NovelToon NovelToon
Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Lari Saat Hamil / Menikah Karena Anak
Popularitas:31.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kaelus Danurwenda terkejut ketika mendapati dirinya di pagi hari tanpa mengenakan pakaian. Dia mengumpat marah ketika mengingat kejadian tadi malam.

Kaelus mencari jejak si wanita namun nihil. Pencarian Kael berlangsung selama 4 tahun lamanya, tapi tak menghasilkan apapun.

Ketika harapannya pupus, dan hendak menerima perjodohan yang diatur orang tuanya, tiba-tiba seorang bocah dengan mata coklat kekuningan menabrak tubuhnya.

"Maap Om, Al nda senaja."

Debaran aneh memenuhi hati Kaelus Wajah bocah itu sangat tidak asing di matanya.

"Kamu ... ."

"Maaf Tuan, anak saya berlari tanpa arah. Permisi."

Melihat ibu dari anak itu, Kaelus samar-samar mengingat tentang wanita di malam yang salah itu.

Apa yang akan dilakukan Kaelus? Apa dia akan melanjutkan perjodohan yang diatur, atau malah mencari ibu dan anak tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ATSP 31

"Aku nggak takut. Aku juga nggak lari. Aku, aku baik-baik saja."

Sesampainya di kamar, Rosa menutup pintunya perlahan. Dia berlari kecil menuju ke tempat tidur lalu naik ke sana.

Rosa menekan dadanya dengan kedua tangannya. Meski jantungnya berdegup kencang, tapi keringat dingin tak keluar, nafasnya juga tidak memburu dan tenggorokannya sama sekali tidak tercekat.

Rosa mengambil nafasnya dalam dan membuangnya perlahan. Ada rasa syukur yang diucapkan olehnya setelah melihat reaksi dirinya sendiri terkait Kael.

Wanita itu merasa lega karena tubuhnya baik-baik saja. Bahkan tak berselang lama, Rosa tertidur dengan mudahnya. Dan malam itu, adalah kali pertama Rosa tidur tanpa terbangun di tengah malam.

Apa yang dialami oleh Rosa ternyata sama dengan apa yang dialami oleh Kael. Bersama dengan putranya, Kael tertidur dengan lelap. Tak hanya karena itu, reaksi Rosa ketika melihat dirinya tadi, sungguh membuat pria itu bisa memejamkan mata dengan sangat mudah dan tenangnya.

Malam bergulir dengan cepat dan juga tenang pastinya. Kael bangun lebih awal saat langit masih gelap. Ia tersenyum melihat ke arah AL yang tidur di sisinya.

Kael mengulurkan tangannya, mengusap kepala Al dengan perlahan lalu menciumnya lembut.

"Terimakasih karena mau menerima Ayah, Al. Ayah akan menjaga Al dan ibu dengan baik. Al akan membayar semua hutang yang Ayah punya ke Ibu," ucapnya lirih.

Kael tak langsung turun dari tempat tidur, dia memilih diam sejenak sambil duduk. Apa yang dikatakan oleh Al semalam, begitu terngiang di kepalanya. Hatinya pun masih sakit saat ini jika mengingatnya.

"Lumah Ayah badus, celimutnya juda tebal. Al dan Ibu nda punya celimut tebal. Telus di cini Al juda bisa matan matanan yan banyak. Cekalan Ibu juda nda cape, nda nanis. Pokok nya Al cenen kalena Ibu nda cape kelja kayak dulu."

Dari apa yang dikatakan oleh Al menjelaskan semua kondisi Rosa dan Al dulu. Meski tak semua diberitahukan, tapi dari sepenggal gambaran tersebut, sudah cukup membuat Kael mengerti bahwa betapa sulitnya hidup mereka.

Kael mengusap wajahnya kasar. "Andai aku menemukan mereka lebih cepat."

Helaan nafas itu terasa begitu berat. Sesal yang dimiliki Kael memang besar. Dia bertanya-tanya, mengapa selama empat tahun mencari tak jua bisa menemukan keberadaan Rosa. Dimana selama ini Rosa berada.

Namun pertanyaan-pertanyaan itu sekarang tak lagi berguna. Bagi Kael yang terpenting sekarang adalah mereka berdua ada di sisnya. Dalam kepala Kael sudah banyak hal yang ingin dilakukan dan diberikan kepada Rosa dan juga Al.

"Sebenarnya hal utama yang ingin aku lakukan adalah menikahi Rosa, lalu membuat Al menjadi anakku yang sah. Aku tak ingin ada ganjalan nanti kedepannya. Tapi untuk menikah itu, mungkin akan jadi sedikit sulit. Aku nggak boleh buru-buru juga. Hati Rosa baru mengintipku, belum benar-benar terbuka. Ya, aku harus lebih sabar dan berhati-hati."

Kael menganggukkan kepalanya atas rencana yang menurutnya sempurna itu. Saat ini mendekati Rosa secara bertahap menjadi tahap yang lebih baik ketimbang terburu-buru menikahinya.

Eughhh

Kael membalikkan tubuhnya mendengar Al melenguh. Dia menepuk-nepuk punggung Al, tak lama bocah itu kembali lelap.

"Tidurlah lagi sayang, hari masih sangat pagi," ucapnya. Pria itu kini beranjak, dan dengan perlahan berjalan keluar dari kamar.

Tak tahu apa yang akan dilakukannya sepagi ini, Kael memilih keluar rumah untuk menghirup udara pagi yang segar. Aroma embun yang basah membuat hidung terasa geli, tapi Kael menyukainya.

Biasanya, pria itu tak pernah melakukan hal seperti ini. Bangun tidur, dia akan langsung mandi, segera sarapan dan berangkat ke perusahaan. Tapi pagi ini Kael tak ingin melakukan rutinitasnya itu. Dia bahkan sudah memiliki rencana membolos.

"Selamat pagi."

Degh!

Kael yang tengah begitu tenangnya menikmati embun pagi itu sedikit terjingkat mendengar sapaan. Ia segera membalikkan tubuhnya, dan suara yang sangat lembut, dimana awalanya ia pikir hanya halusinasi dalam kepalanya, ternyata benar milik seseorang.

"S-selamat pagi juga."

Kael menjawab dengan terbata-bata. Matanya sedikit membesar dan dadanya berdesir hingga membuat bulu kuduknya berdiri. Mengalahkan hawa dingin pagi Kota Bandung.

Situasi menjadi sangat canggung. Kesunyian mendera diantara Rosa dan Kael pagi itu. Hanya suara kicau burung yang terdengar. Atau mungkin deru nafas dari masing-masing mereka sendiri yang di dengar.

"A-apa tidur mu nyenyak?"

Kael memecah keheningan. Pertanyaan basi sebenarnya, tapi dalam kepala pria itu hanya kalimat tersebut yang mampu diucapkan.

"Ya."

Jawaban singkat dari Rosa kembali membuat keheningan. Kael bingung, apa yang harus dikatakannya lagi setelah ini.

Melihat Rosa yang berdiri berjarak 3 meter darinya, Kael ingin mendekat lagi sebenarnya. Namun jika mendekat, apa yang akan dilakukan? Di jarak seperti ini saja dia sudah kehilangan kata-kata.

Wajah Rosa terlihat cantik alami di mata Kael. Baru kali ini dia bisa melihat dengan seksama wajah wanita yang ada dalam rengkuhannya empat tahun silam.

Tanpa make-up, wajah Rosa begitu bersinar. Meski tak memegangnya langsung saat ini, tapi Kael bisa tahu bahwa rambut Rosa yang panjang diikat itu terasa halus.

"Rosa, siapa nama panjang Al."

Akhirnya Kael bisa bicara juga. Meski dia harus menggunakan putranya sebagai bahan pembicaraan.

"Alarik Rakyan."

"Nama yang bagus."

Rosa menjawab singkat, sesuai dengan pertanyaan yang diajukan oleh Kael.

Sebenarnya Rosa sendiri juga tidak tahu mengapa tubuhnya berjalan begitu saja ke luar rumah saat melihat Kael yang berdiri di sana. Kepala dan hatinya memiliki banyak hal yang ingin diutarakan namun bibirnya benar-benar kelu, sehingga ia pun hanya mengikuti arus yang dibuat oleh Kael.

"Rosa, a-aku sungguh minta maaf atas kejadian itu."

Kael menundukkan kepalanya, bibir yang tadi tersenyum, kini memudar dan berubah menjadi muram.

Kata maaf yang diucapkan terdengar banyak mengandung penyesalan dimana Rosa bisa merasakannya.

"Kenapa kamu melakukan itu padaku?"

Akhirnya Rosa pun bisa berbicara apa yang dipikirkannya. Meski malam itu dia sudah mendengar semuanya, tapi Rosa ingin mendengar langsung dari Kael.

Kael mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Dia mengangkat wajahnya, dan menatap Rosa dengan sorot mata sendu.

"Mungkin ini terdengar sepert alasan atau pembelaan diri. Tapi apa yang ingin aku sampaikan sungguh merupakan cerita yang sebenarnya. Aku dikerjai oleh salah satu temanku yang sekarang bukan lagi temanku. Dia memberiku obat perangsang. Waktu itu aku ingin menyelesaikannya sendiri. Namun agaknya obat yang diberikan olehnya sangat kuat. Lalu kamu muncul di hadapanku Rosa. Aku tak bisa menahannya, dan itu lah yang terjadi. Aku langsung mencari mu pagi itu, tapi kamu menghilang tanpa jejak. Aaah maafkan aku Rosa, maafkan karena aku tak becus."

Degh!

Setiap kata yang diucapkan Kael membuat dada Rosa naik turun. Rasa sakit, marah, kecewa dan jijik itu beradu dengan rasa iba. Wajah yang ditampilkan Kael saat ini adalah wajah orang yang kesakitan penuh dengan penderitaan.

"Bukan cuma aku ternyata yang sakit. Kenapa, kenapa orang itu tega menghancurkan hidup banyak orang."

Rosa bergumam lirih. Air matanya luruh begtu saja tanpa permisi.

"R-rosa?"

TBC

1
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
g mungkin kael nikah m orang lain dia juga g mau pisahkan km m al
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
sempull emng doanya g bener
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kael dan Rosa galau nih 🤦😅
Dew666
Iya Rose harus nikah
Novita Sari
tapi ceritanya masih bagus.gak muter muter kok,kan nyeritain traumanya rosa sama kael n juga ada sangkut pautnya..
Esther
Galau nih Rosa dan Kael perkara menikah atau tidak🤭.
爾妮
😍😍mantap ahh
Rohmi Yatun
enggak kok Thor.. Q suka cerita nya..
爾妮
semangat tor,, lanjut 💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus Griz lngsng ultimatum Kael dan Rosa biar cepat nikah agar Al punya status jls jd gak usah nunggu lama" lg 😉👍
ind@h
dulu waktu kecil aq jg pernah hanyut di sungai kak..kata orang² ini nyawa kedua..bener kata kakak..trauma itu masih ada di alam bawah sadar kita bahkan sampai skr...memang trauma itu susah bgt ilangnya kak..mungkin bagi mereka yg tdk mengalami menganggap enteng..tp jujur bgt bagi kita itu sangat berat..
Ayudya
lanjut kak😍😍😍😍
Dozky 2 Crazy
gak ko author aku sukaaa
n faham
semangat n sehat sehat author🩷🩷
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Eeh dikiiit naa /Proud/
Novita Sari
😭😭😭😭
Keysha Aurelie
Kael pria yang baik ,gak egois, gak kejam, gak dingin, beda banget sama pemeran utama yang lain 🤭 langsung suka aku, pria idaman ini
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kapan nih Kael dan Rosa nikah 😏🤔
爾妮
😭😭😭

teman nya si kael gk d kasih pelajaran,,karna dia mereka jd sengsara
ind@h
pagi² udah ada yg naruh bawang...
Sastri Dalila
/Whimper/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!