Athena clarisa mahendra. Adalah sosok gadis tangguh yang hidupnya penuh dengan siksaan yang ia dapat justru dari keluarganya sendiri. Di tindas oleh abang kembarnya dan selalu di siksa oleh ayahnya sendiri. Selama hidupnya bahkan tak pernah sedikit pun merasakan hidup bahagia. Keluarganya justru lebih menyayangi anak angkatnya yang memiliki sifat lembut,pintar dan baik hati.tanpa mereka tahu jika dibalik wajah lugu anak angkatnya itu tersimpan sifat licik dan maipulatif. Karna perlakuan keluarganya itu sudah mencapai batas sabar dan membuat Athena memiliki dendam dan janji untuk menghancurkan keluarga gilanya itu. Lalu bagaimana dengan kelanjutan hidup Athena?,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20: KASIH SAYANG YANG BERBEDA
Sementara itu di rumah sakit, kondisi Kenan yang sudah berangsur membaik membuatnya tidak betah. Cowok itu terus-menerus meminta pulang kepada sang ibu yang setia duduk di samping brankarnya.
"Mama, Kenan udah gak apa-apa, kok. Ayo pulang aja, Kenan bosan banget di rumah sakit," keluh Kenan manja.
Kondisi ini benar-benar berbanding terbalik dengan apa yang dialami Athena beberapa waktu lalu. Saat Athena sempat tak sadarkan diri dan koma, tidak ada satu pun anggota keluarga Mahendra yang sudi datang menemani atau sekadar menjenguknya.
Hanya ada Bi Mina, wanita tua berhati malaikat yang dengan setia menjaga, merawat, dan menangisi kondisinya hingga gadis itu sembuh total.
Namun sekarang, justru Kenan yang hanya mengalami patah tulang biasa malah diharuskan opname berhari-hari di ruang VIP oleh kedua orang tuanya yang khawatir secara berlebihan.
"Sabar dong, tunggu instruksi dari dokter dulu, Abang. Mama cuma takut tangan kamu kenapa-kenapa nanti kalau buru-buru pulang," ujar Nyonya Arin lembut, mengusap rambut putra kebanggaannya itu penuh kasih sayang.
Bel pulang sekolah berbunyi nyaring, menandakan seluruh murid De Luca High School diperbolehkan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
Di dalam ruang kelas yang mulai sepi, Kenzie hanya terdiam menatap layar ponselnya yang menampilkan beberapa pesan masuk dari sang ibu.
*[Mama 🫶]: Abang, pulang sekolah nanti mampirlah ke rumah sakit jenguk Kenan, ya. Dia merasa bosan sekali di sini.*
*[Mama 🫶]: Ajak Ayusita sekalian ya, Bang. Kasihan kalau dia harus di mansion sendirian.*
Tanpa ada niat sedikit pun untuk membalas pesan dari ibunya, Kenzie langsung mematikan layar ponsel dan memasukkannya ke dalam saku seragam sekolah.
Namun, belum sempat ia bangkit berdiri dari kursinya, sekelebat sosok di ambang pintu kelas langsung tertangkap oleh netranya. Di sana, Ayusita sudah berdiri sembari melambaikan tangan ke arahnya.
Mengingat kembali kejadian menjengkelkan di kantin saat jam istirahat tadi seketika membuat amarah di dada Kenzie kembali memuncak. Rahangnya mengeras, namun sebisa mungkin ia menahan diri agar emosinya tidak meledak di area sekolah.
"Abang Zie, Mama suruh kita ke rumah sakit karena Abang Kenan kesepian," ucap Sita dengan tampang sok polos dan senyuman manis andalannya.
"Jangan panggil gue Zie. Panggilan itu hanya milik Athena, dan cuma dia yang boleh memakainya," ucap Kenzie teramat ketus.
Tanpa memedulikan perubahan ekspresi di wajah adik angkatnya, Kenzie melangkah lebar meninggalkan Sita yang langsung terdiam mematung di tempatnya.
Tangan Sita mengepal kuat di sisi tubuhnya, menatap memicing punggung Kenzie yang kian menjauh menyusuri koridor sekolah.
"Kenapa dengan Abang Kenzie? Apa dia mulai berpihak dan bersikap baik pada Athena?" gumam Sita dengan tatapan mata yang mendadak berubah menjadi dingin penuh kebencian.
"Nggak bisa dibiarin. Gue harus bisa merebut perhatian Bang Kenzie lagi," ucapnya penuh tekad.
Menyadari jarak mereka yang semakin jauh, Sita langsung merubah ekspresi wajahnya kembali menjadi cemas.
"Abang, tunggu Sita!" panggilnya setengah berteriak seraya berlari kecil menyusul langkah Kenzie.
Sesampainya di rumah sakit, Kenzie sama sekali tidak berniat menunggu. Ia langsung turun dari mobil, meninggalkan Sita begitu saja di area parkiran, dan berjalan cepat menuju pintu masuk rumah sakit.
"Sialan, gue ditinggal!" desis Sita tajam saat melihat punggung Kenzie menghilang di balik pintu kaca otomatis. Ia mengentakkan kakinya kesal sebelum akhirnya tersenyum sinis.
'Lo cuma akan berpihak ke gue, Kenzie. Bukan ke adik kandung lo itu,' ucap Sita penuh ambisi di dalam hatinya, lalu melangkah angkuh meninggalkan area parkir rumah sakit untuk menyusul.
...***...
Saat sampai di depan pintu ruang rawat VIP tempat Kenan dirawat, Kenzie langsung menerobos masuk tanpa mengucapkan salam sedikit pun.
Ia berjalan lurus dan langsung mengempaskan tubuhnya di sofa, kemudian sibuk memainkan ponselnya dengan wajah super datar.
"Abang, bikin Mama kaget saja. Kenapa masuk tidak mengucapkan salam?" tegur Nyonya Arin lembut pada putra sulungnya, namun teguran itu sama sekali tidak dihiraukan oleh Kenzie.
Brak!
Pintu ruang rawat kembali terbuka kasar, menampilkan sosok Sita yang berdiri dengan napas terengah-engah.
"Hosh... hosh..."
"Kenapa Abang tinggalin Sita, sih? Jalan Abang juga cepat banget. Sita capek tahu mengejar Abang dari parkiran!" keluh Sita dengan nada manja yang terdengar sangat menjijikkan di telinga Kenzie.
"Kok lo tinggalin adek kita sih, Bang?!" sambar Kenan ikut kesal dari atas brankarnya.
"Iya, Abang. Kenapa adeknya ditinggal begitu saja? Sini, Sayang, duduk sama Mama," ucap Nyonya Arin menimpali. Sita pun segera berjalan menghampiri sang mama dengan raut wajah yang sengaja dibuat memelas.
"Adek gue cuma Thea. Gak ada yang lain," ketus Kenzie tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel.
Suasana ruangan seketika mendingin. Kenan yang mendengar hal itu langsung tersulut emosi.
"Lo apaan sih, Bang?! Gue gak sudi punya adek kayak dia! Cewek gak tahu diri yang bisanya cuma ngemis perhatian!" ucap Kenan berapi-api, merendahkan adik kandungnya sendiri tanpa beban.
"Iya, Bang. Lagian sejak kapan Thea jadi adek kamu? Adek kamu itu ya Sita," sambung mamanya, ikut membenarkan ucapan Kenan.
Mendengar rentetan kalimat tajam dari mulut Kenan dan ibunya, Kenzie seketika meletakkan ponselnya. Ia benar-benar tidak habis pikir. Orang tua dan abang macam apa yang bahkan dengan begitu teganya menolak mengakui keberadaan anak dan saudara kandung mereka sendiri?
Kenzie bangkit berdiri, tatapannya menajam menyorot satu per satu orang di dalam ruangan itu.
"Cukup. Jaga ucapan kalian! Hal yang sangat wajar jika Athena mengemis kasih sayang pada keluarganya sendiri!" sentak Kenzie dengan suara baritonnya yang bergetar menahan amarah.
"Kalianlah yang egois dan dengan bodohnya mempercayai semua omongan orang luar! Kenzie heran, kenapa keluarga ini mendadak berantakan semenjak dia muncul di tengah-tengah kita?!" tunjuk Kenzie telak tepat ke arah wajah Sita yang langsung mematung syok.
"Kenzie... jaga sopan santun kamu!" tegur Nyonya Arin tak terima.
"Sopan santun yang mana lagi, Ma? Bahkan seluruh kasih sayang kalian justru dilimpahkan pada orang asing ketimbang darah daging kalian sendiri!" telak Kenzie lagi, mengabaikan teguran sang mama.
"Tapi dia udah mencelakai Sita, Bang! Lo gak mikir apa?!" bela Kenan keras kepala, berusaha memotong ucapan kembarannya.
"Mencelakai?" Kenzie terkekeh sumbang, sebuah kekehan penuh sarkasme.
"Sejak kapan lo mendadak ragu sama sifat adek lo sendiri, Kenan? Dulu, untuk melukai seekor semut saja Athena bisa menangis. Lalu dengan mudahnya kalian percaya begitu saja saat Sita bilang Athena mendorongnya dari atas tangga?!"
Ruangan itu seketika hening kelam. Argumen Kenzie menghantam ulu hati mereka.
"Jangan pernah lupakan satu hal," ucap Kenzie dingin, menjeda kalimatnya untuk menatap Kenan dan ibunya bergantian dengan tatapan penuh kekecewaan.
"Orang yang selama ini kalian anggap murahan, jalang, dan tidak tahu diri... adalah adik dan putri kandung yang dulu teramat sangat kalian cintai sebelum dia datang."
Kenzie memberikan satu telunjuk terakhir ke arah Sita, membuat anak angkat keluarga Mahendra itu menunduk dengan tangan terkepal erat sampai buku jarinya memutih. Merasa terhina atas semua perkataan kenzie.
[Author POV 'yaelah lu siape mpruyy’]
Setelah menuntaskan seluruh amarah yang membendung di dadanya, Kenzie berbalik dan pergi begitu saja. Ia membanting pintu ruang rawat saudara kembarnya dengan keras, meninggalkan ruangan yang kini diselimuti oleh kesunyian yang mencekam penuh ketegangan.
...----------------...
WELCOME TO MY 2ND BOOK! ✨
Mari kita temani Athena membalaskan dendamnya pada keluarga yang selalu menyiksanya.🔥
STAY TUNE TERUS SETIAP HARI YA GUYS! Karena bab baru akan selalu UP SETIAP PAGI DAN MALAM jam 07.00 dan 17.00 😙
JANGAN LUPA YAAA
LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA. THANK YOU! 🥰
orng mh malu2 meong,ni mlah malu2 setan....🤣🤣🤣
mau blang dia bdoh,tp dia ky gt ada alasannya....tp mlai skrng,jgn jd pngmis lg y thea....luka saat ini jd luka trakhir untkmu,abs tu ksih mreka blsan yg stimpal.....gemes aku tuuhh....pgn nabok....😠😠😠😡
Aku udh mmpir,slm knal....
btw,mskpn aku udh prnh bca crta yg sma tp aku ttp bca ko....aku suka cwek kuat dn tgas,ga yg ratu drama ky yg onoh....😁😁😁....
Aku tnggu up'ny y....smngttt....