NovelToon NovelToon
Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Dokter / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Hidup Kayla yang awalnya begitu tenang berubah ketika Ayahnya menjodohkannya dengan seorang pria yang begitu dingin, cuek dan disiplin. Baru satu hari menikah, sang suami sudah pergi karena ada pekerjaan mendesak.

Setelah dua bulan, Kayla pun harus melaksanakan koas di kota kelahirannya, ketika Kayla tengah bertugas tiba-tiba ia bertemu dengan pria yang sudah sah menjadi suaminya tengah mengobati pasien di rumah sakit tempat Kayla bertugas.

Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana reaksi Kayla ketika melihat suaminya adalah Dokter di rumah sakit tempatnya bertugas? Apa penjelasan yang diberikan sang suami pada Kayla?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jalur Khusus

Momen hangat di sofa malam itu seolah menguap begitu saja bersama udara malam, saat matahari terbit, Kayla terbangun dan mendapati sisi tempat tidur di sebelahnya sudah dingin, Arthur telah berangkat ke rumah sakit bahkan sebelum alarm Kayla berbunyi.

​"Bener-bener ya, semalam nyandar-nyandar manja, sekarang malah ditinggal lagi," gerutu Kayla sambil menatap meja makan yang kembali diisi dengan sarapan praktis dan secarik memo singkat.

Mobil ada di garasi.

"Ck, gila emang. Masa cuma pesan yang kayak gini, gak ada basa basinya sama sekali," gumam Kayla.

​Hari ini di Rumah Sakit Medika Utama, suasana terasa jauh lebih tegang dari biasanya. Kayla yang sedang membantu Dokter Bian di bangsal saraf, diminta untuk ikut ke ruang pemulihan pasca operasi. Saat melewati lorong menuju ruang transit bedah, ia melihat kerumunan perawat dan dokter muda yang berdiri mematung di depan pintu ruang operasi utama.

​Di tengah-tengah kerumunan itu, suara bariton yang sangat dikenal Kayla menggelegar, namun kali ini nadanya penuh dengan kemarahan yang tertahan.

​"Apa yang anda pikirkan, Dokter? Anda hampir membunuh pasien saya!" tanya Arthur.

​Kayla merangsek maju dan melihat Arthur berdiri tegak dengan baju bedah hijaunya, dii depannya seorang dokter anestesi senior tampak menunduk dengan wajah pucat pasi.

​"Maaf, Dokter Arthur. Saya pikir dosisnya sudah sesuai dengan..." ucapan dokter tersebut terhenti lantaran Arthur yang menyelanya.

​"Saya tidak butuh 'pikir' anda! Data di monitor menunjukkan saturasi pasien drop karena anda telat melakukan intubasi ulang saat relaksasi ototnya memanjang!" ucap Arthur dan membanting berkas laporan ke atas meja besi di sampingnya hingga menimbulkan suara dentuman nyaring.

​Seluruh lorong mendadak senyap, tidak ada yang berani bersuara, Kayla terpaku melihat pemandangan itu. Arthur terlihat sangat mengerikan, matanya memancarkan kilatan amarah yang dingin. Namun, Kayla tidak bisa memungkiri betapa berwibawanya pria itu saat ia berdiri melindungi nyawa pasiennya.

​"Jika Anda tidak sanggup fokus dalam operasi yang memakan waktu lebih dari lima jam, jangan pernah masuk ke tim saya lagi," ucap Arthur dengan nada rendah namun penuh ancaman.

​"Saya tidak akan mengulanginya lagi," jawab dokter anestesi itu pelan.

​Arthur berbalik dan secara tidak sengaja matanya menangkap sosok Kayla di antara kerumunan, tatapan mereka bertemu. Namun, tidak ada sisa kehangatan dari malam sebelumnya, mata Arthur kembali seperti bongkahan es, datar, tajam dan sama sekali tidak menganggap Kayla sebagai istrinya, Arthur melenggang pergi begitu saja melewati Kayla seolah-olah Kayla hanyalah udara kosong.

​Siang harinya di kantin, Jihan dan Celine tidak berhenti membicarakan kejadian tadi pagi. Kay, kamu lihat nggak tadi? Dokter Arthur marah besar! Gila, dokter anestesi senior aja dikuliti di depan umum," ucap Jihan sambil bergidik.

​"Tapi jujur ya pas dia marah gitu auranya justru makin dark dan keren banget. Kayak karakter antagonis di drama yang jenius tapi kejam," ucap Celine antusias.

"Kenapa diem aja" tanya Jihan.

"Eh? Enggak kok. Cuma ya kasihan aja sama dokter anestesinya," ucap Kayla.

​"Duh, mending kamu kasihani diri kamu sendiri, Kay. Tadi kan Dokter Bian bilang sore ini kamu harus laporan perkembangan pasien Pak Wijaya langsung ke Dokter Arthur," ucap Jihan.

​"Apa! Ke ruangannya lagi?" tanya Kayla.

​"Iya, soalnya Dokter Bian ada seminar sore ini. Semangat ya, calon korban Dokter Kulkas selanjutnya," goda Celine.

"Gak mau," ucap Kayla.

"Gimana ya, kan Dokter Bian bilang kamu yang gantiin dia," ucap Jihan.

Sore harinya, dengan langkah gontai dan jantung yang berdegup kencang, Kayla berdiri di depan pintu ruangan Arthur. Kayla membawa map berisi laporan perkembangan pasien Pak Wijaya yang telah ia susun tadi siang, kejadian Arthur yang mengamuk di koridor tadi pagi masih membekas jelas di ingatannya.

​Tok... tok...

​"Masuk," suara itu terdengar dingin dan tajam.

​Kayla masuk perlahan, ia melihat Arthur sudah mengenakan jas putih dokternya kembali, duduk di balik meja kerja yang tumpukan berkasnya seolah tidak pernah berkurang.

​"Ini laporan pasien Pak Wijaya, Dokter. Dokter Bian sedang ada seminar, jadi saya diminta menyerahkannya langsung," ujar Kayla sesopan mungkin.

​Arthur mengambil map itu tanpa sepatah kata pun, ia membuka dan membacanya baris demi baris. Kayla memperhatikan rahang Arthur yang mengeras, tiba-tiba, Arthur menutup map itu dengan dentuman pelan namun tegas.

'Apa aku melakukan kesalahan?' batin Kayla.

​"Siapa yang menulis bagian analisa laboratorium ini?" tanya Arthur, matanya menatap tajam ke arah Kayla.

​"Sa-saya, Dokter," jawab Kayla.

​Arthur melemparkan map itu ke atas meja ke arah Kayla, "Kau memasukkan data elektrolit pasien dua hari yang lalu, bukan data terbaru siang ini, kau tahu apa akibatnya jika aku memberikan instruksi obat berdasarkan data basi ini?" tanya Arthur dengan nada tidak bersahabat.

​Kayla tentu saja terkejut, ia segera membuka map itu dan memeriksanya. Benar saja, karena terburu-buru dan kepikiran soal amarah Arthur tadi pagi, ia salah menyalin tabel data.

​"Maaf, Dokter. Saya akan segera memperbaikinya," ucap Kayla dengan wajah yang mulai memanas karena malu dan takut.

​"Maaf? Di rumah sakit ini, maaf tidak bisa mengembalikan nyawa orang! Kau melihat sendiri tadi pagi bagaimana kecerobohan kecil bisa berakibat fatal. Apakah kau pikir karena kau memiliki jalur khusus, maka kau bisa bekerja asal-asalan?" tanya Arthur yang meremehkan Kayla.

​Kayla mendongak, matanya berkaca-kaca bukan karena cengeng, tapi karena ia merasa harga dirinya sebagai dokter muda diinjak-injak, apalagi oleh suaminya sendiri. "Saya tidak pernah menganggap diri saya punya jalur khusus Dok," jawab Kayla yang tidak terima dan mencoba membela diri.

​"Kalau begitu buktikan! Keluar dan jangan kembali sampai laporan ini sempurna. Jika masih salah, kau tidak perlu ikut visit bangsal besok," ucap Arthur tegas.

​Kayla menyambar map itu dan keluar dari ruangan dengan perasaan hancur, sepanjang lorong, ia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh di depan rekan koas lainnya.

Namun, Jihan yang masih belum pulang pun melihat air mata Kayla dan ia pun menghampirinya. "Kayla," panggil Jihan.

"Eh, Jihan. Belum pulang?" tanya Kayla yang menghapus air matanya.

"Dokter Arthur marahin kamu ya?" tanya Jihan yamg merasa kasihan dengan Kayla.

"Bukan marah, cuma ngingetin aja soalnya aku salah," ucap Kayla.

"Tapi, cara dia ngingetin itu marah-marah. Ayo aku bantu kerjain laporannya," ucap Jihan.

"Gak usah, kamu pulang aja. Aku bisa sendiri kok, lagipula kan ini juga salahku," ucap Kayla.

"Tapi...," ucapan Jihan dipotong oleh Kayla.

"Aku beneran gapapa," ucap Kayla.

.

.

.

Bersambung.....

1
Marina Tarigan
ada tujuan Arthur begitu karena kamu sdg prakter menimba ilmu yg terbaik biarkan saja kalau nanti sdh selesai pun begigu perlu dipertanyakan
Marina Tarigan
diamlah Kaila tata hidupmu dgn baik type suamimu jgn bergantung pdnya kalau txk mau sakit hati type Arthur tdk bisa romantis jgn harap pelajari sifatnya gimana bisa kamu beradaptasi dgnnya mandirilah jfn harap apapun pdnya supaya kamu jgn sakit hati sm suamimu yg kaku itu
Alfandy Giofani mekka
aku baru mmpir Thor
elaretaa: Semoga suka ya Kak🥰
total 1 replies
Ely Maysaroh
kayanya author nya ini dari anak kesehatan ya, apal bener alur medis nya😍
Kristina NellaWara
dokter Arthur kasian sekali
Kristina NellaWara
ihhh sweetnya ampuun
Kristina NellaWara
pasangan yg luar biasa♥
Kristina NellaWara
🤣🤣🤣
Kristina NellaWara
suka bgt dgn karakternya Artur ♥
Danny Muliawati
pasangan serasi jg keren
Siti Aisyah
tanggung jawab dan reputasi seorang dokter itu benar.benar dipertaruhkan yaa...sampai mengabaikan kesehatannya sendiri...
Siti Aisyah
kayla ...kamu bisa aja...jgn bilang galak..nangi malah kena hukuman di ranjang lho...🤣
Siti Aisyah
william blm nyadar aja..kepindahnnya disengaja..krn kamu selalu mengganggu kayla 🤣🤣
Siti Aisyah
musuh itu gak bakalan jauh dari sekitar kita..hati.hati lah meskipun sahabat tetep aja ada sisi ingin menghancurkan..
Siti Aisyah
aaah..sdh mulai romantis ❤️❤️
Danny Muliawati
wow keren klo ada di dunia nya dokter spt Arthur 😄
Siti Aisyah
baru kali ini aku betah baca novel tentang dokter dan rmh sakit...penasaran dan pengen baca terus ..sayang aja klo di skip ..terutama pd dokter arthur...galak di rmh sakit romantis di kamar ..pengen nunggu di bucin nya...kek gimana gitu...😘❤️
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Siti Aisyah
rasa cinta nya ditunjukan dgn cara lain...mungkin klo perempuan mikir nya gak kedepan tp klo laki.laki yg bertanggung jawab semua nya terpikirkan..bukan memikirkan malu lg tp ketakutan...
Danny Muliawati
sedih nya mo di tinggal lama
Siti Aisyah
resiko nya tinggi klo lg oprasi melakukan kesalahan sekecil apapun...mau bagaimana lg ini menyangkut nyawa manusia..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!