NovelToon NovelToon
Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Lari Saat Hamil
Popularitas:242.7k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Dia seorang pria tua, Elena. Tapi dia sangat kaya dan royal. Tugasmu hanya melayaninya satu malam dengan mata tertutup."

Setelah kabur dari rumah tanpa uang dan tanpa tujuan, Elena menerima tawaran yang seharusnya tidak pernah ia ambil. Satu malam dan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun malam itu meninggalkan sesuatu yang tidak pernah Elena duga.

Elena Hamil.

Demi melindungi bayinya, Elena melarikan diri ke Indonesia.

Tujuh tahun kemudian, takdir membawanya bekerja di sebuah perkebunan teh yang ternyata adalah milik Leonard—miliarder misterius yang selalu bersembunyi di balik topeng dan penampilan seorang pria tua yang rapuh.

Sementara itu, Leonard masih terus mencari keberadaan Elena, satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak memicu penyakit alergi langka yang selama ini membuatnya menjauhi semua orang.

Saat kebenaran mulai terkuak, mampukah Elena menjaga rahasianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 16

Setelah kekalahan memalukan Tuan Besar Xander yang ke-20 kalinya di papan catur, lengkap dengan wajah keriput yang kini penuh coretan spidol menyerupai kucing garong, Joni akhirnya mendapat perintah rahasia.

Ia ditugaskan mengantar Noah pulang, sekaligus menyelidiki tempat tinggal bocah genius itu.

"Tuan Muda Noah, biar Paman saja yang antar pulang. Bagaimana?" tawar Joni dengan senyum ramah yang sudah dilatih bertahun-tahun sebagai asisten profesional.

Noah yang sedang merapikan kerah kemejanya menoleh sekilas. Ia memiringkan kepalanya, bergaya seolah sedang memikirkan tawaran investasi miliaran rupiah.

"Boleh," jawab Noah santai. "Tapi ada syaratnya."

Joni mengernyit bingung. Kepalanya mendadak pening mendengar kata syarat dari mulut bocah enam tahun ini.

"Syarat? Syarat apa lagi, Tuan Muda?"

"Belikan pizza ukuran large dengan extra cheese, spageti bolognese dan minuman dingin sekalian. Kasihan mama dan tante Bella di rumah pasti belum makan karena sibuk mencari keberadaanku."

Joni mengerjap-ngerjapkan matanya. "Lho? Lalu makanan super mahal dari kantin eksekutif tadi? Bukankah Tuan Muda sudah minta dibungkuskan dan dibawa pulang?"

"Itu untuk sahabat-sahabatku, Paman," jawab Noah dengan santai. "Tejo dan teman-temannya lahir dari keluarga yang kurang mampu. Jadi, secara moral, aku tidak tega jika harus merampas hak gizi mereka untuk kubawa pulang sendiri."

Joni menghembuskan napas panjang, mengelus dadanya yang mendadak sesak.

Mau bagaimana lagi? Mumpung si bos kecil ini mau menurut dan pulang. Joni juga harus segera mengevakuasi Noah dari kantor sebelum Xander semakin tantrum akibat wajahnya tak kunjung bersih dari tinta spidol permanen.

Setelah mampir ke restoran mahal untuk memenuhi daftar belanjaan Noah, Joni pun melajukan mobil mewahnya membelah jalanan malam itu.

Di balik kemudi, wajah Joni tampak datar, namun di dalam hatinya, ia sedang meratapi nasibnya.

"Dompetku kosong melompong Ya Tuhan! Limit kartuku habis dikuras bocah ini! Sementara gaji bulan ini belum ditransfer oleh Tuan Muda Leonard! Bapak dan anak ini benar-benar sekongkol menyiksa hidupku! Yang satu dinginnya minta ampun, yang satu lagi tukang palak berkedok negosiasi!" tangis Joni dalam hati.

Matanya melirik dari kaca spion, menatap Noah yang sedang asyik bermain tablet di kursi belakang.

Melihat Joni yang membisu dengan wajah pucat pasi sejak keluar dari restoran, Noah menghentikan aktivitasnya.

"Paman kenapa diam saja sejak tadi? Paman sakit?" tanya Noah dengan nada sedikit khawatir.

Joni tersentak dari lamunan ngenesnya. Ia buru-buru mengatur ekspresi wajahnya.

"Saya sakit? Tentu saja tidak, Tuan Muda. Saya sangat sehat dan bahagia," jawab Joni sambil memaksakan senyum tipis, padahal jiwanya sudah melayang memikirkan tagihan kartu kredit.

Tak lama kemudian, mobil mewah itu berhenti di depan sebuah rumah sederhana. Tidak mewah, catnya mulai memudar di beberapa sudut, namun halamannya tampak sangat asri dengan banyak tanaman hias.

Noah membuka pintu mobil dan melangkah turun. Ia berbalik menatap Joni yang baru saja mematikan mesin.

"Paman mau turun tidak?" tawar Noah. Namun, belum sempat Joni menjawab iya, bocah itu sudah menyambung kalimatnya dengan wajah tanpa dosa, "Atau pulang saja sana. Papa bisa marah kalau Paman kelamaan di sini."

Joni melotot sempurna. "Astaga! Bagaimana konsep tata krama bocah ini? Menawarkan mampir tapi sekaligus mengusir di detik yang sama?!" batinnya frustrasi.

"Astaga, Noah!"

Sebuah teriakan melengking dari arah teras memecah lamunan Joni.

Bella langsung berlari menghampiri bocah itu dengan wajah panik yang bercampur lega.

"Darimana saja kamu, hah?! Bikin jantungan orang seisi rumah saja!" omel Bella sambil membolak-balik tubuh Noah, memastikan tidak ada yang lecet.

"Mama mana, Tante?" tanya Noah santai.

"Mamamu keluar mencarimu keliling kampung sampai ke jalan raya!"

"Oh. Ya sudah, biarkan saja. Nanti juga pulang sendiri kalau capek," sahut Noah dengan kelewat tenang.

Di saat yang sama, Joni akhirnya memutuskan untuk turun dari mobil dengan susah payah, membawa beberapa paperbag besar berisi makanan pesanan Noah.

"Tuan Muda, tunggu. Makanan ini—"

Langkah Joni mendadak terhenti. Matanya tertuju lurus pada sosok Bella yang berdiri di depan pagar.

Otak Joni yang cerdas seketika mengalami error. Bibirnya menganga lebar, matanya tak berkedip, bahkan nyaris saja setetes air liur menetes dari sudut bibirnya.

Bella, yang sedari tadi panik dan kepanasan di dalam rumah, benar-benar lupa jika saat ini ia hanya mengenakan lingerie sutra tipis berwarna merah marun kesayangannya karena bersiap untuk tidur. Kain tipis itu mencetak lekuk tubuhnya dengan sangat jelas, kontras dengan kulit putihnya yang mulus.

Merasakan tatapan me-sum yang begitu terang-terangan, Bella akhirnya menunduk melihat penampilannya sendiri. Wajahnya seketika merah padam.

"Heh! Apa yang kamu lihat, hah?!" semprot Bella galak, menarik ujung lingerie-nya dengan panik.

Joni masih diam mematung bak patung selamat datang, seolah tersihir oleh pemandangan tak terduga itu.

"Tante, itu makanan untuk Tante dan mama. Ambillah, kasihan Paman Joni tangannya gemetar memegang kantong paperbag," sela Noah.

Dengan wajah bersungut-sungut, Bella buru-buru melangkah maju. Ia merampas paperbag itu dari tangan Joni dengan kasar.

Dan tepat saat Joni masih tersenyum bodoh dengan pikiran yang melayang ke awan...

Bugh!

"Argh!!!!"

Joni reflek menjerit. Matanya melotot seakan mau keluar dari tempatnya saat sebuah tendangan lutut yang sangat kuat, akurat, dan penuh tenaga mendarat mulus di antara kedua belah pahanya.

Tubuh Joni langsung merosot ke tanah. Ia berlutut memegangi aset masa depannya dengan wajah merah padam menahan rasa sakit yang luar biasa.

"Itu balasan untuk burungmu yang berdiri tidak tahu tempat, dasar pria me-sum!" ketus Bella tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Ia mendengus kasar, lalu memutar tubuhnya dan masuk ke dalam rumah. "Ayo masuk, Noah! Jangan dekat-dekat dengan om-om gatal!"

Pintu rumah dengan bantingan keras. Meninggalkan Joni yang kini berjalan mengangkang ke arah mobilnya seperti seekor penguin yang baru saja terkena encok.

"Menyesal aku sempat mengira dia cantik seperti bidadari! Bidadari dari mana?! Tingkahnya persis preman pasar!" ringis Joni sambil menyeka air mata kesakitannya.

1
+52
sat 😭
+52
percayalah.. aku ngakak tengah malam di balkon lantai 31 😭
Nice1808
mimpi kau maura menginginkan leonard, yg ada kau di tendang oleh leonard atau noah🤣🤣🤣
Ratna Susianingsih
dasar nenek sihir padahal diri kamu yg ngerebut bp elena jalang teriak jalang kadang aku pengen liat Kel elena syok dan jatuh bangkrut....jadi gembel buat Julia..
Nice1808
🤣🤣🤣🤣maura kagetkan, joni doamu gk manjur tuh🤭
Nice1808
org kaya mah beda ngidam jrk jauh ttp di tempuh🤣🤣🤣
Senja: Semoga kota juga ikutan kaya jangan cuma novel aja yo mak hihi
total 1 replies
Ratna Susianingsih
iya om nnti beli rendang di kawah Merapi terus yg mknnya kamu bhuahahaaa🤣🤣🤣
Ratna Susianingsih
ya Allah thor ku ngakak🤣🤣🤣🤣🤣semangat ya papa Leon...thor tolong donk elena klo manggil Leon jangan namanya romantis donk...
Senja: Apa kak yg romantis haha
total 1 replies
tia
😁😁😁😁
MamDeyh
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
lelah
NT klu km Leon plng dari Indonesia, adakan Resepsi pernikahan mu yg mewah biar ibu tirinya Elena syok, km PK dulu topeng mu NT klu ibu tirinya Elena banyak bicara merendahkan elena km buka tu topeng mu biar pingsang lihat km Leon, supaya ibu tirinya Elena itu malu biar publik tau istri km itu elena, jgn diam aj Leon, tu Maura skrg ud iri sama elena mau merebut km,
Anita Rahayu
kapan thor kau eksekusi emak tiri yg gk tau diri ini di sel tahanan sampai mati kayak emak elena dan adik tirinya buat hidupin diri sendiri 😤😤😤😤😡😡😡😡😡😡😡😈😈😈😈😈😈
Senja: Santai kak wkwk
total 1 replies
Ida Lailamajenun
jgn" singa junior mulai launching nih😁😁
Ida Lailamajenun
setuju sih sama Bella si Jojo nya
Ida Lailamajenun
bukan nya Ele pernah bilang klu sodara tiri nya itu tukang rampas sampai pacar Ele ikut dirampas nya ini kok malah akrab yak
ceuceu
murahan banget elena,harusnya nikah dulu,jadikan pelajaran sebelumnya cukup sekali hamil di luar nikah
Senja: diluar negeri mungkin udah biasa kak🙏 maaf kalau gak sesuai ekspetasi🙏🙏
total 1 replies
ceuceu
kocag noah maen panggil papah aj/Facepalm/
Sweet Heart
Kapan Elena Dan Noah Ketemu Dengan Papa Kandungx Elena Thor. Jangan Sampe Papanya Elena Dah Mati Yahhh Dan Seluruh Hartax Elena Diambil Ibu Tirinya Elena
Lisa Halik
🤣🤣leon bersedialah kamu
Nice1808
sabar leon ntar klo dah lahir aman kok🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!