NovelToon NovelToon
Penyesalan Sang CEO

Penyesalan Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Denara

Selama tiga tahun Keyra berkorban demi mendukung karier Arkan dari nol hingga sukses menjadi CEO. Namun setelah berada di puncak, Arkan justru mencampakkannya demi wanita kaya. Di tengah keterpurukannya, Keyra dipertemukan dengan Devan, konglomerat papan atas yang mengubahnya menjadi wanita bersinar tak tergapai. Saat Arkan menyadari berlian yang telah dibuangnya kini milik pria yang paling ditakutinya, penyesalan pun tiba. Apakah pintu maaf Keyra masih terbuka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Denara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Transformasi Sang Ratu

Keheningan di kamar VVIP itu terasa mencekam, hanya diisi oleh suara detak jarum jam yang seolah menghitung waktu bagi Keyra untuk mengambil keputusan hidup dan matinya. Di hadapannya, Devan Alister berdiri tegak seperti sebuah patung marmer yang dingin, menunggu jawaban yang akan mengubah takdir mereka berdua.

Keyra menatap telapak tangannya sendiri. Tangan yang selama tiga tahun terakhir selalu kasar karena terlalu banyak mencuci piring di toko kue, tangan yang dulu ia gunakan untuk memijat bahu lelah Arkan setiap malam setelah pria itu pulang kerja. Semua kelembutan itu kini terasa sia-sia. Pengabdiannya dianggap tidak berharga, dibuang begitu saja hanya karena dia tidak memiliki status sosial yang memadai.

"Aku setuju."

Dua kata itu meluncur lirih dari bibir Keyra, namun terdengar sangat tegas di telinga Devan.

Keyra mengangkat wajahnya, menatap lurus ke mata pria itu. "Aku setuju dengan persyaratanmu. Jadikan aku wanitamu. Berikan aku senjata untuk menghancurkan hidup Arkan. Aku tidak peduli apa anggapan orang di luar sana tentang diriku setelah ini. Yang aku tahu, aku tidak akan membiarkan mereka yang menyakitiku tertawa bahagia di atas penderitaanku."

Sebuah senyum tipis—hampir tak terlihat—muncul di sudut bibir Devan. Ia bukan tipe pria yang akan memberikan kata-kata manis atau pelukan penyemangat. Ia adalah seorang pebisnis, dan dia baru saja mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan.

"Keputusan yang cerdas, Keyra," jawab Devan dingin. Ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menekan sebuah tombol. "Siapkan semuanya. Bawa tim penata gaya ke Alister Hospital dalam waktu tiga puluh menit."

Tepat tiga puluh menit kemudian, kamar VVIP itu berubah menjadi studio mode yang sibuk. Lusinan orang berpakaian serba hitam—staf asisten Devan, penata rias profesional, penata rambut kelas atas, dan desainer pribadi—masuk ke ruangan dengan membawa belasan koper besar.

Keyra hanya bisa terdiam saat mereka mulai mengerumuninya. Ia merasa seperti boneka yang sedang dipersiapkan untuk sebuah pertunjukan besar.

"Tuan Muda, apakah kita akan mengikuti konsep elegant & lethal untuk Nona Keyra?" tanya kepala penata rias dengan sangat sopan.

Devan yang sedang duduk santai di sofa kulit sambil membaca dokumen perusahaan, hanya mengangguk tanpa menoleh. "Berikan yang terbaik. Pastikan dia tidak lagi terlihat seperti wanita yang bisa diinjak-injak oleh pria rendahan."

Proses transformasi itu berlangsung selama berjam-jam. Keyra merasakan kulitnya dimanjakan dengan produk perawatan wajah yang bahkan tidak pernah ia lihat di pusat perbelanjaan biasa. Rambutnya yang tadinya kusam karena kurang perawatan, kini disulap menjadi mahkota rambut hitam legam yang berkilau sempurna, ditata dengan gaya gelombang yang elegan.

Saat giliran berpakaian, sang desainer mengeluarkan sebuah gaun high-end berwarna midnight blue dengan potongan punggung terbuka dan belahan paha yang tinggi. Bahan sutra premium itu jatuh dengan sempurna di tubuh Keyra, menonjolkan lekuk tubuh yang selama ini tersembunyi di balik seragam pelayan toko yang kedodoran.

"Nona, Anda terlihat seperti dewi," bisik penata rias saat ia memoleskan lipstik berwarna merah marun yang berani di bibir Keyra.

Keyra perlahan berdiri dari kursi. Ia berjalan menuju cermin besar di sudut ruangan. Matanya terbelalak. Sosok yang menatap balik dari cermin itu adalah wanita yang asing, namun terasa sangat kuat. Tidak ada lagi sisa-sisa gadis toko kue yang tampak rapuh dan mudah menangis. Yang ada di depannya adalah seorang wanita dengan aura dingin, penuh percaya diri, dan memiliki tatapan tajam yang mematikan.

Pintu kamar terbuka lagi, dan Devan masuk. Ia berhenti melangkah tepat di belakang Keyra, menatap pantulan gadis itu di cermin.

"Bagus," gumam Devan. "Sekarang, kamu bukan lagi Keyra yang lama. Kamu adalah milikku, dan seluruh dunia akan segera tahu itu."

Devan mendekat, tangannya yang besar dengan lembut melingkari pinggang ramping Keyra. Keyra sempat menegang, namun ia memaksakan diri untuk rileks. Ia tahu ini adalah bagian dari kontrak.

"Mulai hari ini, aku akan membimbingmu," bisik Devan tepat di telinga Keyra, suaranya terasa hangat namun tetap dominan. "Kita akan menghadiri acara lelang amal besok malam. Di sanalah Arkan akan hadir bersama wanita barunya. Aku ingin kamu berdiri tegak di sampingku, tersenyum dengan anggun, dan tunjukkan padanya bahwa dia baru saja melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya."

Keyra menatap matanya sendiri di cermin, lalu menatap bayangan Devan yang berdiri tepat di belakangnya. "Aku siap," ucap Keyra dengan suara yang jauh lebih stabil dan berwibawa daripada sebelumnya.

"Bagus," kata Devan sambil memberikan sebuah kotak beludru hitam kecil. "Pakai ini."

Keyra membuka kotak itu. Di dalamnya terdapat kalung berlian dengan liontin safir biru yang sangat besar, berkilau indah di bawah lampu ruangan. Harganya pasti lebih dari seluruh penghasilan Keyra seumur hidup.

"Ini... terlalu mahal," protes Keyra.

"Ini investasi," potong Devan datar. "Kamu tidak bisa berdiri di samping Devan Alister dengan kalung imitasi. Pakai, dan jangan pernah merasa rendah diri lagi. Kamu sekarang adalah ratu di sisiku."

Dengan tangan sedikit gemetar, Keyra memasang kalung itu. Begitu safir itu melingkar di lehernya, Keyra merasakan perubahan aneh dalam dirinya. Rasa sakit dan dendam yang selama ini menghimpit dadanya seolah terbungkus oleh keanggunan dan kekuatan baru. Ia tidak lagi peduli dengan Arkan yang dulu. Arkan hanyalah masa lalu yang menyedihkan, dan sekarang, Keyra telah menjadi sosok baru yang siap untuk membalas dendam dengan cara yang paling elegan.

"Malam ini, kita beristirahat," perintah Devan seraya melepaskan rangkulannya dan berjalan menuju pintu. "Besok pagi, aku akan mengirimkan asistenku untuk mengajarimu etika berjalan, cara berbicara, dan cara minum anggur yang benar di acara kelas atas. Jangan membuatku malu."

Keyra menatap punggung pria itu saat ia melangkah keluar. Ia sadar, hidupnya telah berubah total dalam waktu kurang dari 24 jam. Ia bukan lagi gadis biasa yang memohon cinta. Ia kini adalah pion yang telah dipromosikan menjadi ratu di tangan seorang raja yang kejam.

Dan untuk pertama kalinya, Keyra merasa hidupnya benar-benar miliknya sendiri.

‘Tunggu aku, Arkan,’ batin Keyra saat ia memutar tubuhnya di depan cermin, menikmati bayangannya yang kini tampak begitu berkilau. ‘Besok, saat kau melihatku, kau tidak akan lagi melihat Keyra yang kau buang. Kau akan melihat wanita yang akan membuat duniamu runtuh perlahan-lahan.’

Keyra mematikan lampu kamar, membiarkan kegelapan menyelimuti ruangan, namun hatinya tidak lagi gelap. Hatinya kini dipenuhi dengan api ambisi yang membara, siap membakar apa pun yang menghalangi jalannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!