ling Yi heran.
"Aku rasa, kamu masih harus belajar mengenali dengan siapa kamu berhadapan. Apa kamu pikir Zhang Hao itu cuma manusia biasa? Tidak, Ling Yi. Kamu sudah tertipu oleh wajahnya yang palsu itu," jawab Xiao Feng sambil menatap Ling Yi .
"Di- dia bukan manusia biasa? Apa maksud kamu? Apa dia juga punya kekuatan seperti kita?" tanya Ling Yi penasaran.
"Siapa Zhang Hao sebenarnya? Ada hubungan apa di antara mereka?"
"Kamu benar, Ling Yi. Zhang Hao bukanlah manusia biasa. Ia juga mempunyai kemampuan khusus, yaitu ilmu hitam," jawab Xiao Feng dengan wajah seriusnya.
"Jadi, Zhang Hao memiliki ilmu hitam? Syukurlah aku berhasil bebas darinya," ucap Ling Yi dalam hati.
Ling Yi pun merenungkan semua perbuatannya, tentang bagaimana kelalaiannya yang menunjukkan kemampuannya pada sembarang orang, hingga membuat dirinya sendiri berada dalam bahaya. Ling Yi pun sadar bahwa kejadian tadi juga merupakan kesalahannya yang kurang waspada dalam menjaga diri.
"Jadi begitu ya? Haha... ternyata aku sebodoh itu ya?" ucap Ling Yi sambil tertawa canggung. Xiao Feng yang melihat hal itu pun tersenyum menatap Ling Yi.
"Tidak, Ling Yi. Jangan khawatir, mulai sekarang aku akan terus bersamamu, dan membantumu memberi pelajaran pada orang-orang sepertinya," ucap Xiao Feng dengan lembut.
Ling Yi akhirnya luluh pada Xiao Feng, pada ucapan dan rasa pedulinya padanya. Ling Yi benar-benar merasa nyaman dengan itu.
"Terima kasih..." ucap Ling Yi sambil tersenyum. Xiao Feng pun membalas senyumannya dan mengangguk.
"Lalu, apa hubunganmu dengan Zhang Hao?" tanya Ling Yi kembali penasaran. Rasanya, di kepalanya saat ini sudah ada ratusan pertanyaan tentang pria itu yang ingin ia tanyakan.
Setelah itu, Ling Yi kembali melihat Yan Cheng menunjukkan wajah seriusnya.
"Aku pernah tidak sengaja menemukan laboratorium miliknya dan sempat spontan menghentikan aksinya yang ingin berbuat hal buruk. Dari situ aku pun sadar bahwa ia adalah tipe orang yang tak akan segan menggunakan ilmu hitamnya untuk melakukan kejahatan," ucap Xiao Feng dengan tegas.
"Jadi begitu ya..." jawab Ling Yi pelan setelah mengetahui yang sebenarnya. Ia menunduk sambil memperhatikan langkah kakinya, bingung harus berbuat apa.
Tak lama kemudian, Xiao Feng pun kembali tersenyum dengan mudahnya. "Lihat itu," ucapnya sambil menatap Ling Yi. Ia pun mengangkat kepalanya, dan menoleh ke depan, ke arah yang di tunjuk oleh Xiao Feng.
Ternyata, di depan sana, sudah ada seekor kuda cokelat yang diikat di sebuah pohon. Ling Yi pun takjub melihat kuda sedekat itu untuk pertama kalinya. "Apa kuda itu milikmu?" tanya Ling Yi antusias. "Tentu saja. Ayo!" ucap Xiao Feng menarik tangan Ling Yi mendekati kuda itu.
Ling Yi lalu mendekat dan mencoba mengusap kepala kuda itu. Ternyata, kuda tersebut juga menyambutkan dan menerima usapan tangannya dengan tenang. Ia pun tersenyum bahagia saat mengetahui bahwa kuda itu sudah benar-benar jinak.
Setelah selesai melepaskan tali yang mengikat kuda itu, Xiao Feng pun kembali ke sebelah Ling Yi . "Ayo, naiklah," ucap Xiao Feng.
"A-apa?" tanya Ling Yi. Ia pun menatap kuda itu bingung karena ia tidak tau bagaimana cara naiknya. Lalu tiba-tiba, Xiao Feng mendekati Ling Yi , mengangkat tubuhnya dan mendudukkannya di atas kuda tersebut.
Beruntungnya Ling Yi lebih suka memakai celana dan berpakaian seperti layaknya seorang pria, bukannya mengenakan gaun seperti wanita pada umumnya. Dan berkat hal itu, ia pun bisa menunggangi kuda dengan lebih nyaman hari ini.
Ling Yi hanya bisa terdiam menatap Xiao Feng yang langsung ikut naik bersamanya tepat di depannya.
"Pegangan, ya?" ucap Xiao Feng sambil tersenyum. Ia lalu mulai mengambil kendali kuda itu dan membuatnya berjalan.
Lantaran gugup Ling Yi pun terpaksa berpegangan pada pinggang Xiao Feng. Xiao Feng hanya tersenyum melihat Ling Yi melakukan hal itu. Akhirnya mereka berdua pun menunggangi kuda itu menuju tempat yang Xiao Feng inginkan. Ling Yi pun cukup bahagia dan sangat menikmati momen itu untuk pertama kalinya.
Beberapa menit kemudian, setelah melewati hutan yang cukup lebat, mereka akhirnya sampai ke tempat yang Xiao Feng maksudkan. Ia menghentikan langkah kudanya di sebuah halaman istana yang luas.
Xiao Feng turun terlebih dahulu, lalu menurunkan Ling Yi dari kuda tersebut. Setelah itu, seorang prajurit pun langsung mendatangi mereka dan mengambil alih kuda tersebut untuk dimasukkan ke kandangnya.
Ling Yi lalu menatap bangunan di sebelah mereka dengan amat takjub. Bangunan tersebut tak lain adalah sebuah istana yang berdiri kokoh, megah dan juga indah. Ia benar-benar tidak menyangka, bahwa Xiao Feng sebenarnya adalah seorang pangeran.
"Selamat datang di istanaku, di kerajaan Fengming," ucap Xiao Feng sambil tersenyum menatap Ling Yi . Ia lalu meminta Ling Yi mengikutinya melangkah memasuki istana dan membawanya ke ruangannya yang luas dan mewah. Di dalam Ling Yi langsung disambut oleh banyak pelayan yang siap melayani.
"Ling Yi, aku harap kamu merasa nyaman di sini," ucap Xiao Feng dengan lembut. Ling Yi pun cukup terharu dengan perhatian Xiao Feng. Wajah Xiao Feng yang tersenyum bahkan membuatnya seolah - olah berbeda dengan orang berwajah dingin yang berhadapan dengan Zhang Hao tadi.
Tak berselang lama, Xiao Feng memanggil pelayannya untuk membawakan makanan dan minuman untuk mami berdua. Kebetulan Ling Yi memang merasa lapar dan haus setelah perjalanan yang panjang. Jadi, ia pun berterima kasih pada Xiao Feng dan sangat menikmati hidangan yang mereka suguhkan.
Selesai makan, Xiao Feng mengajak Ling Yi ke taman istana yang indah. Ling Yi merasa sedikit lebih santai dan menikmati keindahan alam yang di suguhkan di istana itu.
Ketika mereka berjalan di taman, Xiao Feng dan Ling Yi pun terus berbincang tentang banyak hal. Ia bahkan juga melarang Ling Yi memanggilnya pangeran, dan memintanya memanggilnya dengan namanya saja.
Xiao Feng lalu melontarkan satu pertanyaan yang membuatnya penasaran dengan hati-hati.
"Aku lihat-lihat, kamu selalu membawa tas itu kemanapun kamu pergi. Seolah-olah itu begitu penting. Memangnya apa isi dalam tasmu itu?"
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...BERSAMBUNG......