Berawal Dari sebuah kutukan. dari Hana yang mengutuk habis Tokoh kedua wanita bernama Elsa. Elsa (20thn) seorang gadis yang di jadikan jaminan hutang oleh orang tuanya. Elsa yang di dalam cerita di katakan terpaksa menikah menjadi istri kedua juragan Tama. pria tua. tak terima...pada akhirnya memilih berselingkuh pada bawahan Tama yang bernama Ardana. Nasib malang menimpa hana, gadis itu di tarik masuk oleh takdir, masuk kedalam buku Novel _The Jurag's Wife_ dan menjadi Tokoh Wanita yang sudah dia maki habis-habisan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Halaman 08
Suasana kembali bergeser pada Elsa. Di dalam ruang rias pengantin, Elsa sudah sibuk mengipasi Jihan, sahabatnya. Gadis cantik itu tampak telaten mengelap pelan keringat yang terbit di dahi sang pengantin dengan selembar tisu.
"Makasih ya, El, sudah siaga banget dari tadi. Tapi hati-hati loh lap keringatnya, nanti riasanku bisa luntur," ucap Jihan mengingatkan dengan nada cemas khas pengantin baru.
"Iya, ini aku pelan-pelan kok. Tenang aja, riasanmu tetap aman dan paripurna," sahut Elsa menenangkan.
Jihan menatap Elsa dari pantulan cermin, lalu tersenyum manis. "Kamu hari ini kelihatan beda banget loh, El."
"Hah? Beda kenapa?" tanya Elsa bingung, menghentikan gerakan kipasnya sejenak.
"Iya, beda aja. Kali ini kamu kelihatan feminin banget. Cantik, imut, pokoknya menggemaskan!" puji Jihan tulus.
"Dih, kamu bisa aja!" kilah Elsa sambil tertawa kecil.
Namun dalam hati, Elsa membatin penuh kepuasan, 'Jelaslah beda! Aku kan bukan Elsa si tomboi yang dulu. Aku ini Hana! Hana yang selalu bermimpi punya muka cantik dan tubuh seksi. Enggak kayak raga asliku dulu yang hitam dekil dan berjerawat. Aduh, enggak banget deh kalau diingat-ingat.'
Tak lama kemudian, terdengar suara mikrofon dari luar yang memanggil nama pengantin untuk segera keluar. Dengan pengertian, Elsa langsung membantu memegangi bagian bawah kebaya Jihan yang menjuntai panjang, lalu berjalan mengekor di belakang sahabatnya itu.
Begitu melangkah keluar menuju tenda utama, rupanya area luar sudah dipadati oleh banyak tamu undangan yang berdatangan.
"Ini dia pengantin wanitanya! Cantik sekali ya, hadirin sekalian..." goda sang MC melalui pengeras suara, membuat Jihan tersipu malu.
Elsa yang berjalan di belakang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Pandangannya menyapu dekorasi tenda yang megah.
'Hah, beda banget sama nikahan aku kemarin yang cuma dibuat sederhana dan tertutup. Emang dasar si Juragan medit! Awas aja ya, kalau dia sampai jatuh cinta sama aku, bakal kukuras habis hartanya!' batin Elsa penuh siasat buruk seraya tersenyum licik.
Setelah mengantar Jihan naik dan duduk tenang di atas pelaminan bersama Luqman, Elsa segera meraba tasnya untuk mengambil ponsel. Dia kemudian berdiri di tengah-tengah kedua mempelai.
"Guys, foto dulu yuk!" seru Elsa heboh.
Untung saja Elsa sempat membawa tongsis sekaligus tripod mini miliknya. Dia mengulurkan tangannya tinggi-tinggi, mencari sudut dan pose terbaik mereka.
Cekrek! Cekrek!
"Aduh, Neng... Sudah dulu dong fotonya. Aa juga mau ambil foto sama pengantinnya nih," sela sebuah suara dari arah tangga pelaminan.
Seorang pria bertubuh tinggi dengan kulit agak gelap tiba-tiba menyela, matanya menatap ke arah Elsa tanpa berkedip—terpesona dengan kecantikan istri kedua sang Juragan yang menggemaskan itu.
Elsa yang dasarnya ramah langsung tertawa renyah. "Hehe, satu kali lagi ya, A'. Sini atuh, sekalian foto bareng kita!" ajak Elsa tanpa prasangka apa pun.
Pria yang dipanggil 'Aa' itu langsung mengangguk penuh semangat dengan wajah memerah. Dia segera menyelip di antara Elsa dan sang pengantin, lalu mereka berfoto ria dengan seru.
Elsa benar-benar bersenang-senang sampai tidak menyadari keberadaan sepasang mata tajam yang menatapnya dengan pandangan tidak suka dari barisan kursi tamu VIP. Di bawah sana, di deretan kursi depan, Juragan Tama duduk dengan rahang mengeras, memperhatikan setiap gerak-gerik genit istri keduanya itu tanpa berkedip.
Di satu sisi lain tenda, ada sepasang suami istri paruh baya yang sejak tadi memperhatikan pelaminan. Mereka adalah ayah dan ibu kandung Elsa. Awalnya, mereka ikut tersenyum melihat putri mereka tertawa bahagia di atas pelaminan bersama sahabatnya. Namun, senyum di wajah Ayah Elsa mendadak lenyap seketika saat pandangannya tidak sengaja membentur tatapan mengerikan dari Juragan Tama.
Ayah Elsa tercekat, menyadari sang Juragan sedang menatap putrinya seperti hendak menerkam mangsa.
"Ibu... panggil putrimu sekarang. Suruh dia cepat turun dari pelaminan," bisik Ayah Elsa dengan suara gemetar sembari menyenggol lengan istrinya.
"Emang kenapa atuh, Ayah? Si Teteh lagi senang begitu, kok malah mau diganggu," protes Ibu Elsa heran.
"Duh, bukan apa-apa! Masalahnya, di bawah sini ada Juragan Tama! Lihat ke arah sana... Juragan kelihatan marah banget! Ayah takut Elsa diapa-apain nanti di rumah," ucap Ayah Elsa panik dengan wajah pucat.
Ibu Elsa langsung tersentak kaget. Tanpa membuang waktu lagi, wanita paruh baya itu bergerak cepat, setengah berlari menaiki tangga pelaminan untuk segera menyeret putrinya turun sebelum amukan sang Juragan pecah di tempat pesta.