"Jangan dekat rawa itu!"
semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.
Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Nana palsu
Nana memperhatikan Melda dari belakang dengan seksama karena dia merasa wanita itu memiliki sesuatu yang tidak biasa, kamu Nana kembali ingat bahwa ketika Melda dengan lantang mengelak ketika semua orang mengatakan bahwa ini semua pasti berhubungan dengan iblis, Jadi kesannya memang Melda itu sama sekali tidak mempercayai bahwa di dunia ini ada yang bernama setan.
Tapi sebagai seorang iblis yang telah memiliki pengalaman banyak maka Nana curiga karena dia pun merasakan gestur yang tidak biasa dari Melda, entah apa yang terjadi namun yang jelas Nana merasakan sendiri bahwa wanita itu memiliki sesuatu yang harus dia selidiki lebih lanjut dan mungkin saja nanti perlu dia bicarakan kepada Andini dan juga yang lain.
''Awas saja nanti bila terbukti bahwa dia yang telah melakukan semua kejahatan ini.'' batin Nana di dalam hati dia.
''Tapi kalau dia memang memiliki urusan dengan para iblis maka pasti itu semua hanya pesugihan, Apa mungkin dia telah memiliki pesugihan ya?'' ujar Nana kembali yang belum mendapat jawaban.
Sebab menurut dia tentu saja manusia yang berhubungan dengan iblis hanya akan mencari pesugihan saja dan tidak ada urusan yang lain, sebab dia perhatikan dengan seksama maka semakin jelas bahwa Melda pasti mengetahui sesuatu namun dia berusaha keras untuk menyembunyikan itu semua.
''Na!'' Andini muncul ke permukaan dan melemparkan sepotong logam berwarna kuning.
Nana segera menyambut batangan logam tersebut walau tadi dia agak gugup namun tetap saja batangan itu telah sampai di tangan kucing hitam ini, dengan seksama dia memperhatikan dan memang jelas ini semua berbentuk kepingan emas dan kemungkinan besar ini adalah milik dari iblis Rawa itu.
Tidak ada siluman ular yang kere sehingga tidak memiliki harta sebanyak ini, meski terkadang siluman ular itu adalah ular yang terbuang dari dunia iblis namun tetap saja dia akan memiliki kekayaan yang bisa diberikan kepada para manusia yang ingin memuja dirinya dengan berbagai macam cara.
''Dia memang jenis siluman ular yang ada di dalam Rawa.'' Andini mengibaskan rambut yang basah terkena air dalam rawa.
''Apa kemungkinan itu adalah salah satu siluman yang ada di agensi kita?'' Nana bertanya dengan suara gemetar.
''Maka nya aku ambil dulu satu keping batangan emas itu untuk mencocokkan dengan para siluman ular yang ada di agensi kita.'' Nefertari ikut menjawab karena tadi memang dia yang memiliki.
''Kau mau mencari tahu para siluman yang ada di agensi ini, kemungkinan Memang mereka memiliki batangan emas yang lain juga.'' Nana setuju dengan ide yang telah keluar itu.
''Kita bergerak dalam diam saja dan jangan sampai ada yang mengetahui bahwa Ini semua adalah rencana kita bertiga!'' Andini memberi peringatan kepada mereka.
''Eh tapi kenapa Rawa ini sepi dan iblis itu tidak ada di dalam sini ya?'' Nefertari merasa heran dan dia menatap sekitar dengan jelas.
''Aku dari tadi juga kepikiran tentang hal itu dan aku takut kalau ternyata dia malah mencari warga untuk dia jadikan mangsa!'' ucap Nefertari.
Andini menatap sekitar dengan seksama untuk memastikan apa memang tidak ada iblis yang sedang mengintai mereka di kawasan ini, Sebab mereka juga belum paham Bagaimana cara kerja iblis yang ada di dalam Rawa itu sehingga masih belum mengetahui rencana apa saja yang telah dia buat.
''Tapi bukan kah itu tanda sebuah kehebatan bila dia sampai mendatangi rumah para warga?'' Nana bertanya sambil tersenyum kepada mereka berdua.
''Hebat apa?'' Andini bingung dengan ucapan Nana tadi.
''DIA BUKAN NANA!'' Nefertari berteriak keras setelah menyadari bahwa yang ada di hadapan mereka bukan kucing hitam.
Wuuussssh.
Wuuussssh.
Andini dan Nefertari cepat menghindar ketika Nana palsu memberikan serangan mereka dengan tendangan maut, bila tadi tidak cepat menghindar maka yang ada kepala mereka berdua akan hancur berantakan karena dimakan oleh tendangan Nana palsu itu, tapi untungnya mereka bukan lawan biasa.
''Gila, kapan dia menyamar seperti itu dan di mana saat ini Nana berada?!'' Andini kebingungan karena pergerakan itu sangat cepat.
''Ini pasti permainan para penghuni Rawa ini dan aku yakin mereka memang memiliki komplotan.'' Nefertari berkata dengan sangat yakin.
''Bajingaaaaan, Andini tolong aku sekarang!'' tanah berteriak keras karena dia memang paling anti dengan air dan sekarang justru terjebak di dalam air berlumpur.
''Astaga, Nef kau tolong urus Nana palsu itu karena aku akan membawa kucing hitam itu keluar.'' Andini membagi perintah karena dia tidak mau bila sampai terkena amukan Nana.
''Ais dia pasti akan emosi itu karena sudah terendam di dalam air!'' Nefertari juga paham dengan tabiat kucing hitam itu.
Namun saat ini dia masih belum sempat untuk mengurus kucing hitam yang asli karena dia telah kebagian tugas untuk mengurus nanah palsu dan menyingkirkan iblis tersebut, mereka berdua sama sekali tidak mengetahui bahwa ini memang komplotan para iblis yang ada di dalam Rawa dan mereka tidak akan pernah mau mengakui siapa sosok pemimpin itu.
Wuusssh.
Selarik cahaya kuning menghantam tubuh Nana palsu dengan begitu cepat sehingga dia sama sekali tidak sempat menghindar, Nefertari meski seperti itu dia tetap saja seorang Ratu ketika masih berkuasa di laut dalam sana sehingga kekuatan dirinya jauh lebih kuat lagi ketika di asah.
''Hueeeeek.'' Nana palsu memuntahkan darah berwarna hitam pekat dari mulut dia.
Buaaaask.
''Makan tendangan ku ini, setan!'' Nefertari menghantam lagi.
''Eeghhkkm!'' Nana palsu mengerang karena merasakan sakit tidak terkira.
''Kemari kau!'' Nefertari menjambak rambut dengan sangat kasar karena dia juga sudah emosi.
''Hahahaaaaa.
''Bajingan ini masih sempat pula kau tertawa ya!'' Nefertari tambah kesal.
Namun mendadak saja dia melepaskan tangan dari cengkeraman rambut Nana palsu itu karena tubuh nanah palsu mengeluarkan asap berwarna hitam pekat, Nefertari sama sekali tidak mengetahui itu karena apa Karena dia juga tidak pernah melihat ritual yang seperti ini atau bahkan kekuatan dari para lawan.
''Hei kenapa kau mendadak saja berubah menjadi asap hitam seperti itu?!'' Nefertari berteriak keras.
''Aku hanya pesuruh biasa dan kau tidak akan pernah bisa menyiksa aku sampai musnah, justru rombongan kalian yang akan tersiksa dengan keberadaan ketua kami!'' Nana palsu berkata dan kemudian lenyap begitu saja bersama dengan gumpalan asap hitam.
''Ini seperti tindakan bunuh diri?'' gumam Nefertari.
Meski dia masih tidak paham bagaimana para iblis itu malah memilih untuk bunuh diri karena tidak ingin mengatakan Siapa ketua mereka, namun ratu laut dalam ini juga menyadari bahwa para iblis itu pasti adalah anak buah yang sangat Setia sehingga mereka memilih untuk musnah saja.
Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
aneh betul dia
naferia curiga SMA siapa ya🤔🤔
Nana jg kok bisa masuk lumpur bukan nya td menghajar melda🤔🤔