NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Aliansi Pernikahan / Cintapertama
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Asha dijodohkan oleh keluarga dengan tuan muda dari keluarga Rahardi. Keluarga nomor satu di kota mereka. Pria itu tampan, mirip aktor luar negara, bahkan terlihat bak anime hidup. Hanya saja, itu saat ia tidak bergerak saja. Jika ia bergersk atau berbicara, dia berbeda dari yang kaum hawa harapkan. Pria itu gemulai, kemayu, pria bertulang lunak atau apapun lah itu sebutan untuk dia yang berbeda dari pria pada umumnya.

Perjodohan itu karena hutang budi papa Asha pada keluarga Irza. Namun, dibalik itu semua, ada hal tersembunyi yang Asha tidak ketahui. Apakah hal tersembunyi itu? Yuk! Ikuti kisah mereka sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps*24

Asha duduk perlahan di atas ranjang. Sementara Irza sibuk membuka kancing kemeja yang sedang ia kenakan. Sontak, saat Asha menoleh, matanya langsung membulat.

"Za! Kamu mau ngapain?"

Irza mengangkat wajahnya. Tangan yang sedang memegang kancing langsung tertahan.

"Buka kemeja. Terlalu gerah karena sudah dipakai cukup lama."

"Tapi-- "

"Ha?"

"Gak. Ngapain buka di sini? Ah, tidak. Sekarang, ada aku. Kamu gak .... " Asha tiba-tiba menggantungkan kalimat yang baru saja ia ucapkan.

Kalimat itu tergantung karena ia bingung harus bicara seperti apa pada Irza. Karena Asha sadar, bagaimanapun, Irza adalah pria dewasa. Meskipun dia gemulai, tapi dia juga pasti punya pikiran dan perasaan. Sudah cukup pria itu dianggap tidak punya perasaan oleh sebagian orang selama ini. Dia tidak ingin dirinya juga ikut-ikutan dari sebagian orang tersebut.

"Itu .... " Asha kembali berucap. Namun sayangnya, sama saja. Kata itu kembali ia gantungkan.

"Hm?"

"Anu .... "

"Mau bilang kalau ini bukan tempat buka baju ya, Sha." Irza berujar pelan tanpa emosi sedikitpun.

Anak itu tidak marah. Ia bahkan tersenyum kecil. "Jangan cemas. Aku gak akan buat kamu gak nyaman kok dengan kehadiran ku. Aku buka kemeja, karena aku masih punya baju dalaman, Sha. Jadi, gak akan bikin kamu risih."

Seketika, Asha merasa tak nyaman sendiri. Sungguh, dia menyesali akan apa yang baru saja ia katakan. Karena ucapan Irza itu benar. Pria gemulai itu tidak memperlihatkan tubuhnya. Saat kemeja ia buka, baju kaos putih masih tersisa sebagai penutup dari tubuhnya itu.

"Ha ... a-- aku ... maksudku ... bu-- bukan begitu. Anu .... " Sha jadi gelagapan dan malu sendiri. Sungguh, dia merasa sangat canggung sekarang.

Irza kembali tersenyum kecil. "Lupakan saja, Sha. Oh iya, katanya kamu lelah. Istirahatlah."

Asha hanya bisa mengangguk pelan. Perlahan, tangannya menggapai hiasan kepala yang masih melekat. Seketika, gadis itu mengeluh karena saat di tarik, rambutnya juga ikut tertarik karena nyangkut pada sebagian tusukan dari perhiasan tersebut.

"Aduh."

"Sha. Kamu kenapa?"

"Sakit."

"Kenapa?"

"Rambutku sakit."

"Ya Tuhan. Boleh ku bantu?"

Asha mengangguk pelan dengan raut pasrah.

"Iy-- iya. Boleh."

Irza mendekat, lalu menyentuh kepala Asha dengan lembut. Saat itu, dengan jarak yang sangat dekat, Sha bisa mencium aroma tubuh Irza yang masih saja harum. Padahal, mereka sudah seharian sibuk melakukan rangkaian pesta pernikahan. Tapi, aroma pria ini masih saja tetap segar, bahkan masih sangat wangi. Aromanya harum lembut sedikit menenangkan.

Saat Sha sibuk menikmati aroma wangi tubuh Irza, tangan Irza berusaha melepaskan hiasan yang melekat di kepala Asha dengan sangat hati-hati. "Sabar sebentar ya, Sha. Aku harus hati-hati agar kamu gak sakit. Sebentar ... saja."

"Iya. Gak papa. Aku cukup sabar kok, Za."

Tangan Irza sontak berhenti sesaat. Sudut bibirnya langsung tertarik mengukir senyum kecil. Suara lembut yang baru saja menyentuh telinga Irza adalah pemicunya. Suara lembut Asha mampu menyentuh lalu menghangatkan hati Irza dengan sangat baik.

'Dia, bisa bicara sangat lembut juga padaku,' ucap Irza dalam hati sambil terus mempertahankan senyum manisnya. 'Ini indah. Dan harapan ku untuknya semakin besar sekarang.'

Hanya karena kata-kata dengan nada lembut, Irza bisa menambah semangat dalam hati untuk terus membuktikan pada orang yang ia cintai, kalau dia layak untuk berdiri di samping si pujaan hatinya ini.

"Sha .... "

"Hm?"

"Sudah selesai."

"Oh, makasih udah bantuin."

"Gak papa. Oh iya. Ee ... Sha."

"Hm? Apa?"

"Anu, bolehkah kasih aku kesempatan untuk selalu ada di dekat kamu?"

Sha terdiam beberapa detik. Suasana di ruangan itu langsung hening bak udara juga berhenti bergerak. Namun, itu tidak berlangsung lama. Karena detik berikutnya, Sha yang awalnya menatap wajah Irza langsung mengalihkan pandangannya dengan cepat.

"It-- itu ... tergantung situasi."

"Tergantung situasi? Maksudnya gimana, Sha?"

"Iya ... kalau situasinya memungkinkan, mungkin boleh. Tapi jika tidak, ya sebaliknya."

"Baiklah. Aku mengerti. Terima kasih untuk kesempatannya ya, Sha. Aku sangat bersyukur karena telah kamu berikan kesempatan untuk hadir dalam hidupmu."

"Ah, it-- itu ... anu, aku harus ke kamar mandi buat ganti baju."

Asha beranjak dengan cepat. Sungguh, itu adalah cara agar ia bisa segera mengakhiri obrolannya dengan Irza saat ini. Bukan tidak ingin bicara lagi. Hanya saja, dia tidak ingin terlalu banyak bicara agar pembicaraan itu tidak terlalu berlarut hingga menyentuh ke bagian hati. Untuk saat ini, menghindar adalah pilihan yang paling baik bagi Asha.

*

Setelah cukup lama di kamar mandi, Sha akhirnya keluar. Kali ini, pakaiannya sudah berbeda. Gaun yang ia kenakan sudah digantikan oleh baju tidur sederhana yang cukup nyaman untuk di pakai.

Ketika ia keluar dari kamar mandi, matanya langsung melihat Irza yang saat ini sudah berbaring di atas lantai samping ranjang. Kamar itu ternyata tidak sama dengan yang mereka bayangkan sebelumnya. Tidak ada sofa di dalam kamar tersebut.

Sungguh, para mama ternyata sangat nakal. Bisa-bisanya mereka tidak membiarkan ada sofa di kamar tersebut agar pasangan pengantin baru ini tidak tidur terpisah dengan nyaman.

Awalnya, Asha ingin mengabaikan keadaan tersebut. Tapi sayangnya, nurani Sha tidak menginginkannya. Nurani itu berontak, membuat hati langsung merasa tak nyaman.

"Za. Kamu ... masih belum tidur, bukan?"

"Hm? Iya. Belum."

"Kamu ... yakin mau tidur di lantai, Za?"

"Iya. Kamu tenang aja, Sha. Aku gak papa. Di sini cukup nyaman kok. Jangan khawatir."

"Kaku bohong, Za."

"Ha? Nggak kok. Di sini-- "

"Mana ada lantai nyaman. Yang ada dingin. Apalagi untuk tuan muda kayak kamu, Irza."

"Itu ... Sha-- "

"Naiklah." Potong Asha dengan cepat. "Untuk malam ini, kita bisa berbaring tempat tidur. Aku gak papa kok. Lagian, tempat tidur ini sangat besar. Kita berdua, bisa tidur bersama."

Irza langsung bangun dari baringnya.

"Apa? Kamu yakin?"

"Iya. Tentu saja. Kita bisa berbagi ranjang. Lagian, kan nggak lucu kalo esok pagi kamu sakit gara-gara tidur di lantai, Za."

"Aku-- "

"Naiklah. Ayo!"

Irza pun akhirnya mengalah. Enggan dan canggung memang. Tapi hatinya bahagia bukan kepalang. Mimpinya untuk tidur di samping Asha akhirnya terwujud juga. Meskipun ia sadar dan sangat tau kalau gadis itu pasti sedang sangat terpaksa untuk satu ranjang dengannya.

"Terima kasih," ucapnya pelan sedikit berbisik.

"Hm. Istirahatlah. Kamu juga pasti sangat lelah."

Selesai berucap, Sha langsung membelakangi Irza. Sedangkan Irza, pria itu menatap punggung Sha dengan tatapan penuh kasih.

'Asha. Aku tidak akan janji dengan kata-kata kalau aku akan buat kamu nyaman dan selalu bahagia saat bersama dengan ku. Tapi, aku akan berusaha dengan sekuat tenaga, kalau aku akan buat kamu bahagia, Sha. Aku akan bahagiakan kamu. Sekuat tenaga aku.' Irza bicara dalam hati dengan mata yang terus menatap punggung Asha.

1
partini
secara what hah ?aihhhh gemulai gitu kalian pikir gemulai si Otong juga ikut lunglai CK CK CK
ga salah juga ya Thor secara melambai 🤭🤭😂
Kar Genjreng
siap siap tempur ya Sha Jangan ngira Suami gemulai lantas tidak punya senjata Kamu salah BESAR. coba sekali Kamu Ok,, langsung di exekusi oleh si gemulai hingga loyo ,,,nnt terheran mengapa si gemulai senjatanya mirip jagung bakar jumbo hahaha

🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan
sah sahhhhh👏👏👏👏
Kar Genjreng
suka suka kamu lah Asha. cuma jangan keseringan di perlakukan seperti itu tidak baik juga buat suami jadi ga punya harga diri karena selalu ngalah,,, begitu di masalh ada pas di rumah , tetapi bila di luar kamulah yang bisa menghargai,,,👍
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
Kok kasian sama irza ya
Hari Dunddung
Aku yakin ujung² nya Sha akan bucin sama Irza🥰🥰
vania larasati
lanjut kak
Kar Genjreng
selamat ya Irza dan Ashanty semoga menjadi pasangan shikinah mawadah warahmah hingga menua bersama banyak anak memperbaiki keturunan agar tidak seperti orang tuanya ,,hanya anak satu satu Nya,,,👍👍lope lope sekebon bunga' 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kar Genjreng
Asha jg ga meragukan suaminya jangan kaget nanti kena serangan beronde ronde hingga serangan fajar ha 🤣 kapok Lo nanti jalan nya kaya bebek geol geol karena abis di serang benda tumpul super jimbo jagung bakar Afrika,,besarrrrr,,!!!!!!!! pokonya Marem lah merem melek nanti malam,,,siap siap 😂😂
Kar Genjreng
emang mulut orang ga bisa di prediksi kasian kenapa wong pria beneran ko bukan bengkok cuma polahnya saja,,, tetapi biarlah bagaikan anjing menggonggong kafilah berlalu,,, gitu hidup hidup mereka dan tidak menyakiti orang orang itu terlebih lagi mereka bahagia,,,bagi Asha mungkin belum karena belum terbukti semua desas desusnya nanti hanya Asha yang akan merasakan rasanya ga beda dengan yang merasa jantan justru Irza lebih dari itu,,✌️
partini
sehhh apa suami mu alien welehhh😂
visualnya pas jadi manten itu kaya pemuda jepang jaman now yg jadi temennya Ani" kesepian
Thor pernah lihat dokumentasi ga Thor cowok jepang jaman now
Kar Genjreng
sikat cepat dan lugas wis ga pakai ini ono tinggal rebesss berea beres dan tanggung josss 😇ga usah ikut mikirin malah tambah pusing apa lagi seandainya ikutan keluar fulus tambah pusing tujuh turunan dan tujuh puluh tanjakan gunung kale ye 🤣 orang mau nikah dua minggu sudah menunggu sepuluh tahun ga kebayang kan seandainya Gatot Irza bisa melajang seumur hidup,,✌️👍
Rani: ha ha ha🤣🤣🤣
ah, ya sudahlah. eh tapi tenang, othormu gak jahat2 amat kok. percaya deh.
total 1 replies
partini
dua Minggu yah udah sah jadi suami istri nanti kalau udah MP mungkin cara pandang udah beda 🤭🤭🤭
ga gemulai lagi
Rani: Ho ho ho😂😂😂😂
nunggunya harus sabar. soalnya, masih sepuluhan bab lagi. Kisaran di bab 30 an deh.
total 3 replies
Kar Genjreng
tidak pernah melawan sekali nya balas juga suaranya keren,,, biarlah orang mau bilang apa ya Za biarlah siapa tau nanti ada terkena tuai nya sendiri sudah berani menghina mentah mentah,,, hidup hidup gw orang mau bilang apa sebodo Amir ya Irza,,
Rani: Iya-iya, benar juga. ah tapi gak semudah itu. aish ya sudahlah😅
total 1 replies
Kar Genjreng
mulut mulutnya pada jahat seandainya ada di antara Mereka keluarga nya ada yang gemulai bahkan suka sesama jenis bagaimana,,,bisa pada mencela padahal belum tentu dirinya sendiri sempurna,,, karena mereka hanya bermulut besar tong kosong bunyinya nyaring,, makanya cepat buktikan nikah ga lama Asha hamil kembar' sekalian biar yang menghina pada melongo,, Salam waras,
Rani: Eh ... tau aja kamu apa yang aku pikirkan yah.
total 1 replies
Kar Genjreng
Dimas memang si mungkin banyak laki laki yang mengidolakan tetapi kan kalian semua tidak tau kronologi nya mengapa Asha di jodohkan,,,ga perlu tau kalian lah rahasia keluarga,,, Irza gemulai tetapi senjata ga lebih buruk dari kalian buktikan saja nanti ya,,,Asha cantik Irza ganteng kinclong Anak Anak nya nanti pasti ganteng dan cantik bibirnya unggul gemulai bukan ngondek lah 😂😂
Rani: 😂😂😂😂
ah sudah. tolong, main senjata lagi. ini otor mu nih yang bisa guling2 kalo gini ceritanya. kelen pada bahas senjata mulu dah. ampun .....
total 1 replies
Kar Genjreng
tapi benar Irza sudah berjanji mau membahagiakan Arshanty dan gemulai bukan dari lahir kan sudah di jelaskan,, jadi aman masalah didikan orang tua baik memang tidak sombong siap ya di lamar dan di nikahin jangan lama-lama pokonya
Rani: hohoho .... uhuk! Aku batuk eh.
total 1 replies
partini
kesabaran kamu tuh harus luas seluas samudra Hindia Atlantik dan seluruh planet lah sha bersuamikan irza si raja gemulai 😂😂🤭
Rani: kah kah kah ha ha ha.
🤣🤣🤣🤣
gak segalaksi sekalian kah?
total 2 replies
Kar Genjreng
terpenting sudah mau ya di jodohkan dengan Irza,,,tapi asha sejelek apapun laki laki lebih jauh langkah nya ketimbang kita wanita jadi jangan merendah fisik irza karena bila nanti memang jodohmu kamulah yang akan ketakutan suaminya di gaet wanita lain,,
Rani: uwuuuuu .... Jadi mikir, Irza tahan godaan gak ya? 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!