"Kecantikan tak bisa memakan racun kiamat, dan jabatan tak bisa membendung gigitan mayat."
Bereinkarnasi satu tahun sebelum bencana wabah The Them pecah, Thomas—seorang pria asal Indonesia—memilih jalan kelam demi bertahan hidup. Bergabung dengan sindikat perdagangan manusia, ia membiarkan tangannya berlumuran darah, memburu wanita-wanita Jepang untuk dijual kepada para pejabat demi satu tujuan: mengumpulkan modal tanpa batas.
Seluruh uang haram itu ia sulap menjadi sebuah Fortress Mansion bernilai miliaran yen di puncak pegunungan dekat SMA Fujimi—benteng pertahanan baja mandiri yang dilengkapi teknologi tinggi, stok logistik melimpah, dan persenjataan lengkap yang dapat dioperasikan seorang diri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamang to get her...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8 Anomali Hutan Dan Kristal Pertama
Layar monitor ruang kontrol menampilkan rekaman dari kamera inframerah di lereng barat pegunungan. Gerakan itu terlalu cepat untuk ukuran mayat hidup biasa. Sosok itu tidak melangkah maju dengan kaku, melainkan merangkak menggunakan empat kaki dengan tubuh yang membungkuk tidak wajar.
BZZZT...
Thomas menekan tombol zoom pada konsol kontrol. Resolusi kamera memperjelas wujud makhluk tersebut. Itu bukan manusia—melainkan seekor anjing pelacak jenis Doberman yang seluruh bulunya telah rontok, memperlihatkan otot-otot hitam keabu-abuan yang membengkak abnormal. Matanya menyala merah dalam gelap, dan rahangnya terbelah hingga ke batas leher.
"Zombie hewan..." gumam Thomas. Matanya berbinar dingin.
Ia ingat betul latar belakang perubahan dunia ini. Kiamat ini bukan sekadar wabah mayat hidup biasa yang melumpuhkan otak manusia. Ini adalah awal dari evolusi ekosistem mutlak. Manusia dan hewan yang terinfeksi akan terus bermutasi, dan zombie dari spesies yang berbeda—terutama hewan—memiliki tingkat bahaya yang jauh lebih tinggi daripada zombie manusia biasa.
Namun yang paling penting, di dalam tubuh zombie-zombie unik itulah tatanan baru kekuatan dunia akan diciptakan.
Thomas berdiri dari kursi kontrolnya. Ia memakai kembali rompi taktisnya, mengencangkan ikatan sarung machete di pahanya, serta menyelipkan sebuah pistol 9mm dengan peredam suara di dada kiri. Ia tidak membawa senapan serbu otomatis; di dalam rimbunnya hutan pegunungan, senjata jarak dekat yang senyap dan tidak memicu suara keras jauh lebih aman.
Ia melangkah keluar melewati pintu airlock samping benteng, masuk ke dalam kegelapan hutan pegunungan yang diselimuti kabut tipis.
CRACK.
Ranting kering terinjak di bawah sepatu botnya. Thomas bergerak tanpa suara, memanfaatkan bayangan pepohonan pine untuk mendekati koordinat tempat Doberman bermutasi itu terlihat. Udara malam pegunungan terasa menggigit, bercampur bau tanah basah dan aroma amis bangkai yang sangat tipis.
GGRRRRRR...
Geraman rendah menggema dari balik semak belukar setinggi dada.
Thomas menghentikan langkahnya tepat di sebuah celah pohon besar. Tanpa suara, ia menarik machete baja perisainya dari sarungnya. Bilah hitam pekat itu bergetar halus dalam genggamannya yang kokoh.
SUSH!
Bayangan hitam melesat dari semak-semak dengan kecepatan luar biasa! Doberman zombie itu melompat ke udara, mengincar leher Thomas dengan rahangnya yang terbelah dua.
Thomas tidak panik. Refleksnya yang diasah dari ratusan pertempuran masa lalu bekerja seketika. Ia menjatuhkan badannya sedikit ke bawah, membiarkan tubuh anjing mutan itu melayang melampaui kepalanya, lalu dengan ayunan machete dari bawah ke atas, ia menebas perut makhluk itu secara diagonal.
CRAAAK!
Darah kental berwarna cokelat kehitaman memuncrat. Anjing mutan itu hancur menghantam tanah di belakang Thomas, namun monster itu belum mati! Dengan usus yang terurai, ia berusaha berbalik dan merangkak cepat untuk menggigit tumit Thomas.
"Daya tahan tubuhnya tiga kali lipat dari zombie manusia," analisis Thomas dingin.
Sebelum monster itu sempat menjangkau kakinya, Thomas mengayunkan parangnya lurus ke bawah, menancapkan ujung bilah baja tebal itu tepat di tengah-tengah tempurung kepala sang anjing mutan.
THUD!
Kepala anjing itu terbelah dua. Tubuhnya kejang-kejang sejenak sebelum akhirnya kaku total dan tak bergerak lagi.
Thomas menarik kembali parangnya. Saat ia hendak menyapu darah di bilahnya, matanya menangkap pendaran cahaya aneh yang muncul dari dalam pecahan tengkorak anjing tersebut.
Di antara ceceran otak dan darah busuk, terdapat sebuah benda padat berbentuk bening keunguan seukuran ibu jari tangan. Benda itu memancarkan kilau redup yang menembus kegelapan malam.
Thomas berlutut, menggunakan ujung pisaunya untuk mengambil benda tersebut tanpa menyentuhnya langsung dengan kulit telanjang.
"Kristal Zombie..." bisik Thomas.
Inilah koin emas dan sumber kekuatan mutlak di dunia baru. Kristal yang hanya terdapat pada zombie-zombie unik dan bertahap. Benda yang kelak akan diburu oleh seluruh penyintas, membuat kecantikan wanita, jabatan politik, dan tumpukan uang kertas tak lebih dari sekadar sampah tak berharga di hadapan sebutir kristal kekuatan.