NovelToon NovelToon
Mari Bercerai, Mas!

Mari Bercerai, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Penyesalan Suami
Popularitas:35.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

“Mari bercerai, Mas!”

Rania menatap lurus ke mata suaminya tanpa gentar, meski hatinya terasa hancur perlahan.

Harsa membeku. Kata cerai tak pernah ada dalam hidupnya. Baginya, Rania adalah miliknya selamanya, takdir yang tak bisa diubah siapa pun.

“Apa katamu?!”

Rania menggigit bibir, menahan sesak di dada sebelum akhirnya berkata pelan namun tegas, “Aku ingin bercerai. Aku sudah lelah menjadi istrimu!”

Selama tiga tahun pernikahan mereka, semuanya baik-baik saja. Harsa mencintainya dengan cara yang hangat. Sampai kematian sang adik mengubah segalanya.

Sejak saat itu, Harsa seolah perlahan menjauh darinya. Semua waktunya habis untuk menjaga janda adiknya dan keponakan kecil mereka. Sedangkan Rania, hanya menjadi bayangan di rumahnya sendiri.

Tak ada yang tahu, di balik senyum tenangnya, Rania sedang berjuang melawan penyakit yang mematikan.

Akankah Harsa setuju dengan perceraian itu? Ataukah Rania memilih pergi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 31

Setelah selesai membahas detail berkas gugatan dan strategi penarikan aset, mereka bertiga akhirnya menyudahi pertemuan di kafe tersebut. Tasya merapikan map berlogo firma hukumnya ke dalam tas kerja.

“Ran, aku balik ke kantor dulu ya. Besok berkas gugatan dan draf penarikan asetnya aku usahakan sudah jadi dan siap didaftarkan. Oh iya, untuk surat pemberitahuannya... kamu mau surat ini dikirim langsung ke rumah, atau langsung ke kantor suamimu?” tanya Tasya sembari membetulkan letak tali tasnya.

Rania terdiam sejenak. Sepasang matanya menatap kosong ke arah cangkir kopi yang sudah mendingin, seolah sedang menimbang-nimbang sesuatu di dalam kepalanya. Jika berkas itu dikirim ke kantor, jelas akan langsung dibaca oleh Harsa secara pribadi, dan pria itu pasti akan langsung mengamuk panik.

Namun, jika dikirim ke rumah, sudah pasti ibu mertuanya atau bahkan Wulan yang akan penasaran lebih dulu, lalu lancang membukanya sebelum Harsa pulang.

Ah, setelah dipikir-pikir lagi, mau dikirim ke kantor atau ke rumah pun rasanya sama saja bagi Rania. Toh, ibu mertuanya justru malah akan sangat senang dan bersujud syukur kalau mengetahui dirinya menggugat cerai Harsa. Dengan begitu, jalan Wulan untuk naik takhta menjadi menantu resmi akan terbuka lebar.

Setidaknya, begitulah yang ada di dalam fantasi mereka saat ini.

“Ran? Kok malah diam saja? Apa kamu berubah pikiran dan mau mengurungkan niatmu?” tanya Tasya lagi, menepuk pelan punggung tangan Rania demi membuyarkan lamunan sahabatnya itu.

Rania tersentak kecil, lalu mengulas senyum tipis. “Ish, nggak lah, Sya. Tekadku sudah bulat seratus persen, tidak akan goyah sedikit pun. Kirim ke kantornya saja, biar dia syok di depan para karyawannya. Seenggaknya, sebelum aku mati nanti, aku sudah membalas perbuatan mereka semua. Biar aku nggak berakhir jadi hantu penasaran," ucap Rania, mencoba menyelipkan nada bercanda di akhir kalimatnya.

Jonathan yang sejak tadi menyimak langsung melebarkan matanya. Mendengar kata mati keluar begitu enteng dari bibir Rania membuat dadanya mendadak sesak. Tanpa aba-aba, jemari kokoh dokter itu terulur dan menarik gemas hidung Rania hingga sang empunya memekik kaget.

“Aduh! Jo, sakit tahu!” protes Rania, mengusap hidungnya yang mendadak memerah.

“Bicara apa kamu tadi, hah?!” tegur Jonathan dengan wajah yang sengaja dibuat segarang mungkin, meski sorot matanya memancarkan kecemasan yang teramat dalam. “Jangan pernah bicara yang aneh-aneh lagi di depanku, Rania. Asal kamu sabar, patuh, dan menjalani semua prosedur kemoterapi dengan Bagas nanti, penyakitmu itu masih sangat bisa disembuhkan. Kamu harus optimis!”

Tasya yang melihat interaksi itu tersenyum hangat. Ia menggenggam bahu Rania dengan lembut, memberikan kekuatan.

“Benar apa kata pak dokter kepo ini, Ran. Kamu itu wanita yang kuat. Kami berdua akan selalu ada di belakangmu, mendukungmu sampai kamu benar-benar sembuh dan bebas dari lingkaran beracun itu. Jadi, tolong jangan berpikiran yang tidak-tidak, ya?”

“Iya, iya, maaf. Aku cuma bercanda kok tadi,” cicit Rania, merasa hangat di dalam hati karena menyadari betapa beruntungnya ia masih memiliki sahabat-sahabat yang tulus menyayanginya di saat dunia rumah tangganya runtuh.

Tasya melirik jam di pergelangan tangannya, lalu melirik Jonathan dengan kedipan mata yang penuh arti.

“Ya sudah, aku pamit duluan ya, ada janji temu dengan klien lain. Jo, aku titip Rania ya. Antar dia dengan selamat, awas kalau sampai lecet sedikit saja!”

Tasya sengaja berpamitan lebih dulu karena ia tahu sebuah rahasia kecil dari masa lalu. Ia tahu betul bahwa Jonathan pernah menaruh hati yang teramat dalam pada Rania semasa kuliah dulu, namun terpaksa mundur dan memendam perasaannya karena Rania terlanjur memilih Harsa. Dengan meninggalkan mereka berdua, Tasya berharap Jonathan bisa memiliki kesempatan untuk menjaga dan menjadi sandaran bagi Rania di masa-masa sulit ini.

“Iya, hati-hati dijalan.”

Setelah kepergian Tasya, keheningan menyelimuti meja mereka berdua. Jonathan menatap wajah Rania yang nampak sedikit kelelahan.

“Ran, mau langsung aku antar pulang ke rumah sekarang?” tanya Jonathan lembut.

Rania menggelengkan kepalanya perlahan. “Nggak, Jo. Aku sedang malas pulang ke rumah itu. Aku ingin pergi ke suatu tempat dulu.”

“Katakan saja, aku akan mengantarmu ke mana pun kamu mau,” sahut Jonathan bersiap mengambil kunci mobilnya di atas meja.

Rania menarik napas panjang, menatap Jonathan dengan binar mata yang dipenuhi kerinduan yang mendalam.

“Aku ingin pergi ke rumah orang tuaku, Jo. Aku rindu papa dan mama,” bisik Rania. Setitik air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya lolos, membasahi pipinya yang pucat.

Deg!

Jantung Jonathan mendadak berdegup kencang mendengarnya. Genggamannya pada kunci mobil seketika mengerat. Ia menatap Rania dengan khawatir.

Jonathan tahu betul sejarah kelam yang terjadi di antara mereka. Hubungan Rania dan kedua orang tuanya memburuk dan merenggang luar biasa sejak tiga tahun lalu, tepat saat Rania memutuskan untuk lebih memilih Harsa.

Ya, orang tua Rania tidak pernah menyetujui pernikahan itu karena sejak awal sudah bisa membaca tabiat Harsa. Apalagi semenjak Rania nekat menikah dengan Harsa, kedua orang tuanya yang terlanjur kecewa berat telah memutuskan hubungan sepihak dan enggan menemui Rania lagi.

“Kamu yakin mau ke sana, Ran?” tanya Jonathan memastikan. “Bagaimana kalau mereka nanti masih keras kepala dan belum mau menemuimu?”

Rania tersenyum getir, menatap jemarinya yang saling bertautan dengan gemetar.

“Aku sudah siap dengan segala konsekuensinya, Jo. Aku tahu aku anak yang egois dan durhaka. Tapi di sisa hidupku yang mungkin tidak akan lama lagi karena penyakit ini, aku ingin berada di sisi mereka. Aku ingin pulang.”

“Ran, jangan bicara seolah-olah kamu akan pergi dalam waktu dekat,” potong Jonathan cepat, tidak suka dengan apa yang diucapkan Rania.

Rania hanya menarik napas pendek yang terasa amat sesak di dadanya. Ingatannya kembali berputar pada hari di mana sang papa membanting pintu rumah dan memutus komunikasi dengannya karena ia keras kepala memilih Harsa. Sekarang, penyesalan itu datang terlambat dan menghantamnya tanpa ampun.

“Dulu papa bilang, Harsa hanya akan menjadikanku cadangan untuk mencapai impiannya. Aku bodoh karena tidak percaya,” isak Rania, kini tangisnya pecah. “Bagaimana kalau mereka tahu, pria yang aku bela mati-matian sampai tega membuatku menjauh dari orang tuaku sendiri, ternyata sudah menyakitiku sedalam ini? Bagaimana kalau mereka tahu Harsa mengkhianatiku dan lebih memilih Wulan?”

Jonathan tidak tega melihat kerapuhan wanita yang pernah dicintainya itu. Ia bergeser duduk, lalu merangkul pundak Rania, membiarkan wanita itu menumpahkan seluruh tangis penyesalannya.

“Sudah, Ran. Jangan menyiksa dirimu sendiri lagi. Percayalah padaku, tidak ada orang tua yang benar-benar bisa membenci anaknya seumur hidup. Di dalam hati mereka, mereka pasti sangat merindukanmu. Ayo, aku antar kamu menemui orangtuamu sekarang,” bisik Jonathan sembari menepuk-nepuk pelan lengan Rania.

1
evi carolin
Wulan goblok , Harsa bersiaplah kamu akan peringatan keras dr CEO ,duh pengennya kena pecat deh Krn kelakuan Wulan sendiri biar tambah pusing dan beban
evi carolin
semoga semua fasilitas yg dinikmati mereka selama sdh siap dicopot oleh Rania kalau dia sdh pergi ,Gedeg aq liat kelakuan mereka terlebih mertua ga tau diri
evi carolin
siap siap aja si ibu ya kalau nikmat jabatan anakmu dicopot ....
Al Fatih
Jangan2 itu Gavin yaa,, duh si Wulan rahasia gelapnya banyak bngt
Mita Paramita
Thor cepet bongkar kebusukan Wulan jadi gemes liat tingkah gak tau diri Wulan 🤣🤣🤣
deeRa
Coba tolong jedotin kepala nya Harsa😌
Yessi Kalila
rasanya pengin banget nendang pelakor yg bernama Wulan.... 😄😄😄
vj'z tri
yang kaya itu Rania woi Rania 🤧🤧
tinie
mirip Gavin yaa
tinie
waah bisa jadi sampai disana malah ketemu sama wulan
ollyooliver
wahhhh....jeng..jeng..jengggggggg. harsa..harsa, kesalahanmu mmng gk fatal amat, gk selingkuh, gak adu kokop atas bawah. tapi bayaran satu tahun menyakiti rania..bener" dibayar fatal..ah mantap.🤤
tinie
dalam mimpi mu
mana ada menejer memecat seorang ceo🤣🤣🤣

gilaaa
ollyooliver
oalahhh..
tinie
wanita tak tau diri
ollyooliver
waduhhhh...gavin kaliii anaknya
ollyooliver
beruntung? ketiban sial itu rania😌
ollyooliver
tenang aja..dia begini bukan karna dia mau, atau karema rasa bersalahnya pd rania.. tapi karena mertuanya. tenang aj, nanti balik kesetelan awal. rania gk ada apa"nya dibandingkan dirimu..harsa aja ,mudah berpaling😌
ollyooliver
sikapnya berubaah karna ancaman pasti, kalau gk..mana mau dia beginiin wulan tersayangnya. ttp ya rania bukan prioritas. kalaupun nanti jadi prioritas...cuman dua jawabannya. satu...karena keluarga rania tau harsa perlakukan wulan bagaimama terutama aditya. kedua, kalau jadi mantan istri..baru deh ngejar" rania tapi ttp saja bukan karnaa cinta atau pun perasaannya. kasihan dan rasa bersalha, menyesal tentu. dan semuanya gk ada perbuatan yg tulis dri hati harsa..karena dia bertindak selalu karema alasan lain...bukan karena RANIANYA😌
ollyooliver
penasaran deh, apa yg dikatakan aditya
MamDeyh
Up lg Kak
Senja: kak nita sebelah ya tadi, typo😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!