Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.
Happy Reading All🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Qaisara Aulia Syahrizky
Di sebuah hutan, tepatnya sebuah gunung yang begitu asri. Jauh dari keramaian kota, polusi dan banyak nya manusia. Hanya ada pepohonan, tumbuhan herbal, hewan buas dan jinak, juga yang paling di takuti manusia. DEMIT!!!
Gunung pribadi milik seorang pria tua, yang terkenal raja bisnis pada masa mudanya. Di hutan yang terlihat menyeramkan, bagi sebagian orang. Namun... jauh di dalam sana, ada dua buah rumah cukup besar. Rumah panggung, yang keseluruhannya di bangun dari kayu pohon jati. Rumah utama dan rumah para pegawai.
Di depan maupun di belakang rumah, yang tak besar itu. Terdapat halaman yang sangat luas, yang mana terbagi beberapa lahan. Lahan-lahan tersebut, ada yang di tanami tanaman herbal. Ada yang di tanami sayuran, buah-buahan dan juga bumbu dapur. Di luar gerbang tinggi, terbentang luas sawah. Dunia kecil, yang hanya di tempati oleh dua pemeran utama. Seorang kakek dan cucu perempuannya, dan pemeran figuran nya adalah para pekerja.
"AULIAAAAAAA" terdengar suara teriakan, dari seorang pria tua. Pria yang sudah menginjak 80 tahun, namun masih terlihat begitu sehat. Bahkan wajahnya, terlihat awet muda. Masih terlihat tampan, karena pola hidup sehat. Juga lingkungan hidup, yang sangat bersih.
Para pekerja sudah biasa, melihat tuan besar mereka berteriak seperti itu.
"Apa lagi yang di lakukan nona Aulia, tuan? Sampai membuat tuan sekesal ini?" tanya pak Omair Fauzi, sang kepala pelayan. Pria berusia 75 tahun itu, memberikan air minum pada sang tuan.
"Anak itu menolak ke kota, aku menyuruhnya sekolah normal seperti anak-anak seusianya. Dan sekarang, entah kemana lagi anak itu?" jawab sang tuan
Tuan Pamir Shafwan Syahrizky, kakek tua berusia 80 tahun. Raja bisnis, yang memiliki kekayaan tak terhingga. Membesarkan seorang cucu perempuan, yang bernama Qaisara Aulia Syahrizky. Aulia merupakan anak dari putranya, yang bernama Nadhif Munawwir Syahrizky. Dan menantu perempuannya, bernama Almira Aluna.
Keduanya sudah meninggal dunia, di saat Aulia berusia 3 tahun. Kecelakaan beruntun, pada saat mereka pulang dari luar kota.
"Nona Aulia sudah terbiasa dan nyaman tinggal di sini, apalagi.... nona Aulia enggan meninggalkan tuan." balas Fauzi
"Tapi dunianya hanya ada aku, kalian, para hewan dan para sosok tak kasat mata itu. Aku ingin dia berteman, dengan anak-anak remaja seusianya. Aulia memang jenius, bahkan ia sudah memiliki gelar master di usia menjelang 15 tahun. Tapi dari SD, SMP, SMA dan kuliahnya hanya melalui media digital. Tak ada pergaulan antar sesama, apa aku akan mendapatkan cucu menantu kelak? Jangan-jangan cucu menantuku, nanti malah AI" pak Fauzi tertawa
Majikan sekaligus sahabat dan kakak nya itu, selalu merasa khawatir dengan masa depan sang cucu.
"Pelan-pelan saja tuan, nona Aulia pasti akan mengerti dengan kekhawatiran anda." ucap pak Fauzi
"Kamu benar, sebenarnya aku pun bingung. Apa lagi yang harus dia pelajari, lihat semua tanaman di sekitar kita. Semua bisa tumbuh dengan baik, karena hasil dari penelitiannya sejak usia 10 tahun. Bahkan kita pun, tak membutuhkan orang luar untuk pasokan. Karena semuanya, sudah terjamin dengan baik. Salah ku memasang listrik dan internet, sehingga membuat Aulia merasa cukup melihat dunia luar dari benda kotak di kamarnya." balas kakek Pamir, seraya menghela nafas.
"Sudahlah, kita main catur saja" lanjut kakek Pamir, keduanya pun masuk kembali ke dalam rumah.
.
.
'Apa kakek tidak akan marah, kamu pergi tanpa meminta ijin pada beliau?' tanya hantu perempuan, bernama Kia
"Habisnya kakek menyebalkan, terus saja menyuruhku pergi dari sini. Apa kakek tidak sayang lagi padaku?" jawab Aulia
'Mana mungkin kakek mu tidak sayang padamu, justru kakek sangat sayang. Karena itu, beliau menginginkan kamu berteman dengan makhluk sejenis mu.' balas Bilal, hantu lelaki
"Sudah ada kakek kesayangan, kakek Fauzi, ibu Ulfa dan para pekerja di sini. Bukankah mereka semua manusia? Apa jangan-jangan... selama ini, mereka adalah hantu yang tak sadar bila dirinya hantu." ucap Aulia, dengan membulatkan kedua mata nya.
'NGACO!!!' ucap Bilal dan Kia bersamaan, Aulia tertawa
Mereka sedang duduk, di salah satu pohon besar di tengah hutan. Di tangan Aulia, ada satu kotak makanan besar. Yang isinya penuh dengan makanan favoritnya, di buat oleh ibu Ulfa Khairunnisa. Pengasuh nya sejak ia berusia 4 tahun, sosok yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.
Dia juga tak lupa membawa tas ranselnya, yang berisi banyak perlengkapan.
'Kamu membawa barang-barang ini, ceritanya kamu kabur?' tanya Kia
'Alaaahhh.... sejam lagi juga pulang, dia takkan sanggup bila makanannya habis.' jawab Bilal, membuat Aulia mencebik
SYUUUUUTTTT
BRUGH
"APAAN TUH?!" teriak Aulia, ia segera menyimpan kotak makanan nya. Dan dengan mudahnya turun, dari ketinggian 94 meter. Pohon Meranti Kuning, pohon yang berasal dari Kalimantan.
'Ada manusia jatuh, Li. Dia menggunakan parasut, sepertinya dia jatuh dari pesawat.' ucap Bilal, ia melihat ke atas.
Percuma, karena langit tertutup oleh rimbunnya dedaunan dari setiap pohon. Namun masih ada cahaya masuk, dari celah-celah dedaunan tersebut. Sehingga tidak membuat gelap di sekitarnya, masih bisa melihat jelas maksudnya.
'Apa dia sudah mati? Lumayan ganteng, bisa jadi pacar aku arwahnya nanti.' tanya Kia, yang langsung mendapat sentilan dari Bilal
Aulia mendekatkan diri, ia memeriksa orang yang jatuh tersebut. Saat Aulia hendak memeriksa denyut nadi pria tersebut, gerakan cepat mencekik lehernya.
"AKH"
"S-siapa kamu?" tanya pria itu lemah
"Ck" Aulia menepis tangan pria tersebut dengan mudah, pria itu merasakan nyeri di lengannya. Tenaga perempuan di depannya, sungguh besar.
"Diam lah, aku hanya ingin memeriksa mu saja. Apa kamu masih hidup, atau sudah mati?" ucap Aulia, membuat Bilal dan Kia menatap malas padanya. Aulia memegang pergelangan tangan pria itu, ia memeriksa nadi dengan memejamkan kedua matanya.
'Dia sok keren ya' ucap Kia, membuat Bilal mengangkat salah satu alisnya.
'Kenapa?' tanya Bilal
'Mukanya pake di tutup topeng separo, kaya yang ganteng aja.' jawab Kia
'Tadi kamu bilang lumayan ganteng, sekarang di bilang sok keren. Plin plan banget..' ucap Bilal
'Ya di liat dari separo mukanya emang ganteng, tapi karena tadi udah kasar sama Aulia. Jadinya sok keren, cuih.' balas Kia tak suka
"Bisa diem ga kalian?" ucap Aulia, tanpa membuka mata. Kedua arwah itu langsung menutup mulut mereka, memberikan Aulia ketenangan. Pria yang di tolongnya mengerutkan dahi, bicara pada siapa perempuan di depannya?
"Masih idup ternyata" ucap Aulia
Demi apa? Bilal, Kia dan pria itu sendiri ingin sekali memukul kepala Aulia.
"Bil, tolong turunin tas aku dong." pinta Aulia, tanpa banyak bicara Bilal melayang ke atas dan mengambil tas tersebut. Karena terlalu lama tinggal bersama Aulia, juga tempat tinggal yang begitu bersih dan murni. Membuat kedua arwah itu, bisa memegang benda di sekitarnya.
GLEK
...****************...
Bismillah...
Assalamu'alaikum my family
Ga nyangka banget, tetiba muncul ide buat judul baru. Semoga kalian suka ya...
Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....
votenya emak🥰
lanjuttttt yg bykkkk🤭😄💪