NovelToon NovelToon
Terbuang,Kembali Bersama Kemewahan

Terbuang,Kembali Bersama Kemewahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Duda
Popularitas:576
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan Yg Mengubah Segalanya

Siapa dia? Kenapa dia melukai ayu? ".. Tanyaku dalam hati saat melihat rekaman CCTV di dalam laptopku..

Dalam rekaman itupun dia dengan santainya keluar dari rumahku tanpa ada kepanikan, bahkan dia juga sempat melambaikan tangan ke CCTV yang terpasang di gerbang rumah..

Dia lalu berjalan ke luar dan menaiki sebuah mobil sedan berwarna hitam yang sudah terparkir di sana, dia masuk ke kursi penumpang dan dari rekaman itu membuktikan bahwa ini memang ada unsur kesengajaan, namun sayang no plat mobil itu tidak bisa terbaca dengan jelas karena sepertinya dia sudah ditutupi oleh sesuatu..

"BRENGSEK!! " Teriakku sambil menghempaskan laptopku ke lantai..

"Dia sungguh berani masuk ke dalam rumahku dan melukai ayu di rumahku.. Akan aku cari kamu sampai ketemu..!! "

Suara desahan yang mengairahkan terdengar sangat keras di dalam sebuah kamar yang berada di kompleks perumahan mewah..

Dua sejoli ini sedang sangat menikmati permainan ranjang yang sangat panas hingga sesekali wanita itu meronta kesakitan namun juga menikmati permainanya..

"Sayang... Ah.. Ah.. Ah.. " Desah stevani ketika cristian terus menghujamkan kejantanannya ke dalam liang surgawinya..

Cristian terlihat sangat menikmati permainan itu sampai sampai senyuman kepuasan tergambar di wajahnya..

"Nikmat sayang?? Nikmat mana aku atau Alvin... ? "

"Nikmat kamu.. Ah.. Ah.. Ampun sayang.. Aku sudah lelah.. Sudah.. "

"Hahhaha... Ini adalah hadiah untukku karena aku sudah melaksanakan tugasku dengan baik. Jadi jangan mengeluh sayangku ..."

Dia terus saja menggarap stevani yang sudah mulai kelelahan karena sudah 2 jam dia bergelut di atas ranjang tanpa henti...

"Apa perlu aku bunuh wanita itu...? " Tanyaku pada wanita yang paling aku cintai walau dia memang mantan istri kakak tiriku sendiri, namun aku tidak peduli, yang terpenting dia di dekapanku sekarang..

"Jangan, cukup beri dia pelajaran, aku yakin dia akan mundur dengan rencananya menikahi Alvin.. " Kata stevani sambil membelai dadaku yang bidang..

Aku lalu melihat wanitaku dengan seksama, dia sangat cantik, tubuhnya yang indah menjadi canduku, aku memang telah terobsesi dengannya sejak di bangku kuliah dulu, namun ternyata cintanya tertambat di Alvin, namun takdir merubah semuanya ketika dia haus akan kenikmatan dan aku memberikannya walau berawal dari ketidaksadaran karena pengaruh alkohol..

"Kamu tahu, apapun akan ku lakukan untukmu.. "

"Em... " Jawab singkatnya..

"Kenapa kamu cuma bilang Em...? "

"Aku lelah, tubuhku sakit semua.. " Jawabnya sambil memposisikan tubuhnya membelakangiku dan aku paling tidak suka akan posisi itu..

"Awww.... " Jeritnya ketika aku memasukkan kejantananku..

Namun Dia tiba tiba melepasnya dengan kasar..

"Aku lelah.. " Ucapnya di pinggir ranjang sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang tidak terbalut apapun..

"Kamu tahu, aku paling tidak suka jika kamu memunggungiku!! " Teriakku..

"Kemari atau aku paksa kamu melayaniku lagi.. " Lanjutku dengan geram..

"Tidak.. Aku lelah.. Kau selalu memintaku lebih ketika aku sudah kelelahan.. Kamu sama saja menyakitiku.." Ucapnya sambil meninggalkanku pergi..

Dia keluar dari kamar meninggalkanku sendiri dalam keadaan emosi..

"Sialan.. Berani sekali dia meninggalkanku tanpa seijinku...! " Geramku..

Akupun mengambil handuk yang ada di lantai kamar lalu memakainya..

Aku berjalan cepat ke tempat stevani.. Dari jauh aku lihat dia sedang minum di meja makan..

Sebenarnya aku tipe laki laki yang mudah, namun aku selalu marah jika dia menolakku, karena dalam bayanganku jika dia menolakku karena dia masih mencintai Alvin, dan terkadang bayang bayang itu yang membuatku sangat marah kepadanya..

"BERHENTI.. ! " teriak stevani ketika melihatku akan berjalan ke arahnya..

Dan benar aku hentikan jalanku ketika aku melihat dia memegang pisau di tangannya.. Dia wanita yang penakut, namun jika dia sudah nekat, dia akan melakukan apapun sama seperti dulu ketika dia menggoreskan pisau di pergelangan tangannya sendiri karena aku terus terus menginginkan dia melayaniku di ranjang..

"Kemarilah, maka aku akan mati di hadapanmu.. " Lanjutnya sambil menaruh pisau itu di perutnya..

"Sayang.. tenang sayang.. Maafkan aku.. " Aku perlahan berjalan menjauhinya..

"Jangan ganggu aku sampai malam.. aku lelah, jika kamu mendekat kamu tahu yang akan aku lakukan.. MENGERTI!! "

"Baik, aku tidak akan mengganggumu.. Aku pergi.. Namun letakkan pisau itu, itu sungguh berbahaya.. " Aku berjalan perlahan mendekati dia sambil ku tatap matanya..

BRAKKKK...

Dia memukul meja..

"PERGI.. ! " teriaknya kembali..

"Ok sayang.. Aku pergi.. I LOVE YOU.. "

namun dia hanya memutar kedua matanya tanpa berkata apapun..

" Pelan pelan balik nama semua aset papa sebastian atas namaku, aku tidak ingin satupun harta papa dimiliki oleh Alvin mengerti!! " Perintahku pada jonathan salah satu asistenku

Aku sekarang sedang di ruang kerjaku, karena aku tidak berani mengganggu stevani, tadi pun aku lihat dua tertidur pulas di kamar sebelah..

"Namun sepertinya teman Alvin mulai curiga pada kita tuan? Alvin pun sepertinya mulai menyelidikinya.. "

"Teman Alvin yang mana?? "

"Bramasta.. "

"Cih.. Apakah kamu takut pada anak ingusan itu?? "

"Bukannya takut tuan, namun kita perlu berhati hati padanya, karena dia cukup lihai mengurus semua masalah dan pekerjaan Alvin, bahkan Alvin sangat percaya padanya.. "

"Akan aku urus bocah tengik itu, sepertinya aku tahu cara menghancurkan dia.. "

"Baik tuan, oya masalah calon istri alvin, dia sudah siuman dan sepertinya dia hanya terluka luar, karena tadi aku lihat dia sudah berbicara serius dengan temannya.. "

"Itu saja cukup untuk membuat hidup Alvin ketakutan, nanti jika dia berani macam macam lagi, kita lakukan lebih jauh lagi.."

"Baik tuan.. "

TIT.. aku mematikan telfon ku.

jika kalian tahu jonathan adalah salah satu penjaga yang menjaga kamar calon istri Alvin..

Hahahaha... Tertawaku karena mengingat hal itu, Alvin terlalu bodoh karena terlalu percaya pada orang yang ternyata kepercayaannya hanya sebatas uang...

"Bagaimana keadaanmu sayang? " Tanyaku pada ayu yang terlihat sedang makan dengan bantuan temannya ellen..

"Baik, hanya masih sedikit pusing... "

"Sebenarnya aku tahu cara membuatmu agar tidak pusing lagi, namun sayang ada temanmu di sini.. " Godaku..

"... " Aku terdiam dan hanya memutarkan kedua bola mataku ke atas..

"Ehem.. Ehemm.. Ehem.. " Ellen yang pura pura terbatuk..

"Dah lah, aku seperti obat nyamuk disini.. "

Aku tersenyum..

Dok dok dok..

Pintu kamar ruangan ayu terbuka, dan aku sudah tahu dia bram..

"Selamat Pagi para bidadariku.. " Sapa bram..

"Eh ganteng.. " Sahut Ellen..

"Ganteng..! " Terkejutku bersamaan dengan ayu..

"Ganteng darimana? " Tanya ayu..

"Ayu please.. Aapakah kamu tidak bisa melihatku dari sudut pandang berbeda, jika kalian tahu, dia juga pernah ingin aku cium, namun karena tiba tiba ada Alvin kami tidak jadi berciuman.. "

"What..! benar apa katanya?? " Tanya Ellen sambil menatap erat wajah ayu..

"NO..! Jangan percaya padanya.. "

"Sudahlah.. Jangan terllau kaku ayu.. Dan aku menyesal karena aku tidak jadi mencicipu bibirmu yang terlihat menyegarkan itu... "

"Awww.... " Jerit bram ketika aku menginjak kakinya..

"Bercanda bos.. bercanda... " Ucap dia sambil menahan sakit di kakinya..

Aku pun berjalan ke arah ayu

CUP.. Aku mengecup bibir ayu..

"Ini milikku.. " Tegasku..

Namun aku malah melihat ekspresi wajah melongo dari bram, Ellen dan juga wajah yang memerah milik ayu..

"Kalian kenapa?? " Lanjutku..

"Haisttt.. Menyebalkan, membuatku ingin mencium seseorang.. " Ucap bram..

"Sama.. " Ucap Ellen singkat namun ketika mata Ellen tidak sengaja melihat bram

"Apa! Aku tidak akan menciummu.. Aku punya kekasih.. " Ucap Ellen sambil posisikan wajah menantang..

"Cih.. Kekasih suami orang aja bangga.. " Ejek bram...

"BRAM.. ! " teriak Ellen dan ayu bersama..

"Opsss.. Keceplosan.. " Balas bram tanpa rasa bersalah... dan akupun cukup terkejut dengan pengakuan Bram.. Ellen yang terlihat polos ternyata tapi ya sudahlah itu urusan dia..

**

"Maaf, ini semua salahku.. Ini semua karena aku hingga kamu terlibat di konflik persaingan bisnisku.. " Ucapku sambil membelai rambut ayu perlahan yang menutupi wajah cantiknya..

Kami hanya berdua saja karena ellen aku suruh pulang dulu, dan Bram sementara menghandle pekerjaanku di kantor..

"Sudahlah, karena aku sekarang bermain hati dengan laki laki kaya tampan dan juga pebisnis mungkin ini adalah salah satu resikonya.. "

"Namun seharusnya kamu tidak harus mendapatkan kesakitan ini jika kamu tidak berhubungan denganku.. "

Aku tersenyum...

"Aku sendiri yang sudah setuju melibatkan diriku dalam duniamu, maka aku harus ambil resiko ini juga.. Besok besok aku akan lebih berhati hati.. Sekarang aku tahu kenapa kamu melarangku keluar rumah sendiri.. Itu demi keselamatanku.. "

"Namun aku curiga dengan kejadian ini, pelaku tahu seluk beluk rumahku, dimana CCTV terpasang, dan dia juga tidak ada rasa takut sama sekali saat melakukan hal itu.. "

Aku menghela nafas..

"Jujur, saat aku bertengkar dengan stevani kemarin, dia sempat mengatakan bahwa dia ingin rencana pernikahan kita gagal, namun harus kamu garis bawahi, aku tidak menuduh dia namun aku curiga padanya.. "

"Stevani tidak mungkin melakukan hal sejauh ini.. "

"Mungkin aku yang salah,...setelah aku sembuh, mari percepat rencana pernikahan kita.. "

"Tidak.. Aku berubah fikiran.. "

"Maksud kamu?? "

"Akan aku beri semua yang aku janjikan padamu, namun pergilah dari kehidupanku, aku khawatir dengan keselamatanmu.. "

"Tidak.. Aku akan tetap menikah denganmu dengan alasan apapun.. " Kata ayu sambil menggenggam tanganku..

"Kenapa? Bukankah uang itu yang kau inginkan?? "

"Tidak.. Apapun yang terjadi aku akan tetap menikah denganmu.. "

"Kenapa? Apa kamu tidak takut jika hal ini terjadi lagi... ? "

"Aku... " Ucapan ayu terhenti..

Akupun melihat ke arah wajahnya ada wajah ketakutan, ada wajah keraguan dan air mata yang ingin menetes..

"Aku.. Aku mencintaimu... "

DEG... apakah benar yang aku dengar ini, ayu benar benar mencintaiku...??

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!