Tulisan di karya ini masih acak-acakan ya kak. ini karya pertama saya masih belum tahu antara puebi dll
kehidupan itu bagaikan impian, semuanya butuh perjuangan, kesedihan, penderitaan, keahagiaan semua sudah ada yg mengatur,
kita hidup harus mempunyai prinsip, jika prinsip sudah tidak ada, kegundahan akan menyelimuti, takdirku tak seberuntung mereka , kebhgiannku, masa masa bermainku,semuanya sudah di ramapas dan menghilang bersama kejadian yang menimpa org tuaku,
jika aku bisa memilih, aku akan memilih agar tidak di lahirkan ke dunia ini, tapi aku lercaya, di setiap penderitaan pasti akan ada kebahagiaan,
aku yakin roda akan berputar pada nasibku, saat ini hanya bersabar dan ikhlas yang aku terapkan
aku akan berusaha dan akan selalu berdoa
agar cahaya itu datang di kehidupanku
kepercayaan, adalah kekuatan yg sebenernya, aku percaya ini cobaan dari Tuhan, ikhlas ku menerima kenyataan
ikhlas ku menerima cobaan,
harapanku hanyalah tuhan berikan aku kesempatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kebencian nanda
semua anak buah Adnan mencari Nanda mereka menggeledah rumah Gloria yg membuat Gloria kebingungan dan ketakutan, krn wajah Adnan sudah mencapai batas kesabaran.
"apa yg kalian lakukan di rumahku?"
"aku hanya akan bertanya 1x dimana istriku?"
(wajah Adnan semakin tidak enak di lihat)
"aku bersumpah aku tidak tau dimana istrimu,"
"kamu selalu berada di belakang Yudha, selama ini aku masih membiarkan kalian bermain-main dengan perusahaan ku tapi kali in kalian melewati batas kalian,"
"Adnan aku mohon percayalah padaku, aku tidak terlibat dalam hal ini, aku juga pastikan Yudha juga tidak terlibat"
"oh... benarkah dia tidak terlibat...??"
jika dalam 1 jam aku tidak melihat istriku kembali aku pastikan keluargamu ataupun keluarganya Yudha mu itu jg akan menanggung akibatnya, kamu tau sendiri aku paling tidak suka menyakiti orang-orang yg tidak bersalah tapi kalian sudah melibatkan keluargaku, selama ini, bibi nya Nanda terluka ke 2 pembantuku tertembak aku masih ingin membuat perhitungan dgn hal itu bahkan hampir melecehkan istriku sekotor itukah kalian?"
Gloria yg mendengar tembakan dan pelecehan seakan-akan tak percaya karna mrk tidak ada memerintahkan hal itu sama sekali.
" kamu salah faham Adnan, aku tidak sekotor itu dalam hal bisnis"
"hah.... hanya kamu yg tau tentang itu, jika istriku tidak kembali jangan salahkan aku bertindak kejam"
Adnan langsung meninggalkan rumah Gloria dan Gloria langsung menelfon Yudha dan dengan santai Yudha mengangkat nya
"ad apa..
" kamu dimana.... katakan Yudha... kamu dimana dan apa yg kamu lakukan..
"tenanglah .... sebentar lagi yg aku inginkan akan segera terjadi...setelah itu kita akan kembali ke Australia
"apa kamu tau.... Adnan sedang mengamuk dan kamu perlu tau saat kejadian Dirumahnya Adnan itu, Nanda hampir di lecehkan dan semua tuduhan itu semua mengarah ke kita"
"apa.... tapi kita hanya memerintahkan untuk mengacak-acak kediaman adnan brengsek itu kan ..."
ternyata Nanda mendengar percakapan Yudha dan org di sebrang sana,
"oh...jadi semua kejadian waktu itu, mas Yudha juga terlibat, apa salah mas Adnan ke mas Yudha ,apa....?"
"kamu mau tau apa salah dia.... karena dia sudah berani mengambil kamu dariku"
"aku benci kamu mas aku benci.... mas Adnan tidak pernah mengambil aku dr kamu, karna aku tidak pernah menyukaimu aku tidak pernah menyukaimu"
air mata Nanda dgn terus menerus mengalir di pipinya ia tidak percaya bahwa Yudha yg ia kenal baik ternyata bisa melakukan hal itu bahkan membuatnya hampir di perkosa malam itu.
"mas Adnan tidak pernah bersalah, aku yg bersalah karena aku yg mencintai mas Adnan kamu dengar itu, aku yg mencintai mas Adnan"
"apa aku baru mengerti ternyata Nanda yg di desa saat berada di kota bisa berubah kamu mencintai pria itu karena kekayaannya kan, dengarkan aku Nanda, aku sudah memiliki semuanya, aku sudah punya harta untuk masa depan kita jadi sekarang km menurut lah padaku"
tak lama kemudian pak penghulu datang dengan seseorang yg membuat Nanda semakin membenci Yudha
"hai paman.... bagaimana apakah di perjalanan ada hambatan...???"
"ooh tidak.... wah... inikah keponakan ku tersayang bagaiman keadaanmu syg... ?pamanmu sungguh merindukan kamu...
paman tidak menyangka sekarang kamu sudah menjadi wanita yg begitu cantik.... pantesan bisa membuat Yudha terus-menerus menggilai mu hahhahahaha"
"paman... kita sudah tidak punya waktu lagi, mari kita lakukan akad nya... setelah itu aku akan serahkan apa yg paman minta..."
"ternyata mas Yudha membeliku... itukah yg mas Yudha sebut cinta.... itukah mas Yudha yg aku kenal di desa ....hah.... tidak... kamu bukan mas Yudha ku, mas Yudha ku selalu membuatku nyaman dan selalu melindungi ku tapi sekarang... mas Yudha itu sudah mati... kamu bukan mas Yudha yg aku kenal... lepaskan aku lepaskan...."
Nanda terus menerus berusaha melepaskan ikatan di tangannya
"sayang .. kamu tenanglah sedikit....
Yudha berusaha membelai wajah Nanda namun Nanda langsung melihat ke arah berlawanan
"dasar wanita yg tak tau di untung...."
saat pamannya ingin menampar Nanda tiba-tiba pintu di tendang hingga yg berada di dalam terkejut mata Yudha hampir tak percaya kalau yg datang adalah Adnan, bagaimana ia bisa tau tempat ini, dengan amarah Adnan langsung menghajar Yudha yg masih kaget dgn kedatangan Adnan, tanpa persiapan Yudha sudah terlihat babak belur tanpa terlepas sedikitpun, ia juga menghajar paman nya Nanda semua anak buah Adnan tidak pernah melihat Adnan menghajar musuh seperti itu tapi kali ini.
"ampun ... ampun...." (seru pamannya Nanda)
"hah... kalian.... berani-beraninya nya kalian menyentuh wanitaku.... kalian tidak akan pernah bisa hidup lagi"
dgn amarah Adnan terus menghajar mrk Nanda yg melihat itu hanya bisa meneteskan air mata
"mas... mas Adnan...."
seketika Adnan menghentikan pukulannya ia melihat k arah Nanda di lantai
"kalian bawa mrk semua yg ada di sini
Adnan langsung menghampiri Nanda dan melepaskan ikatannya
"maafkan mas, maafkan mas syg, mas datang terlambat,"
setelah ikatan itu terlepas Nanda langsung memeluk suaminya...
"mas... Nanda takut..."
"mas ada di sini kamu jangan takut lagi,"
semua yg berada di ruangan itu di bawa... begitupun dengan Nanda, Adnan pun menggendong Nanda ke dalam mobilnya dan segera membawa nya pulang diperjalanan Adnan menyetir dengan tangan satu, dan satunya tetap memeluk Nanda sesekali ia mencium kening istrinya dengan tanpa sengaja ia juga meneteskan air matanya.
"mas... maafkan Nanda karena Nanda selalu membuat masalah buat mas,"
"kamu tau.... betapa khawatir nya mas ... saat mendengar kamu menghilang rasanya mas ingin menghancurkan seluruh kota ini, mas begitu takut kehilangan kamu, mas takut, mas takut kamu kenapa-kenapa,"
"mas... dalang dr malam itu..."
"mas sudah tau itu sayang... mas sudah tau dr awal,"
"mengapa mas tidak memberi tau Nanda"
"kejadian itu sangat membuat Nanda syok, mas tidak mau mengingatkan hal itu ke kamu, aku fikir aku tidak punya masalah dengan gloria tapi saat aku selidiki ternyata di balik itu adalah Yudha, sejak itu aku mengerti... masalahnya bukan ada di bisnisku tapi kamu yg menjadi incaran, sejak aku mengetahui motif itu, aku menugaskan bawahan ku untuk selalu menjagamu tp ttp saja kejadian ini terjadi,"
Nanda langsung memeluk Adnan dan ia juga tidak pernah berfikir ternyata Adnan sudah mengkhawatirkan nya selama ini
ia juga teringat dgn kebaikan-kebaikan Yudha saat didesa, ia tak pernah menyangka bahwa Yudha bisa melakukan hal itu, begitu sakit rasanya mengingat kebaikan Yudha dan mengingat kata-kata Yudha saat ia di sekap tadi,
fikiran Nanda kacau, sedangkan Yudha dan pamannya serta anak buah Yudha sudah di bawa ke tempat Adnan.