NovelToon NovelToon
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga
Popularitas:220.5k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

“Kamu mau lamar aku cuma dengan modal motor butut itu?”
Nada suara Dewi tajam, nyaris seperti pisau yang sengaja diasah. Tangannya terlipat di dada, dagunya terangkat, matanya meneliti Yuda dari ujung kepala sampai ujung kaki—seolah sedang menilai barang diskonan di etalase.

"Sorry, ya. Kamu mending sama adikku saja, Ning. Dia lebih cocok sama kamu. Kalian selevel, beda sama aku. Aku kerja kantoran, enggak level sama kamu yang cuma tukang ojek," sambungnya semakin merendahkan.

"Kamu bakal nyesel nolak aku, Wi. oke. Aku melamar Ning."

Yuda tersenyum lebih lembut pada gadis yang tak sempurna itu. Gadis berwajah kalem yang kakinya cacat karena sebuah kecelakaan.

"Ning, ayo nikah sama Mas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22

Pagi itu di Rumi’s Salon berjalan pelan. Tidak ramai, hanya dengung hair dryer dari kursi ujung dan suara sapu yang sesekali menyentuh lantai. Bu Rumi duduk di balik meja kasir, membuka-buka buku agenda lama. Ning merapikan kuas dengan gerakan hati-hati—kruknya disandarkan di kursi.

“Ning,” panggil Bu Rumi sambil menatapnya, pura-pura mengernyit. “Suamimu itu… siapa namanya ya? Aduh, ibu kok lupa.”

Ning menoleh, tersenyum kecil. “Mas Yuda, Bu.”

“Oh iya, Yuda,” Bu Rumi mengangguk, seolah baru ingat. “Kerjanya apa sekarang?”

Ning tidak menambah, tidak mengurangi. “Tukang ojek.”

Bu Rumi menatapnya lama, lalu bersandar. “Kalian kenal dari mana?”

Ning menyusun botol serum, suaranya tetap tenang. “Dulu, Mas Yuda tiba-tiba datang melamar Mbak Dewi.”

“Dewi embakmu itu? Kok jadi nikah sama kamu kalau dia yang dilamar?” tanya Bu Rumi hati-hati.

“Mbak Dewi enggak mau. Entah kenapa mas Yuda dan Ning malah lebih sering enggak sengaja ketemu,” jawab Ning singkat.

Bu Rumi mengangguk pelan. “Terus… kok bisa nikah?”

Ning tersenyum, kali ini lebih hangat. “Mas Yuda, mungkin terpaksa karena kasihan melihat Ning.”

Bu Rumi terkejut. “Maksudnya?”

“Iya,” Ning mengangguk. “Banyak yang terjadi di rumah. Mungkin… Mas Yuda kasihan sama Ning. Jadi ya… menikah sama Ning, terus bawa ning pergi dari sana.”

Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan, suaranya jujur, tanpa nada menyalahkan siapa pun, “Ning bersyukur, Bu.”

Bu Rumi menghela napas. “Kamu anak baik.”

Bu Rumi lalu menggeser kursinya mendekat. “Soal berkas nikah… sudah kamu urus?”

Ning menggeleng. “Belum, Bu. Ning mau nunggu Mas Yuda. Biar dia yang mengesahkan. Ke KUA.”

Bu Rumi menepuk meja pelan. “Ya sudah. Nunggu suami itu juga ibadah.”

Ning tersenyum.

****

Yuda berdiri di depan jendela kantornya. Gedung tinggi, kaca mengilap. Ponselnya bergetar—ia matikan. Di belakangnya, pintu terbuka.

“Mama datang,” suara Anggun terdengar tenang tapi tegas.

Yuda menoleh. “Ma.”

Anggun duduk, menatap anaknya dari ujung rambut sampai sepatu.

"Ada apa Mama datang?"

"Loh, kalau Mama mau mengunjungi anak enggak boleh ya?"

"Yah, kan, Mama tuh, bisa dihitung jari ke kantornya. Sekarang, kayak sering banget." Yuda ikut duduk di sofa. "O iya. Ma. Yuda mau pernikahan kami resmi. Tercatat dan diakui negara dan agama."

“Kamu serius mau urus KUA?” Anggun menatap anaknya.

“Serius,” jawab Yuda tanpa ragu. “Setuju atau enggak, Yuda tetap bawa pernikahan ini ke KUA.”

Anggun menghela napas. “Menjadi istri Yuda itu tidak boleh hanya wanita biasa.”

Yuda tidak membantah. Ia menunggu.

“Banyak orang akan melihat kekurangannya,” lanjut Anggun. “Kaki pincang. Miskin. Cantik saja tidak cukup.”

Yuda mengepalkan tangan, lalu mengendurkannya. “Aku udah ada rencana, Ma.”

“Karena itu,” Anggun menatap lurus, “nilai Ning harus dinaikkan dulu sebelum diumumkan ke publik.”

Yuda terdiam.

“Sekolah lagi,” sambung Anggun. “Dan pekerjaannya—kalau diasah—bisa jadi penata rias yang handal. Bukan sekadar pegawai salon.”

Yuda mengangkat kepala. Ada senyum kecil yang nyaris tak tertahan. “Yuda senang Mama bisa lihat bakat Ning.”

Anggun berdiri. “Mama tidak bilang setuju. Tapi Mama tidak menutup mata.”

Ia melangkah pergi.

****

Sore itu, Anggun berniat ke Rumi’s Salon. Mobilnya berhenti sebentar di depan. Dari kaca, ia melihat Ning keluar—kruk di tangan, tas kecil di bahu.

“Ning,” panggil Anggun turun dari mobil.

Ning terkejut. “Bu Anggun?”

"Mau pulang?"

"Iya, Bu."

“Mari ikut saya sebentar.”

Ning ragu. “Sekarang, Bu?”

“Sebentar saja,” kata Anggun. “Kebetulan kamu selesai kerja, kan?”

Ning mengangguk. “Iya. Tapi… Boleh Ning izin suami dulu? Ning enggak bisa pergi-pergi tanpa izin mas Yuda.”

Alis Anggun naik tipis. “Sekarang?”

“Iya, Bu.” Ning tersenyum minta maaf.

Anggun tampak keberatan, tapi menahan diri. “Silakan.”

Ning mengirim pesan. Tidak dibalas. Ia menelepon—tak terangkat.

“Ning minta maaf,” katanya lagi. “Mas Yuda kayaknya lagi sibuk.”

Anggun menatapnya beberapa detik, lalu berkata, “Baik. Saya antar kamu pulang saja. Kalau antar kamu pulang boleh, kan?”

Ning terkejut. “Bu…?”

“Masuk,” perintah Anggun singkat.

Mereka melaju. Di dalam mobil, Anggun menjaga wajahnya tetap tenang. Ning duduk tegak, tangannya memegang kruk erat.

Saat mobil hampir sampai kontrakan, Ning melihat sesuatu yang janggal. Pintu terbuka. Beberapa orang masih lalu-lalang.

“Siapa itu?” tanya Ning.

1
Ariany Sudjana
katanya keluarga konglomerat, tapi buat terapi Ranu, kok harus sama Ning? kan bisa bawa ke rumah sakit, dan terapi sama dokter. kalau gini jangan salah kalau Yuda bercerai dengan Ning, karena kehadiran Ranu
Yensi Juniarti
caba tor sesekali kasih paham ranunya biar GK selalu bergantung sama bini orang...
jengkelin saya bacanya 🙏🙏🙏
Yensi Juniarti
hati hati yud...
sipat egois itu bisa menghancurkan segalanya...
hanya karena kakak mu Ranu km mengorbankan kebahagiaan km sendiri dan istrimu...
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
ceritanya kok smakin gak asik gini, knp hrs ning yg terapis kan banyak d9kter dkk nya, kok kesanya ning yg hrs dikorbankan, cerita apa ini, kok rmh tangga yuda dan ning yg hrs dirahasiakan in knp, aneh in cerita, mulek udh mulai gak asik, mau hapus ae
muthia
ibunya egois😭
nunik rahyuni
knp smasih saja di jadikan umpan...kasiankau ning...
klo tentang yuda apkh bukan ank kandung ya kok katanya pewaris sesungguhnya sdh sadar🤔🤔🤔🤔
dan apa yg di lakukan ortunya seolah2 g terlalu memikirkan perasaan kening dan yuda...🤔🤔🤔jd seolah olah yuda balas budi betul g ya
Arin
Nah kan semangat Ranu buat sembuh makin besar itu bagus.....
Tapi semangat dia itu karena jatuh cinta ke Ning yang mendorong untuk segera bangkit lagi. Mending kasih tau sekarang, daripada semakin dalam dia jatuh cinta ke Ning....
Sri Rahayu
wah gawat kl Ranu jatuh cinta sama Ning...nanti bisa berantem sama Yuda 🤩🤩🤩...tp cinta nya Ning kan buat Yuda😍😍😍...lanjut Thorr😘😘😘
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kasian yuda
nunik rahyuni
rasa rasanya kok sebel aq sm yuda sekelg..
ning ayo pulang kermh q saja jgn mqu sam yuda lg kli yuda g bisa tegas dan jujur
Agunk Setyawan
anggun ini orang tua egois
mama
sumpah,..aq berharap setengah kebohongan terungkapkan ning pergi jauh biar anggun dan Yuda kelimpungan nyari.. klu perlu yg jauuuh sekalian ning..biar Yuda kepook,greget sm author ny juga dari kmrin gantung ajj ni cerita gk ndang sat set,.kmrin aj soal pk tio sat set sekarang makin kesini mkin greget
Sri Rahayu
kamu hrs ngomong ma mama mu Yuda...Ning istri mu tdk bisa terus menerus mengurus Ranu....mama nya jg gitu....uda saatnya kshtau Ranu kl Ning istrinya Yuda 🙃🙃🙃...lanjut Thorr😘😘😘
Ma Em
Mama Anggun juga Yuda lbh baik bilang terus terang sama Ranu bahwa Ning adalah salah strinya Yuda ,daripada ditutupi malah nanti Nanti malah jadi ribet .
sutiasih kasih
mm anggun... gmn sih... kn ning sdh mnikah... dan suami ning jg ankmu...
jujurlah mulai skrg mm anghun n yuda... jgn lah kalian jdikn ning umpan...
ranu jga jdi manusia kok g tau diri... klo mau smbuh kn g harus sll ning yg mndampingi terapi...🙄🙄
Nana Geulise
mama anggun salah kalau tetap menyembunyikan semuanya terhadap ning..jgn muntang2 ranu br bangun dr koma yuda dan ning yg menderita.yuda juga harus jujur kalau g mau kehilangan ning..
Arin
Mama Anggun-Yuda cobalah jujur. Apa perlu Ning yang kasih tau Ranu tentang status Ning dan Yuda. Ranu dulu cuma kasih pesan cari orang yang telah di tabrak karena merasa bersalah. Kalau sekarang Yuda menikahi Ning apa salahnya???
bibuk Hannan & Afnan: iya ih gregettttt gemesh banget sama mama Anggun dan Yudha knp gak jujur aja sedari awal Ranu sadar dr koma wkt ngenalin Ning dgn status yg sebenarnya klo Ning istrinya Yudha,
ini kak othornya pinter banget dah ahhhh bikin para reader penasaran gregettttt,
total 1 replies
Asiu Asiu
bikin ning nya pergi ninggalin yuda .
setelah ning tahu ning hamil anak yuda.
ning kecewa sama yuda karna tidak bisa tegas sama ranu juga mama nya...
sunaryati jarum
Jadi males baca
sunaryati jarum
Sekali lagi jika rumah tangga Ning dan Yuda hancur emak kecewa , padahal Ning sudah memberi signal tidak suka pada Ranu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!