NovelToon NovelToon
CEO Tengil VS Sekertaris Bar-bar

CEO Tengil VS Sekertaris Bar-bar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mafia
Popularitas:116.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Memasuki bangku kuliah dengan penampilan cupunya, membuat Ananda Ayunindia menjadi target empuk perundungan oleh Tristan Bratadikara dan komplotannya. Tak sekadar dibully, Ananda bahkan dijadikan bahan taruhan hingga berujung kehamilan. Hancur dan trauma, ia terpaksa melepas beasiswanya dan pergi menghilang.

Enam tahun berlalu. Ananda yang kini telah lulus kuliah dan menetap di Bandung, berhasil diterima bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan raksasa di Jakarta. Demi masa depan putra kecilnya dan sang ibu yang sudah renta, Ananda terpaksa kembali ke kota penuh memori kelam tersebut.

Siapa sangka, pimpinan tertinggi di perusahaan baru tempatnya bekerja adalah Tristan Bratadikara, pria yang dahulu menghancurkan hidupnya. Namun, Ananda yang sekarang bukan lagi gadis cupu yang bisa ditindas, ia telah bermetamorfosis menjadi wanita yang cantik, energik, dan pemberani. Akankah Tristan mengenali korbannya di masa lalu, atau justru bertekuk lutut pada sosok Ananda yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

Tristan terdiam di tempatnya. Sepasang netra elangnya menatap lurus ke arah Ananda, menelisik setiap jengkal wajah cantik di hadapannya. Pikirannya mendadak melayang, ditarik paksa oleh memori enam tahun yang lalu. Sosok gadis cupu berwajah penuh jerawat kemerahan melintas di benaknya.

‘Tidak, tidak mungkin,’ batin Tristan menyangkal.

Wanita di depannya ini begitu memukau, anggun, dan memancarkan rasa percaya diri yang tinggi. Satu-satunya kemiripan yang mengusik ketenangan Tristan hanyalah sepasang bola mata jernih itu. Bola mata yang begitu mirip dengan milik si itik buruk rupa yang selama enam tahun ini ia cari tanpa hasil. Namun, Tristan langsung menepis pikiran itu. Baginya, sekretaris barunya ini adalah orang yang sama sekali berbeda.

Tristan berdehem, berusaha menguasai kembali keangkuhannya. Wajahnya kembali mengeras, sedingin es.

"Sudahlah, kerjakan tugasmu dengan benar! Awas saja kalau melakukan sedikit saja kesalahan, aku tidak akan segan-segan untuk memecat mu!" ancam Tristan ketus sambil memalingkan wajah, lalu melangkah lebar memasuki ruangannya yang mewah.

Ceklek!

Bam!

Pintu kayu jati yang kokoh itu tertutup rapat. Begitu Tristan menghilang dari pandangannya, pertahanan Ananda runtuh. Ia bergegas melangkah mundur, bersandar pada kubikel kerjanya dengan napas yang memburu seolah pasokan oksigen di sekitarnya mendadak habis. Dadanya terasa luar biasa sesak. Pertemuan kembali dengan monster dari masa lalunya itu memicu trauma yang selama ini ia kubur dalam-dalam.

Dengan tangan gemetar, Ananda mengambil botol air mineral di atas mejanya dan meneguknya dengan cepat, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang menggila.

‘Kenapa takdir harus mempertemukan aku dengan dia lagi? Tidak... dia tidak boleh tahu kalau aku adalah si itik buruk rupa. Aku harus bertahan demi El dan Ibu,’ batin Ananda, menguatkan tekadnya.

"Permisi... dengan Sekretaris Ananda?"

Sebuah suara membuyarkan lamunan Ananda. Ia menoleh dan mendapati Riska, salah satu staf administrasi, berdiri di dekat mejanya sambil memeluk beberapa map tebal.

"Iya, saya Ananda. Ada yang bisa saya bantu, Mbak?" tanya Ananda, langsung memasang wajah profesionalnya kembali.

Riska menyodorkan berkas-berkas tersebut dengan raut wajah yang tampak tegang. "Ini ada dokumen penting yang harus segera ditandatangani oleh Pak Tristan, Nanda. Sekalian, aku mau mengingatkan... besok pagi seluruh pemimpin divisi akan mengadakan rapat bulanan."

Riska mendekat, lalu berbisik dengan nada ngeri. "Kamu harus menyiapkan mental, ya. Kalau sampai ada kesalahan sedikit saja di dalam laporan, siap-siap saja menahan tangis dan malu di depan semua orang. Pak Tristan itu tersohor sebagai pemimpin yang kejam, dingin, dan perfeksionis. Dia tidak mentoleransi kesalahan sekecil apa pun!"

Mendengar penuturan Riska, sudut bibir Ananda terangkat tipis, menyunggingkan senyum getir yang penuh dengan sinisme.

‘Pria itu memang sedari dulu kejam dan tengil. Kecongakan nya benar-benar membuat geram semua orang!’ batin Ananda sambil mengepalkan tangannya di balik meja.

Namun di hadapan Riska, ia tetap menjaga sikapnya. "Baik, Mbak Riska. Terima kasih informasinya. Nanti dokumen penting ini akan segera saya berikan ke ruangannya Pak Tristan."

"Aduh, syukurlah kalau begitu. Semoga beruntung ya, Nanda" ucap Riska tulus.

Sebelum bergegas pergi, Riska sempat menoleh ke arah pintu ruang kerjanya Tristan yang menjulang tinggi. Di dalam khayalan Riska, dari celah pintu itu seolah keluar kepulan asap tebal berwarna hitam pekat yang siap menelan siapa saja. Sungguh aura yang menyeramkan.

Setelah Riska pergi, Ananda menatap map di tangannya. Ia menarik napas dalam-dalam, menegakkan bahunya, lalu melangkah mantap menuju pintu sarang monster tersebut. Perang batinnya baru saja dimulai.

Sambil menghela napas panjang untuk menenangkan gemuruh di dadanya, Ananda melangkah mantap menuju ruang kerja utama. Ia membawa dokumen penting yang baru saja diserahkan oleh Riska. Begitu pintu terbuka, pandangan Ananda langsung tertumpu pada seorang pria yang sedang duduk di sofa ruang depan.

Pria itu adalah Kevin, asisten pribadi Tristan. Begitu melihat Ananda masuk, Kevin langsung terpaku. Tatapannya menelisik dari ujung rambut hingga ujung kaki Ananda tanpa berkedip sedikit pun.

"Maaf, kamu cari siapa?" tanya Kevin, suaranya mendadak melunak dengan nada penuh pesona.

"Tuan Tristan nya ada?" jawab Ananda datar, berusaha mengabaikan tatapan kurang nyaman dari pria di depannya.

"Oh, Tuan Tristan? Dia sedang tidur di dalam," tunjuk Kevin ke arah pintu kayu megah yang tertutup rapat di sudut ruangan.

Mendengar hal itu, Ananda seketika merasa kesal. Ia kembali mengepalkan tangannya kuat-kuat

 ‘Bisa-bisanya si monster tengil itu tidur di saat jam kerja! Benar-benar tidak bertanggung jawab,’ batinnya mendengus gusar.

Melihat perubahan ekspresi Ananda, Kevin buru-buru menambahi, "Maklum lah, Tuan Tristan ini baru saja tiba dari Kanada setelah mengurus perusahaan milik Tuan Besar di sana. Setelah kondisi Tuan Besar membaik, Tuan Tristan langsung diminta untuk memimpin perusahaan yang di Jakarta."

Ananda mengernyitkan keningnya, merasa heran dengan sikap asisten pribadi yang terlalu mengumbar informasi ini. "Kenapa Bapak menceritakan hal ini kepada saya?"

"Karena kamu adalah sekretaris barunya, benar begitu kan?" tanya Kevin sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit.

Melihat gelagat Kevin yang mulai tebar pesona, Ananda langsung membuang muka dengan tatapan jengah. "Baiklah kalau begitu, saya permisi kembali ke meja kerja saya, Pak!" pamit Ananda tegas, lalu berbalik dan bergegas pergi.

Kevin terus memandangi punggung Ananda yang menjauh. Di matanya, bentuk tubuh dan paras wanita itu benar-benar mendekati kata sempurna. "Beuh... cantik plus seksi. Yang model begini nih gue demen!" gumamnya dengan senyum sumringah.

"Berisik sekali sih! Kau telah mengganggu tidurku, Kevin. Kau sudah bosan hidup, hah?!"

Sebuah suara bariton yang berat dan serak memecah keheningan. Tristan keluar dari ruangan dalamnya dengan wajah yang masih terlihat kuyu akibat kelelahan dan sisa kantuk.

Kevin tersentak kaget, bulu kuduknya meremang. "M... maaf Tuan! Saya... saya tidak bermaksud begitu. Barusan sekretaris Ananda memberikan dokumen ini untuk Anda, Tuan," ucap Kevin terbata-bata sambil buru-buru menyodorkan map dari meja dan mengusap keringat dingin yang mulai muncul di keningnya.

Tristan berjalan menuju kursi kebesarannya, menghempaskan tubuhnya di sana, lalu merebut dokumen tersebut dari tangan Kevin. Namun, baru beberapa detik netranya membaca lembaran di dalamnya, urat-urat di leher Tristan langsung menonjol tegang. Tatapannya berubah menjadi sangat tajam dan mengerikan.

Sret!

Brak!

Tristan melemparkan dokumen itu ke sembarang arah hingga lembarannya berhamburan di lantai marmer.

"Apa-apaan ini?! Dokumen sampah seperti ini dia berikan padaku?!" bentak Tristan dengan suara menggelegar, membuat seisi ruangan seolah bergetar. "Kevin! Cepat kau panggil wanita itu ke sini!"

Kevin gemetar hebat mendengar amukan sang bos. Nyalinya langsung menciut drastis. "B... baik, Tuan!" jawabnya gugup setengah mati.

Sambil melangkah setengah berlari keluar ruangan, Kevin memegangi dadanya yang berdebar kencang.

‘Haduh, habislah kau, Nona Cantik. Tuan Tristan sudah mulai berubah menjadi serigala lapar. Bersiaplah kau dicabik-cabik olehnya. Sayang sekali wajah secantik itu harus jadi samsak amarahnya hari ini,’ batin Kevin meratapi nasib sial yang akan menimpa Ananda.

Bersambung...

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
nanti cuci tangan dan bibirmu pake air garem y
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
Les Tary
Bagaskara sebentar lagi nyusul anaknya🤭
Patrick Khan
kasih ali jodoh lah kak.kasian dia
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Ilfa Yarni
akhirnya tristan dan andre bisa bernafas lega musuh besar udah tumbang
Nar Sih
ahir nya musuh mu ketangkap dan masuk penjara ,ya tristan
Nar Sih
alhamdulilah ahirnya org tua mu bersatu lgi nanda dan elle,lsnjut kak🙏🥰
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😊
total 1 replies
mimief
eh...gimana kabar di temennya Elle tu
kasiaaan...cuman bisa Mandang di pojokan 🤣🤣
eh ga boleh ketawa, dosa 🫣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tega dikit gpp🤣🤣🤣
total 3 replies
mimief
seenggaknya bebas dr nenek nenek mesum🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya semuanya bahagia bersama pasangannya masing2
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak 😊
total 1 replies
Ilfa Yarni
duh romantisnya aku aja kalah hebe
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya Ananda ketemu papa kandung dan kakak kandungnya, apa Bu Mila dan tuan Miller akan kembali bersama 🤔🤔🤔
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
pertemuan yg mengharukan ,ayah dan ank yg sdh terpisah 😭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: iya kak
total 1 replies
Les Tary
lanjut thor
Ilfa Yarni
! bagaimana dgn bu mila apakah tuan Miller akan menikahinya
Patrick Khan
akhirnya mereka berkumpul
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Smile//Smile//Smile/
total 1 replies
Nar Sih
lanjutt kak jdi gk sabarr nunggu reaksi dari ayah nanda👍🥰
Nar Sih
kejutan yg sempurna buat si nenek sihir muka palsu🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Reni Setiowati
lanjut thoor seru/Good/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lanjut besok ya kak 😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!