NovelToon NovelToon
CEO Tengil VS Sekertaris Bar-bar

CEO Tengil VS Sekertaris Bar-bar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:429.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Eli Priwanti

Memasuki bangku kuliah dengan penampilan cupunya, membuat Ananda Ayunindia menjadi target empuk perundungan oleh Tristan Bratadikara dan komplotannya. Tak sekadar dibully, Ananda bahkan dijadikan bahan taruhan hingga berujung kehamilan. Hancur dan trauma, ia terpaksa melepas beasiswanya dan pergi menghilang.

Enam tahun berlalu. Ananda yang kini telah lulus kuliah dan menetap di Bandung, berhasil diterima bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan raksasa di Jakarta. Demi masa depan putra kecilnya dan sang ibu yang sudah renta, Ananda terpaksa kembali ke kota penuh memori kelam tersebut.

Siapa sangka, pimpinan tertinggi di perusahaan baru tempatnya bekerja adalah Tristan Bratadikara, pria yang dahulu menghancurkan hidupnya. Namun, Ananda yang sekarang bukan lagi gadis cupu yang bisa ditindas, ia telah bermetamorfosis menjadi wanita yang cantik, energik, dan pemberani. Akankah Tristan mengenali korbannya di masa lalu, atau justru bertekuk lutut pada sosok Ananda yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

Indra melangkah dengan penuh kehati-hatian, setiap jengkal langkahnya terasa amat berat seolah lantai restoran itu berubah menjadi hamparan ranjau. Perubahan drastis pada sikap Indra membuat Feby yang dasarnya tidak sabaran segera bangkit dari duduknya. Dengan langkah riang, Feby bergegas menghampiri dan menarik tangan kekasihnya itu.

Namun, saat menyentuh jemari Indra, Feby mengernyitkan dahi. Pria tegap itu mendadak terlihat pucat pasi dan tangannya terasa sedingin es. Di seberang meja, kondisi Ananda tidak jauh berbeda. Wajah cantiknya menegang, meremas kuat kaos dan blazer kasual yang dikenakannya di bawah meja.

‘Kenapa... kenapa orang-orang di masa laluku harus muncul satu persatu secara bersamaan? Kemarin si bedebah Andre, dan sekarang si Indra... Sungguh, apakah dunia ini memang seluas daun kelor?’ batin Ananda geram sekaligus mengutuk takdir yang seolah mempermainkan hidupnya.

Dengan tarikan lembut dari Feby, Indra pun terpaksa mendudukkan diri di samping kekasihnya dengan sisa-sisa ketegangan yang masih kentara di wajah pucatnya. Matanya bergerak gelisah, terus memperhatikan wanita di hadapannya yang kini ia yakini seratus persen sebagai si itik buruk rupa, gadis yang diceritakan Feby kemarin sore.

Saat pandangan Indra turun dan beralih ke arah Elvano yang duduk tegak di samping Ananda, napas pria itu seketika tercekat di tenggorokan. Matanya membelalak. Struktur rahang, bentuk hidung, bahkan sorot mata bocah laki-laki itu memiliki begitu banyak kemiripan dengan Tristan Bratadikara.

‘Ya Tuhan... Aku tidak menyangka peristiwa malam naas enam tahun lalu di hotel ini malah membuat si itik hamil. Bocah ini... bocah ini pasti anak kandungnya Tristan!’ batin Indra bergolak tak percaya, tangannya bergetar kecil di bawah meja restoran.

Demi menghargai semua kebaikan tulus dari Feby yang merupakan sahabat dekatnya sejak kecil, Ananda memilih untuk membuang jauh-jauh ego dan ketakutannya. Ia menarik napas dalam, memaksa guratan senyum profesional terukir di wajahnya. Ia memilih bersikap baik dan biasa saja, seolah-olah tidak pernah terjadi tragedi kejam apa pun di antara dirinya dan Indra di masa lalu.

Memecah kecanggungan, Feby dengan riang meraih tote bag berukuran besar yang sejak tadi dibawa oleh Indra. Dengan wajah berbinar, Feby menyodorkannya ke hadapan sang bocah tampan hari ini. "Nah, Elvano sayang, ini hadiah ulang tahun dari Tante Feby dan Om Indra! Di dalam sini ada banyak kado untuk El!"

Melihat isi tote bag yang penuh dengan bungkusan kado lebih dari satu, mata Elvano langsung berbinar-binar ceria. "Wah, banyak sekali! Terima kasih banyak, Tante Feby! Terima kasih, Om Tampan!" ucap El riang dengan raut wajah yang teramat senang.

Tak lama kemudian, pelayan restoran datang membawa korek dan menyalakan lilin angka 5 di atas kue ulang tahun. Acara tiup lilin pun dimulai dengan iringan lagu selamat ulang tahun yang dinyanyikan ceria oleh Feby. Di tengah keriuhan itu, Indra diam-diam merogoh ponsel canggihnya dari sakunya. Dengan gerakan cepat dan senyap, ia mengabadikan momen tiup lilin tersebut, memotret wajah Elvano dan Ananda yang tersenyum bersama, lalu menyimpannya rapat-rapat di galeri.

Setelah lagu selesai dan Elvano mulai asyik merobek kertas kado pertamanya dengan antusias, Feby berdiri dari kursinya. "Nan, Mas Indra, aku izin ke toilet sebentar ya, mau merapikan riasan wajahku dulu. Jangan kangen!" pamit Feby manja sebelum melangkah pergi.

Kepergian Feby seketika mengubah atmosfer di meja tersebut menjadi sedingin es. Indra tahu, inilah kesempatan emas yang ia miliki sebelum kekasihnya kembali. Ia memajukan tubuhnya ke depan meja, menatap lekat-lekat ke arah Ananda dengan pandangan penuh selidik yang tajam.

"Itik... kau si itik buruk rupa yang dulu di kampus, kan?" tanya Indra dengan suara berbisik yang sarat akan tuntutan kebenaran.

Deg!

Jantung Ananda berdegup kencang, namun ia mengepalkan tangannya kuat-kuat di bawah meja untuk menenangkan rasa gugupnya. Sebisa mungkin ia memasang wajah datar dan menyangkalnya dengan dingin. "Kau bicara apa? Siapa itu si itik? Namaku Ananda."

"Kamu tidak bisa mengelak lagi, Ananda," potong Indra cepat, suaranya ditekan serendah mungkin agar tidak terdengar oleh Elvano. "Feby sudah menceritakan semua riwayat hidupmu padaku kemarin sore. Tentang masa kuliahmu, tentang perundungan yang kau alami, hingga perpindahan mu ke Palembang. Semuanya cocok!"

Mendengar hal itu, pertahanan Ananda runtuh. Rasa kesal dan amarah yang selama ini ia pendam bangkit bergolak. Ia mengepalkan tangannya di atas meja hingga kuku jarinya memutih, menatap mata Indra dengan kilatan kebencian yang mendalam.

"Ya! Aku memang si itik buruk rupa!" ucap Ananda akhirnya mengakuinya dengan nada ketus yang tertahan. "Wanita cupu yang dulu selalu kalian bully, kalian tertawakan, dan kalian jebak malam itu sampai akhirnya hidup dan masa depanku hancur berantakan! Apa kau puas sekarang?!"

Deg!

Mendengar pengakuan blak-blakan yang keluar langsung dari bibir wanita di hadapannya, Indra kembali terkejut setengah mati. Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi dengan pandangan kosong. Jantungnya bertalu hebat. Ia masih benar-benar tak menyangka bahwa wanita berpenampilan sangat cantik, anggun, dan menawan bak bidadari yang kini menjadi sahabat kekasihnya sendiri adalah sosok si itik buruk rupa yang dulu pernah ia nistakan bersama Tristan dan komplotannya.

Indra menundukkan kepalanya dalam-dalam, guratan rasa bersalah tercetak jelas di wajahnya yang kian pucat. Penyesalan yang selama enam tahun ini menghantuinya kini terasa berkali-kali lipat lebih mencekik setelah melihat langsung penderitaan di balik mata Ananda.

"Nanda... maafkan aku. Aku benar-benar menyesali semua perbuatan bejat kami di masa lalu," ujar Indra dengan suara serak, menatap Ananda penuh permohonan. "Asal kau tahu, setelah malam naas di Hotel Permata itu, hidup kami semua berantakan karena amukan Tristan. Terutama Tristan sendiri... sudah enam tahun lamanya dia seperti orang gila mencari keberadaan mu ke mana-mana. Bahkan, sebenarnya Tristan itu mencintaimu sejak sebelum peristiwa naas itu..."

"Cukup, Indra!" potong Ananda dengan suara desisan yang tajam, memotong kalimat Indra tanpa ampun.

Mata Ananda berkilat murka, memancarkan luka lama yang kembali menganga. Ia memajukan tubuhnya, menatap Indra dengan ancaman yang mutlak. "Jangan sebut nama pria bajingan itu di depanku! Aku tidak peduli dengan dongeng omong kosong mu!"

Ananda melirik ke arah lorong toilet, memastikan Feby belum kembali, lalu kembali menatap Indra dengan dingin. "Jika kau tidak ingin aku menceritakan seluruh kebiadaban masa lalu mu kepada Feby, tolong rahasiakan pertemuan kita ini dari Tristan! Tutup mulutmu rapat-rapat. Pria bajingan itu... dia harus mendapatkan balasan yang setimpal dariku atas apa yang telah dia hancurkan!"

Indra tersentak, kepalanya menggeleng panik. Ia tahu ada kesalahpahaman besar yang harus diluruskan di sini. "Bukan begitu kejadian sebenarnya, Nanda! Malam itu... itu semua bukan sepenuhnya salah Tristan! Dia juga..."

Indra berusaha mati-matian menjelaskan bahwa Tristan malam itu juga merupakan korban yang dicekoki obat bius oleh rencana busuk Andre dan dirinya. Namun, sebelum kalimat pembelaan itu selesai terucap, sebuah suara ceria membuyarkan ketegangan di antara mereka.

"Sayang! Maaf ya membuat kalian lama menunggu!"

Feby muncul dengan langkah anggun. Wajahnya terlihat begitu segar dan cantik setelah merapikan riasan wajahnya di toilet. Tanpa ragu, Feby langsung merangkul pundak tegap Indra dari belakang dan menyurutkan kepalanya manja di leher kekasihnya itu, sama sekali tidak menyadari atmosfir mencekam yang baru saja terjadi.

Melihat hal itu, Indra terpaksa menelan kembali kata-katanya. Ia memaksakan sebuah senyuman kaku di wajah pucatnya demi menyambut sang kekasih, walau jantungnya masih berdegup kencang karena ancaman Ananda.

Di seberang meja, Ananda hanya bisa terdiam sambil menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan. Di dalam hatinya, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Feby, sahabat dekatnya yang mandiri bisa bersikap se bucin dan semanja itu di hadapan seorang perwira polisi seperti Indra.

Ananda mengepalkan tangannya di bawah meja, membatin dengan perasaan miris,

'Andai saja kau tahu bagaimana kelakuan bejat pria di sampingmu ini di masa lalu, Feby... Aku sangat yakin, kau tidak akan pernah sudi memberikan hatimu dan berada di pelukannya seperti ini.'

Bersambung...

1
Diana Hafiz
terlalu banyak iklannya jd agk malas bcny
Kezia ayumi
lagian gimana si , ngerasa gak asing namanya pula sama masa gak ada curiga kenalnya kalo cuma wajahnya aja yang bersih glowing atau glow up harusnya udah curiga 🤔🤔🤔
Kezia ayumi
bukannya congkak ya 🤔🤔🤔
Kezia ayumi
kenapa harus 'aduh 🤔🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Selamat datang baby Boy baby Girl tapi sayang hadirnya kalian di saat terakhir cerita.🤭🤭🤭
baca marathon tau² End saja.👍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak sudah baca maraton 😊🙏🏼
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ngasih tipsnya semprul si Tristan...🤣🤣🤣
Hebat banget sampe junior hadirnya 3 langsung.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lah malah ngetaawain yar Kamu sendiri yang di repotin Vin kalau Tristan kena Couvade sindromnya lama, kerjaan jadi numpuk dan kena amuk lho.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sedia minyak kayu putih saja Tristan sama masker sapa tau sedikit berguna.🤭🤭🤭
maklumin saja ya karna baby kayaknya lagi usil iseng8n papahnya tapi pada belum sadar kalau kamu sudah hadir.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah junior sudah hadir tuh.

Elvano masih bocil bicaranya kayak orang dewasa saja pake bahas jomblo segala.🤦‍♀️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: anak sekarang kal, dewasa sebelum waktunya 🤣🤣🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sabar ya Ali semoga secepatnya kamu dapet jodohmu pengganti Michell karrna dia memang milik Lorenzo.

dan satu persatu akhirnya para hama di posisi pada tempatnya.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Uhuuuyyy Maldive membawa banyak cinta, cerita dan kebahagiaan.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
takdir yang mengharukan buat semua orang, waktunya berkumpul dan bahagia.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ih tuan Miller mah kurang seru masa ga di bikin bonyok dulu tuh nenek maen langsung di serahin ke polisi saja... ga adil dong, padahal kejahatannya pada keluargamu lebih ekstrim.🤣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Tristan Lorenzo siap² kena amu Singa betina kalian karna aktingnya mancing² nih...🤣🤣🤣
Hajar saja tuan Miller tuh si nenek, Aku ikhlas ridho banget lah kalau dia babak belur kok sampe sekatart.😁✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kenapa ga sekalian saja kasih obat tidur atau racun sekalian tuh si nenek biar ga panjang drama balas dendamnya... kan ada pelayan jadi manfaatkan itu saja lah.. gatel rasanya pengen nabok kelamaan.🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
syukur deh Lorenzo jujur jadi tingga atur strategi saja supaya ga kemakan jebakan si nenek 🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
dih malah di layanin harusnya kalau mau balas dendam pikirkan dulu Lorenzo dengan rundingin ke yang laen jangan asal ambil keputusan... tar Michele salah paham Kamu ga bakal bisa bujuknya lagi...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
E busyeettt si nenek naksir Enzo.... sadar nek sudah beda level pake pengen daun pucuk... 🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau memang bisa dan mudah mah hancurkan saja atuh Miranda biar ga ganggu lagi.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
nah yang di cari padahal ada di lingkup tempat yang sama.🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!