NovelToon NovelToon
Bima & Bopo Muda

Bima & Bopo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:152.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sequel dari Novel karya author yang berjudul Perjalanan Istimewa.

Novel ini berkisah tentang Shima Killa Danurdara, Adik bungsu dari Bopo Arjuna dan juga Bahuraska Adiwangsa, putra Arjuna yang merupakan Bopo Muda Desa Banyu Alas.

Tak hanya itu, di Novel ini juga menceritakan mengenai Bima, adik angkat Aka yang menjadi orang paling dekat dengan Aka dan selalu menemani setiap langkah Aka.

Bagaimanakah perjalanan masa kecil mereka?
Ikuti kisah Shima dan Bahuraska (Aka) juga Bimantara di Novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Mbah Guru

"Kok kamu gak langsung kembali, tadi? Padahal Bima udah kamu kembalikan." Tanya Arsha.

"Tadi aku sama Aka-"

"Tunggu! Kok sama Aka?" Tanya Arsha yang kebingungan.

"Aka juga bisa rogo sukmo, Yah." Jawab Arjuna.

"Ha? Apa? Cah cilik sak kutil iki, wes isoh rogo sukmo? (Anak kecil sebesar kutil ini, udah bisa rogo sukmo?)" Tanya Aksa dengan tatapan tak percaya.

"Emang ada kutil yang sebesar aku, Pa? Opa ini ngawur banget." Protes Aka yang membuat Arsha, Aksa dan Arjuna terkekeh.

"Kok kamu bisa rogo sukmo? Gimana ceritanya? Siapa yang ngajarin?" Tanya Arsha.

"Apa kamu yang ngajarin, Nang?" Tanya Aksa.

"Enggak lah, Po! Gak sembarangan orang bisa nerima ilmu kayak gitu. Aku juga gak kepikiran mau ngajarin bocah sak kutil ini." Sahut Arjuna.

"Oo, emang dasar Romo sama Opa ini sama aja ya, mulutnya!" Kata Aka yang tak terima di ledek oleh Romo dan Opanya.

"Terus, siapa yang ngajarin kamu, Nang?" Tanya Arsha.

"Guruku, Kung." Jawab Aka.

"Gurumu siapa?" Tanya Arjuna dengan tatapan heran.

"Ya Guruku. Biasanya Guruku itu datengin aku kalo malem. Ngajak aku latihan dan ngajarin aku ngolah ilmu kanuragan." Jawab Aka.

"Namanya siapa?" Tanya Aksa.

"Gak tau lah! Aku di suruh panggil Mbah Guru." Jawab Aka.

"Mbah-mbah?" Tanya Arjuna.

"Gak tau, Mo. Maunya di panggil Mbah Guru. Mau tak panggil Pak Guru, tapi gak mau." Celoteh Aka.

"Tapi aku punya gambarnya, Mbah Guru." Ujar Aka. Aka kemudian berlari menuju ke kamarnya dan mengambil sebuah buku gambar yang berisi hasil karyanya.

Sejak kecil, Aka memang sangat berbakat dalam hal menggambar dan melukis. Ia bahkan bisa menggambar benda dengan sangat baik dan mirip padahal hanya belajar tutorialnya melalui vidio online.

Tak lama, Aka sudah kembali dan menunjukkan sosok Guru yang ia maksudkan. Ketiga Bopo itu pun bengong saat melihat sosok Guru yang di maksud oleh Aka. Gurunya itu tak lain dan tak bukan adalah Bopo pertama, Bopo Cokro Manggala.

"Bagus banget gambaranmu, Nang. Bisa kayak asli gini." Puji Aksa yang justru fokus pada kemampuan menggambar dan melukis yang Aka miliki.

"Ini Gurumu, Nang?" Tanya Arsha.

"Iya, Kung. Gak kayak Mbah-Mbah, kan? Tapi kenapa minta di panggil Mbah Guru." Cicit Aka.

"Kamu tau gak, ini siapa, Nang?" Tanya Arsha

"Ya, Allah. Kan aku udah bilang, ini Guruku, Kung." Jawab Aka dengan sabar meskipun ia merasa gemas sendiri karena berkali - kali di tanyai hal yang sama oleh Romo dan dua Kakeknya.

"Bukan, maksud Kung-Kung, beliau ini adalah leluhur kita, Nang. Beliau ini Bopo pertama, Bopo Cokro Manggala." Kata Arsha yang menjelaskan pada Cucunya.

"Ooh, gitu. Pantesan aja Guruku hebat." Kata Aka sambil mengangguk-anggukan kepala.

"Udah dari kapan kamu belajar sama Bopo Cokro Manggala, Nang?" Tanya Aksa.

"Udah lama banget, Pa. Tapi aku gak inget kapan." Jawab Aka.

"Sekarang masih belajar sama Gurumu?" Tanya Arjuna yang di jawab gelengan oleh Aka.

"Kata Guruku, sekarang aku udah hebat kayak Romo. Nanti Guruku dateng lagi kalau aku udah besar dan mau ngajarin aku banyak hal." Jawab Aka, sesuai dengan apa yang di ucapkan oleh Bopo Cokro Manggala.

"Ya Allah, merinding aku!" Kata Aksa sambil menunjukkan bulu tangannya yang berdiri.

"Kenapa kok merinding, Pa? Aku kan bukan hantu." Kata Aka yang membuat Arsha dan Arjuna tertawa.

"Terus, siapa yang nyulik sukmanya Bima?" Tanya Arsha.

"Ada orang yang mau numbalin Bima." Jawab Arjuna.

"Apa? Numbalin?" Tanya Aksa.

"Ssstt! Opa jangan kuat-kuat. Kita kan sengaja gak mau ngasih tau Dek Bima. Nanti Dek Bima takut." Tegur Aka.

"Jadi, Bima gak tau?" Tanya Aksa yang di jawab gelengan oleh Arjuna dan Aka.

"Terus, kalian nemuin Bima dimana?" Tanya Arsha.

"Di dalam pohon besar, Kung." Jawab Aka.

"Ha? Kok isoh neng njero uwit ki, piye to? (Kok bisa di dalam pohon ni, gimana to?)" Tanya Arsha yang tak mengerti.

Arjuna kemudian menceritakan bagaimana mereka menemukan Bima yang berada di dalam batang pohon dan akhirnya bisa menyelamatkan Bima.

"Kok Aka bisa nemuin Bima, gimana caranya?" Tanya Arsha.

"Aku juga gak tau, Kung. Tau-tau udah ada di depan pohon itu." Jawab Aka.

"Kemungkinan karena keterikatan mereka berdua, Yah, Po. Kita kan sama - sama tau, kalau Bima memang ikut ke sini karena Aka." Jawab Arjuna yang di sambut anggukan setuju oleh Arsha dan Aksa.

"Yang tak heranin itu, gimana caranya Aka bisa lihat apa yang Elangku lihat. Kok mata mereka bisa kayak terkoneksi gitu." Kata Arjuna.

"Gak mungkin pake bluetooth." Sahut Aksa.

"Infra merah, mungkin." Timpal Arsha.

"Peh, jaan! Lagi serius loh aku ini." Kata Arjuna.

"Ya Bopo sama Ayah mana tau to, Nang." Jawab Aksa.

"Gimana caranya, Nang?" Tanya Arsha pada Aka.

"Aku juga gak tau. Tau-tau bisa lihat." Jawab Aka dengan polosnya.

"Terus, siapa yang nahan sukmanya Bima?" Tanya Aksa.

"Buto! (Raksasa)." Sahut Aka.

"Bola matanya besar sekali, Pa. Warnanya merah menyala kayak orang lagi sakit mata. Badannya besar warnanya hitam, rambutnya panjang, terus punya taring panjang." Kata Aka yang menjelaskan ciri - ciri makhluk yang menahan Bima.

"Jadi Dek Bima di lilit pake rambutnya Buto itu, di dalam pohon." Imbuh Aka lagi.

"Astaghfirullah..." Lirih Aksa dan Arsha berjamaah.

Sekarang, Butonya masih ada?" Tanya Arsha.

"Enggak! Udah di bakar sampe jadi debu sama Romo." Jawab Aka.

"Kalian udah nemuin orang yang jadiin Bima tumbal?" Tanya Aksa.

"Udah, Po. Karena Aka inget orangnya, jadi lebih mudah buat nyarinya." Jawab Arjuna.

"Kok Aka bisa tau?" Tanya Arsha.

Aka pun menceritakan mengenai sosok Pakde yang menemuinya di Sekolah. Ia juga menceritakan mengenai Bima yang tertusuk jarum.

"Ya Allah, kok bisa tega. Ini anak kecil, lho." Kata Arsha sambil mengusap dadanya.

"Kemungkinan udah banyak korbannya, Yah. Karena rumahnya di dekat TK, jadi kemungkinan besar dia ini memang sering nargetin anak - anak TK." Kata Arjuna yang menyimpulkan pemikirannya.

"Lalu, gak mungkin kamu biarin aja kan, Jun?" Tanya Aksa.

"Ya enggak lah, Po! Edian opo!" Sahut Arjuna.

"Langsung aku bersihin aja sampah masyarakat kayak gitu. Jangan sampe di kasih kesempatan. Mungkin dia gak bakal ganggu keluargaku, tapi, pasti dia bakal nargetin orang lain yang gak bersalah." Jawab Arjuna.

"Dibersihin itu, di apain sih, Mo?" Tanya Aka.

"Di mandiin biar bersih." Jawab Arjuna yang tak ingin putranya yang masih kecil itu tau mengenai aksi pembersihan yang ia lakukan.

"Ooh, di mandiin." Kata Aka sambil mengangguk - angguk.

"Harusnya Meshwa bisa menginfokan ke sekolah, supaya memperketat pengamanan." Kata Aksa.

"Iya, Po. Aku juga mau ngomong gitu. Minimal ada Satpam lah, supaya gak sembarang orang bisa keluar masuk lingkungan sekolah." Kata Arjuna yang di jawab anggukan setuju oleh Aksa dan Arsha,

"Mamas inget pesan Romo, ya." Kata Arjuna yang berbica serius pada putranya.

"Mamas gak boleh menggunakan apapun kemampuan Mamas yang di ajarkan oleh Mbah Guru secara sembarangan." Kata Arjuna.

"Njih, Romo." Jawab Aka sambil mengangguk patuh.

1
Naftali Hanania
🤣🤣🤣🤣🤣...bocah...bocah
Eka
heum memang keren bopo sama anaknya👍👍👍👍😍
rizky tria
Bima biangnya sih ini 🤭😅😂
Ayunda
ini covernya ganti lagi
Asihfitr
ngelunjak ngekonkon papamu iku piye Bim senenge trima beres ngono🤣🤭
aku baru
bima iki loooh,,,,ono wae jawabe 😄😄😄
Rahmawati
pasti tambah seru nih kalo semua bocil ngumpul
Eka
masyaalloh qda saja yg bikin sakit perut kel.bopo banyu alas bikin kangen atraksi2nya poro bopo ki lanjut trs ya thor
Cica Aretha
aduh ya Alloh bima..bima..ada aja jawabanmu bim..bim..semamgattt thor💪😍
Cheryl Calosa
akhirnya detik-detik io ketemu pak ade, kangen banget sama io
Atik Kiswati
bima ki emang gawe ngekel terus......🤣🤣🤣🤣
aurora
Bim Bim gemes aku 🤣🤣🤣
Nuri 73749473729
wis pokoke kocak kalau sama Bima gak ada habisnya kata2nya... lanjut thot
amilia amel
wes klop pancen Bima iki
perpaduane Aksa, Arjuna plus Dipta
🤣🤣🤣🤣
Listio Wati
🤣🤣bima..bima ada aja taktik mu
Ita Xiaomi
Nah benar tuh. Aku jg udah kangen ama Io😁
Ita Xiaomi
Jawaban cerdas 😁😁😁
Rusi Rusi
Bima emang TOP BGT pokok nya. lanjut lagi thor
Intan Nurwulan
Ya ampun bim bim adanya tingkahnya yg bkin ketawa🤣
Kasandra Kasandra
double up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!