NovelToon NovelToon
Jangan Harap Cintaku Lagi

Jangan Harap Cintaku Lagi

Status: tamat
Genre:Slice of Life / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:67.5k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Setelah mengorbankan kuliah, rumah warisan, dan masa mudanya demi membuat Daril sukses, Vira malah dibunuh oleh suami yang dicintainya itu.

Lebih menyakitkan lagi, sepupu yang ia tampung ternyata berselingkuh dengan suaminya. Hatinya makin hancur saat tahu, suami, sepupu dan ibu mertua yang selama ini ia rawat dengan baik, ternyata sudah lama menantikan kematiannya.

Takdir memberinya kesempatan kedua: kembali ke masa lalu. Ia bertekad tidak akan pernah menikahi Daril.

Namun saat ia mengubah satu keputusan untuk selamat, rahasia demi rahasia keluarga terbuka. Rahasia yang mengubah arti cinta dan memaksa Vira memilih antara balas dendam atau memaafkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Jebakan yang Datang Kembali

Emak kembali memusatkan perhatian pada kaki Yanti. "Nah, sekarang Mak urut sedikit, ya."

"I-iya..."

Awalnya pijatan itu terasa ringan. Namun perlahan, tekanan tangan emak semakin kuat.

"Aduh... Mak... pelan-pelan..." rintih Yanti sambil menggenggam ujung sofa.

Emak tetap tenang. "Kalau terlalu pelan, uratnya malah susah lemas. Biar cepat pulih, memang harus begini."

"Aduh... sakit..." Yanti mulai berkeringat.

Beberapa menit kemudian, ia sudah tidak sanggup lagi. "Mak... kayaknya sudah mendingan. Sudah nggak sakit lagi."

Emak menggeleng. "Belum selesai."

"Tapi aku sudah bisa jalan."

"Rasa sakitnya memang bisa berkurang," jelas emak sambil terus memijat, "tapi urat yang tegang harus dibenahi sampai tuntas. Kalau berhenti di tengah, nanti gampang kambuh."

Wajah Yanti mulai memerah menahan nyeri. Dalam hati ia mengumpat.

"Dasar sial! Gara-gara aktingku sendiri, sekarang malah benar-benar kesiksa."

Belum lagi piring yang pecah tadi harus diganti dari gajinya. Rencana mengambil alih toko benar-benar berantakan.

Beberapa saat kemudian, emak akhirnya menarik tangannya. "Nah, selesai."

Yanti langsung mengembuskan napas panjang penuh kelegaan.

Emak berdiri sambil merapikan kerudungnya. "Kalau nanti ada yang sakit lagi, tinggal panggil Mak."

Vira tersenyum manis. "Siap, Mak. Terima kasih banyak."

Emak mengangguk sambil melirik sekilas ke arah Yanti yang masih memegangi kakinya.

"Kakinya jangan dipakai buat alasan macam-macam lagi... eh, maksud Mak, jangan dipakai kerja terlalu berat dulu."

Yanti hanya bisa tersenyum kaku, sementara Vira buru-buru menunduk agar tawanya tidak lepas.

***

Daril baru saja pulang dari klinik. Ia memapah ibunya yang masih lemah menuju kamar, lalu membantu wanita itu duduk di atas ranjang.

"Daril, kenapa buru-buru membawa Ibu pulang? Bukannya Ibu masih harus dirawat?" protes Mirna.

Daril mengembuskan napas panjang.

"Bu, aku sudah gak punya uang buat biaya rawat inap. Tadi aku sampai jual bufet supaya bisa melunasi tagihan klinik."

"Apa?!" Mata Mirna membelalak. Ia refleks hendak berdiri.

Namun Daril buru-buru menahan bahunya.

"Tenang, Bu. Jangan dipaksakan. Nanti darah tinggi Ibu naik lagi."

"Bagaimana Ibu bisa tenang?" Mirna memegangi dadanya yang mulai terasa sesak. "Kalau begini terus, lama-lama semua perabot rumah habis dijual. Bisa-bisa kita tidur beralaskan tikar!"

Daril mengusap wajahnya dengan kasar.

"Mau bagaimana lagi? Aku juga belum dapat pekerjaan yang penghasilannya bagus."

Ia terdiam sesaat sebelum kembali berkata, "Ditambah lagi... Vira tiba-tiba berubah. Dia gak mau minjemin uang lagi."

Mirna langsung mengernyit. "Kenapa? Bukannya biasanya sekali kamu minta langsung dikasih? Ini jangankan kasih uang, nengokin Ibu saja enggak."

Daril menggeleng pelan. "Aku juga gak tahu, Bu. Pokoknya hari ini Vira benar-benar aneh. Rasanya kayak bukan Vira yang selama ini aku kenal."

"Aneh bagaimana?"

"Dia malah nyuruh aku kerja jadi ojol. Katanya aku gak boleh terus bergantung sama dia."

Mirna mendecak sinis. "Cih! Calon menantu macam apa itu? Kalau bukan karena dulu kamu menyelamatkan nyawanya, mungkin sekarang dia sudah mati."

Mirna menyipitkan mata. "Jangan-jangan dia sudah dekat sama laki-laki lain."

Daril mengangkat kepala. "Laki-laki lain?"

"Iya." Nada suara Mirna mulai dipenuhi kecurigaan. "Kalau bukan begitu, mana mungkin sikapnya berubah secepat itu? Kamu harus awasi dia. Jangan sampai ada orang lain yang merebutnya."

Daril mengepalkan tangannya. "Nggak akan kubiarkan."

Ia langsung berdiri dan melangkah menuju pintu.

"Eh, Ril!" panggil Mirna. "Mau ke mana?"

"Keluar sebentar." Daril berhenti sesaat di ambang pintu, lalu menoleh. "Dan Ibu jangan makan sembarangan lagi. Kalau darah tinggi Ibu kambuh, aku juga yang pusing cari duit buat biaya berobat."

Mirna mendengus kesal. "Iya, iya. Ibu tahu."

Daril pun keluar dari rumah dengan rahang mengeras. Di dalam kepalanya hanya ada satu pertanyaan.

Kenapa Vira berubah?

Dan jika benar ada pria lain di dekat Vira, ia harus mencari tahu siapa orang itu.

***

Setelah keluar dari rumah, Daril duduk di warung kopi di pinggir jalan. Ia hanya memesan segelas kopi hitam dan sebatang rokok karena uang di sakunya sudah hampir habis.

Di meja sebelah, tiga orang pria sedang mengobrol. Tak lama kemudian, sebuah motor sport melintas di depan warung.

"Eh, itu bukannya si Toyib?" tanya salah seorang dari mereka.

"Iya, benar. Wah, motornya baru, ya? Mahal tuh."

"Iya. Aku dengar usaha kredit pakaiannya lagi lancar. Baru dua tahun, tapi usahanya sudah maju pesat."

"Sekarang memang paling enak jualan kredit pakaian."

"Betul. Untungnya lumayan. Modalnya juga terus berputar."

"Iya. Orang kampung lebih senang nyicil daripada beli tunai."

"Apalagi sekarang banyak yang kapok belanja online. Barang yang datang sering gak sesuai sama gambarnya."

Daril yang sejak tadi melamun mulai memasang telinga.

Salah seorang pria kembali berkata, "Kalau punya modal tiga puluh sampai lima puluh juta, usaha begitu sudah bisa jalan."

"Sepertinya harus dicoba." Daril menghabiskan kopinya dalam sekali teguk, lalu berdiri.

"Eh, Ril, mau ke mana?" tanya salah seorang pria.

"Mau pulang dulu," jawab Daril sambil melambaikan tangan.

 

Sesampainya di rumah, ia langsung menghampiri Mirna yang sedang duduk di atas karpet sambil menonton televisi.

"Bu."

Mirna menoleh. "Ada apa?"

Daril duduk di samping ibunya. "Tadi aku dengar orang-orang ngomongin usaha kredit pakaian. Katanya untungnya lumayan. Modal sekitar tiga puluh sampai lima puluh juta saja sudah bisa mulai."

Mirna langsung mematikan televisi. "Terus?"

"Aku kepikiran mau coba."

Senyum Mirna langsung mengembang. "Nah, itu baru anak Ibu."

"Tapi..." Daril menggaruk tengkuknya. "Modalnya dari mana?"

Mirna mendekat. "Besok temui Vira."

Daril menghela napas. "Tapi setelah kejadian tadi pagi... aku gak yakin dia bakal mau, Bu."

"Kalau dia takut uangnya hilang, bilang saja kalian segera menikah," ujar Mirna mantap. "Rumahnya besar, 'kan? Suruh dia gadaikan saja."

Daril masih tampak ragu. "Ibu yakin dia bakal setuju?"

Mirna tersenyum penuh keyakinan. "Perempuan yang benar-benar mencintai laki-laki pasti rela berkorban."

Perlahan, keraguan di wajah Daril menghilang. Ia mengangguk pelan.

"Baiklah." Senyum tipis terbit di sudut bibirnya.."Kalau modal itu sudah di tanganku... hidup kita pasti berubah."

Mata Daril langsung berbinar. Ia mulai menghitung dalam hati.

"Kalau Vira mau kasih modal... usaha ini pasti bisa jalan."

Semakin dipikirkan, ia semakin bersemangat.

"Kalau usahaku berhasil, aku bisa hidup enak."

Dalam benaknya, meminta modal kepada Vira bukanlah sesuatu yang salah. Bukankah dulu ia pernah menyelamatkan gadis itu?

 

Keesokan harinya...

Daril kembali mendatangi rumah Vira. Dari kejauhan, ia melihat gadis itu sudah sibuk melayani pelanggan di toko sembakonya.

Senyum Daril langsung mengembang.

"Ra..."

 

...✨"Tidak semua utang budi harus dibayar dengan mengorbankan seluruh masa depan."...

..."Orang yang terbiasa hidup dari pengorbanan orang lain akan menganggap bantuan sebagai kewajiban, bukan lagi kebaikan."✨...

.

To be continued

1
fii 🤩
👍👍👍
anonim
Arvin setia mendampingi Ibunya yang mentalnya terganggu. Masa lalunya menjadikan Arvin tulus dalam merawat Ibunya.

Ayahnya sebagai penyebab dari penderitaan yang mereka alami.

Sebagai suami selingkuh, sebagai seorang Ayah perlakuannya sangat biadap.

Mereka diusir. Menghina Ibunya. Ayahnya membawa perempuan yang katanya istri barunya.

Ibunya kena mentalnya. Arvin menjadi pincang.

Arvin akan menjaga Ibunya, yang menjadi tameng hidup baginya ketika angkara murka merasuki Ayahnya.

Arvin pergi ke warung untuk membeli obat flu. Tiba di warung langkahnya terhenti ketika ia mendengar pembicaraan di dalam warung.

Lagi-lagi gosip tentang Vira ??
anonim
Pak Kades dan istrinya sudah mendengar gosip tentang Vira.

Hartato juga sudah mendengar. Dia tidak percaya. Vira bukan perempuan seperti yang digosipkan.

Pak Kades juga belum tentu percaya.

Mengingat Bapaknya Hartato masih menjabat sebagai kepala desa, setiap keputusan yang di ambil pasti menjadi perhatian banyak orang.

Kebenaran dari gosip itu belum terbukti. Niat lamaran di tunda.

Hartato hanya bisa berdoa, semoga gosip tentang Vira hanya fitnah. Dia lebih baik menunggu daripada mempercayai gosip tanpa bukti.
anonim
Dasar Ibu dan anak sama-sama bejatnya. Keduanya masih menginginkan Vira tapi dengan cara yang salah.
anonim
Kebetulan sekali leher Vira di gigit tomcat. Jadi semakin meyakinkan ibu-ibu dengan apa yang telah dikatakan Tari.

Sembarangan Tari bicara dengan mengatakan Tuhan pun membantuku. Mana ada Tuhan membatu orang jahat.

Jadi orang jahat itu pilihanmu, Tari. Tuhan itu memberi pilihan - mau menjadi orang baik atau menjadi orang jahat. Nantinya tinggal menunggu mau mendapat karma baik atau karma buruk.

Jangan senang dulu Tari. Ditunggu saja karma menjemputmu.
anonim
Daril ini lekaki pecundang. Menambah omongan yang sudah gak benar, dengan bicara bohong.

Memang Daril ini tidak pantas menjadi suami Vira. Hidupnya seperti benalu, juga pengkhianat.

Di kesempatan kehidupan kedua Vira, jangan sampai menjalin hubungan dengan Daril lagi.
A.R
mau bangun usaha kok minta dana sama org lainn,,, gadaikan saja tuhh rmh ibu mu
Anitha
Alhamdulillah akhir bahagia Vira dan Arvin...

Terimakasih kak Nana...semoga sehat selalu
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Kembali kasih KK 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
fii 🤩
mampir kk
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Makasih, Kak 🤗🙏🙏
total 1 replies
abimasta
terimakasih thor
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Sama-sama KK 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
anonim
Saatnya Vira menanyakan skincare yang hilang.

Yanti langsung tersedak mendengarnya.

Dia mengelak, tidak tahu.

Begitu Vira mau lapor polisi, Tari melarang. Vira tanya kenapa. Salah taruh katanya.

Tari mengelak tidak mengambil. Melarang Vira melihat lemarinya. Tetap kekeh tidak mengambil.

Tari langsung panik ketika Vira mau panggil Ketua RT. Baru mempersilahkan Vira mencari di lemarinya.

Vira nenemukan empat kotak skibcare miliknya.

Tari mengaku itu miliknya.

Ditanya beli di mana, harganya berapa.

Kebohongannya sudah tak ada obatnya ini Tari.
anonim
Tari semakin parah kebohongannya. Ia sekaligus memfitnah Vira.

Tari menolak usulan salah satu ibu-ibu untuk melaporkan ke polisi. Ya jelas menolak. Orang dia berkata bohong.

Baru mendengar sepihak, semoga ibu-ibu itu ada yang bertanya baik-baik pada Vira kebenaran yang sesungguhnya. Benar menurut cerita bohong Tari atau benar Tari bohong 😄.

Es kelapa muda sudah di tangan masing-masing satu.
anonim
Yanti baru memarkirkan motornya di tempat penjual buah. Iya mendengar suara beberapa ibu sedang membicarakan Vira yang sudah tidak perawan lagi.

Bukannya merasa prihatin mendengar sepupunya di gibahin, ini bocah malah punya ide licik.

Waduuuuuh...Tari malah bikin fitnah, mengarang bebas tentang Vira. Berapa laki-laki yang tidur sama Vira, Tari ? Kok bisa ngomong suara laki-lakinya tidak sama. Fitnah yang sungguh amat kejam. Pakai nangis segala untuk meyakinkan kebohongannya.

Ibu-ibu, cari bukti dulu ya. Jangan percaya begitu saja.
anonim
Vira masih mau memberikan kesempatan sekali lagi.

Ucapan terima kasih cuma di bibir. Hatinya tetap busuk.

Naah ketahuan Tari telah mencuri krim siang, krim malam, pelembap, juga serum milik Vira.

Vira tidak sembarangan menuduh Tari yang mencuri. Dia butuh bukti.

Disuruhnya Tari membeli dua es kelapa muda.

Yanti pergi naik motor.

Vira masuk ke kamar Yanti. Ia menemukan barang-barang yang telah raib dari meja rias di kamarnya. Beberapa kotak skincare tersusun rapi di laci paling bawah lemari pakaian.

Vira masih bersabar untuk tidak menuduh Tari. Masih butuh bukti yang tidak bisa dibantah.
mery harwati
Terimakasih karyanya yang sudah menghibur readers yang author 🙏
Sehat selalu untuk author, lancar rejekinya juga 😘🤲
Semangat selalu bikin karya² yang baru 💪
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Masih KK 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
anonim
Nah bingung kan Yanti mau tinggal di mana kalau Vira benar-benar mengusirnya.

Ujung-ujungnya Yanti minta diberi kesempatan. Dia bakal belajar masak yang benar.

Di depan Vira memelas pasti wajahnya. Coba nanti di belakangnya Vira. Ngedumel.
anonim
Yanti banyak akalnya untuk bisa menjaga tokonya Vira. Tapi Vira juga bisa mematahkan setiap omongan Yanti yang akal-akalan kekeh menjaga toko biar bisa ngutil uangnya Vira.

Yanti dasar perempuan tidak tahu diri. Setiap masak disengaja tidak enak supaya Vira tidak menyuruhnya masak lagi.

Vira jadi curiga dengan Yanti yang tidak pernah ikut makan. Alasannya sudah makan lebih dulu.

Sukurin gajinya dipotong. Kalau tidak sanggup masak yang benar, berhenti kerja sama Vira. Dan pergi dari rumah Vira.

Sepupu mau enak numpang tanpa bekerja. Maunya jaga toko biar bisa ngutil uang. Itu maunya Yanti.

Vira tidak membiarkan Yanti hidup gratis di rumahnya.
LibraGirls
Selalu suka sama karya author Nana banyak pelajaran tentang kehidpan yg baik bisa di ambil yang tidak baik jagan di ambil ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️😍😍😍😍😍😍
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Terima kasih KK 🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
LibraGirls
Makasih Nana yang selalu menyuguhkan cerita² bagusnya 🤩 sukses selalu menciptkan karya² bagus yang lainya 🤩🤩🤩🤩🙏🙏🙏
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Terima kasih kembali KK 🤗🙏🙏
total 1 replies
anonim
Gosip Hartato mau melamar Vira cepat sekali diketahui Ibu-ibu. Di warung tempat paling pas untuk ngerumpi sambil berbelanja.

Mirna langkahnya terhenti ketika mendengar dari dalam warung beberapa ibu sedang mengobrol tentang Hartato yang mau melamar Vira.

Dia mendengar semua pembicaraan ibu-ibu itu. Pikiran liciknya timbul demi kepentingan pribadi.

Mirna mulai beraksi dengan bicara bohong bahkan cenderung memfitnah Vira.

Mirna mengatakan Vira sudah tidak perawan. Itu terjadi sebelum pacaran sama Daril.

Gawat nih Mirna, cari masalah. Perlu di lakban sama Vira nih mulutnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!