NovelToon NovelToon
Panglima Perang Kerajaan Xili

Panglima Perang Kerajaan Xili

Status: tamat
Genre:Romansa / Time Travel / Petualangan Fantasi-Penyeberangan dunia lain / Fantasi Urban-Mengubah takdir / Chicklit / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:409.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: Lien Machan

Sin Yoona, seorang prajurit perempuan satu-satunya di kesatuan. Saat ini ia sedang melaksanakan tugas negara, yaitu mengupayakan pembebasan para tawanan yang di sandera oleh musuh di wilayah perbatasan negara.

Dia dan rekan lainnya terus menggempur pertahanan musuh sampai berhasil melumpuhkan mereka dan menyelamatkan para tawanan.

Namun apa yang terjadi? Saat mereka sudah berhasil, sebuah bom meledak sebelum mereka kembali ke negaranya. Akibatnya, Sin Yoona dan sebagian prajurit lainnya tewas seketika terkena ledakan bom yang sengaja di pasang musuh.

Sin Yoona merasa dia sudah mati. Tapi, kejadian yang menimpanya di medan perang seolah mimpi baginya. Dia terbangun di tempat yang asing dan dengan identitas berbeda.

Apakah Raja neraka sengaja membangkitkan jiwanya lagi karena berbelas kasih padanya? Tapi, kenapa harus di tubuh yang lemah seperti ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lien Machan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketulusan

Xin'er termenung dengan tatapan kosong. Dia tak menyadari jika seseorang sudah masuk dan duduk dihadapannya saat ini. Kedua pelayannya akan menegur Xin'er, namun dilarang oleh orang tersebut.

Dengan hanya gerakan tangan, dia mengisyaratkan supaya kedua pelayan keluar dari ruangan tersebut dan memberikan kesempatan baginya untuk berbicara bersama Xin'er.

Tangannya terulur menyentuh pundak Xin'er pelan. Namun, Xin'er belum menunjukan reaksi apapun sebagai penolakan, sampai orang tersebut memberanikan diri berjongkok dihadapannya seraya menggenggam erat tangan Xin'er. "Apa ada orang yang membuatmu terluka, sampai-sampai kau tidak mendengar seruanku?" tanya Pangeran.

Mendengar suara suaminya, Xin'er tersadar kemudian menatap dengan terkejut. "Oh, Pangeran. Maaf! Aku tak mendengar kedatangan mu!" ucapnya seraya berdiri.

Namun, Pangeran Ketiga menahan tangan Xin'er untuk membiarkannya duduk dan dia tetap berjongkok dibawah. "Putri. Jangan sembunyikan apapun dariku! Jika ada yang menyakitimu, katakanlah! Aku sangat sedih melihat dirimu menjadi pendiam seperti ini. Aku takut ..."

Ucapan Pangeran segera disela oleh Xin'er dengan cepat. "Tidak, Pangeran! Tidak ada yang berani menindas ku disini. Kau ini terlalu berlebihan memperhatikanku!" kekehnya berkilah.

"Apa kamu benar-benar sedang tidak menyembunyikan sesuatu?" selidik Pangeran lagi membuat kening Xin'er mengerut.

"Maksudmu?" tanya Xin'er tak mengerti.

Pangeran mengulurkan tangan dan mengusap pipi Xin'er dengan lembut. Jarinya kemudian berhenti disudut bibir istrinya. "Siapa yang melakukannya?" tanya Pangeran dengan dingin.

Menyadari itu, Xin'er segera menepis pelan tangan suaminya dan memalingkan wajah kesamping sambil tertawa hambar. "Hahaha. I-itu hanya kecelakaan kecil. Tadi aku jatuh dan pipiku kepentok ujung meja sampai bibirku terluka. Ya, seperti itu!" alibinya.

Zhaoling tahu jika istrinya sedang berbohong. Namun, ia pura-pura percaya akan cerita palsu yang Xin'er katakan. Dia pun berucap dengan lembut. "Berhati-hatilah kalau mengerjakan sesuatu. Aku tak mau kamu terluka," cetusnya dengan nada khawatir.

Xin'er tersenyum sambil menggenggam tangan suaminya. "Jangan khawatir, Pangeran! Kedepannya, aku akan berhati-hati. Aku janji," cetusnya terkekeh.

Pangeran pun tersenyum karena perkataan Xin'er kini terdengar tak formal lagi. Mungkin, dia sudah menganggap suaminya itu teman.

"Oh iya. Aku sebenarnya mau bertanya ini tapi selalu saja lupa." kata Xin'er membuat suaminya menoleh. "Tapi, maaf sebelumnya. Pertanyaan ku ini mungkin sedikit menyinggung mu." ucapnya tak enak.

"Katakan!" singkat Pangeran.

Dengan ragu, Xin'er segera mengutarakannya. "Umm, kamu itu kan mengalami insiden kebakaran waktu kecil. Kata semua orang, tubuhmu terluka cukup parah dan hampir sembilan puluh persen. Tapi ... tapi aku penasaran, kenapa tanganmu halus?" tanya Xin'er sedikit menjeda ucapannya. Lidahnya sampai digigit sedikit karena takut suaminya marah.

Pangeran terkekeh sambil menunjukan seluruh tangannya kearah Xin'er. "Jadi, ini yang selalu kau pikirkan sampai membuatmu setiap malam tak tidur?" Xin'er membulatkan matanya.

Dia sangat malu. Bagaimana suaminya tahu jika dirinya sering memikirkan hal itu, bahkan berusaha mengintip wajah Zhaoling diam-diam. Tapi, karena kewaspadaan Zhaoling membuat Xin'er tak bisa membuka cadar yang selalu dikenakannya.

Setiap malam, Xin'er menunggu suaminya untuk tidur lebih dulu. Dia ingin memastikan sesuatu yang mengganjal dipikirannya. Pertama, tangan mereka yang selalu bersentuhan secara tak sengaja. Tangan itu halus tanpa cacat sedikitpun.

Memang, dia tak pernah melihat tangan Zhaoling secara langsung karena selalu tertutupi pakaian yang mirip seperti jubah. Untuk wajahnya, jangan ditanya! Xin'er penasaran karena ia pernah bermimpi bahwa wajah Pangeran Ketiga sebenarnya sangat mulus, putih, bersih, dan yang pasti tampan. Padahal, itu bukan mimpi. Xin'er pernah melihat wajah suaminya secara langsung saat mabuk di malam pertama, bahkan sampai mencium bibir suaminya tanpa sadar.

Melihat wajah istrinya bersemu, Pangeran semakin gencar menggoda. "Tanganku mulus, bukan?" Xin'er hanya mengangguk seperti orang bodoh. "Aku mendapatkan obat mujarab yang bisa menyembuhkan kulit seperti semula. Namun, itu hanya menyembuhkan sebagian luka saja. Tapi, tidak untuk luka dalam!" ungkap Pangeran sedih.

Sebenarnya, maksud dari perkataan Zhaoling dengan luka dalam yaitu pengkhianatan yang dilakukan seseorang untuk mencelakai dirinya dan juga kakaknya. Dia tak kan pernah memaafkan orang itu, yang dengan tega mencelakai anak berusia delapan tahun. Beruntung dirinya diselamatkan Kakek Lon Thong yang mempunyai ilmu kanuragan tinggi. Sedangkan kakaknya dulu tak ada yang menyelamatkan, sehingga mati secara tragis di usia yang sama dengan Zhaoling saat itu. Delapan tahun.

Tapi, Xin'er menangkap perkataan Zhaoling dengan maksud lain. Dia mengira jika obat mujarab itu hanya bisa menyembuhkan luka di seluruh tubuh kecuali wajah dan alat tempurnya. Mungkin, bagian itu sulit disembuhkan. "Sabar ya, Pangeran! Aku akan tetap bersamamu walau apapun yang terjadi," cetusnya penuh simpati.

Zhaoling tersenyum dengan perkataan Xin'er. "Apa kamu ingin melihat wajahku?" tanya Pangeran tiba-tiba.

Deg

Wajah Xin'er berubah pucat. Dia memang bisa menerima Pangeran menjadi suaminya dan menganggap sebagai temannya. Tapi sungguh, saat ini ia belum siap melihat hal yang mengerikan dihadapannya. Lebih tepatnya, tubuh lemah Xin'er ini sangat pengecut dibanding Yoona yang selalu menyaksikan kengerian dari hasil pertempuran.

"Dulu, aku biasa melihat semua wajah yang lebih mengerikan dibanding luka bakar. Tapi sekarang, aku sangat tak siap untuk melihat hal yang sepele ini. Apa karena pemilik tubuh asli ini seorang gadis lemah yang pengecut?" monolognya dalam hati.

Melihat istrinya yang terdiam dengan wajah berkeringat serta bergetar, Zhaoling semakin senang menggodanya. Dia yakin, Xin'er saat ini tak berani menatapnya. Maka dari itu, dia sengaja membuka cadar hitam miliknya secara perlahan untuk membuat istrinya takut.

"Inilah wajah asliku sebenarnya," ucap Zhaoling membuka cadar secara perlahan.

Sesuai dugaan. Saat cadar yang menutupi wajah tampan Zhaoling terbuka sempurna, Xin'er segera memalingkan wajahnya ke samping tanpa melihat pemandangan indah tersebut. Bodohnya dia ini.

Xin'er melipat bibirnya kedalam, serta meremat jari tangannya dengan kuat. Matanya pun tertutup rapat tanpa berniat membuka sedikitpun. "Aa-aku ta-tahu, Pangeran. Tutup kembali wajahmu! A-aku tak perduli seberapa buruk wajahmu, tetap kamu seorang suami bagiku." ucapnya gugup.

Zhaoling terkekeh melihat tingkah istrinya tersebut. Maksud hati ingin jujur pada istrinya perihal ini dan ingin agar Xin'er juga menyembunyikan identitasnya dari orang lain. Dia tak ingin berbohong pada istrinya, karena melihat Xin'er yang tulus menerima apa adanya. Namun, Xin'er malah bereaksi seperti itu.

Ya sudah! Dia tak salah, bukan!

"Kenapa kamu memalingkan wajah sambil menutup matamu? Apa kamu takut melihat wajah buruk rupa suamimu ini?" tanya Zhaoling dengan nada sedih.

Xin'er segera membuka matanya langsung sambil kembali menatap. "Tidak! Bukan begitu, Pangeran! Aku hanya ... hanya belum siap untuk ..." Dia sampai tak kuasa mengatakannya karena takut menyinggung perasaan suaminya, bahwa sejujurnya dirinya takut.

Zhaoling tersenyum pelik. Wajahnya sudah tertutup kembali oleh cadar sebelum Xin'er memalingkan kembali wajahnya. "Maaf, membuatmu takut!" cetusnya penuh sesal.

"Tidak! Kamu tak perlu minta maaf! Aku yang salah karena ..." Lagi-lagi Zhaoling memotong ucapan istrinya.

"Oh iya. Aku ada hadiah untukmu," kata Zhaoling seraya mengeluarkan sesuatu. Sebuah gulungan diserahkan pada istrinya sambil berkata, "Buka lah!"

Xin'er menerima gulungan tersebut dan membukanya. Lukisan seorang wanita cantik sedang duduk memangku putri kecilnya dengan tersenyum ceria. Xin'er menutup mulutnya tak percaya sambil melirik kearah suaminya. Air mata meluncur begitu saja tanpa diminta siempunya. "Ibu? Bagaimana kamu bisa ...?"

"Aku hanya melihatnya sekali saat di kamarmu." ucapnya dengan lembut. "Aku tahu, selama ini kamu diam-diam menangis karena rindu dengan ibumu. Jadi, ku pikir untuk membuatnya supaya kamu tak merasa kesepian." tutur Zhaoling menjelaskan.

"Jadi, selama ini kamu sibuk bekerja hanya untuk melukis wajah ibuku?" Zhaoling mengangguk kecil dengan pertanyaan istrinya. "Ini bagus sekali, Pangeran. Aku suka, sangat suka!" ucapnya dengan senang.

"Nyonya Xinwa sangat cantik. Makanya, hasilnya pun bagus." puji Zhaoling. "Aku senang kalau kamu suka," lanjutnya kemudian.

Tanpa sadar, Xin'er memeluk suaminya dengan perasaan senang. "Terima kasih, Pangeran. Kamu suami terbaik yang aku miliki. Aku senang, karena kamu yang menjadi suamiku!" ungkapnya jujur.

Zhaoling terkejut karena istrinya tiba-tiba memeluk tubuhnya tanpa diminta. Bibirnya melengkung mengukir senyum indah seraya membalas pelukan Xin'er. "Aku akan selalu berusaha membuatmu bahagia, Xin'er. Jadi, jangan pernah tinggalkan aku!"

Dikecupnya kening Xin'er penuh sayang, serta mengelus kepalanya dengan lembut. Perasaan Zhaoling saat ini berbunga-bunga karena Xin'er berinisiatif memeluknya walaupun tahu dirinya buruk rupa. "Terima kasih atas ketulusan mu padaku, Xin'er!"

...Bersambung, gaess .....

1
Nayira Azzahra
terlalu bodoh,buat apa reinkarnasi KLO hal kyk gitu aja g bisa d imbangi,buat apa juga ilmu bela diri????? sungguh aku kecewa 😔😔😔😔😔
Olan moro
mantap.. 👍👍👍
Wan Trado
serius nih namanya chibai..?? 🤣
Siti S
Luar biasa
Machan: makasih bintang 5 nya, kak Siti🥰
total 1 replies
Sarah Arami
seru
Machan: 🥰 makasih bintang 5 nya, kak Sarah🤗
sehat dan bahagia selalu🙏
total 1 replies
ira kasih
happy ending yeeyy...💕
makasih thor.. semoga selalu sehat dan semangat membuat karya baru
Machan: amiiin, makasih doanya kak Ira. doa terbaik juga untukmu🥰
untuk karya baru masih update fantasi pria, klo berkenan silahkan baca. tinggal klik profil othor😁 tapi klo mau genre sama belum rilis, mungkin setelah selesai yang ongoing🙏
total 1 replies
RIA SARI
semua cerita sama y ....
Albuddin
ceritanya muter" terus
Machan: mungkin othor lupa lagi nyemil gangsing makanya muter"🤣
total 1 replies
Aryanti
karyanya hilang entah kemana😭😭😭

bikin patah hati aja
Endri Yani
kok g nyambung
Aryanti
link pemesanannya donk kak🥺🙏
jesica jesi
bagus
Machan: makasih
total 1 replies
nurul istiqomah
apik
Machan: makasih kakak
total 1 replies
NOiR🥀
Ending yg indah..best
Machan: makasih kakak
total 1 replies
NOiR🥀
penuh drama..begitu sulit...
Littlefairy Bundle
aku nggak mau teruskan LG. bosan dgn karekter xin'ernya yg bodoh
Pengagum setia: kalau ga mau baca gausah maksain apalagi tidak like,kasihan othornya capek mikir cape nulis
total 1 replies
Mami Mara
dna??? jaman kerajaan? typo ya thor?
Mami Mara
kan???? q bru mikir, pasti ada yg komen gini? 🤣🤣🤣
Machan: 😁😁😁 maaf bikin keselek
total 1 replies
Lina Octavianti
Luar biasa
Machan: makasih kakak😊
total 1 replies
Machacy
Mungkin ada baiknya, "mengecilkan suaramu saja," apa lgi ini jaman kekaisaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!