NovelToon NovelToon
Transmigrasi Pembunuh Berdarah Dingin

Transmigrasi Pembunuh Berdarah Dingin

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Mengubah sejarah / Chicklit / Tamat
Popularitas:292.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: Aryani_aza

Di kehidupan sebelumnya dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Namun ia bertransmigrasi di kehidupan sekarang, dan dia menjadi Nona pertama dari kediaman mentri Long yang gendut dan tidak menarik.

Naasnya ... Nona pertama mati karna di pukul oleh tunangan nya sendiri, yang tidak lain adalah Putra ke dua dari jenderal Song.


"Mulai sekarang, jika ada yang menghinaku, meremehkan ku, bahkan mempermalukan ku. Maka dia akan mendapatkan balasan yang setimpal."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani_aza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Hilang kendali.

Transmigrasi pembunuh berdarah dingin.

...🦢🦢🦢...

''Ahhh ...'' teriakan menggema di kediaman Zizi, yang mana dia melihat peliharaan kesayangannya mati tergeletak di lantai dengan kepala dan badan terputus. Membuat semua orang langsung menghampiri Zizi yang masih terdiam mematung.

''Nona kedua. Haaaah astaga Dewa! Apa yang sudah terjadi.'' Teriak pelayan setianya yang tidak kalah terkejut.

Sang pelayan langsung mengambil peliharaan sang Nona dengan sangat hati hati, sambil menangis karna merasa kasihan dan membungkusnya dengan kain.

''Siapa yang sudah melakukan ini pada Momo kesayanganku!'' Teriak Zizi dengan marah.

Seorang pelayan menghampiri dan berbisik pasa Zizi, membuat Zizi mengepalkan kedua tangannya lalu pergi dengan kesal ke tempat di mana Ziang'er tinggal.

''Dia pasti sengaja melakukan ini semua! Awas saja kau yaa, akan aku beri perhitungan pasa gadis jelek seperti dirimu.'' Gerutu Zizi.

Sedangkan Ziang'er yang masih ada di dalam kediamannya, ia sedang berganti hanfu yang simple untuk bisa berlari. Yaaa, mulai hari ini Ziang'er mencoba untuk melakukan serangkaian diet agar bisa menurunkan berat badannya hingga menjadi ideal. Karna jika boleh Jujur, Ziang'er begitu susah untuk bergerak apa lagi melakukan aktifitas yang berat.

Ketika Ziang'er bersiap keluar dari kediamannya, pintu sudah terbuka terlebih dahulu bersamaan dengan Zizi dan beberapa pelayan.

''Ish, mengganggu hariku yang cerah.'' Cicit Ziang'er tak suka aman kedatangan Zizi.

''Apa kau tidak punya sopan santun adik! Kau masuk kedalam kediamanku tanpa memberi salam.''

''Cih! Orang seperti mu tidak patut untuk di hormati. Kenapa kau tega melakukan hal keji pada Momo ku!'' Bentak Zizi.

Ziang'er mengerutkan keningnya lalu menggidikkan bahunya. ''Kenapa kau bertanya padaku! Mana aku tau periharaan mu seperti apa.''

''Bohong! Seorang pelayan melihat mu menaruh sesuatu di depan kediaman ku, dan itu adalah Momo ku! Binatang peliharaan yang di berikan oleh TianMo padaku.''

''Aku tidak tau dan tidak perduli!'' Acuh Ziang'er ingin pergi keluar, namun Zizi mencengram pergelangan tangan Ziang'er.

''Aku belum selesai bicara!''

SREET!

Ziang'er menepis tangan yang sudah berani mencengramnya, lalu menatap Zizi dengan tatapan dingin. ''Pelayan mana yang memberitahu mu tentang itu?''

Zizi tidak menjawab, namun ekor matanya melihat pelayan yang tidak jauh dari mereka.

Ziang'er mengikuti ekor mata Zizi dan melihat pelayan itu, lalu melangkah menghampiri pelayan yang kini menunduk takut.

''Kau yang sudah memfitnah diriku? Apa kau memiliki bukti jika aku yang membunuh hewan menjijikan itu?''

''Sa-sa-saya Aahhhkk.''

Pelayan itu kesakitan saat rahangnya di cekik oleh Ziang'er.

''Pelayan rendahan seperti dirimu Berhati-hatilah untuk berbicara! Jika tidak, maka nyawa mu akan melayang di tanganku.''

BRUUGH!

Ziang'er melempar tubuh pelayan itu hingga menubruk dinding, lalu Ziang'er menatap Zizi dengan dingin.

''Perlihatkan sopan santun mu, adik! Jangan sampai aku kehilangan kendali dan mengirim mu ke sekolah tatakrama kembali.'' Ucap Ziang'er pergi begitu saja.

Sedangkan Zizi diam membeku, ia tidak menyangka jika Ziang'er yang dulu pendiam ketika ia rundung. Tapi sekarang Ziang'er begitu dingin dan kejam, bahkan dari tatapan matanya saja bisa membuat ia tidak bisa berkata kata.

''Nona, apa anda baik-baik saja?''

''DIAMLAH.'' Bentak Zizi lalu pergi untuk mengadu pada sang Ibu, dengan apa yang sudah terjadi pagi ini.

Ziang'er tengah berlari kecil di taman balai kota Liyung. Namun tiba-tiba cacing diperutnya sudah berdemo meminta di isi makanan, membuat Ziang’er berhenti dan mengusap darinya yang berkeringat.

''Baiklah, aku akan mengisi makanan vegetarian dan tidak berlemak.'' Ucapnya dengan senang, lalu pergi dari taman mencari makanan.

Ketika Ziang'er tengah mencari makanan, ia tidak sengaja melewati kedai makanan yang sangat menggiurkan mata dan perutnya. Namun ketika ia melihat begitu banyak lemak, Ziang'er tidak jadi membelinya dan melewatinya.

Tidak ada beberapa detik, Ziang'er kembali dengan menelan ludahnya dan segera memesan semua makanan yang ada di kedai.

''Permisi Bibi, aku pesan dua porsi beras pedasnya. Emm, dua dadar gulung dan satu porsi apa itu namanya? iyaa itu, dan ... tolong berikan dua gulung kue ikan. Tidak, aku mau empat.''

''Tolong berikan tiga porsi itu juga.'' Ucap Ziang'er begitu semangat, membuat seorang pria yang tidak jauh dari arahnya terkekeh melihat tingkah Ziang'er yang lucu saat memesan makanan.

''Baik Nona, apa semuanya akan di bungkus?''

Ziang'er diam sejenak, melihat kanan kiri dan berkata. ''Tidak, aku akan makan semuanya di sini.'' Ucap Ziang'er, mengangkat dagunya dengan malu-malu, lalu duduk di kursi sisi jalan.

Setelah beberapa menit, akhirnya pesanan Ziang'er di sajikan di meja yang dia tempati. Membuat meja itu penuh akan makanan yang di pesan Ziang'er.

Ziang'er langsung menyantapnya dengan lahap, dan lupa akan diet yang sedang ia jalani ... sampai sampai semua orang yang melihat Ziang'er makan merasa heran dan jijik, tapi tidak dengan seorang pria misterius yang terus memperhatikan Ziang'er sambil menyunggingkan bibirnya.

Ketika semua makanan sudah hampir Ziang'er habiskan, Ziang'er terdiam melihat semua piring yang ada di depannya sambil tersenyum getir.

''Ya Dewa! Siapa yang sudah menghabiskan semua makananku?''

''Aisshh ... aku merasa kacau! Bagaimana bisa aku menghabiskan semuanya dalam hitungan beberapa menit. Aahhkk, ini nafsu makan yang tidak bisa aku kendalikan.''

Ziang'er merasa kacau, namun ia masih tetap menyuapkan makanan yang ada di tangannya dengan miris.

...🦢🦢🦢...

...LIKE.KOMEN.VOTE ...

1
Rumi Yati
Betuln sdh tamat????
Marlina Sitorus
bagus banget
Ajusani Dei Yanti
aku comen bolak balik dari Taun 2023 sampe 2025 ,adakah reader yg sama kayak aku😅🙈🙈🙈
Ajusani Dei Yanti
comen ulang ah siapa tau Authorrr nya baik hati dan lanjutin lagi cerita ini novel 😅🤭🤭🤭
Murni Murniati
napa tak besama zhang aja, biasanya ceritanya iblis tak ada selir
Musdalifa Ifa
bagus tapi masih mau kelanjutannya masih penasaran 😔
Angel Dee
bungkus ini ,ah putra mahkota...
Yurniati
👍👍👍💪💪💪
Yurniati
tetap semangat terus
Sri Mulyaningsih
Luar biasa
Sri Mulyaningsih
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Mulyaningsih
suka 👍🏻
Sri Mulyaningsih
ahay luar biasa pria idaman 🤭
Grey
jantungnya break dance 😂🤣
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
whattt..gitu doang
VaNiLaLuLaBo
tamat sudah
VaNiLaLuLaBo
benda halal dh tak de setan hasut.... hahahahhahahaa
VaNiLaLuLaBo
pandai
Umiie'ne Naza
aku suka cerita transmigrasi,tp kalau cerita nya dinasti aku kurang suka
Yue Li MZy
Kapan nih Lanjut tanya kak bosan Nunggu lama😶😶🤨🤨😑😐😐😐😑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!