NovelToon NovelToon
Dihianati Setelah 20 Tahun

Dihianati Setelah 20 Tahun

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Ibu Pengganti / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:960.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: husna_az

Kenanga mengabdikan hidupnya pada sang suami dan anak sambungnya, tapi pada akhirnya dia dihianati juga. Suami yang dia kira mencintainya dengan tulus nyatanya hanya kebohongan. Di dalam hatinya ternyata masih tersimpan nama sang mantan yang kini telah kembali dari luar negeri.

Rahasia yang selama ini ditutupi sang suami dan keluarga pun terbongkar. Kenanga memilih mundur dan memulai kehidupan yang baru meskipun semua itu terasa sulit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Kenanga menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dia turun dari mobil dan berjalan menuju sebuah taman yang cukup luas. Dirinya ingin menenangkan pikirannya terlebih dahulu dan melupakan sejenak masalah yang mengusik hati dan pikirannya.

Jika di hari libur biasanya taman ini ramai, berbeda dengan saat ini, suasana taman tampak sepi, hanya ada beberapa orang saja. Kenanga tersenyum saat melihat seorang anak kecil berusia dua tahun sedang bermain dengan kedua orang tuanya. Senyum anak itu membuat siapa pun yang melihatnya tanpa sadar ikut tersenyum juga.

Andai saja dirinya memiliki seorang anak, setidaknya ada yang menjadi penghibur di saat bersedih seperti sekarang ini. Namun, dia juga bersyukur setidaknya tidak akan ada anak yang akan terluka jika dirinya berpisah dengan sang suami. Setiap perceraian orang tua pasti ada anak yang terluka dan itu sudah banyak terjadi di sekitarnya.

Kenanga pun teringat dengan kedua orang tuanya dan merasa sangat rindu pada mereka. Dia mengeluarkan ponsel miliknya dan mencoba untuk menghubungi nomor ibunya.

"Assalamualaikum, Kenanga, apa kabar?" tanya Salma—ibu dari Kenanga.

"Waalaikumsalam, Ma. Aku baik, Mama sendiri bagaimana kabarnya?"

"Alhamdulillah, Mama sehat."

"Papa dan Lucky bagaimana kabarnya?"

"Semuanya baik-baik saja. Kamu sudah lama tidak berkunjung ke sini, apa kamu tidak kangen dengan kita semua di sini?"

"Insya Allah dalam waktu dekat Kenanga akan ke sana, Ma."

"Benar? Kamu datang ke sini sendiri apa sama suamimu? Oh iya, bagaimana kabar suamimu? Mama sampai lupa menanyakan kabarnya karena terlalu fokus sama kamu."

Kenanga terdiam, dia jadi teringat dengan perilaku suaminya selama ini. Kedua orang tuanya begitu menyayangi dan menganggap pria itu seperti anaknya sendiri. Meskipun saat awal pernikahan kedua orang tuanya kurang menyukai Bima, tapi karena dirinya yang bersikeras untuk menikah dengan Bima. Kedua orang tuanya pun mengalah dan mencoba menerima kehadiran menantunya itu dengan ikhlas.

Sekarang entah bagaimana perasaan mereka jika tahu menantu yang mereka sayangi selama ini ternyata memiliki sikap yang begitu buruk. Mudah-mudahan saja kedua orang tuanya akan baik-baik saja jika mengetahui kebenaran yang ada.

"Kenanga, kenapa diam saja? Apa terjadi sesuatu dengan suamimu?" tanya Sophia karena tidak biasanya Kenanga terdiam cukup lama saat berbicara.

Kenanga tersenyum, mencoba untuk meredakan emosinya agar ibunya tidak mengetahui perasaannya kini. Dia takut suaranya bergetar dan membuat orang tuanya khawatir. Kenanga yakin bisa menyelesaikan masalah ini sendiri. Tidak akan sulit setelah dirinya mendapatkan bukti mengenai kejahatan sang suami.

"Mas Bima baik-baik saja, Ma. Tidak ada sesuatu yang buruk, Mama jangan terlalu khawatir."

"Kamu tadi diam saja, Mama 'kan jadi berpikir yang tidak-tidak. Jadi kamu ke sini sendiri apa sama suamimu?"

"Aku masih belum tahu, Ma. Nanti kalau aku ke sana aku akan memberi kabar."

"Ya sudah, kalau begitu Mama tunggu kedatangan kamu."

"Ma ...."

"Iya, ada apa?"

"Jika ...."

Kenanga tidak mampu melanjutkan kata-katanya. Dia mengepalkan satu tangannya yang bebas dengan kuat. Ingin sekali menceritakan semuanya pada sang Ibu mengenai apa yang terjadi di sini. Namun, dirinya tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya, khawatir jika ibunya akan sangat terkejut.

Meskipun ibunya tidak memiliki riwayat penyakit jantung, tapi setiap orang tua pasti akan selalu mengkhawatirkan anaknya. Kenanga takut ibunya khawatir yang berlebihan dan membuatnya jatuh sakit.

"Ada apa, Kenanga? Jika apa?"

"Tidak ada apa-apa, Ma. Nanti saja aku ceritakan kalau aku sudah ada di sana."

"Kamu ini membuat Ibu jadi penasaran saja."

"Tidak ada apa-apa kok, Ma. Hanya masalah sepele saja."

"Benar?"

"Iya."

"Baiklah, Mama akan tunggu kamu di sini untuk berkunjung bersama suamimu."

"Iya, Ma. Mama jaga diri dan kesehatan, ya! Aku tutup dulu teleponnya, assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Air mata Kenanga kembali menetes. Sungguh dia tidak sanggup menyakiti hati kedua orang tuanya. Mereka pasti akan sangat hancur mengetahui dirinya selama ini hanya dimanfaatkan oleh mereka, tapi untuk bertahan dalam rumah tangga yang seperti ini pasti akan lebih banyak merasakan kesakitan. Kenanga benar-benar dilema. Namun, keinginan untuk berpisah jauh lebih kuat. Entah bagaimana akhir dari kehidupan rumah tangganya ini, biarlah waktu yang menjawabnya.

***

"Ada apa, Ma? Kenapa melamun?" tanya Halim—ayah Kenanga—pada sang istri.

"Pa, sepertinya sesuatu terjadi pada Kenanga," jawab Salma.

"Kenanga? Ada apa dengan dia? Apa dia ada masalah?"

"Itu dia yang Mama tidak tahu. Sepertinya dia sedang ada masalah, hanya saja dia tidak mau cerita sama Mama. Kira-kira dia kenapa ya, Pa?"

"Apa tadi Kenanga cerita sesuatu? Selama ini dia terlihat baik-baik saja."

"Justru itu, dia sama sekali tidak mau mengatakan apa pun pada Mama, tapi Mama tahu jika dia sedang bersedih."

"Kalau begitu Mama diam saja, tidak perlu tahu apa yang terjadi, kecuali Kenanga sendiri yang menceritakannya pada kita. Dia sudah memiliki keluarga sendiri dan dia pun berhak mau bagaimana dalam kehidupannya."

"Tapi Mama benar-benar khawatir, Pa. Bagaimana kalau dia sedang ada masalah yang besar?"

"Kenanga itu anak kita, dia kuat, pasti bisa menghadapi setiap apa pun masalah yang datang. Kita sebagai orang tua harus percaya padanya. Doakan saja agar dia mampu melewati ujian yang datang padanya, entah dalam bentuk apa pun itu."

"Semoga saja ya, Pa. Mama juga selalu berdoa untuk kebaikan Kenanga. Bukan hanya untuk Kenanga saja, tapi juga untuk Lucky. Semoga kedua anak kita selalu bahagia."

"Amin."

"Tapi, Pa ... kalau sampai bulan depan Kenanga belum juga cerita masalahnya pada kita, bisakah Papa cari tahu tentang apa yang terjadi pada Kenanga? Mama janji tidak akan ikut campur jika itu masalah rumah tangganya. Mama hanya khawatir jika ada orang lain yang ingin mencelakainya."

"Baiklah, kalau bulan depan Kenanga belum juga cerita Papa akan mengirim orang untuk mencari tahu apa yang terjadi. Semoga semua baik-baik saja."

***

Kenanga menghabiskan waktu lebih lama di taman. Selain karena malas untuk pulang, dia juga tidak memiliki kesibukan apa pun jika di rumah. Sejak Kenanga menikah, memang dia memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Apa pun yang dilakukan juga atas persetujuan sang suami.

Bima juga melarang Kenanga Bekerja karena ingin memiliki istri yang selalu di rumah, menunggu kepulangannya dan merawat Davina yang saat itu masih balita. Sekarang lihatlah! Anak yang Kenanga sayangi dan dibesarkan juga ternyata menghianatinya.

Dia kira Davina juga menyayanginya seperti ibu kandungnya sendiri, tapi ternyata saat ibu kandung sudah datang anak itu lebih memilih ibu kandungnya. Sekarang Kenanga sadar di mana seharusnya tempatnya berada. Keluarga itu memang dari awal bukanlah miliknya, sudah seharusnya Kenanga mengembalikan tempat yang dia duduki selama ini pada orang yang seharusnya.

1
𝗔𝗧𝘂𝗮 𝗞𝗼𝗲𝗶𝗻𝗮𝘁𝗮
𝑯𝒂𝒎𝒊𝒍? 𝑴𝒂𝒎𝒂𝒌 𝒌𝒂𝒏𝒅𝒖𝒏𝒈𝒏𝒚𝒂 𝒊𝒕𝒖 𝒑𝒂𝒔𝒕𝒊 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒔𝒊𝒉 𝒔𝒂𝒓𝒂𝒏 𝒈𝒖𝒈𝒖𝒓𝒌𝒂𝒏 𝒂𝒋𝒂... 𝑺𝒊𝒎𝒑𝒍𝒆 𝒅𝒂𝒏 𝒑𝒓𝒂𝒌𝒕𝒊𝒔... 𝒘𝒌𝒘𝒌𝒘𝒌𝒌𝒘𝒌𝒘𝒌𝒘... 𝑺𝒆𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝒅𝒊𝒈𝒖𝒈𝒖𝒓𝒌𝒂𝒏, 𝒎𝒂𝒎𝒂𝒌 𝒌𝒂𝒏𝒅𝒖𝒏𝒈𝒏𝒚𝒂 𝒊𝒕𝒖 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒋𝒂𝒓𝒊 𝒑𝒖𝒕𝒓𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒂𝒈𝒂𝒊𝒎𝒂𝒏𝒂 𝒄𝒂𝒓𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒋𝒂**** 𝒔𝒆𝒋𝒂𝒕𝒊 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒆𝒓𝒂𝒕 𝒑𝒓𝒊𝒂-𝒑𝒓𝒊𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒅𝒖𝒊𝒕 𝒏𝒂𝒏 𝒕𝒂𝒋𝒊𝒓... 𝒘𝒌𝒘𝒌𝒘𝒌𝒘𝒌𝒘𝒌𝒘𝒌... 😂😂😂
Soleh Sudarna
mampir nii thoorr.. moga ceritanya bukan cewek yg menye² yaa 😄
Punkpunk 234
ikut mampir ya thoorr.. cari novel yg bab nya singkat 🤭
Heni Setiyaningsih
dasar laki-laki pecundang bin parasit kau bima🤣🤣
Jamayah Tambi
Kamu muda lagi Davina.Bagaimana dgn kuliahmu Berkan syarat pada Alfian bahawa kamu boleh kembali tp benarkan kamu meneruskan kuliahmu.Bukan 24 jam juga bersama aTiara
Jamayah Tambi
Terus terang saja Davina bahawa kau akan kuliah lagi
Jamayah Tambi
Mahal klu uni swasta
Jamayah Tambi
Bagaimana nanti kalau Nia yg menggoda Alfian.Apa yg akan Lana buat.
Jamayah Tambi
Anak remaja seperti Lana tudak faham perasaan ayahnya.Ayahnya sudah lama menduda.Mungkin dia lebih rela ayahnya mencari perempuan bayaran.
Jamayah Tambi
kau tak tau apa2 Lana.Papamu masih muda.Dia perlu isteri
Jamayah Tambi
Ini apa lagi Rio
Jamayah Tambi
Kenapa kau nak cari pasal Davina.Jaga diri oau dan ayah mu saja
Dewa Nara
memangnya selama ini kenanga gak pernah periksa...
Jamayah Tambi
Macam2 hal dunia.Kaya yp suruh anak minta sedekah.
Dewa Nara
mahasiswa gak ada piket Thor, piket apaan
Dewa Nara
setau saya kalau sdh mahasiswa gak ada tuh yg namanya pertemuan orang tua, kan mahasiswa sdh dewasa
Dewa Nara
baru mampir Thor, mudah2an ceritanya bagus 👍
Jamayah Tambi
Ada emak pun mcm tak guna jer.Tak ada masa nk tengok anak
Jamayah Tambi
Masih muda boleh digugurkan kok
Jamayah Tambi
Hamil anak siapa kau Davina.Adakah mereka mau mengaku.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!