Seorang Dokter Jenius terlahir kembali menjadi Yang Yang, seorang gadis kecil 7 tahun yang sangat lucu, Menjadi kesayangan Ayah CEO yang dingin dan Kakak yang sangat jenius. Kemampuan medis yang dimilikinya dapat menyembuhkan Keluarganya dan orang-orang disekitarnya. Yang Yang selalu menjadi kebanggaan keluarga. Sementara itu ibu tiri dan saudari tirinya yang selalu berniat jahat kepada Yang Yang selalu gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Hari ini begitu sangat cerah. Devin dan Yang Yang sudah sampai di toko dokter Arya. Terlihat dari dalam Dokter Arya sedang duduk di meja kerjanya, ia sibuk mencatat semua pesanan.
Devin dan Yang Yang pun menghampiri Dokter Arya. "Paman Kami datang!" ucap Devin.
Dokter Arya yang tadinya sibuk dengan pekerjaan, kini mengangkat pandangannya dan melihat ke arah suara itu.
"He, Tuan Muda. Guru, guru ayo silahkan masuk. Duduk disini." Dokter Arya berdiri dan mempersilahkan Yang Yang untuk duduk di tempatnya. Devin yang melihat itu hanya bisa tertawa kecil.
"Paman Arya ini, dia begitu menghormati adikku." Batin Devin tersenyum kecil melihat Yang Yang duduk di kursi kerja Dokter Arya. Sementara dokter Arya berdiri disamping Yang Yang.
"Arya, bagaimana perkembangan bisnis mu? Apa ada kendala?" tanya Yang Yang sambil memajukan mundurkan kursinya.
"Tidak sama sekali guru. Bisnis kita sangat-sangat lancar. tanganku sampai sakit setiap hari harus mencatat pesanan klien-klien. Terutama pil awet muda itu sangat banyak peminatnya. Bahkan saya sampai kewalahan untuk memproduksinya, guru." jelas Dokter Arya.
"Bagus, bagus. Kerja mu sangat bagus!" puji Yang Yang.
Devin yang melihat lagak bicara adiknya itu pun berusaha untuk menahan tawanya.
"Adikku ini kelihatan sangat imut kalau lagi serius." gumam Devin.
Tit tit tit,,
Suara panggilan telepon berbunyi. Dokter Arya segera menjawab telepon itu. Terdengar suara orang yang lagi panik.
"Hei!." ucap Dokter Arya.
"Hallo kakak! Kakak gawat!! Cepat tolong aku."
"Oh, baik!" Dokter Arya mengakhiri panggilan teleponnya, ia hendak melangkah pergi tapi Yang Yang menahannya.
"Arya! Kamu mau kemana?" tanya Yang Yang.
Dokter Arya seketika menghentikan langkahnya. "Maaf guru! Saya harus ke Kasino, ada masalah kecil yang harus saya selesaikan." jelas Dokter Arya.
"Kalau begitu, biar kami antar paman." tawar Devin.
"Baiklah." ucap Dokter Arya.
Akhirnya mereka bertiga pun pergi ke Kasino. Kasino adalah salah satu nama tempat perjudian dadu.
Tidak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai. Di bagian depan bangunan itu tertulis "Kasino Jinchui". Terlihat dari kejauhan, adik Dokter Arya yaitu Aryo sedang di tahan oleh dua pria berbadan besar. Dokter Arya bersama Yang Yang dan Devin pun menghampiri Aryo.
"Kakak! Kakak tolong aku!" ucap Aryo yang sudah babak belur.
"Akhirnya kamu datang juga. Adikmu ini berjudi di tempat kami dan dia berhutang 100 juta. Kalau kamu tidak membantu dia melunasi, maka aku akan habisi dia!" jelas sala satu laki-laki berbadan kekar yang berdiri disebelah kanan Aryo.
"Kakak! Tolong aku!" ucap Aryo memohon pertolongan.
Dokter Arya merasa sangat kesal melihat kelakuan adiknya itu. Ia mendekatinya dan menjewer telinga Aryo. "Sekarang kamu baru mengeluh takut. Kemana saja kamu sekarang ini?" ucap Dokter Arya kesal.
Dokter Arya mengeluarkan uang 100 juta dari dalam tasnya dan memberikannya kepada kedua laki-laki yang menahan adiknya itu.
"Ini 100 juta, lepaskan dia!" ucap Dokter Arya menyerahkan uang 100 juta di tangannya itu.
Kedua laki-laki berbadan besar itu pun melepaskan Aryo.
Aryo menangis. "Kakak! Aku akan mengembalikan uang mu 100 juta itu!" ucapnya.
Dokter Arya menyodorkan tissue kepada Adiknya itu. "Sudahlah! masa pria menangis." ucap Dokter Arya.
Yang Yang dan Devin heran melihat sikap lembut Dokter Arya.
"Dia laki-laki yang terkenal galak. menakutkan seperti monster, tapi hati hello Kitty." batin Yang Yang tertawa kecil.
Dokter Arya, Aryo dan Devin hendak melangkah pergi meninggalkan tempat itu. Sementara Yang Yang masih berdiri ia melihat lagi tulisan yang terpampang besar di depannya itu, "Kasino Jinchui".
"Tunggu!" ucap Yang Yang.
Seketika Dokter Arya, Aryo dan Devin menghentikan langkanya dan menoleh ke arah Yang Yang. "Kenapa adik?" tanya Devin.
"Dimana uang itu hilang, disitu juga kita akan mengambilnya kembali. Ayo masuk!" ucap Yang Yang mengajak ketiga orang itu masuk kedalam tempat perjudian dadu itu.
"Kakak! Siapa anak kecil itu? Kenapa dia masuk? Di dalam tempat perjudian, banyak orang profesional di dalam. Apa dia mau cari mati?". Ucap Aryo.
"Jaga bicaramu, dia adalah guruku. untung saja telingaku ini bisa membedakan besar kecilnya dadu. Ayo cepat masuk!" ucap Dokter Arya.
Ruangan itu kini dipenuhi oleh banyak orang yang sedang ikut taruhan.
"Besar".
”Kecil."
"Besar."
"Kecil."
Suara teriak orang-orang disana memenuhi seisi ruangan perjudian dadu itu.
Yang Yang melangkah masuk, diikuti oleh Devin, Dokter Arya dan Aryo.
Seorang dealer kini mengocok dadu yang ada di tangannya itu.
"Ayo pasang."
"Pasang."
"Besar."
"Kecil."
Suara itu kembali terdengar. Ada banyak orang yang sudah memasang taruhan. Yang Yang hendak mendekat tapi tiba-tiba saja tangannya di tarik oleh Aryo.
"Hei, Nona kecil kamu mau ngapain? Dealernya sangat terampil. Uang 100 jutaku hilang di meja itu." jelas Aryo.
"Oh, sehebat itu. Kalau begitu aku harus ke meja itu!" Yang Yang melepas pegangan tangan Aryo. Ia berjalan menghampiri orang-orang yang sedang melakukan taruhan.
"Hei, jangan. Bocah ini gila ya?" ucap Aryo tapi Yang Yang tidak menghiraukannya. Ia tetap berjalan ke meja itu.
Terlihat ada satu orang yang kalah taruhan. Ia berdiri dari tempat duduknya. Yang Yang segera duduk di kursi kosong itu, Seorang Dealer cantik tersenyum ke arahnya.
"Ayo bangun, kita pergi dari sini!" ucap Aryo menarik tangan Yang Yang, tapi lagi-lagi tangannya di tepis oleh Yang Yang.
"Paman, aku tidak akan kalah!" ucap Yang Yang percaya diri. "Mulai saja". Ucapnya lagi kepada Dealer yang sedang mengocok dadu.
Dealer itu selesai mengocok dadu dan meletakkannya di atas meja. Ia menunggu Yang Yang menebak besar kecilnya dadu tersebut.
Dokter Arya dari tadi berusaha fokus mendengar kocokan dadu dari dealer itu.
"Kakak! Apa kamu dengar besar kecilnya dadu itu? Segerah beritahu anak kecil bodoh ini!" ucap Aryo.
"Dealer ini berganti ritme. Aku gagal mendengarnya." ucap
Dokter Aryo.
Dealer itu tersenyum sinis.
"Haa? bukan kah kita akan tamat." ucap Aryo dengan wajah sedih dan khawatir.
Yang Yang kembali menggunakan kemampuannya itu. Dengan matanya yang sangat ajaib ia bisa melihat besar kecilnya dadu yang muncul. Dan benar saja kemampuan mata tajamnya itu berhasil melihat besar kecilnya dadu yang ada dibalik guci terbalik itu.
Yang Yang menarik tas yang dipengang oleh Aryo. "He-." ucap Aryo kaget.
"Pinjam sebentar. Kalau kalah nanti aku ganti deh!" Yang Yang mengambil uang 10 juta dari dalam tas milik Dokter Arya yang dipengang Aryo tadi.
"10 juta, taruh besar." ucap Yang Yang dengan percaya diri.
"Mulai saja!" ucap Yang Yang
Dealer itu segera membuka guci yang berisi dadu itu. Semua orang yang melihat itu pun membulatkan matanya.
lucu ajah si gak nyambung euyyy🤭🤭🤣🤣