NovelToon NovelToon
SANG NAGA PURBA

SANG NAGA PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

Di Benua Canglan, kekuatan tidak diukur dari kerja keras—tapi dari kemurnian darah yang mengalir sejak lahir. Tian Xue, dibuang sejak bayi karena dianggap tak berdarah, dibesarkan di neraka tambang bawah tanah.
Namun altar itu tidak menolaknya. Ia hanya tak sanggup menampung keagungan Garis Darah Naga Purba yang telah lama dihapus dari sejarah.
Kini, dengan sekutu tak terduga di sisinya dan rahasia dunia yang jauh lebih luas dari yang pernah diketahui empat klan agung, Tian Xue melangkah menuju panggung yang akan mengguncang seluruh tatanan Benua Canglan—satu takhta sekaligus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak Kelam 1.000 Tahun Lalu

​Langkah kaki mereka berempat bergema pelan menyusuri lorong batu menuju keluar dari kawasan penjara bawah tanah. Tian Xue dan Lu Shi berjalan berdampingan di belakang Eldrin dan Vael.

​Lu Shi yang rasa penasarannya tak bisa dibendung mendadak menyenggol siku lengan Tian Xue.

​"Hei," bisik Lu Shi amat pelan, hampir tak terdengar. "Apa kau merasakan betapa mengerikannya jangkauan kekuatan pak tua di depan kita ini?"

​Tian Xue mengangguk halus. Indra persepsinya sejak awal telah menganalisis fluktuasi energi yang merembes dari tubuh Tetua Eldrin.

​'Peringkat 7 Garis Darah...' batin Tian Xue cermat.

​Bahkan di Benua Canglan, bagi ras keturunan campuran seperti Half-Dragon atau Half-Kirin, sangat sulit untuk menembus batas ranah garis darah tingkat tinggi. Pencapaian Tetua Eldrin membuktikan bahwa kapasitas tempurnya berada di jajaran teratas.

​Seolah sanggup mendengar bisikan halus mereka, Tetua Eldrin yang berjalan di depan terkekeh pelan tanpa menoleh.

​"Peringkat 7 adalah batas tertinggi yang sanggup dicapai oleh kami sebagai kaum Half-Kirin di Dunia Daun Abadi ini," ujar Tetua Eldrin tenang. "Di tempat terisolasi ini, tidak ada garis keturunan murni bagaikan kalian berdua. Tapi lupakanlah hal itu, mari kita lanjutkan perjalanan."

​Tian Xue dan Lu Shi saling melempar pandangan singkat. Kemampuan persepsi dan sensitivitas intuisi pak tua ini benar-benar sulit ditebak.

​"Maafkan atas kelancangan kami, Tetua," ucap Tian Xue seraya menangkupkan kedua tangannya dengan sopan. "Namaku Tian Xue, dan gadis di sampingku ini adalah Lu Shi."

​Tetua Eldrin menghentikan langkahnya sejenak, lalu menoleh dengan senyum hangat.

​"Tidak perlu terlalu formal, Tuan Muda. Seharusnya kamilah yang menunjukkan rasa hormat pada Anda," jawab Tetua Eldrin. "Panggil saja aku Pak Tua Eld, dan ini adalah cucuku, Vael."

​Tidak lama kemudian, mereka tiba di sebuah paviliun kayu raksasa berarsitektur anggun yang menghadap langsung ke panorama kota bawah tanah.

​"Vael, siapkan buah roh dan teh penyegar untuk tamu agung kita," perintah Pak Tua Eld.

​"Baik, Kakek," sahut Vael patuh, melangkah pergi menuju bagian dalam paviliun.

​Pak Tua Eld mempersilakan Tian Xue dan Lu Shi untuk duduk. Tatapan matanya yang bijak beralih menatap Tian Xue secara mendalam.

​"Sepertinya... banyak hal yang ingin kau tanyakan, Tuan Muda Tian Xue?"

​"Ah, ya," sahut Tian Xue seraya mendaratkan tubuhnya di kursi kayu. Raut wajahnya berubah serius. "Saat kami dikalahkan oleh lelaki raksasa itu, dia menyebut kami sebagai 'manusia dari seribu tahun lalu'. Apa sebenarnya maksud dari perkataannya?"

​Tian Xue mulai menceritakan potongan-potongan sejarah peradaban dan perang ras yang ia ketahui dari Benua Canglan. Pak Tua Eld mendengarkan setiap detail cerita itu dengan kepala terangguk-angguk perlahan.

​Sementara itu, Lu Shi sama sekali tidak memedulikan atmosfer serius tersebut. Begitu piring berisi buah roh dan hidangan manis disajikan di meja, gadis rubah itu langsung melahapnya dengan lahap tanpa memedulikan tata krama.

​Pak Tua Eld perlahan bangkit dari duduknya. Ia berjalan santai mendekati jendela paviliun yang terbuka lebar, menatap luasnya pemandangan Dunia Daun Abadi yang membentang hijau.

​"Maksudmu lelaki raksasa itu... Kohl?" Pak Tua Eld menghela napas panjang. "Dia memang maniak bertarung. Pemahamannya tentang sejarah sangat dangkal dan hanya berpatokan pada amarah."

​Tian Xue mengangguk paham. Bagi tipe petarung yang emosinya setipis kertas seperti Kohl, wajar jika tindakan dan pola pikirnya sangat sporadis.

​"Jadi, mohon maafkan kebodohan prajurit kami," lanjut Pak Tua Eld. "Sebenarnya, kami yang ada di sini pun hanyalah generasi baru. Sejarah kelam yang kami ketahui juga sangat terbatas."

​Pandangan Pak Tua Eld menerawang jauh ke langit emas bawah tanah.

​"Yang kami tahu dari tetua terdahulu... seribu tahun lalu, kaum manusia melancarkan perang pembantaian besar-besaran. Mereka bersatu memperebutkan sesuatu yang sangat berharga yang dimiliki oleh kaum Beast Purba. Tapi entah apa sebenarnya yang dicari oleh para manusia tersebut..."

​Di tengah keheningan yang mengendap, Lu Shi tiba-tiba menyeletuk dengan mulut yang masih penuh sesak oleh buah roh.

​"Lalu... apa bedanya kau dengan lelaki besar tak berotak itu, Hah?!" celoteh Lu Shi blak-blakan. "Dia menyerang kami tanpa alasan, dan kau menahan kami di penjara!"

​Pak Tua Eld tidak marah. Ia justru tertawa terkekeh mendengar celetukan polos namun menohok dari Lu Shi.

​"Perbedaannya adalah... aku sekarang duduk dan berbicara dengan kalian," jawab Pak Tua Eld jenaka, "sedangkan si bodoh Kohl langsung menghajar kalian tanpa berpikir."

​Tian Xue terdiam sejenak, mencerna setiap potong informasi sejarah yang lagi-lagi terasa belum utuh sepenuhnya. Ada tabir misteri besar yang sengaja ditutupi oleh masa lalu.

​Pemuda itu lalu melontarkan pertanyaan kunci lainnya.

​"Lalu... kenapa bangsa Kirin kalian bisa terasing dan terkurung di dalam dunia kecil ini?"

​Pertanyaan Tian Xue seketika mengubah atmosfer ruangan. Pak Tua Eld memutar tubuhnya perlahan. Sepasang matanya yang semula jernih dan ramah, mendadak memancarkan pendar dendam membara yang teramat pekat!

​Namun, sebelum Pak Tua Eld sempat menguraikan rahasia masa lalu itu—

​DANG! DANG! DANG!

​Suara dentangan lonceng perunggu raksasa mendadak membahana hebat dari arah perbatasan kota! Gema suaranya menggetarkan seisi lantai paviliun kayu.

​DAP! DAP! DAP! DAP!

​Suara derap langkah kaki terburu-buru yang panik meluncur deras menaiki tangga paviliun. Seorang prajurit berseragam kulit bersimbah darah menerobos masuk dengan napas tersengal-sengal.

​"Patriark! Patriark Eldrin!" teriak prajurit itu histeris seraya berlutut di lantai.

​Seketika itu juga, pendar dendam di mata Pak Tua Eld mendadak lenyap, berganti menjadi ketenangan yang luar biasa dingin. Ia berbalik menatap prajurit tersebut dengan tajam.

​"Tenangkan dirimu," tegur Pak Tua Eld tenang namun menekan. "Ada apa sampai kau tidak bersikap sopan dan mengganggu tamu agung kita?"

​Tian Xue sempat merasa agak canggung saat dipanggil sebagai 'tamu agung', namun ia memilih diam dan memfokuskan pendengarannya pada laporan prajurit itu.

​Prajurit itu menelan ludahnya dengan susah payah, wajahnya pucat pasi.

​"Ha... Harap kirimkan bantuan sekarang juga! Wilayah timur batas perbatasan sedang diserang hebat!" lapor prajurit itu dengan suara gemetar. "Dan kali ini... musuh tidak datang dalam jumlah ratusan seperti biasa... tapi ribuan!"

​"Apa?!"

​Vael yang dari tadi hanya berdiri diam mendengarkan seketika melangkah maju. Wajah cantiknya yang anggun mendadak berubah pucat pasi.

​"Ribuan?!" jerit Vael tidak percaya. "Tidak mungkin! Ini bahkan belum waktunya siklus pergerakan mereka! Bagaimana bisa pasukan musuh bawah tanah melancarkan invasi sebesar ini secara mendadak?!"

​Lu Shi yang semula sedang asyik mengunyah buah roh menghentikan kunyahannya. Ia menatap Tian Xue dengan alis bertaut.

​"Musuh bawah tanah?" bisik Lu Shi bingung. "Bukannya di dunia kecil ini hanya ada suku mereka?"

​Tian Xue berdiri dari kursi duduknya, matanya menyipit menatap kearah perbatasan timur. Dari kejauhan, bubungan asap hitam pekat mulai membumbung tinggi menutupi keindahan langit emas Dunia Daun Abadi.

​"Pak Tua Eld," panggil Tian Xue dengan aura penuh kesiapan. "Siapa sebenarnya yang sedang menyerang bangsa kalian?"

​Pak Tua Eld menghela napas berat. Raut wajah bijaknya kini dipenuhi keseriusan tempur.

​"Mereka adalah Ras Serangga Purba Kelam ( Void Insects)—musuh abadi yang berbagi habitat bawah tanah ini bersama kami," jawab Pak Tua Eld tegas. "Makhluk-makhluk itu memiliki ketahanan fisik yang mengerikan dan racun pemakan garis darah."

​Pak Tua Eld mengepalkan tangannya, memancar pendar aura keemasan Kirin yang sangat pekat di sekeliling tubuhnya.

​"Vael, kumpulkan seluruh komandan garis depan! Perintahkan Kohl dan Rojh untuk memimpin barisan pertahanan utama di benteng timur!" perintah Pak Tua Eld membahana. "Aku sendiri yang akan turun tangan memimpin bentrokan ini!"

​"Baik, Kakek!" Vael melesat pergi secepat kilat meninggalkan paviliun.

​Melihat krisis mendadak ini, Tian Xue dan Lu Shi saling melempar pandangan singkat. Garis darah Naga Purba dan Rubah Ekor Sembilan di dalam tubuh mereka bergetar penuh naluri pertempuran.

​"Pak Tua Eld," potong Tian Xue seraya melangkah maju. "Perbolehkan kami berdua ikut bertarung di garis depan."

​Pak Tua Eld tertegun sejenak, menatap Tian Xue dengan terkejut. "Tuan Muda, ini adalah konflik dalam dunia kami. Luka Anda berdua baru saja sembuh—"

1
Septiana Athorid
Licik gue suka MC kayak gini
Septiana Athorid
kok bisa thor lushi membunuh mereka dengan mudah, harus nya tingkat 4 blodeline sama puncak qi tranformation sama bukan. apa karna pedang 9 nyawa 😁, pencerahan nya thor
Kausafiksi: ya benar, artefak pedang 9 nyawa lu shi bukan artefak biasa karna milik binatang suci rubah ekor 9.
total 1 replies
Septiana Athorid
hahaha kelakuan lushi konsisten, perut mulu😁
Kausafiksi: iya kan 😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kasih sedikit romansa 😁🙏
Septiana Athorid
sudah jelas ada pihak ke 3, kalau tidak serangan mana mungkin teroganisir iya kan thor 😆
Kausafiksi: iya emang
total 1 replies
Day Chuk
lanjut🫢
Kausafiksi: 🫢
dabar
total 1 replies
Day Chuk
semakin luas worldbuilding nya thor
Septiana Athorid: malah makin penasaran 🫢🤣
total 2 replies
Day Chuk
bukan nya paksa sajah thor si tuan xue jarah sekalian 🤣
Kausafiksi: tian xue gak barbar buang 🫢
total 1 replies
Rosdianah 🌷
semangat kak author 💪🏻
Rosdianah 🌷
hallo kak ijin mampir
Rosdianah 🌷: siap kak
total 2 replies
Arni Arlinawati pratiwi
kabayang abrag na si lu shi!/Facepalm/
Arni Arlinawati pratiwi: apal ning.. 🤣🤣🤣
total 2 replies
Kausafiksi
🤣🤣🤣 sok atuh,
lumayan bandar siap nampung ceu
Arni Arlinawati pratiwi
yah peran utama na KO.. /Facepalm/
Arni Arlinawati pratiwi: silaing nu nyieun na teu eucreug! /Facepalm/
total 2 replies
Arni Arlinawati pratiwi
belewe silaing mah tian xue! /Facepalm/
Arni Arlinawati pratiwi: ajig jauh jauh teuing kahim tina bujur hayam kana cuhcur.. /Facepalm/
total 2 replies
Arni Arlinawati pratiwi
kade ah kalah jadi teu ka tempo! 🤣🤣🤣
Arni Arlinawati pratiwi
puas.. hayu karungan wang jual lah, butuh dudung yeuh... kr kismin, lumayan tengkorak harimau 🤣🤣🤣
Arni Arlinawati pratiwi
nya heueuh atuh.. lamun mundur, maneh nu ku emak di karungan kahim! /Curse/
Arni Arlinawati pratiwi
cekek cekek.. talian karungan, bikeun ka gc nu kr rame, yakin ngaburial.. 🤣🤣🤣
Arni Arlinawati pratiwi
heueuh atuh geus cicing we silaing mah, indung heula nanaon ge.. piomongeun wae silaing mah! /NosePick/
Arni Arlinawati pratiwi
di danau beku mah di mana mana wae ge milu beku sateh.. komo anclum mah, beku kabeh jng siki siki na sateh, kahim.. /Curse//Curse//Curse/
Kausafiksi: 🤣🤣🤣🤣🤣 jiga beton nangka nya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!