NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami
Popularitas:120.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 30.

Hotel tempat kru maskapai menginap di Amsterdam terlihat tenang malam itu. Lampu-lampu koridor menyala redup, karpet tebal meredam suara langkah kaki para tamu yang lewat.

Setelah makan malam bersama kru, Leya kembali ke kamarnya lebih awal. Tubuhnya masih terasa lelah setelah penerbangan panjang hampir empat belas jam. Ia menutup pintu kamar, menggantung blazer seragam pilotnya di kursi, lalu berjalan ke kamar mandi. Air hangat dari shower membuat tubuhnya sedikit rileks.

Beberapa menit kemudian ia keluar dengan rambut setengah basah, mengenakan pakaian santai hotel. Ia duduk di tepi tempat tidur sambil memeriksa tablet jadwal penerbangan besok. Esok hari mereka akan kembali terbang ke Jakarta.

Tok... Tok...Tok...

Ada ketukan di pintu.

Leya mengernyit, sudah hampir pukul sepuluh malam. Biasanya para kru sudah beristirahat di kamar masing-masing. Ia berdiri dan berjalan ke pintu. Begitu dibuka, Rafi berdiri di sana.

“Ada apa?” Leya merasa tidak nyaman.

Rafi tersenyum tipis. “Aku cuma ingin bicara sebentar.”

“Nanti saja... saat briefing besok.”

Leya berniat menutup pintu, tapi tangan Rafi tiba-tiba menahan daun pintu.

“Ayolah, Leya. Ini nggak akan lama.” Nada suara Rafi terdengar memaksa.

Leya menatap pria itu dengan tajam. “Apa pentingnya sampai harus datang malam-malam begini?”

Rafi terdiam beberapa detik, lalu berkata pelan. “Aku hanya ingin minta maaf.”

Leya sedikit terkejut. “Untuk apa?”

“Untuk semua yang terjadi di akademi dulu.” Rafi menunduk sedikit, seolah benar-benar menyesal. “Aku terlalu terbawa emosi waktu itu.”

Leya ragu-ragu, namun ia tetap membuka pintu sedikit lebih lebar.

“Kalau hanya itu, kau tidak perlu—”

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Rafi tiba-tiba mendorong pintu dan masuk ke dalam kamar.

“Rafi!” Leya langsung mundur beberapa langkah. “Keluar dari kamarku...!”

Namun Rafi malah menutup pintu di belakangnya, senyumnya berubah. Tidak lagi terlihat seperti orang yang menyesal.

“Kenapa kamu selalu dingin sekali padaku?” katanya pelan.

Leya merasakan sesuatu yang tidak beres, ia berjalan cepat menuju pintu. Namun sebelum sempat membukanya, Rafi lebih dulu menahan tangannya.

“Lepaskan!” Leya berusaha menarik tangannya.

Namun pegangan pria itu semakin kuat, suasana kamar mendadak tegang. Rafi menatap wajah Leya dari jarak sangat dekat. Untuk sesaat, sesuatu yang gelap melintas di matanya.

“Aku selalu penasaran…” gumamnya pelan. “Kenapa semua orang selalu memujimu...”

Leya menggertakkan gigi. “Kalau hanya untuk bicara seperti ini, lepaskan tanganku.”

Rafi tidak menjawab, tapi tatapannya berubah aneh seolah sedang berperang dengan pikirannya sendiri. Ia mengingat semuanya sejak awal, ruangan akademi penerbangan. Instruktur yang selalu memuji nilai Leya. Sorak teman-teman mereka. Dan dirinya, yang akhirnya hanya menjadi co-pilot.

Selama ini ia selalu mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ia membenci Leya, karena wanita itu merebut posisi kapten yang seharusnya jadi miliknya. Namun sekarang saat berdiri sedekat ini, Rafi tiba-tiba menyadari sesuatu yang pahit. Ia tidak pernah benar-benar membenci Leya. Yang ia benci adalah... dirinya sendiri.

Karena ia tahu satu hal yang tidak pernah mau ia akui, kemampuannya memang kalah dari Leya. Dan Leya, lebih layak memimpin pesawat daripada dirinya. Kesadaran itu datang seperti tamparan keras, tangan Rafi yang tadi mencengkeram pergelangan Leya perlahan mengendur.

Leya langsung menarik tangannya.

“Apa sebenarnya maumu?” tanya Leya tajam.

Rafi menatap intens Leya, lalu tertawa pahit. “Aku bodoh.”

Leya mengernyit.

Rafi mengusap wajahnya dengan kasar. “Aku selalu bilang pada diriku sendiri, kalau aku benci padamu. Tapi sebenarnya… aku hanya tidak mau mengakui kalau aku kalah.”

Leya terdiam.

Rafi menghela nafas panjang. “Di akademi saat kamu mengalahkanku dan jadi kapten pilot… yang paling membuatku marah bukan kamu, tapi diriku sendiri.”

Suasana kamar mendadak sunyi, beberapa detik kemudian...

BRAK!

Pintu kamar tiba-tiba terbuka dengan keras, daun pintu menghantam dinding. Keduanya langsung menoleh, Kaisar berdiri di ambang pintu. Wajahnya gelap, matanya langsung tertuju pada Rafi yang berdiri sangat dekat dengan Leya.

“Lepaskan dia.” Suara Kaisar rendah, namun mengandung ancaman yang jelas.

Rafi langsung mundur dua langkah. “Aku tidak melakukan apa-apa.”

Kaisar berjalan masuk, tatapannya tajam. Ia berdiri di depan Leya seperti pelindung. “Apa yang terjadi?”

“Dia datang untuk bicara.” Leya menghela napas pelan.

Kaisar menatap Rafi dengan dingin.

Rafi menundukkan kepala sedikit. “Aku sudah selesai bicara.”

Nada suaranya tidak lagi menantang seperti dulu, Rafi pun berjalan menuju pintu. Sebelum keluar, ia berhenti sebentar. Lalu ia berkata tanpa menoleh. “Besok... aku akan mengajukan pemindahan rute.”

Setelah itu ia keluar dari kamar, pintu tertutup kembali. Ruangan kembali menjadi sunyi.

“Kamu nggak apa-apa, kan?” tanya Kaisar, dia memegang bahu wanita itu dengan pandangan cemas.

Leya mengangguk pelan. “Aku baik-baik saja.”

Kaisar menghela nafas panjang. “Aku curiga saat melihat dia naik ke lantai kamar kru, jadi aku ikuti dia.”

“Rafi hanya mengatakan apa yang dia rasakan padaku. Dia—”

“Apa? Apa maksudmu?” Kaisar langsung memotong, suaranya sedikit meninggi. “Jangan bilang dia juga mencintaimu seperti aku?”

Leya malah tergelak, ia benar-benar tidak menyangka Kaisar bisa cemburu sampai tidak rasional seperti ini.

“Bukan begitu,” katanya sambil masih menahan tawa. “Dia cuma meluapkan perasaannya, karena gagal jadi kapten. Dia bilang sebenarnya dia tidak membenciku… dia hanya benci pada dirinya sendiri karena tidak mau mengakui kekalahan.”

Leya mengangkat bahu ringan. “Jadi mulai sekarang, kita bisa tenang.”

Kaisar terdiam karena sedikit terkejut. Rafi yang selama ini selalu memusuhinya dan Leya… akhirnya memilih mundur dan berdamai.

Beberapa minggu kemudian...

Setelah semua keputusan maskapai keluar, Arkana seolah menghilang begitu saja. Tidak ada yang tahu di mana pria itu berada. Setelah dibebastugaskan dari maskapai dan kasusnya mencuat, Arkana benar-benar seperti ditelan bumi.

Teleponnya tidak aktif, alamat lamanya sudah tidak bisa didatangi karena sudah terjual. Bahkan beberapa rekan pilot yang dulu dekat dengannya tidak pernah lagi melihatnya muncul di maskapai. Seolah-olah, pria pengkhianat itu memilih menghilang... dari dunia yang dulu begitu ia banggakan.

Sementara itu…

Di sebuah rumah kontrakan kecil di Jakarta, seseorang duduk diam di lantai dengan wajah lelah. Shanaz menatap layar ponselnya yang sudah penuh dengan panggilan tak terjawab, semua panggilan itu tertuju pada Arkana. Namun tidak ada satu pun yang tersambung, Ia mengusap wajahnya dengan frustasi.

Sudah berminggu-minggu ia mencoba mencari pria itu. Setelah keluar dari rumah sakit, Shanaz bahkan sempat mendatangi alamat rumah lama Arkana. Namun yang ia temui hanya orang asing yang kini menjadi pemilik rumah itu. Rumah yang dulu ia pikir akan menjadi tempat tinggalnya bersama Arkana setelah pria itu menjadi duda, ternyata harta gono-gini perceraian Arkana dan Leya.

Bahkan saat Shanaz masih dirawat di rumah sakit selama seminggu, pria itu hanya menghubungi orang tuanya untuk datang menjaganya. Itu pun hanya sekali, dan setelah itu tidak ada kabar lagi.

Shanaz menunduk, matanya terasa panas.

“Mas Arkana, dimana kamu... ” gumamnya pelan.

Namun ruangan kontrakan itu tetap sunyi, tak ada jawaban. Kontrakan yang Shanaz tinggali sekarang bahkan jauh dari kata nyaman, hanya satu kamar kecil dengan kipas angin tua di sudut ruangan. Tidak ada furnitur mewah, tak ada lagi lemari pakaian besar. Bahkan sudah tak ada tas-tas mahal seperti dulu, karena sebagian besar barangnya sudah ia jual untuk bertahan hidup.

Dulu… sebagai pramugari maskapai besar, hidupnya terlihat glamor. Seragam rapi dengan make up yang sempurna. Terbang ke berbagai negara. Namun sekarang, semuanya telah hilang. Itu balasan yang pantas untuk wanita yang dengan sadar merebut suami orang. Apapun yang terjadi padanya sekarang... hanyalah akibat dari perbuatannya sendiri.

1
ρυтяσ✨
Alhamdulillah.... lega rasa'y, anak" tetap menganggap mu ayah kan pak, beda kalo seorang istri dia kapan saja bisa menjadi mantan tapi anak, seumur hidup tetap anak🥺🥺🥺😭😭😭q cengeng mudah nangis dan terharu hiks
ρυтяσ✨
ayolah pak... jangan libatkan anak kecil demi ego mu, semua murni kesalahan mu sendiri😔😔😔siapa yang mau melihat ibu'y di sakiti oleh bapak'y, semua akan membela seorang ibu
Miss Typo
bab ini penuh air mataku 😭
seperti Bagas, Rudi akhirnya sadar juga dan menyerahkan diri ke polisi.

ngomong² bukannya Arsen manggil Kaisar ayah ya bukan papa, apa aku lupa 🫢
Miss Typo: aku lupa 🫢🤣
total 2 replies
gina altira
Rudi akhirnya sadar
Wanita Tangguh🧩🌠: Iya dikasih kesempatan semua penjahatnya kecuali Shanaz, tapi di akhir mungkin bisa tobat dia🤭
total 1 replies
Tiara Bella
sedih ko banyak bawangnya sh Thor....
Wanita Tangguh🧩🌠: Uluhhh😍
total 3 replies
gina altira
Rudi sudah cukup,, jgn bikin kesalahan lagi. lagian Arkana ga balikan lg sama Shanaz
Miss Typo
semoga Arsen gak di apa²in
bsjelfjbrndsabdvr
waduhh kok makin seru ya🤣🤣
tutiana
syukurlah tasya sudah bersiap
Rini Hasmira
luar biasa thor ♥️♥️♥️♥️
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Muft Smoker
bnr2 harus di basmiii nih si rudiii ,, 🤨🤨🤨
Muft Smoker
si viola cocok smaa si shanaz ,,
cocook tu dy klo duet bareng di satu punggung ,,
yg satuu si penampung tamparan ,,
yg satuu si penampung dendam🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Priskha
waduh blm jd istrinya aja si Viola sdh posesif banget, bsk klau sdh nikah bs2 di rantai tuch si Rafi di kmr trs ndak blh keluar 🤣🤣🤣
Shee_👚
Alhamdulillah setidaknya Arsen bisa kenal bapak kandungnya nanti
Shee_👚
nah kan jadi gak bertanya2 kenama arsen
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
waduh arsen betulan di culik
dan ini kok tau dr mana ya klo oada liburan wis angel2
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
vioal dar dlu g berubah dr dendam sama leya akbirnya sm orang yg blm tentu betul yg di sangka
rasa suka tp tidak menganggu hubungan kan ini mah nnti mlh kandas kapoktp syukurlah kandas dr pada di teusin mlh bikin mslh terus
Tiara Bella
kasian Arsen ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!