NovelToon NovelToon
LEGENDA KULTIVATOR GILA

LEGENDA KULTIVATOR GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Dibuang oleh Klannya sendiri ke Shenzhou—daratan terlarang tempat pemujaan Dewa Jahat—seorang bayi harusnya mati menjadi abu. Namun, takdir menolak tunduk. Dia justru bangkit dengan menyedot habis seluruh energi terkutuk di daratan tersebut. Tumbuh besar seorang diri dengan ingatan jurus-jurus terlarang purba, kini tiba saatnya ia melangkah keluar. Sembilan Daratan yang korup harus bersiap, karena tumbal yang mereka buang telah kembali sebagai pembawa kiamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

​​Di bawah kuncian tinju kiri Wu Tian yang menghentikan embusan angin tajam tepat satu jengkal di depan wajah cantiknya, Wu Xue berdiri mematung. Sepasang mata birunya yang sejenis kristal menatap lurus ke dalam sepasang mata hitam legam milik Wu Tian. Di sana, ia tidak menemukan kilatan kebencian, dendam faksi, ataupun kesombongan seorang pemenang. Yang ada hanyalah kedalaman yang kosong, dingin, dan dominasi murni dari seekor predator puncak yang menatap mangsa yang sudah tidak berdaya.

​Wu Xue memejamkan matanya sejenak. Helaan napas panjang yang terasa berat keluar dari bibirnya, menguap menjadi serpihan embun tipis di udara sore yang dingin. Ketika ia kembali membuka mata, seluruh riak energi es di sekujur tubuhnya perlahan meredup. Ia menurunkan pedang es transparan di tangan kanannya hingga senjata itu mencair menjadi tetesan air biasa di atas panggung.

​"Aku menyerah," ucap Wu Xue. Suaranya terdengar jernih, tenang, dan sarat akan penerimaan yang ksatria.

​Hening.

​Koloseum Raksasa Klan Wu seolah kehilangan suaranya selama tiga detik penuh, sebelum akhirnya...

​BOOOOOM!!!

​Sorakan paling riuh, paling menggila, dan paling bergemuruh dalam sejarah berdirinya turnamen klan meledak tanpa bisa ditahan lagi! Ribuan murid luar melompat dari kursi tribun, berteriak histeris hingga suara mereka parau. Beberapa di antara mereka bahkan menangis haru karena hari ini, seorang murid luar yang selama ini dicampakkan sebagai sampah kasta rendah, resmi berdiri di puncak tertinggi klan sebagai nomor satu.

​Di sudut lorong, Wu Chen dan Wu Ao langsung melompat pagar, berlari ke arah arena dengan wajah penuh kemenangan. Sementara Wu Lin berdiri terpaku di tempatnya, menatap Wu Tian dengan senyuman paling lega yang diiringi air mata kebahagiaan yang mengalir di pipinya.

​Di panggung kehormatan tertinggi, Tetua Agung Wu Cang terpaksa menarik kembali aura spiritual Ranah Fondasi Spiritual miliknya dengan sentakan kasar. Wajah tuanya tampak teramat masam dan kaku. Ego dan harga dirinya sebagai seorang kakek tercabik-cabik melihat cucu emas kesayangannya kalah secara mutlak, namun sebagai pemimpin klan, ia terpaksa menahan diri agar tidak menjadi lelucon di depan para utusan faksi luar yang terus mengawasinya.

​"P-Pemenang mutlak turnamen generasi muda Klan Wu... Wu Tian dari cabang luar!"

​Suara pembawa acara yang gemetar hebat mengudara melalui formasi pengeras suara. Tak lama kemudian, upacara penyerahan hadiah segera digelar di atas panggung yang telah retak-retak. Tetua Agung Wu Cang terpaksa melangkah turun langsung ke tengah arena dengan jubah emasnya, mencoba memasang wajah agung penuh kepura-puraan di depan publik.

​"Wu Tian, kemenanganmu adalah bukti dari kehebatan sistem pelatihan klan kita," ucap Wu Cang dengan pidato formalitas yang sengaja dikeraskan agar terdengar oleh utusan Klan Li dan Sekte Pedang Langit, mencoba mencari muka politik.

​Seorang pelayan klan maju, membawa sebuah nampan perak yang ditutupi kain beludru hitam. Di atasnya, terletak dua buah hadiah utama yang menjadi rebutan terbesar di wilayah Yunzhou. Yang pertama adalah Kunci Giok Gua Spiritual Puncak Langit—sebuah akses eksklusif menuju tempat berkultivasi paling suci di puncak gunung klan yang memiliki kepadatan Qi sepuluh kali lipat dari tempat biasa, tempat yang biasanya hanya boleh diakses oleh Tetua Agung atau calon penerus takhta klan.

​Dan yang kedua, benda yang paling utama, adalah Batu Inti Yunzhou. Sebuah batu kristal seukuran kepalan tangan berwarna ungu pekat yang memancarkan pendar energi murni wilayah tersebut secara konstan.

​Saat tangan kanan Wu Tian menyentuh permukaan dingin Batu Inti Yunzhou tersebut, sebuah kejutan gaib mendadak meledak di dalam kesadarannya!

​DEG...!!!

​Sebuah denyutan spiritual yang teramat pekat menyengat aliran darah purbanya. Aliran energi murni purba dari batu inti tersebut seolah menjadi kunci pas yang langsung membuka satu pintu segel besar di dalam kepalanya. Detik itu juga, kilasan ingatan yang teramat masif dari daratan legendaris Shenzhou berputar menggila di dalam benaknya.

​Wu Tian melihat bayangan dirinya sendiri yang berdiri di atas altar darah raksasa, dikelilingi oleh jutaan tengkorak makhluk mistis, dan memegang sebilah tombak hitam yang sanggup membelah langit. Suara raungan ribuan pasukan perang kedengaran menggema di dalam jiwanya, disertai dengan nama-nama teknik pertempuran purba yang sempat hilang dari ingatannya karena luka parah di masa lalu. Meskipun ingatan itu belum pulih sepenuhnya, getaran energi batu inti ini telah mengembalikan dasar dari esensi sejatinya sebagai sang penguasa pembantaian dari Shenzhou.

​Napas Wu Tian sempat memberat sesaat, sebelum sepasang mata hitam legamnya berkilat dalam warna hitam pekat yang jauh lebih dalam dan menakutkan dari sebelumnya. Seringai tipisnya kembali terukir, namun kali ini sarat akan kesadaran penuh akan siapa dirinya yang sesungguhnya.

​Dengan gerakan acuh tak acuh, Wu Tian mengambil kotak beludru berisi Batu Inti Yunzhou dan kunci giok gua spiritual tersebut, lalu memasukkannya ke dalam lipatan jubahnya seperti sedang menerima bungkusan sayur murah dari pasar. Tanpa membungkuk hormat, tanpa mengucapkan sepatah kata terima kasih, Wu Tian langsung berbalik badan begitu saja, mengabaikan uluran tangan Wu Cang yang berniat melakukan jabat tangan formalitas di depan umum.

​Tindakan angkuh itu seketika membuat Wu Cang berdiri mematung di tengah panggung dengan tangan menggantung di udara, wajah tuanya hampir meledak menjadi merah padam karena menahan geram dan malu yang teramat sangat.

​Tanpa mempedulikan kerumunan murid yang mencoba mengerumuninya untuk mengelu-elukan namanya, Wu Tian terus melangkah dengan tegap, berjalan lurus menuju lorong gelap tempat Wu Lin menunggunya sejak tadi.

​Begitu sampai di depan gadis itu, wajah dingin Wu Tian sedikit melembut. "Ayo pergi. Serangga-serangga di sini terlalu berisik," ucapnya dengan nada lempang.

​Sore itu, kontras dengan atmosfer Koloseum yang sarat akan ceceran darah dan ketegangan politik, pasar kota pusat Yunzhou justru tampak teramat ramai, indah, dan damai di bawah siraman cahaya matahari terbenam yang berwarna jingga keemasan. Wu Tian yang kini telah merapikan pakaian jubah biru tuanya, berjalan dengan santai berdampingan dengan Wu Lin di sepanjang jalan setapak pasar yang dipenuhi oleh berbagai kedai makanan dan kerajinan tangan.

​Di belakang mereka, dengan jarak sekitar lima meter, Wu Chen dan Wu Ao berjalan dengan tahu diri, sengaja menjaga jarak demi memberikan ruang privasi bagi kedua sahabat mereka sembari sesekali terkekeh menggoda.

​Wu Tian berhenti di depan sebuah kedai kerajinan kecil. Matanya melirik sejenak ke arah sebuah tusuk konde sederhana yang terbuat dari kayu cendana dengan hiasan kelopak bunga sutra kecil. Tanpa banyak bicara, ia mengeluarkan sekeping batu spiritual dari sakunya—sebagian kecil dari hadiah turnamen—lalu menyerahkannya kepada pedagang dan mengambil tusuk konde tersebut.

​Dengan gerakan yang agak kaku namun lembut, Wu Tian mengulurkan tangannya, menyematkan tusuk konde kayu itu pada rambut hitam panjang Wu Lin yang indah.

​"Ini untukmu," ucap Wu Tian datar. "Hadiah karena jimat kainmu kemarin... tidak buruk."

​Wajah cantik Wu Lin seketika meledak dalam warna merah padam yang teramat pekat hingga ke batas telinganya. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga ia reflek menundukkan kepalanya, menyembunyikan senyuman manisnya yang tak mampu ia bendung. Jemari lentiknya menyentuh tusuk konde di rambutnya dengan rasa bahagia yang membuncah.

​Untuk mengalihkan rasa salah tingkahnya, Wu Lin melirik ke arah kotak hadiah di balik jubah Wu Tian. "L-Lalu... bagaimana dengan hadiah Gua Spiritual Puncak Langit yang berenergi pekat itu? Kapan kamu akan mulai berkultivasi di sana?" tanya Wu Lin lembut.

​Wu Tian menatap ke arah langit barat yang kian menggelap, tangannya bertumpu pada saku tempat kunci giok dan Batu Inti Yunzhou berada. "Tempat suci itu terlalu luas jika aku gunakan sendiri," jawab Wu Tian santai.

​"Murid nomor satu memiliki hak istimewa untuk membawa satu orang pendamping masuk ke dalam gua. Bersiaplah besok. Aku akan membawamu masuk ke sana agar kamu bisa berkultivasi bersama denganku."

​BLUSH!

​Janji untuk tinggal dan berkultivasi bersama di dalam gua spiritual yang tertutup itu seketika membuat imajinasi Wu Lin terbang liar, wajahnya kian merona merah pekat di bawah rona senja, memicu tawa jahil dari Wu Chen dan Wu Ao di belakang mereka.

​Saat matahari akhirnya sepenuhnya tenggelam digantikan oleh pekatnya malam, Wu Tian menatap riak energi ungu dari Batu Inti Yunzhou di dalam genggamannya di balik jubah.

​Kombinasi energi murni dari batu inti wilayah ini dan kepadatan Qi di Gua Spiritual Puncak Langit akan menjadi sarana paling sempurna baginya untuk memulihkan fondasi asli Shenzhou-nya yang telah bangkit sebagian. Sebulan lagi, Turnamen Tiga Klan yang sesungguhnya—pertumpahan darah total untuk memperebutkan hak tambang wilayah Yunzhou melawan Sekte Pedang Langit dan Klan Li—akan resmi dimulai. Langkah sang monster untuk merebut kembali takdir puncaknya baru saja dimulai dari puncak tertinggi klan ini.

1
Mamat Stone
/Bomb//Bomb//Bomb/
Mamat Stone
/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
Mamat Stone
/Casual/🤩/Casual/
Mamat Stone
🤩/CoolGuy/🤩
LanzT0k3
lanjut thor
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
y@y@
⭐👍🏿👍🏼👍🏿⭐
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Iskandar Muda
bagus cerita ny simple padat
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Hammer//Hammer//Skull/
Mamat Stone
😈👊👊
Mamat Stone
💪👊
Mamat Stone
/Ok//Good/
Agus Rose
kasih judul setiap bab nya biar lebih menarik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!