NovelToon NovelToon
Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / CEO / Duda
Popularitas:18.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kepindahan Arumi ke sekolah elit di ibu kota membawanya menjadi wali kelas Azzam dan Azzura, si kembar anak konglomerat yang dikenal paling bermasalah. Dengan ketulusan dan kesabarannya, Arumi berhasil mengubah mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
Takdir kemudian mempertemukannya kembali dengan Zaky Tanuwijaya, ayah si kembar sekaligus cinta pertama yang pernah menghancurkan hatinya di ambang pernikahan. Kini, Zaky yang telah menjadi duda ingin menebus kesalahan masa lalu dan memenangkan kembali hati Arumi.
Namun, ibunda Zaky terus menanamkan ketakutan kepada Azzam dan Azzura bahwa ibu tiri hanyalah wanita yang mengincar harta. Di tengah penolakan si kembar dan luka lama yang belum sembuh, mampukah Arumi membuka kembali hatinya dan membuktikan bahwa kasih sayang tulus mampu mengalahkan prasangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16

Azzam dan Azzura dengan antusias menuntun guru mereka menuju garasi utama kediaman Tanuwijaya. Begitu pintu garasi otomatis terbuka, pemandangan mewah langsung tersaji di depan mata. Ruangan yang sangat luas dan bersih itu menyimpan lebih dari sepuluh koleksi mobil mewah yang berjajar rapi bak di ruang pameran.

Zaky melangkah tegap mendahului mereka, lalu menekan tombol pada kunci pintarnya. Sebuah Lamborghini putih dengan desain aerodinamis yang sangat gagah mengeluarkan bunyi bip-bip halus diikuti lampu yang menyala. Mobil sport super itu hanya memiliki dua kursi kemudi, satu untuk pengendara dan satu untuk penumpang. Sebuah ruang yang sangat intim, yang sengaja dipilih Zaky agar tidak ada jarak sosial di antara mereka.

Azzura menyenggol lengan Ayahnya sembari tertawa geli. "Pah, tolong antarkan Ibu Guru kami dengan selamat ya! Awas, jangan sampai lecet!" kelakarnya.

Azzam pun ikut menimpali dengan senyum tipis di wajahnya. "Tapi aku yakin kalau Papah pasti bisa menjaga Bu Arumi dan mengantarkannya sampai tujuan dengan selamat."

"Kalian ini, ada-ada saja," sahut Arumi tersenyum malu, berusaha menutupi kegugupannya yang luar biasa.

Sebelum melangkah masuk ke dalam mobil, Arumi sempat mengedarkan pandangan ke arah pintu penghubung rumah utama, mencari sosok Nyonya Maya untuk berpamitan. Namun, wanita paruh baya itu sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya. Arumi tidak tahu bahwa di balik pilar tembok ruang tamu yang dingin, Nyonya Maya sedang berdiri bersembunyi dengan dada sesak menahan amarah yang membara.

Akhirnya, Arumi melangkah masuk ke kabin Lamborghini yang rendah dan sangat modern itu. Zaky menyusul di kursi kemudi. Mobil mewah itu perlahan meluncur mulus meninggalkan mansion Tanuwijaya, seiring pintu gerbang besi yang menjulang tinggi tertutup secara otomatis di belakang mereka.

Arumi yang di waktu senggangnya senang sekali menonton drama Korea, mendadak merasa seperti sedang berada di dalam salah satu adegan drama tersebut. Menembus hujan badai, menaiki mobil mewah bersama seorang pria tampan berkuasa, situasinya benar-benar terasa tidak nyata. Arumi menarik napas dalam-dalam, berusaha keras mengontrol debaran jantungnya yang mulai bertingkah laku aneh.

Sementara itu, di balik kemudinya, Zaky menyunggingkan senyum bahagia yang tak tertahankan. Menjadikan Arumi sebagai guru les privat si kembar di akhir pekan ternyata adalah keputusan terbaik yang pernah ia buat. Ini memberinya kesempatan emas untuk bisa berdua saja dan kembali dekat dengan wanita yang tak pernah sedetik pun hilang dari hatinya.

Suasana di dalam kabin mobil terasa sunyi senyap. Hanya ada deru mesin sport yang halus namun bertenaga, bersahutan dengan bunyi gesekan wiper dan gemercik air hujan yang deras menghantam kaca depan, sesekali diselingi suara kilat yang menggelegar di langit Jakarta. Zaky sempat melirik Arumi yang terus terdiam menatap ke luar jendela. Ia bingung bagaimana harus memulai obrolan tanpa membuat wanita itu semakin menjaga jarak.

Setelah menimang-nimang kata, Zaky akhirnya memberanikan diri membuka suara.

"Dulu... kamu kuliah di mana, Rum? Sampai akhirnya bisa sukses menjadi seorang guru seperti sekarang? Ternyata, kau benar-benar berhasil menggapai cita-citamu dulu," tanya Zaky lembut, mencoba membawa obrolan ke arah yang lebih santai.

Mendengar pertanyaan itu, Arumi tersenyum sinis tanpa menoleh. Namun, karena menyadari pertanyaan Zaky kali ini masih dalam batas wajar dan bukan ranah privasi yang mengganggu, ia memutuskan untuk menjawabnya dengan nada dingin namun santai.

"Aku kuliah di Universitas Padjadjaran, Bandung. Kebetulan aku ikut seleksi beasiswa," jawab Arumi, suaranya terdengar datar. Ia menjeda sejenak, menatap rintik air yang meluncur di kaca mobil. "Setelah kejadian memalukan dua belas tahun lalu itu, aku memutuskan untuk pergi jauh ke Bandung. Aku menumpang tinggal di rumah Tante Ratih yang kebetulan mengajar sebagai dosen di sana. Alhamdulillah, berkat arahan dan bimbingan beliau, aku berhasil mendapatkan beasiswa penuh sampai lulus sarjana."

Arumi menceritakan bagian itu dengan binar kebanggaan yang samar di matanya, meski di balik pencapaian itu, ia harus melewati kepahitan terdalam yang hampir merenggut kewarasannya.

Mendengar frasa "kejadian memalukan" yang keluar langsung dari bibir Arumi, dada Zaky seketika terasa dihantam batu besar. Ada rasa sakit yang teramat perih menjalar di hatinya. Ia tahu betul ke arah mana maksud perkataan Arumi barusan, dimana sebuah luka masa lalu yang ia ciptakan karena ketidakberdayaannya menghadapi sang ayah dulu.

Namun, Zaky memilih untuk menahan diri. Ia tidak ingin merusak momen berharga ini dengan memicu perdebatan tentang masa lalu yang belum siap Arumi dengar penjelasannya. Ia hanya bisa terdiam, menggenggam erat setir mobilnya dengan sejuta rasa bersalah yang kian menggunung.

Perjalanan yang semula lancar kini mulai melambat. Di hari Sabtu sore menjelang malam itu, hujan perlahan-lahan mereda, menyisakan aspal basah yang berkilau terpantul lampu-lampu kota. Karena ini adalah malam minggu, jalanan protokol Jakarta seketika dipadati oleh kendaraan. Banyak muda-mudi serta pasangan kekasih yang berhamburan keluar untuk menikmati kulineran malam. Udara ibu kota yang biasanya panas menyengat kini berubah menjadi sangat sejuk dan segar setelah diguyur hujan.

Lamborghini putih milik Zaky pun akhirnya ikut terjebak dalam kemacetan panjang yang khas di kota metropolitan tersebut. Sebenarnya, sebagai orang yang paham seluk-beluk Jakarta, Zaky tahu persis beberapa jalan tikus yang bisa dilewati untuk menghindari macet agar bisa cepat sampai ke kontrakan Arumi. Namun, pria itu sengaja tidak mengambil jalur alternatif tersebut. Ia ingin mengulur waktu demi menikmati momen berdua yang teramat langka ini bersama mantan kekasihnya itu.

Di tengah keheningan kabut tipis di luar jendela, memori Zaky kembali melayang ke masa lalu. Ia teringat momen malam minggu belasan tahun lalu di desa Kedung jati. Saat itu, mereka pergi menonton layar tancap di balai desa yang diadakan dalam rangka perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Hanya bermodalkan koran bekas sebagai alas duduk di atas lapangan rumput sambil ditemani sebungkus kacang rebus, jagung manis hangat, serta segelas bandrek untuk mengusir dingin, mereka bisa tertawa lepas bersama warga sekitar. Sederhana, namun terasa begitu indah.

Zaky tersenyum tipis seorang diri mengenang masa-masa paling bahagia dalam hidupnya itu. Lamunan itu buyar ketika mobilnya akhirnya mendekati kawasan bisnis di pusat kota. Alih-alih mengarah ke rute kontrakan Arumi, Zaky malah membelokkan kemudinya dan membawa Arumi ke area parkir salah satu restoran mewah di kawasan Thamrin.

"Rum, kebetulan tadi kita di rumah cuma makan kue dan camilan saja. Aku ingin mentraktir kamu makan malam di sini sebagai ucapan terima kasihku karena kamu sudah membimbing Azzam dan Azzura dengan sangat baik hari ini," ujar Zaky setelah mematikan mesin mobil.

Arumi menoleh, keningnya berkerut dalam. Ia sempat membuka mulut untuk menolak dengan tegas. Namun, ia mengurungkan niatnya saat melihat tatapan keras kepala Zaky. Arumi tahu betul watak pria di sampingnya ini, jika Zaky sudah menginginkan sesuatu, ia tidak akan menerima penolakan. Karena enggan memicu perdebatan panjang yang tidak ada habisnya di dalam mobil, Arumi akhirnya menghela napas pasrah dan mengiyakan ajakannya. Zaky langsung tersenyum lebar mendapat persetujuan itu.

Mereka berdua berjalan masuk dan memilih sudut meja yang cukup tenang. Kafe tersebut memiliki suasana yang sangat romantis dengan pencahayaan hangat dan alunan musik instrumen yang lembut.

Namun, baru beberapa saat mereka duduk dan memesan hidangan, Zaky tiba-tiba menggeser posisinya menjadi sangat dekat. Tanpa aba-aba, pria itu melingkarkan lengannya dan merangkul erat bahu Arumi.

Arumi tersentak kaget. Tubuhnya menegang seketika, dan matanya menatap tajam penuh kemarahan. "Kamu... Lepaskan, Zaky! Jangan kurang ajar ya!" desis Arumi kesal setengah mati sambil berusaha menyentak tangan Zaky dari bahunya.

"Sstttt... Diam, Rum. Kumohon, tetaplah diam seperti ini sebentar saja!" bisik Zaky cepat dengan nada mendesak. Matanya menatap lekat wajah Arumi, sementara lengannya justru semakin mempererat rangkulannya agar Arumi tidak bisa menghindar.

Arumi yang bingung sekaligus jengkel setengah mati akhirnya mengikuti arah pandangnya Zaky. Rupanya, di dekat pintu masuk restoran, tampak sosok wanita modis yang selama ini selalu mengejar-ngejar Zaky demi kepentingan bisnis dan obsesi pribadinya. Zaky benar-benar tidak menyangka akan berpapasan dengan wanita menyebalkan itu di tempat ini, sebuah gangguan tak diundang yang seketika mengancam kedamaian momen kebersamaannya dengan Arumi.

Bersambung...

1
aristi
wow Brebes itu kampungku thor😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, apa kabar warga Brebes 🤗
total 1 replies
Nar Sih
pilihan yg tepat zaky,buruan temuin ayu minta tolong pada nya dia pasti tau sebab mslh kamu knpa arumi berubah pada mu
Nar Sih
jgn menyerah zaky,cri tau sebab arumi berubah
mimief
hayooo Zaki
sekarang si tinggal terserah lu
masih mau ga berjuang
Arumi mah udah pasrah Ama takdir
toh...gw juga bisa kok selama ini tanpa lu
mimief: lanjut Thor 🤭
total 2 replies
Uba Muhammad Al-varo
Zaky........dari dulu sampai sekarang kenapa otakmu lemot dan kau nyonya Maya yang sombong yang membiarkan anaknya Zaky menjadi duda karatan dan tak tersentuh, hadeuh dasar si nyonya ogeb/Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Oalah duda karatan 🤣🤣🤣
total 1 replies
mamayasna
syuuliitt dahh
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
neny
selidiki ath zaky. atas apa yg terjadi sm arumi,mengapa sikap nya berubah,,tanya sm ayu,,km kan pintar,masa gtu ajh mesti dikasih tau
neny: ya iya lah,,hanya bertanya tanya dlm hati doang mah gk akan ada jawaban nya🤣🤣
total 2 replies
Teh Euis Tea
Zaky, ibumu biang keroknya, ibumu jg yg nyekokin biar km ga nikah lg
dasar nenek lampir
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh, mak lampir 🤣🤣
total 1 replies
Teh Yen
yah Zaky engg tau dong ibunya udh ngelabrak Arumi yah
Teh Yen
duh yg CLBK (cinta lama bersemi kembali) brasa muda kembali sampe.engg sadar senyum" sendiri hihii 🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nar Sih
zaky ..cri tau sja knpa sikap arumi berubah ,dan itu grgr ibu mu
Nar Sih
jatuh cinta berjuta rasa nya ,kebayang,,bila ngk jumpa 😂😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak 🤣🤣
total 1 replies
Teh Euis Tea
ya ampun Bu Maya bkn Arumi loh yg deketin putramu tp si Zaky sendiri yg msh ngejar Arumi
Arumi lawan jgn diam aj, cabein aj mulut kotor Bu Maya klu ga berani suruh othor yg maju duluan ntar aku bantuin doa dari jauh 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: weh, aku di tumbalin 🤣🤣🤣/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
total 1 replies
mimief
gas yu...yg model beginian mah jangan kasih kendor 🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh siap 🤣🤣
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
ayolah Ayu jaga Arumi dari kekejaman mulutnya nyonya Maya,kalau dia menyakiti Arumi lawan Ayu jangan diam aja udah terlalu banyak penderitaannya Arumi akibat nyonya Maya karena fitnahnya Citra
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😄
total 1 replies
neny
sabar ya rum,,nanti jg kebenaran akan terungkap,,cepat atau lambat,,semangat💪😘
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semangat juga kak 😀
total 1 replies
Teh Euis Tea
baru di senyumin Arumi aj udah serasa dunia milik km sendiri Zaky 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah itu dia, apalagi klo yg lain, bisa pingsan 🤣🤣
total 1 replies
neny
ter arumi arumi...🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh kak🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
lanjut
Nar Sih
arumi hati,,zaky emg serius sama kmu tpi ibu nya ngk suka dgn mu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!