NovelToon NovelToon
Feng Ying

Feng Ying

Status: tamat
Genre:Fantasi / Contest / Kultivasi / Pembunuhan / Dan budidaya abadi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:608.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: hanani

Feng Ying adalah seorang anak laki laki berusia 12 tahun. Ia pergi ke berbagai tempat hanya untuk bersenang senang. Feng Ying akan melakukan apapun yang ingin ia lakukan. Ia tidak akan mengikuti perintah orang lain bila ia tak menginginkannya.

Feng Ying memiliki latar belakang yang tak biasa. Bila orang lain mengetahuinya, maka Feng Ying akan diincar dan diburu untuk dibunuh. Bagaimanakah latar belakangnya hingga membuat orang lain menginginkan kematiannya?

Ini adalah cerita bagaimana Feng Ying menghabiskan waktu kesehariannya bersama teman pertamanya.

Note:
-Mc bukanlah orang yang baik. Tapi juga tidak terlalu jahat.
-Di novel ini tidak ada genre romance, hanya cerita pertemanan/bromance.
-Tingkat kultivasi MC ada pada chapter 7.
-Latar belakang MC dijelaskan secara perlahan. Jadi tidak ada di awal awal chapter.
-Pelatihan MC pun tidak dijelaskan pada awalan chapter. Namun dijelaskan pada flashback nya nanti jauh dari chapter awal sebelum dia pergi keluar rumahnya.
-Sifat Mc terkadang kurang sopan pada yang lebih tua.
-Komedinya mungkin ada sedikit. Author juga tidak tau apakah itu lucu atau tidak.

Selamat membaca💕Jangan lupa:
*Like
*Coment
*Favorite
*Vote
*Rate🌟🌟🌟🌟🌟

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30 -Sampai Di Benua Tengah

Feng Ying berdiri dan menghadap ke arah laut. Ia terlihat berekspresi kesal. "Dia pura pura tertidur agar aku bisa pergi?! Dia memang tak bisa diajak mengobrol!"

Di bagian belakang kapal ini hanya ada Feng Ying dan satu orang penumpang yang merupakan kultivator.

Ketika Feng Ying sedang menikmati angin malam, tiba tiba seseorang menyenggolnya dari belakang. Iapun berbalik ke arah belakang dan mendapati seorang pria yang terlihat memegang minuman dan sedang mabuk.

Pria itu berjalan berlalu begitu saja. Walaupun sudah menyenggol Feng Ying. Hal ini membuat Feng Ying angkat bicara, "Bila senior menyenggol seseorang, seharusnya senior meminta maaf!"

Pria yang dalam keadaan mabuk itu berbalik dan menatap Feng Ying. Ia tidak bisa berdiri dengan tegak. Karna pengaruh minuman, "Heh.. Kau hanyalah bocah. Untuk apa aku meminta maaf padamu?"

"Senior sudah berbuat salah. Jadi senior harus meminta maaf, walaupun pada seorang anak kecil," Feng Ying mendengus kesal.

"Bila aku berkata bahwa aku tak mau melakukannya? Apa yang akan kau lakukan, hah?!", pria itu menatap Feng Ying dengan remeh.

"Cih, lupakan saja," Feng Ying berbalik dan menghiraukan pria yang sedang mabuk itu.

"Kurang ajar! Kau malah tak mengacuhkanku?! Akan kuberi kau pelajaran!", pria itu berjalan ke arah Feng Ying dengan langkah terhuyung. Tangan kanannya yang memegang minuman mengepal. Hingga mengakibatkan gelas minuman pecah dan jatuh ke lantai.

Pria itu berniat memukul Feng Ying. Namun, bocah itu sudah menghilang dari tempatnya berada. Feng Ying saat ini berada di belakang pria pemabuk itu. Tangannya mencengkram sebuah belati, "Jangan kira aku akan melepaskanmu!" ucap Feng Ying.

Bersamaan ketika Feng Ying mengayunkan belati, pria itu juga berbalik pada Feng Ying dan agak termundur ke belakang. Hal ini membuat pria itu selamat dari kematian. "Aarrkkhh!"

Tebasan belati terpampang di bagian dadanya. Ia menggeram kesakitan dan menatap Feng Ying marah, "Kau.. Akan kubunuh!"

Ketika pria itu ingin memukul, Feng Ying sudah berpindah tempat berada di sampingnya. Pria itu yang menyadarinya langsung berbalik ke samping dan hendak melakukan pukulan. Tapi lagi lagi, Feng Ying sudah menghilang.

"Ugh.."

Sudut bibir pria itu mengeluarkan darah. Begitupun dada kirinya. Ia langsung jatuh berlutut dan terbatuk.

Di belakang tubuh pria itu, Feng Ying berdiri dengan belati yang terlumuri darah. Tatapannya nampak tak ramah. "Padahal aku hanya menyuruhmu untuk meminta maaf dan kau malah menyerangku. Maka inilah akibatnya."

Tak lama kemudian, tubuh pria itu jatuh ke arah depan. Saat ini, detak jantungnya sudah berhenti. Tubuhnya juga sudah menjadi dingin.

Satu penumpang yang sedang ada di belakang kapal melihat semua kejadian itu. Namun dia tak melakukan apapun. Dia nampak menatap ke arah Feng Ying dengan takjub, "Anak yang luar biasa." batinnya.

Feng Ying langsung mengangkat mayat pria itu dan melemparkannya ke laut, "Cih! Kau membuatku tambah kesal saja."

Feng Ying berbalik dan menatap satu satunya penumpang di bagian belakang kapal ini. Dia adalah seorang pria paruh baya dengan rambut panjang berwarna hitam. "Kau sudah melihat semuanya tadi. Tapi kenapa kau tidak melakukan apapun?"

"Untuk apa? Itu bukan urusanku. Dan ya, kau sangat hebat. Bahkan kau membunuh tanpa berpikir panjang terlebih dahulu" ucap pria paruh baya itu sambil tersenyum. Pakaiannya berwarna putih. Namun, bukan berarti dia berasal dari aliran putih.

Feng Ying mengayunkan belati secara menyamping dari atas ke bawah dan membuat darah jatuh ke lantai. Iapun memasukkan belati ke dalam cincin ruang dan menatap pria di depannya, "Sepertinya kau tidak akan mengatakan apapun soal kejadian ini pada orang lain. Jadi, aku akan melepaskanmu."

"Ah, begitukah? Hm.. Apakah aku harus berterimakasih padamu karna kau sudah memberikanku kesempatan untuk hidup?" pria paruh baya itu tetap tersenyum.

"Terserah kau saja. Kau ingin berterimakasih ataupun tidak, aku tak peduli."

Ketika Feng Ying akan melangkah pergi, dirinya dihentikan oleh suara pria paruh baya itu, "Siapa namamu?"

Feng Ying melirik ke arah pria itu dan menatapnya malas. "Untuk apa kau menanyakan namaku? Itu tidak penting sama sekali."

"Tentu aku harus mengetahui namamu. Kau sangat hebat. Gerakanmu cepat dan tanpa ragu membunuh orang lain. Belum tentu ada orang seumuranmu yang memiliki keberanian seperti membunuh."

"Namaku Feng Ying," bocah berumur 12 tahun itu langsung berlalu pergi dan meninggalkan pria paruh baya.

"Feng Ying? Akan kuingat nama itu," pria paruh baya yang tidak diketahui namanya itu tersenyum.

***

Ketika Feng Ying akan masuk ke dalam kamar, kamar sudah dibuka dari dalam. "Ying! Kukira kau takkan kembali ke dalam. Jadi aku berniat mencarimu dan.. Meminta maaf" ucap Wang Chen sambil menundukkan kepala.

Feng Ying memutar bola mata dengan malas, "Sudahlah.. Tidak perlu membahas itu lagi. Aku akan tidur," Feng Ying langsung masuk meninggalkan Wang Chen yang berada di ambang pintu.

Feng Ying langsung merebahkan diri di kasur dan menutup matanya.

Wang Chen menutup pintu dan menghampiri Feng Ying, "Apa kau masih marah padaku, Ying? Jika begitu, tolong maafkan aku. Aku akan melakukan apapun agar kau bisa memaafkanku."

Feng Ying membuka mata dan langsung duduk di atas kasur. Ia menatap Wang Chen dengan wajah cerah, "Melakukan apapun? Kau sungguh? Kau takkan menyesalinya dan menarik kata katamu 'kan?"

Wang Chen berkedip ketika melihat reaksi Feng Ying. Iapun mengangguk dengan sungguh sungguh, "Apapun itu. Akan kulakukan. Asalkan kau memaafkanku."

"Kalau begitu, kau harus menggendongku dan membawaku berkeliling di benua tengah nanti selama seharian. Kau tak bisa menolaknya!", Feng Ying tersenyum.

Wang Chen terkejut mendengar ucapan Feng Ying, "Kau bisa berjalan sendiri! Kenapa harus kuangkat?! Pakai saja kakimu!"

"Kalau kau tak mau melakukannya, aku akan tetap marah denganmu dan aku tidak akan membantumu menyelamatkan semua pangeran!", Feng Ying mengembungkan pipinya kesal.

Mata Wang Chen berkedut, "Iya- iya! Baiklah, aku akan melakukannya! Tapi jangan marah lagi padaku, oke?"

Feng Ying tersenyum dan mengangguk. Iapun memberikan dua jempol pada Wang Chen, "Baiklah! Kau sudah janji padaku. Jadi jangan dilanggar!"

"Eh, kapan aku berjanji padamu? Aku tidak berjanji sama sekali!" protes Wang Chen.

"Hehe, kau berkata 'janji' baru saja. Jadi kau memang sudah berjanji padaku," Feng Ying tersenyum sinis.

"Hah?! Kau curang! Mana ada orang melakukan janji dengan cara seperti itu? Aku tak terima! Jadi aku tidak akan menggendongmu di benua tengah nanti! Karna aku tak berjanji sama sekali!"

***

Feng Ying dan Wang Chen sudah sampai di benua tengah. Saat ini, Wang Chen menggendong Feng Ying di pundaknya. Ia nampak kesulitan dan kelelahan. Sementara Wang Feng berjalan di samping Wang Chen.

"Cepatlah sedikit! Kau lambat sekali berjalan, seperti siput saja.. Jika seperti ini terus, kapan kita bisa sampai di kekaisaran Naga api? Kita bahkan baru saja masuk ke wilayah kekaisaran Mawar Es!" ucap Feng Ying dengan nada protesan.

Mereka saat ini menjadi pusat perhatian. Karna Feng Ying yang digendong oleh Wang Chen. Bukan karna itu saja yang membuat perhatian mengarah pada mereka. Melainkan karna seekor harimau bulan yang ikut keduanya.

Nafas Wang Chen tidak beraturan. Ia terlihat sangat kelelahan. Keringat membasahi wajahnya, "Aku sudah 4 jam menggendongmu dari pelabuhan! Ditambah, kau juga cukup berat! Wajar saja bila aku lama! Kalau ingin cepat.. Kau jalan sendiri!" ucap kesal Wang Chen.

"Halah.. Baru saja 4 jam. Kau sudah selelah ini! Masih ada 20 jam untukmu menggendongku!" ucap Feng Ying.

"Apa tidak bisa dikurangi? Aku sangat lelah.. Bisa bisa aku mati kelelahan!"

"Kau sudah makan tadi. Jadi kau tidak akan mati. Sudahlah.. Jangan banyak protes atau kau ingin aku membakar semua pakaianmu dan aku meninggalkanmu?"

"Tck, baiklah! Aku tidak akan protes!" ucap Wang Chen dengan tidak ikhlas.

Wang Chen setuju menggendong Feng Ying. Karna saat di kapal, ia diancam Feng Ying bahwa pakaiannya akan dilempar ke dalam laut. Bila itu terjadi, maka dia tidak akan memiliki pakaian ganti lagi.

Feng Ying terkekeh mendengar ucapan Wang Chen. "Hehe memang menyenangkan menjahili Chen" batinnya.

Ketika keduanya berbicara, tiba tiba di depan sekelompok orang menghentikan mereka. Sekelompok orang itu memiliki tubuh kekar. Namun ada juga yang bertubuh kurus.

"Berhenti kalian!"

Mendengar itu, Wang Chen langsung melihat ke arah depan dan berhenti berjalan. Iapun berbicara sebaik mungkin, "Um.. Ada apa ya? Kenapa kalian menghentikan perjalanan kami?"

Seorang pria kekar menunjuk Wang Feng yang berdiri diam di dekat Wang Chen, "Serahkan harimau bulan itu!"

>> Bersambung

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Tingkat kekuatan di dunia ini:

*Pemula\=1-9

*Qi condensation\=1-9

*Qi foundation\=1-9

*Master\=1-9

*Grandmaster\=1-9

*Prajurit\=1-9

*Jenderal\=1-9

*Kaisar\=1-9

*Bumi\=1-7

*Langit\=1-7

*Immortal

1
M Ariz
author nya sadis bkn mc klo membunuh mencincang membelah perut memotong leher dlm pertarungan gk masalah sihh
M Ariz
muter muter nih
Pierany Prahasiwie
hambar kali ceritanya..
Pierany Prahasiwie
tak ada wibawanya baca cerita ini..MC nya bocil..hadeehhh
Putra_Andalas
Mata-Mata rupanya...
Putra_Andalas
Gaje juga nih Cerita...tau² MC nya hebat aja gitu...gmna alur ceritanya coba..!??
BangBig
terlalu egois, sebagai peran utama, emang harus tegas, tetapi ada kelembutan nya juga 😔😔😔😔
zayick
saya suka mc tdk brtindak dgn prsaan lunak beginilah harusnya mc kejam sadis
sayangnya masih sedikit lemah hatinya lebih dominan keprasaan apalagi kpda wanita yg ads status sbagai pasannya.

membosankan jk prasaan mc masih lunak
NAI.IN
kak buat season dua dari cerita Feng yin dong banyak yang nuguin
Aliz: 1. udah lupa sama alur 2. ga punya ide 3. emang akhirannya mau kaya gtu aja
total 4 replies
Alex Kawun
bukan di marahi ttpi di tegor kaleee ...
Habis sudah tetua Hong dikerjain sama Feng Ying
harusnya cepat bebaskan Wang Feng
kayaknya seru
Kok dentianya berbeda bukan petir malah Es
Teruskan ✍️✍️✍️✍️✍️🙏
beraninya hanya dg anak kecil
Kasihan Wang Feng kalau dikasihkan ke Orang
untung saja Wang Chen tidak ngompol
diam memang sangat membosankan
Misi mengambil Alih Kekaisaran
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!