NovelToon NovelToon
Aku Buat Suamiku Menyesal

Aku Buat Suamiku Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:81.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

“Kalau bukan karena gajiku, kamu nggak akan bisa makan enak, Ningsih!”

Tujuh tahun menikah, Ningsih rela meninggalkan dunia bisnis demi mendukung karier suaminya. Ia mengurus rumah, membantu pekerjaan Hendra dari belakang layar, bahkan diam-diam menjadi otak di balik kesuksesan pria itu tanpa sepengetahuannya.

Namun semakin Hendra berada di puncak, semakin besar pula egonya.
Tak ada yang tahu, pria yang dipuji semua orang itu sebenarnya tidak akan menjadi siapa-siapa tanpa Ningsih.

Sayangnya, pengorbanan tulus itu justru dibalas dengan hinaan, pengkhianatan, dan wanita lain.

Sampai akhirnya Ningsih lelah.
Ia berhenti membantu. Dan sejak saat itu, kehidupan Hendra mulai runtuh perlahan.

Barulah Hendra sadar, perempuan yang selama ini ia rendahkan ternyata adalah alasan dirinya bisa berdiri di puncak.

Penyesalan memang selalu datang terlambat.

Saat Hendra ingin kembali, Ningsih justru memilih pergi dan membalas sakit hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 32

Aroma malam ibu kota berembus pelan saat mobil mewah milik Satria membelah jalanan raya. Di kursi penumpang baris belakang, Ningsih duduk dengan melipat kedua tangannya di dada, sesekali membuang pandangan ke luar jendela dengan napas tertahan.

Ia benar-benar tidak habis pikir bagaimana dirinya bisa berakhir di dalam mobil ini bersama Satria?

"Kamu tahu, Ningsih? Mengernyitkan dahi sepanjang jalan bisa memicu penuaan dini," suara bariton Satria memecah keheningan di dalam mobil yang kedap suara itu.

Ningsih menoleh, menatap tajam pria tampan yang duduk tenang di sampingnya.

"Saya terpaksa ikut karena anda terus memaksa, Pak Satria. Kalau bukan karena anda mengancam akan tetap diam di lobi kantor saya sampai besok pagi, saya tidak akan sudi naik ke mobil ini."

Satria justru terkekeh pelan, sama sekali tidak terintimidasi oleh kekesalan Ningsih. "Panggil Satria saja kalau di luar jam kantor. Dan itu bukan ancaman, Ningsih. Itu namanya bentuk dedikasi seorang pria."

Tidak butuh waktu lama, mobil akhirnya berhenti di depan sebuah restoran yang sangat mewah. Pintu mobil dibuka oleh pelayan restoran. Asisten Satria dengan sigap menurunkan kursi roda elektrik milik bosnya.

Namun, tepat saat Satria sudah mapan duduk di kursi rodanya, pria itu mendongak menatap Ningsih dengan binar jenaka.

"Bisa tolong bantu aku mendorongnya masuk ke dalam?"

Ningsih langsung melotot. "Kursi roda anda itu elektrik, Pak, maksudku, Satria. Tinggal pencet tombol di setirnya saja sudah jalan sendiri!"

"Sedang kehabisan baterai, mungkin? Atau anggap saja tanganku mendadak lemas karena menginginkan perhatianmu," rayu Satria membuat pelayan di sebelah mereka salah tingkah.

Ningsih mengembuskan napas pasrah. Mau tak mau, ia melangkah maju dan memegang kedua tuas pendorong di belakang kursi roda Satria.

Bagaimanapun juga, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, ada rasa iba yang terselip melihat keadaan fisik pria setampan dan secerdas Satria yang harus bergantung pada alat ini. Ningsih pun mendorongnya perlahan memasuki area restoran.

Mereka menempati sebuah meja bundar di sudut ruangan yang menghadap langsung ke arah pemandangan gemerlap lampu kota dari balik dinding kaca tinggi.

Setelah pelayan mencatat pesanan steak dan minuman mereka, Satria menopang dagunya dengan satu tangan, menatap lekat wajah Ningsih yang diterangi cahaya lilin temaram.

"Restoran ini adalah tempat favoritku. Suasananya tenang, cocok untuk mengenal lebih dalam wanita sehebat kamu," ucap Satria memulai rayuannya. "Kamu tampak jauh lebih memukau malam ini dibanding saat kita bertanding argumen di ruang rapat kemarin."

Ningsih yang sedang menyesap air putihnya hampir saja tersedak. Ia meletakkan gelasnya dengan ketukan pelan, mencoba mengembalikan aura dinginnya yang sempat goyah.

"Satria, mari kita luruskan sesuatu sebelum anda melangkah terlalu jauh. Jika tujuan anda mengajak saya makan malam untuk mendekati saya secara pribadi, sebaiknya anda urungkan niat itu sekarang juga," ujar Ningsih dengan tenang dan lugas.

Satria menaikkan sebelah alisnya, tampak sangat tertarik. "Oh, ya? Mengapa?"

"Karena saya adalah seorang janda beranak satu!" tegas Ningsih, menekankan setiap kata agar pria lajang di hadapannya ini sadar dengan status sosial mereka. "Saya sudah pernah gagal dalam berumah tangga, dan fokus hidup saya saat ini hanyalah membesarkan putri saya, Luna, serta mengembangkan perusahaan. Saya tidak punya waktu untuk bermain-main dalam hubungan romantis."

Mendengar pengakuan jujur Ningsih, Satria tidak menunjukkan gurat kekecewaan sedikit pun. Ia justru tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius yang sarat akan pesona kedewasaan.

Satria memajukan sedikit posisi kursi rodanya agar lebih dekat dengan meja.

"Janda anak satu, ya?" gumam Satria. "Lalu, apa masalahnya dengan status itu? Di mataku, janda beranak satu justru jauh lebih memikat dan menggoda sekarang. Itu membuktikan kalau kamu adalah wanita matang yang sudah kenyang dengan asam garam kehidupan, bukan gadis remaja yang masih suka merengek minta dimanja."

Wajah Ningsih seketika menghangat. Di dalam hatinya, debaran aneh yang sudah lama mati mendadak bergejolak hebat.

Sial, pria lumpuh ini benar-benar tahu bagaimana cara membalikkan kata-kata untuk menyerang pertahanan mentalnya!

"Satria, anda jangan bercanda! Anda itu ceo kaya raya, masih muda, dan bisa mendapatkan gadis lajang mana pun yang anda mau!" ketus Ningsih, menyembunyikan rasa salah tingkahnya dengan memotong daging steak yang baru saja dihidangkan pelayan dengan gerakan agak kasar.

"Aku tidak sedang bercanda," sahut Satria, tatapan matanya berubah menjadi sangat dalam dan serius, mengunci pandangan mata Ningsih. "Aku tidak peduli dengan masa lalumu, ataupun statusmu. Aku hanya melihat wanita yang ada di hadapanku saat ini. Wanita tangguh yang sanggup menolak Adhitama, dan wanita yang malam ini dengan tulus mau mendorong kursi rodaku tanpa memandang rendah fisikku."

Ningsih terdiam seribu bahasa, lidahnya mendadak kelu menghadapi ketulusan yang bercampur dengan keahlian merayu tingkat tinggi dari seorang Satria.

"Apa-apaan sih dia ini? Kenapa semakin dilarang malah semakin tidak mau menyerah begini?" gumam Ningsih dalam hati, merutuki detak jantungnya yang mendadak tidak karuan.

Selesai makan malam, Satria lagi-lagi mengeluarkan jurus keras kepalanya. Ia bersikeras memaksa untuk mengantarkan Ningsih pulang dengan mobilnya.

Ningsih yang sudah lelah berdebat akhirnya pasrah dan tidak bisa menolak.

Namun, begitu mobil Satria berhenti tepat di depan gerbang rumah, suasana manis itu langsung buyar. Dari balik kaca mobil, Ningsih melihat sosok Hendra sedang berdiri bersedekap dada, menunggunya dengan wajah sekaku kanebo kering.

Melihat Ningsih keluar dari pintu mobil mewah dan diantar oleh seorang pria asing, darah Hendra langsung mendidih seketika. Ego lelakinya terbakar murka. Tanpa membuang waktu, Hendra langsung melangkah lebar, menghampiri Ningsih, dan tanpa permisi langsung mencengkeram kasar pergelangan tangan mantan istrinya itu.

"Heh! Sialan! Siapa pria di dalam mobil itu, Ningsih?!" bentak Hendra sembari menyeret Ningsih menjauh dari mobil dengan mata yang menyala merah penuh amarah. "Oh, jadi begini kelakuanmu di luar? Ternyata kamu sudah punya kekasih baru, ya?! Makanya kamu sok jual mahal dan menolakku mentah-mentah?!"

Ningsih yang terkejut sekaligus kesakitan langsung berusaha melepaskan diri.

"Lepaskan tanganmu, Mas Hendra! Kamu apa-apaan, sih?! Datang-datang langsung berbuat kasar seperti ini!"

"Aku tidak akan lepas sebelum kamu mengaku! Pria kaya mana lagi yang kamu goda, hah?!" maki Hendra kalap, menunjuk-nunjuk ke arah mobil Satria.

"Jaga mulutmu! Dia bukan kekasihku!" sentak Ningsih, matanya berkilat tajam seolah menantang mantan suaminya yang mendadak gila karena cemburu buta tersebut.

"Terserah dia kekasihmu atau bukan! Aku cuka mau mengabarimu, aku akan segera menikah."

Ningsih terkekeh sinis. "Lalu apa hubungannya denganku? Menikah ya, menikah saja sana!" ketusnya.

"Kamu yakin tidak mau rujuk denganku? Yakin tidak akan menyesal jika aku menikah lagi?" tanya Hendra kembali memastikan.

1
Lee Mba Young
tinggal karma nawang Dan yeni. klakuan kek dajjal.
Senja: Hehehe🤭
total 1 replies
Nice1808
@Senja dah baca kak🤭🤭
Senja: Makasih makk
total 1 replies
Nice1808
wah parah nawang dan ibunya tega bnget membuang hendra ke panti sosial, kasian kau hendra itu karma mu, moga dipanti kau bisa berkembnag walaupun diatas kursi roda🥺🥺
tinie
eeh aku belum tau udah ada 2bab yg beli ku baca😁😁
tinie
padahal Hendra termasuk pintar dlm marketing
jika bener bener mau tobat
mka saat di panti nanti coba buka website
jualan apa gitu🤔🤔
kan bisa dpt penghasilan
asale tidak korupsi lgi
tinie: nah itu dia
tobatan sambel dia
bukan tobatannasukha😁
total 2 replies
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Nawang, sudah ditolong malah ngelunjak, dasar jalang 😂😂
Amiera Syaqilla
hi
Senja: Halooo
total 1 replies
Nice1808
karyawan nya kayak kerja di club malam🤣kena mental lari trbirit2😀
dasar satria nyicil melulu kapan lunasnya😀
Nice1808: 😡😡😡untung ada ningsih dtg🤣
total 2 replies
tinie
nyicil siang ,malam
pagi dan sore🤣🤣🤣
bengek bengek
Sukliang
menarikk
Yuliaya
kayanya tadi Hendra sempet ngomong di telpon dan manggil Ningsih deh
Yuliaya
hehehe ini pasti piring kaleng ya?
Senja: Iya kaleng
total 1 replies
tinie
gimana rasanya dihina pasangan sendiri😌😌
dului kau congak menghina Ningsi h habis habisan
nah sekarang orang lain yang menghinamu
Dede Maesaroh
karma sakit kan
irala
nawang nawang....Sifat SmS ny dihilangkan dong..kirain kemaren tu udah sadar..nerima suaminy apa adanya..eh pas lihat bg sat bisa jalan dan berdiri tegak..tu kelakuan kumat lagi...
Nice1808
nawang mau jadi pelakor🤣gak mungkin bisa krna ningsih pernah disakiti jadi dia dah tau alasan murahan mu nawang, fokus pada klurga dan kandungan mu aja, seblom kau jadi gembel krna rasa iri mu pada ningsih🤣
Sri Rahayu
bener2 ya Nawang ga kapok, ga tau malu godain suami kakaknya😡😡😡...bener tu Satria blokir no nya🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Nice1808
uluh2 satria mau lembur bikin baby🤣🤣,nawang kau salah cari perhatian ma satria dia bukan laki2 brengsek🤣🤣🤣
tinie
penghalang kecilma gampang tinggal kasih jajanan es cream sama jalan jalan
beres
yang resek justru yang tua
🤣🤣🤣
MamDeyh
Astaga Nawang kamu kok gk tobat.. Kamu pikir Ada Satria bakal kepincut modelan kamu😄
Senja: tobat sambel mak hoho
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!