NovelToon NovelToon
ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Action
Popularitas:261.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Jeremy Aslan, kepala mafia paling ditakuti, mengira menikahi Claire, putri wakil presiden akan memberikan keuntungan besar pada bisnis senjata yang sedang dia jalankan. Ternyata, yang ia dapatkan adalah ... menghadapi perempuan paling bikin sakit kepala sepanjang dia hidup.

Alih-alih fokus dengan bisnis dunia gelapnya, ia malah fokus dengan segala tingkah laku random Claire seperti, diam-diam menciptakan bom dan meledakkan kantor polisi hanya karena ia punya dendam dengan polisi, merusak rumah pribadi politisi yang dia anggap sering merendahkan ayahnya, dan bekerja di perusahaan Farmasi hanya untuk membuktikan mantan pacarnya adalah gay.

Bagi Jeremy, mengendalikan ratusan anak buah bersenjata jauh lebih mudah daripada menghadapi satu istrinya yang nakal dan sama sekali tidak mengenal kata takut. Jeremy hampir menyerah pada semua kenakalan perempuan itu, sampai Claire tiba-tiba di culik, saat itulah dunia Jeremy hancur. Karena akhirnya ia menyadari, Claire adalah dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ciuman

"Aww, sakiit ... Itu badan apa batu sih?" rengek Claire dengan bibir manyun. Tangannya mengusap-usap kepalanya yang tadi menubruk Jeremy.

Drama queen lagi. Jeremy berbalik,

"Tunggu di sini."

"Aku mau ikut. Mau milihin celana yang cocok sama sweater ini." katanya.

"Tidak perlu. Aku bilang tunggu di sini Claire."

Jeremy kembali berbalik dan melanjutkan langkahnya. Namun Claire memang bukan sosok yang akan patuh begitu saja. Gadis itu tetap mengikutinya dari belakang. Jeremy hanya menghembuskan nafasnya. Dia tidak habis pikir, pada hal sudah berulang kali ia bersikap kasar bahkan sengaja mengatakan bahasa yang menyakiti perempuan itu, tapi sepertinya semua itu tidak ada artinya. Seperti apa yang dia lakukan untuk membuat perempuan itu menjaga jarak darinya sia-sia belaka.

"Wahhhh ... Ternyata pesawat ini ada kamarnya. Besar, mewah, keren abis pula. Kenapa kita gak di sini aja sih? Kan aku bisa asyik-asyikan tidur." seru Claire dengan mata berbinar.

Ia melewati Jeremy yang hendak menyuruhnya keluar. Tapi percuma. Jeremy tahu gadis itu keras kepala. Mana mau dia keluar setelah melihat kamar ini.

Pria itu memang sengaja tidak membawa Claire ke sini karena dia tidak ingin peristiwa seperti yang semalam terjadi lagi.

"Hemmm... Nyaman," gumam Claire sudah berbaring terlentang di kasur besar.

Jeremy sebisa mungkin tidak peduli dengan keberadaan gadis itu dan berjalan ke lemari pakaian miliknya yang ada di bagian sudut kamar. Begitu melihat Jeremy mulai membuka lemari, Claire langsung bangkit dan melompat mendekat, berdiri tepat di sampingnya dengan pandangan penuh rasa ingin tahu. Tangannya langsung menyambar satu per satu celana yang tergantung rapi di dalam lemari itu, memeriksa warna, model, hingga bahannya seolah sedang menilai barang dagangan di pasar.

"Ini yang hitam lagi? Sudah ada tiga pasang yang sama persis! Kamu ini koleksi celana atau menimbun arang sih?" ocehnya sambil menggeleng-geleng kepala tidak setuju.

"Kalau pakai hitam terus, nanti kamu dikira petugas pemakaman tahu. Coba yang ini, warna abu-abu muda. Lebih terang, lebih cocok sama sweater yang aku pakain tadi. Atau yang biru dongker ini? Nggak terlalu mencolok tapi tetap terlihat rapi dan gagah."

Claire terus mengoceh tanpa henti, mengangkat satu celana lalu menukarnya dengan yang lain, memberikan alasan panjang lebar mengapa yang satu lebih baik dari yang lain, bahkan sampai membahas warna yang cocok dengan kulit Jeremy, gaya berjalan, hingga kesan yang akan ditangkap orang lain saat melihatnya. Suaranya yang nyaring dan cepat terus terdengar memenuhi ruangan, membuat kepala Jeremy terasa berdenyut pelan. Sudah sepuluh menit lebih ia mendengarnya, dan kata-kata gadis itu seolah tidak ada ujungnya.

"Cukup." ucap Jeremy akhirnya, tapi Claire bahkan tidak berhenti, malah mengangkat celana lain dan berkata,

"Nah, ini yang paling pas! Lihat kan? Bahannya lembut, nggak panas, dan warnanya ..."

Belum sempat kalimatnya selesai, Jeremy tiba-tiba berbalik. Dengan gerakan cepat dan kuat namun tidak kasar, ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Claire, mengangkat tubuh mungil itu seolah mengangkat bantal ringan. Claire terkejut bukan main, kedua kakinya terangkat melayang di udara dan ia berteriak kaget,

"Hei! Apa-apaan ini? Turunkan aku mister Jem! Aku belum selesai milih,"

Jeremy tidak menjawab. Mister Jem, mister Jem sialan. Enak saja memberinya panggilan sembarangan. Ia melangkah cepat menuju kasur besar di tengah kamar, lalu melempar tubuh Claire ke atas permukaan kasur yang empuk itu. Sebelum gadis itu sempat bangkit atau memprotes lagi, Jeremy sudah menindih tubuhnya dengan tubuh besar dan beratnya, menahan kedua sisi tubuh Claire dengan kedua lengannya sehingga gadis itu tidak bisa bergerak ke mana pun.

Wajah Jeremy hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajah Claire. Napasnya terasa hangat dan berat, matanya menatap tajam namun menyembunyikan gejolak yang sudah lama ia tahan. Claire tertegun seketika, mulutnya terbuka sedikit hendak mengeluarkan ocehan lagi, tapi suara itu terhenti di tenggorokannya.

"Kau terlalu cerewet," gumam Jeremy dengan suara rendah dan parau, membuat bulu kuduk Claire meremang.

"Lihat saja apakah setelah ini kau masih akan cerewet atau tidak."

Tanpa aba-aba lagi, Jeremy menundukkan kepalanya dan mencium bibir Claire dengan kasar dan tanpa ragu. Ciuman itu bukan ciuman lembut atau ragu-ragu, ia mendesak, meminta, dan menuntut sepenuhnya.

Claire terkejut luar biasa, matanya terbelalak lebar, dan tangannya secara refleks mendorong dada Jeremy, berusaha menolak karena masih kaget mendadak. Tapi tenaganya tidak sebanding dengan kekuatan pria itu. Jeremy justru semakin mendekat, semakin memperdalam ciumannya, Jeremy melumat dengan cara yang membuat Claire kaget sekali karena dia belum pernah berciuman se intens ini sebelumnya.

Setelah beberapa saat, Jeremy perlahan melepaskan bibirnya, tapi tidak berhenti. Ia menuruni kecupannya ke sudut bibir, lalu bergerak turun menelusuri rahang gadis itu, turun lagi ke leher yang lembut dan halus. Di sana, ia menempelkan bibirnya, meninggalkan bekas merah yang jelas sebagai tanda kepemilikan yang tak bisa disangkal. Claire mendesah pelan, rasa kaget perlahan berganti dengan sensasi hangat yang menjalar ke seluruh tubuhnya, membuat lututnya lemas dan tenaganya perlahan hilang.

Sementara itu, tangan kanan Jeremy bergerak naik, menyentuh bagian tengah dada Claire, menyentuh kuat di sana. Gerakan itu membuat Claire menggigil hebat, napasnya terengah-engah, dan mulutnya yang tadinya penuh ocehan kini hanya bisa mengeluarkan suara yang terputus-putus.

Jeremy mengangkat sedikit wajahnya, menatap mata Claire yang kini terlihat sayu, pipinya memerah merona, dan bibirnya yang bengkak karena ciuman tadi terlihat lebih menggoda. Ia tersenyum tipis, senyum yang penuh kemenangan. Ternyata memang berhasil, tindakannya ini berhasil membuat Claire terdiam.

Awalnya Jeremy ingin berhenti, namun ada yang aneh dengan dirinya. Dia merasakan gairahnya mulai bangkit. Menatap gadis yang berada tepat di bawahnya ini, membuatnya menginginkan lebih.

Tidak mungkin, pada gadis ini?

Jeremy berusaha menepis pikirannya ingin menyentuh Claire lebih jauh, tapi seakan iblis telah merasuki jiwanya, ia justru semakin menjadi-jadi mengangkat pakaian Claire ke atas, melewati kepalanya, dan ... Tanpa ragu ia langsung menyerang. Jeremy yang sudah dikuasai oleh nafsu pun langsung menyerang Claire, membuat gadis itu kaget.

1
orang pinggiran
aku nagakak bgt dieps ini
~Ni Inda~
Hadeeuhh...para bocah...dikira main petasan apa 🤣🤣
Atik Marwati
senjata makan tuan rupanya tapi ga kapok🙄
Miss Typo
sekalu bikin ngakak, apalagi ada Talia 🤣
call mi
😛😛😛😛
Ririn Danayanti
Thor kok up nya cuma 1 1 aja
Yuliana Purnomo
ngakak 😄😄😄 aku mbayangin aksi mereka 😄
Rahmat
astaga nambah lg 1anggota geng claire,laki talia gak ngamuk gak y apalg mr jim istrix bikin masalah🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍 q aja yg cuma baca bisa ngebayangin
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 sakit perut.... kram broooo
ririen handayani
adu dududududu gk kuat ngakak 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣... asli penghilang stress nih crita
ririen handayani
astaga.... gini nih klo amatir 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 somplak
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 suami kok djelek2in
Nandi Ni
boleh ga sih aku tertawa bahagia walau mereka telah berhasil ngebom kantor polisi🤣🤣🤣 episode paling lucu dan gong bgt sih ini
Septi Lahat
astoge,, sempat 2 salah lempar bom😅😅😅
🍃🌺WINA🌺🍃
Mommy thalia merasa senang ada lebih gila darinya🤣🤭bisa mengenal geng somplak dan setengah gila...

kirain bom rakitan claire berbahaya hanya bikin gosong, mom thalia dan claire dan sahabat-sahabatnya aja🤣

claire nanti ketahuan mister jem dihukum kamu nakal banget, diam-diam keluar dari rumah sama sahabat2 kamu tanpa ijin mister jem😄

mommy thalia bergabung aja geng mafia mommy thalia jadi ketuanya, claire dan teman2nya anak buahnya pasti sangat seru dan menarik🤣🤭
Tiyas Dimas
bener-bener nakal ini anak😄😄🤦🤦
Qorey
misi terkocak🤣🤣🤣
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Apa jangan" boom yg di didapatkan genk Claire punya Jeremy yg hilang itu ya 🤔🤔🤔🤔
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: ganjel dong🤣🤣
total 10 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!