Reyhan Anderson adalah CEO dari perusahaan Anderson Grop yang sangat terkenal. Dia mampu membuat perusahaan nya berkembang begitu pesat dengan waktu yang sebentar. Namun Reyhan memiliki sifat yang sangat Arogan dan tak jarang para wanita patah hati karena ulah nya. Dia juga dikenal sebagai Bos yang tidak mentolerir kesalahan sedikit pun jika di kantor dia juga terkenal sebagai Casanova
Kinara Andara Ramazoty gadis sederhana yang berasal dari desa dan dia ingin mengadu nasib nya di sebuah kota yang dia yakini dapat membuat dia bisa mewujudkan keinginan nya agar kehidupan keluarga nya menjadi lebih baik lagi.
Kejadian Tak Terduga antara mereka membuat mereka terikat oleh tali pernikahan akankah pernikahan mereka berjalan dengan semestinya?
Jangan lupa follow Ig author @wachyuni_17
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
Pagi telah datang Kinar pun terbangun dari tidur nya dan dia merasa heran sendiri karena dia masih ingat jika kemarin malam dia pergi bersama dengan Reyhan dan dia pulang juga di antar oleh nya, dia jadi berpikir apakah Rey yang menggendong nya untuk masuk ke kamar Namun pikiran itu dia tepis mengingat sikap Rey yang dingin dan juga Arogan mana mau dia melakukan nya. Kinar tidak ingin larut dalam pemikiran nya jadi dia pun bersiap untuk mandi lalu sholat juga.
Setelah sholat Kinar kini terlihat sibuk di dapur sekarang untuk kembali memasak buat sarapan nya nanti
"Sudah masak saja kamu Kinar". kata Dewi yang baru saja datang lalu menghampiri nya di dapur
"Iya Wi. Kamu dari mana?". Tanya Kinar
"Dari rumah tadi mengantar mama belanja". Kata Dewi
"Oh Bu Ratna Belanja wi gak sekalian kamu bantu masak juga di sana". kata Kinar
"Justru aku di suruh datang kemari untuk membantu kamu dan kata mama kamu di ajak masak bareng di rumah nanti kalau ada waktu". Kata Dewi
Kinara tersenyum senang sebab dia suka sekali memasak dan kali ini ada yang menawarkan untuk masak bersama hal tersebut pasti tidak akan di sia-sia kan oleh nya. Dulu di desa Kinar sering sekali memasak bersama dengan bunda nya
"Boleh wi, nanti kalau ada waktu aku ingin memasak dengan Bu Ratna". kata Kinara
Kini mereka berdua memasak bersama terlihat juga Dewi membantu Kinar untuk memotong sedang kan Kinar sendiri dia lagi sibuk menggoreng ayam yang sudah di beri tepung oleh nya. Mereka memasak bersama dengan santai dan bergembira. Setelah selesai mereka pun segera makan bersama di rumah Kinar
"Oh ya Kinar bagaimana acara kemarin dengan tuan Reyhan, apa berjalan dengan lancar?". Tanya Dewi
Kinara tampak berpikir sejenak dan dia merasa mungkin belum saat nya dia mengatakan apa yang terjadi kemarin apalagi bos nya di butik mengatakan bahwa dia adalah calon tunangan anak nya.
"Biasa saja Wi". Kata Kinar
"Pasti sangat menyenangkan bisa pergi bersama tuan Reyhan ya Kinar". Kata Dewi
"Enak apa nya sih Wi, biasa saja menurut aku. Memang tuan Rey itu selalu saja menjadi pusat perhatian di mana pun berada dan itu membuat ku tidak nyaman sekali". Kata Kinar
"Nama nya juga CEO besar dan juga berkarisma ya pantas lah mendapat kan perhatian dari banyak orang". Kata Dewi
Kinara hanya menyeringai saja mendengar apa yang Dewi katakan dan tidak terasa juga kini mereka sudah menghabiskan semua makanan nya. setelah nya mereka pun membersihkan semua nya dan juga pergi berangkat kuliah bersama. Kinar dan Dewi keluar dari rumah dan tidak lupa juga Kinar mengunci pintu rumah nya. mereka berdua berjalan bersama namun mereka di kejutkan dengan kedatangan mobil yang mengarah ke mereka berdua.
"Itu bukan nya mobil tuan Reyhan ya". Kata Dewi
Kinar memperhatikan mobil tersebut dan dia pun menyadari bahwa memang benar jika mobil tersebut adalah milik Reyhan Anderson. Dia berpikir kenapa Reyhan Sampai datang ke rumah nya pagi-pagi.
"Kalian mau kemana?". Tanya Ben yang sudah berada di depan mereka di samping nya juga ada Reyhan yang berdiri dengan sambil memasukkan kedua tangan nya di saku celana nya seperti menunjukan kan keangkuhan nya saja.
"Kita mau pergi ke kampus tuan Ben. kenapa anda kemari, apa ada yang penting?". Tanya Dewi
"Aku kemari untuk bertemu dengan Kinara. Jadi kalian akan ke kampus. Ya sudah biar kita antar kalian ke kampus". Kata Ben
Kinar dan Dewi saling bertatapan. mereka Bingung apa harus ikut dengan Ben atau tidak dan Kinar kini melihat ke arah Rey yang terlihat biasa saja dan juga tidak bereaksi apapun.
mereka pun Akhir nya setuju dengan tawaran Ben lalu mereka segera masuk ke dalam mobil tersebut. kinar masuk mobil dan duduk di belakang di iringi dengan Rey juga membuat Kinar kaget di buat nya
"Kenapa tuan Rey duduk di sini?". Tanya Kinar
"Kalau aku tidak duduk di sini lalu harus di mana, apa di tempat kemudi". Kata Rey dengan Arogan nya
"Bukan itu maksud saya tuan, saya hanya bingung kan anda bisa duduk bersama tuan Ben di samping nya". Kata Kinar
Jika berada bersama dengan banyak orang maka Kinar akan menggunakan bahasa Anda atau saya dan jika hanya dengan Rey atau sahabat nya seperti kemarin maka dia akan menggunakan aku dan kamu.
"Aku ingin duduk di sini karena aku bukan kenek . Ben jalan kan mobil nya". Kata Rey
mobil pun berjalan dengan kecepatan sedang nya dan mereka semua tampak tenang berada di dalam mobil tidak ada obrolan yang mereka lakukan membuat kecanggungan di sana.
"Kampus kalian di mana?". Tanya Ben
"Di universitas Gunadarma tuan". Jawab Dewi
"Jadi kalian kuliah di sana, pintar juga kalian". Kata Rey
"Apa selama ini anda menganggap bahwa kami bodoh tuan?". Tanya Kinar yang berusaha untuk menyembunyikan kekesalan nya
"Aku tidak menganggap kalian bodoh hanya saja aku terkejut bahwa kalian kuliah di sini apalagi kau". Kata Rey
"Itu sama saja jika anda meremehkan kita tuan". Kata Kinar
"Terserah apa kata mu saja". Kata Rey
Kinar masih saja kesal karena dia merasa Rey merendahkan diri nya namun dia tidak ingin berdebat dengan lelaki angkuh itu.
Tidak terasa mobil mereka sudah sampai di kampus dan Kinar serta Dewi pun segera turun. sebelum turun Rey mencegah Kinara dengan memegang tangan nya membuat Kinara reflek lalu menepis tangan Reyhan.
"Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu". Kata Rey
"Tapi tuan saya akan kuliah dan ini juga sebentar lagi akan masuk". Kata Kinar
"Kalau begitu nanti kita bertemu sebelum kau datang ke butik". Kata Rey
Kinara menggeleng karena dia merasa tidak mungkin bisa bertemu dengan Rey jika dia bersama dengan Dewi.
"Kenapa menggeleng, kau tahu kan jika aku paling tidak suka mendapat kan jawaban tidak". Kata Rey
Dia pun melepaskan Kinar lalu mobil nya pergi meninggalkan kampus tersebut menuju kantor nya sedangkan Kinar kini tengah berpikir keras bagaimana dia bisa pergi menemui Rey tanpa Dewi, apa alasan yang harus dia buat untuk itu. dia sangat Bingung sekali sekarang.
"Kinar kenapa diam saja, ayo masuk". kata Dewi
Kinar pun berjalan mendekati sahabat nya lalu pergi bersama "Apa yang kamu bicarakan dengan tuan Rey tadi, kenapa lama sekali turun nya ?". Tanya Dewi
woi jngn gantung begitu lah cerita ya . gk ada yng enak yng nama ya di gantung itu