NovelToon NovelToon
ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Action
Popularitas:261k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Jeremy Aslan, kepala mafia paling ditakuti, mengira menikahi Claire, putri wakil presiden akan memberikan keuntungan besar pada bisnis senjata yang sedang dia jalankan. Ternyata, yang ia dapatkan adalah ... menghadapi perempuan paling bikin sakit kepala sepanjang dia hidup.

Alih-alih fokus dengan bisnis dunia gelapnya, ia malah fokus dengan segala tingkah laku random Claire seperti, diam-diam menciptakan bom dan meledakkan kantor polisi hanya karena ia punya dendam dengan polisi, merusak rumah pribadi politisi yang dia anggap sering merendahkan ayahnya, dan bekerja di perusahaan Farmasi hanya untuk membuktikan mantan pacarnya adalah gay.

Bagi Jeremy, mengendalikan ratusan anak buah bersenjata jauh lebih mudah daripada menghadapi satu istrinya yang nakal dan sama sekali tidak mengenal kata takut. Jeremy hampir menyerah pada semua kenakalan perempuan itu, sampai Claire tiba-tiba di culik, saat itulah dunia Jeremy hancur. Karena akhirnya ia menyadari, Claire adalah dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takut gak muat?

"Agk! Jangan jilat, geli!" serunya kaget setengah mati, wajahnya memerah padam karena sensasi geli tak tertahankan itu. Ia mencoba menutup celah di antara kakinya, tapi tangan Jeremy yang menekan paha itu begitu kuat, membuatnya tak bisa bergerak sama sekali.

"Diamlah," bisik Jeremy parau, tak berniat berhenti sedikit pun.

"Kau belum selesai. Aku belum puas mendengar suaramu."

Claire menggeliat tak nyaman, campuran antara rasa geli dan nikmat yang mulai menyergapnya kembali.

"Ahh ..." rintihnya pelan, tangannya masih mencoba mendorong tapi tenaganya sudah tak seberapa setelah kehabisan tenaga tadi.

Jeremy hanya mendengus pelan,

Ia mendongak ke atas sebentar lalu kembali menunduk. Saat sentuhan basah itu mendarat di sana untuk kedua kalinya, Claire seolah tersengat listrik berkali-kali lipat. Ia tersentak hebat, punggungnya melengkung naik begitu saja, dan dorongan di tangannya perlahan melemah hingga akhirnya terkulai pasrah di samping tubuhnya.

"Ah ... Jeremy ... " namanya terucap samar, tak kuasa menahan desahan yang kini terdengar lebih panjang dan melengking. Sensasinya berbeda dari yang tadi. Claire merasa seperti dikuras habis setiap sisa rasanya, seolah tubuhnya tak lagi miliknya sendiri, melainkan sepenuhnya milik pria yang sedang memanjakannya tanpa ampun ini.

Jeremy menikmati setiap getaran yang dirasakan Claire, menikmati bagaimana gadis itu perlahan berhenti menolak dan mulai melengkungkan punggungnya mencari lebih banyak sentuhan. Ia tahu Claire masih sangat polos soal hal ini. Ia bergerak dengan ritme yang makin cepat, hingga Claire terkesiap. Jeremy paling tahu titik mana yang membuat perempuan semakin menggila.

Jeremy terus menyerang, menciptakan suara hisapan memenuhi kamar itu. Tak lama kemudian, gelombang kedua datang lebih dahsyat dari sebelumnya. Claire mencengkeram rambut Jeremy erat, tubuhnya melengkung sepenuhnya, dan ia mengeluarkan suara panjang yang menyiratkan kepuasan tertinggi.

"Mmhh .... Ahhhh ...!"

Tubuh gadis itu gemetar hebat, lututnya lemas, dan ia rasanya mau pingsan karena kehabisan napas. Jeremy baru berhenti saat melihat Claire sudah tak berdaya sepenuhnya, napasnya tersengal-sengal lemah. Ia mengangkat wajahnya, menatap wajah istrinya yang bernafas terengah-engah. Ia mencium bagian dalam paha Claire sekilas, lalu mengangkat tubuh gadis itu dibaringkan terlentang di atas kasur dengan keadaan polos.

Matanya tak lepas dari tubuh polos yang begitu indah itu. Sementara Claire masih berusaha mengatur nafasnya dari gelombang dayat kedua yang dia rasakan.

Damm

Jeremy memaki dalam hati. Dia sudah meyakinkan dirinya sebelumnya kalau dia tidak akan menyetubuhi gadis ini sebelum dia benar-benar mencintainya. Tapi nafsunya kuat sekali. Saat ini dia benar-benar ini memiliki gadis ini, ingin Claire bertekuk lutut dan berteriak-teriak minta-minta ampun padanya. Ia menelan nafas kuat lalu menurunkan celananya.

Persetan dengan yang lain. Dia akan mengikuti hawa nafsunya saja. Sementara itu, mata Claire membulat lebar begitu melihat benda yang sudah berdiri tegak di hadapannya.

"Woww gedee ..." ucapnya tanpa sadar. Jeremy terkekeh lalu naik ke atas tempat tidur. Memposisikan dirinya di tengah-tengah kaki Claire yang sudah dia buka lebar-lebar lagi.

"Kau suka yang besar?" goda Jeremy. Karena tingkah Claire yang gemas bikin dia makin tidak bisa menahan diri untuk mencoblos gadis ini. Dia penasaran bagaimana reaksi Claire saat dirinya berhasil masuk.

"Cih, sombong. Mentang-mentang punyanya besar. Belum tentu enak juga kan."

Jeremy tersenyum miring.

"Oh, kau menantangku?"

"Ya iyalah, belum jelas?"

Claire menatap Jeremy dengan mata berbinar. Jeremy mendengus. Si polos ini, lagaknya seperti sudah berpengalaman saja. Jeremy bertaruh pasti ia akan menangis begitu berhasil di bobol.

Tanpa menunggu lama, Jeremy menarik kaki Claire dan memposisikan benda itu tepat di milik gadis itu. Tidak langsung masuk, dia mengusap-usap bagian luar hingga Claire kembali mendesah. Ternyata nikmat juga kalo di sentuh begitu.

"Kau akan berubah pikiran dalam hitungan detik," bisik Jeremy parau, menekan ujungnya yang keras di celah paling sensitif itu, menggeseknya pelan berulang kali seolah menggoda pintu gerbang yang belum sepenuhnya terbuka.

Claire menelan ludah susah payah, rasa percaya dirinya perlahan terkikis digantikan rasa panas yang menjalar ke seluruh tubuh. Setiap kali kulit mereka bersentuhan, sensasi mendesak seolah berteriak meminta lebih banyak, meminta agar jarak tipis itu segera hilang.

"Kenapa ... kenapa belum masuk?" cicitnya tak sabar, tangannya mencengkeram seprai erat.

"Kamu ... kau takut nggak muat ya?"

Jeremy menyeringai lebar, matanya menatap tajam ke manik mata Claire yang mulai berkabut.

"Takutnya kau yang tak kuat menahannya, bawel."

Jeremy mulai beraksi memasukkan ujungnya, tapi tiba-tiba bunyi pintu kamar mereka di gedor dari luar, membuat Claire kaget dan refleks mendorong tubuh Jeremy hingga lelaki itu hampir terjungkal ke belakang.

"Apa itu?! Gempa bumi?!"

Sial.

Umpat Jeremy dalam hati. Padahal tinggal sedikit lagi.

Tok tok tok.

"Bos," suara Ryan terdengar dari luar.

Jeremy menutup matanya dalam-dalam lalu bangkit, mengenakan celananya. Kejantanannya masih tegang sekali, belum reda. Sakit sekali rasanya dia harus rasa yang belum tersalurkan. Tapi momen itu benar-benar sudah berhasil di rusak oleh si Ryan sialan.

Sebelum melangkah untuk membuka pintu, Jeremy berbalik menatap Claire yang masih telanjang bulat di atas kasur menatapnya.

"Pakai bajumu, cepat." katanya menahan kesal. Bukan pada Claire tentu saja, tapi pada keadaan.

Claire buru-buru membuka lemari dan mengambil piyama apa saja untuk dia pakai.

"Berbaring di tempat tidur, tutupi dirimu dengan selimut." perintah Jeremy lagi.

"Ya ampun galak abis si bapak. Padahal baru habis jilat-jilat aku. Kalo nyuruh nutup diri dengan selimut, ngapain suruh pakai baju? IQ-nya kurang ini pasti. Hufttt." Claire mengomel sendiri tapi tetap patuh-patuh saja.

Jeremy lalu membuka pintu. Raut wajahnya seperti ini menonjok Ryan begitu melihat lelaki itu berdiri di depannya dengan tampang tak bersalah.

"Bos, senjata-senjata kita di curi."

lapor Ryan dengan suara pelan.

Raut marah Jeremy tadi seketika berubah.

"Ke markas sekarang." perintahnya langsung tanpa berpikir panjang.

1
~Ni Inda~
Hadeeuhh...para bocah...dikira main petasan apa 🤣🤣
Atik Marwati
senjata makan tuan rupanya tapi ga kapok🙄
Miss Typo
sekalu bikin ngakak, apalagi ada Talia 🤣
call mi
😛😛😛😛
Ririn Danayanti
Thor kok up nya cuma 1 1 aja
Yuliana Purnomo
ngakak 😄😄😄 aku mbayangin aksi mereka 😄
Rahmat
astaga nambah lg 1anggota geng claire,laki talia gak ngamuk gak y apalg mr jim istrix bikin masalah🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍 q aja yg cuma baca bisa ngebayangin
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 sakit perut.... kram broooo
ririen handayani
adu dududududu gk kuat ngakak 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣... asli penghilang stress nih crita
ririen handayani
astaga.... gini nih klo amatir 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 somplak
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 suami kok djelek2in
Nandi Ni
boleh ga sih aku tertawa bahagia walau mereka telah berhasil ngebom kantor polisi🤣🤣🤣 episode paling lucu dan gong bgt sih ini
Septi Lahat
astoge,, sempat 2 salah lempar bom😅😅😅
🍃🌺WINA🌺🍃
Mommy thalia merasa senang ada lebih gila darinya🤣🤭bisa mengenal geng somplak dan setengah gila...

kirain bom rakitan claire berbahaya hanya bikin gosong, mom thalia dan claire dan sahabat-sahabatnya aja🤣

claire nanti ketahuan mister jem dihukum kamu nakal banget, diam-diam keluar dari rumah sama sahabat2 kamu tanpa ijin mister jem😄

mommy thalia bergabung aja geng mafia mommy thalia jadi ketuanya, claire dan teman2nya anak buahnya pasti sangat seru dan menarik🤣🤭
Tiyas Dimas
bener-bener nakal ini anak😄😄🤦🤦
Qorey
misi terkocak🤣🤣🤣
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Apa jangan" boom yg di didapatkan genk Claire punya Jeremy yg hilang itu ya 🤔🤔🤔🤔
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: ganjel dong🤣🤣
total 10 replies
LANY SUSANA
🤣🤣🤣🤣🤣 Claire Claire suami mu kepala mafia lo tp km random sekali🤣🤣🤣
Thalia cocok ni ketemu Claire yg nakal dan unik 🤣🤣🤣🤣bisa bikin group mafia cewe ni🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!