NovelToon NovelToon
Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Nikahmuda
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Berawal Dari sebuah kutukan. dari Hana yang mengutuk habis Tokoh kedua wanita bernama Elsa. Elsa (20thn) seorang gadis yang di jadikan jaminan hutang oleh orang tuanya. Elsa yang di dalam cerita di katakan terpaksa menikah menjadi istri kedua juragan Tama. pria tua. tak terima...pada akhirnya memilih berselingkuh pada bawahan Tama yang bernama Ardana. Nasib malang menimpa hana, gadis itu di tarik masuk oleh takdir, masuk kedalam buku Novel _The Jurag's Wife_ dan menjadi Tokoh Wanita yang sudah dia maki habis-habisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 05

"Ardana! Sedang apa kamu di sini?!"

​Aku tersentak lalu menoleh ke sumber suara. Rupanya Juragan Tama sudah berdiri di sana dengan setelan kerjanya, menatap kami dengan pandangan menghunus. Pandanganku beralih cepat dari Tama kembali ke pria imut di depanku.

​'Astaga! Jadi ini Ardana?!' batinku menjerit heboh. 'Aduh, imut banget... Pantesan saja Elsa yang asli sampai gelap mata dan lebih milih selingkuh sama dia daripada sama suaminya sendiri!'

​"Maaf, Juragan. Tadi saya benar-benar tidak sengaja menabrak Nona Elsa," ucap Ardana dengan suara yang mendadak ciut penuh ketakutan.

​Melihat ketakutan Ardana, jiwa penolongku mendadak meronta. "Aduh, Ardan... kan kamu enggak sengaja. Enggak apa-apa kok, sudah aku maafin," ucapku dengan nada sesantai mungkin, mencoba mencairkan suasana.

​Sikap ramahku malah membuat Ardana makin salah tingkah. Namun, reaksi berbeda justru datang dari Tama. Rahang pria itu mengeras, tatapan matanya memancarkan ketidaksukaan yang amat sangat.

​"Ardana, kembali dan selesaikan kerjamu sekarang. Kalau tidak, hari ini kamu tidak akan saya beri upah sepeser pun," ucap Tama datar, dingin, tanpa bantahan.

​"Aduh, jangan, Juragan! Baik, saya akan kembali bekerja sekarang. Mari, Nona... mari, Juragan," ucap Ardana panik. Dia membungkuk hormat lalu mengambil langkah seribu, berlari cepat meninggalkan area halaman belakang.

​Aku menatap kepergian Ardana dengan rasa kasihan. Sungguh bos yang kejam! Dengan rasa sebal yang membuncah, aku membalikkan tubuh dan menatap tajam ke arah Tama yang kini mulai melangkah mendekatiku.

​Pria itu terus berjalan maju hingga tubuh tingginya berdiri tepat di hadapanku, mengurungku dalam bayang-bayangnya yang intimidatif.

​"Jahat...!" ucapku pelan namun penuh penekanan tepat di depan dadanya.

​Tama menaikkan sebelah alisnya tajam. Alih-alih marah, dia justru mendecih kecil lalu mengeluarkan tawa sinis yang terdengar meremehkan.

​"Apa kamu bilang? Jahat?" Tama mencondongkan tubuh tegapnya ke depan, membuat wajah tampannya berada sangat dekat dengan wajahku hingga aku bisa merasakan deru napasnya. "Kamu tahu apa tentang kejahatan, anak kecil?" bisiknya berbahaya.

​Jantungku berpacu gila-gilaan karena jarak kami yang terlalu dekat, dicampur rasa takut yang mendadak menyerang. Refleks, aku mendorong dadanya sekuat tenaga.

​"Ih, apaan sih! Sana jauh-jauh... dasar Gergasi!" seruku ketakutan.

​Tanpa menunggu jawabannya, aku langsung memutar tubuh dan berlari sekencang mungkin masuk ke dalam rumah, meninggalkan si Juragan Tampan yang mungkin saja sedang melotot heran karena baru saja dikatai makhluk raksasa.

Aku berlari kencang menuju kamar bagai dikejar setan. Begitu berhasil masuk, aku langsung membanting pintu dengan keras, lalu melompat naik ke atas tempat tidur mewah itu. Dengan gerakan kilat, kutarik selimut tebal hingga menutupi seluruh tubuhku, mencoba bersembunyi dari bayang-bayang intimidasi si Juragan.

​Namun, belum sempat aku meredakan detak jantungku yang maraton akibat ketakutan, suara derit pintu kamar yang terbuka seketika membuatku membeku.

​Aku perlahan melongokkan kepala dari balik selimut, mengintip siapa yang berani masuk tanpa mengetuk pintu. Begitu melihat sosok yang melangkah masuk, mataku langsung membelalak.

​'Loh? Kok si Gergasi ini malah ikut masuk ke sini sih?!' batinku bertanya heran sekaligus panik.

"Ngapain Juragan ikut masuk? Nggak sopan banget!" semprotku pelan, namun masih cukup keras untuk didengar olehnya.

​Pria itu menghentikan langkahnya, menoleh ke arahku dengan tatapan kesal yang teramat kentara.

​"Nggak sopan?" Tama mengulang kalimatku dengan nada sinis. "Kamu yang tidak sopan. Perlu saya ingatkan, ini kamar saya. Kamu di sini hanya numpang!" ucapnya telak.

1
Wahyuningsih
kok q syuka bingit ama mak lampir menyebalkn skli... thor buat istri pertama di ceraikn krna jht bingit sellu cari gara2 ama elsa
Wahyuningsih
lanjut thor.... dtnggu upnya yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk inaaak menunggu.... srhag sellh jga keshtn tetp 💪💪💪💪 n makaciiiih tuk upnya
Wahyuningsih
mampus langsung di skak mat
Wahyuningsih
dtnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk enak menunggu... sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm upnya
Wahyuningsih
mampir q thor
Ummanya Hil_Ziy: Makasih Beb' sudah singgah di lapak baruku. di jamin cerita ini, gk kalah seru juga dengan lapakku yang lain😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!