NovelToon NovelToon
RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer

Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.

Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.

Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.

Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Usaha Dami

Hari-hari di lewati Dami dengan sepi. Sikap Bima dingin sekali seolah tak pernah menganggapnya ada lagi. Lelaki itu tetap berakting sebagai suami yang baik dan mencintainya di depan orangtua mereka dan di depan Dira serta Raka dan yang lain. Tapi begitu mereka tinggal berdua, sifat Bima kembali sedingin es. Tak menganggapnya ada.

Satu bulan ini rasanya hampa sekali. Padahal Dami sudah tidak membiarkan Jeremy menemuinya lagi. Laki-laki itu sempat memaksa beberapa kali, tapi Dami meminta bantuan Damian untuk mengancam pria itu. Hasilnya, sampai saat ini dia belum pernah bertemu dengan Jeremy lagi.

Waktu itu dia gunakan untuk balas dendam. Minggu kemarin, dia berhasil membunuh seorang mafia yang terlibat dalam pembunuhan orangtua dan menghancurkan markas mereka. Tentu saja dibantu oleh Damian dan kelompok Ethan. Dia tidak mampu membasmi mafia biadap itu seorang diri.

Masih ada beberapa nama yang akan dia habisi. Harta mereka dia ambil dan diserahkan kepada yayasan panti asuhan, rumah sakit rakyat, dan lembaga sosial yang membutuhkan.

Masih ada tiga nama besar yang tersisa di daftarnya. Mereka adalah otak utama yang harus dia habisi. Namun, ia berjanji pada dirinya sendiri, setelah semuanya selesai, ia ingin hidup tenang, dan jika diberi kesempatan, ia ingin memperbaiki hubungan dengan Bima.

Setelah lelah beraktivitas seharian, Dami kembali ke rumah yang sunyi. Ia melihat sepatu Bima sudah ada di depan pintu, tanda suaminya sudah pulang. Ia menyiapkan makan malam, menaruh porsi Bima di depan pintu kamar tamu seperti biasa, lalu mundur menjauh. Ia berharap, meski perlahan, sikap dingin ini suatu hari akan mencair kembali.

Belum sempat ia berbelok ke ruang duduk, pintu kamar itu terbuka. Dami berbalik, tatapan mereka bertemu. Dami tersenyum, tapi tentu saja tak ada senyum di wajah pria itu.

"Mm- kak Bima... Aku bikin,"

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Bima sudah menatapnya dengan tatapan datar tanpa ekspresi, seolah menunggu apa yang akan dikatakan wanita itu.

"Aku bikin makan malam," lanjut Dami pelan, suaranya sedikit bergetar.

"Sudah aku taruh di sana. Kalau kakak lapar, silakan dimakan. Kalau tidak, tidak apa-apa juga."

Ia berusaha terdengar tenang, meski hatinya berdebar kencang. Sejak kejadian itu, ini adalah pertama kalinya mereka berhadapan secara langsung tanpa ada orang lain di sekitar. Biasanya Bima akan menunggu sampai ia pergi sebelum mengambil makanan, atau kadang membiarkannya tergeletak begitu saja sampai dingin.

Bima melirik sebentar ke arah kotak makanan di depan pintu, lalu kembali menatap Dami. Tidak ada kelembutan, tidak ada tanda-tanda akan melunak. Hanya tatapan kosong yang membuat dada Dami terasa sesak.

"Aku sudah makan," katanya dingin.

Dami terdiam sejenak, senyum tipis di bibirnya perlahan memudar. Ia menunduk, menyembunyikan rasa kecewa yang tiba-tiba menyeruak di dadanya.

"Baiklah," jawabnya pelan, hampir tak terdengar.

"Kalau begitu, nanti saja aku simpan di kulkas. Bisa di makan kalau nanti kakak merasa lapar."

Ia lalu teringat sesuatu yang ingin disampaikannya. Napasnya ditarik dalam-dalam, memberanikan diri untuk berbicara lagi meski tahu kemungkinan besar akan ditanggapi dingin.

"Oh ya, aku sudah mendapatkan undangan pesta ulang tahun kliniknya kak Bima. Kak Bima yang menaruhnya di atas kasur?" ia berusaha terlihat ceria, namun laki-laki di depan sana datar sekali.

"Orang-orang tahu kau istriku. Aneh kalau kau tidak datang. Beraktinglah seperti biasa di depan orang lain. Terutama di depan orangtuaku."

Senyuman di wajah Dami luntur sedikit tapi kemudian ia tersenyum lagi. Dami mengangguk pelan, meski ada rasa perih yang menyelinap di hatinya mendengar kata berakting yang diucapkan begitu saja.

Lalu terdengar pintu di tutup. Bima sudah menghilang masuk di kamarnya. Dami tersenyum pahit. Sikap Bima yang sekarang ini, lebih buruk dari sikap dingin Jeremy padanya delapan tahun lalu. Tapi tidak apa-apa. Dia pernah merasakan di jauhi dan dibenci, itu sudah biasa baginya.

Dami maju untuk mengambil makanan yang ia buat khusus untuk Bima. Ia mengulurkan tangan hendak mengambil kotak makanan itu, namun tiba-tiba suara pintu terbuka lagi membuatnya berhenti. Ia menoleh, melihat Bima berdiri di ambang pintu dengan ekspresi yang masih sama datar.

"Buang saja makanan itu, aku tidak akan memakannya lagi. Percuma simpan di kulkas."

Tangan Dami terhenti di udara, seolah membeku. Tatapannya menatap Bima, berusaha mencari sedikit pun tanda bahwa pria itu bercanda, namun wajah suaminya tetap kaku dan dingin, tidak ada keraguan dalam kata-katanya. Perlahan, ia menurunkan tangannya, lalu menunduk menyembunyikan rasa sakit yang tiba-tiba menusuk hatinya.

"Baiklah," jawabnya pelan, suaranya hampir tak terdengar.

"Kalau itu keinginan kakak."

Ia meraih kotak makanan itu, jari-jarinya sedikit gemetar. Tanpa menatap Bima lagi, ia berbalik dan berjalan perlahan menuju dapur. Di sana, ia membuka kotak itu dan menatap hidangan yang ia siapkan dengan hati-hati sore tadi, masakan kesukaan Bima yang dulu sering ia masak saat hubungan mereka masih terlihat baik.

Alih-alih membuangnya seperti yang diperintahkan Bima, Dami justru menaruh kotak itu di atas meja makan. Ia mengambil sendok, lalu membuka tutupnya perlahan. Aroma masakan yang masih tercium harum memenuhi ruangan.

Perutnya memang masih terasa kenyang, karena ia sudah makan sebelumnya. Namun, ia tetap menyendokkan nasi dan lauk itu ke mulutnya, memakannya sedikit demi sedikit dengan senyum pahit yang terukir di bibirnya. Rasanya masih enak, sama seperti biasanya, tapi kali ini terasa hambar dan pahit, seolah bercampur dengan air mata yang tertahan di pelupuk matanya.

Ia memakannya perlahan, membiarkan setiap suapan turun meski terasa berat di tenggorokan. Di dalam hatinya, ia merasa seperti sedang memakan sisa-sisa harapan yang perlahan hancur. Ia tahu, perhatian kecil yang ia berikan seolah tidak ada artinya bagi Bima sekarang. Namun, ia tidak tega membuang makanan yang ia siapkan dengan sepenuh hati, setiap potongan sayur, setiap bumbu yang ia racik, semuanya dibuat dengan harapan kecil agar Bima setidaknya bisa merasakan ketulusannya.

Sambil terus memakan makanan itu, pikirannya melayang. Ia teringat saat-saat di mana Bima masih bersikap lembut, saat tatapan pria itu penuh perhatian, dan saat kehadirannya membuat rumah ini terasa hangat. Semua itu kini terasa seperti kenangan yang sangat jauh, nyaris mustahil untuk diulang kembali.

Setelah menghabiskan semuanya hingga tidak tersisa sedikit pun, Dami meletakkan peralatannya dengan pelan. Ia menyeka sudut bibirnya, lalu menarik napas panjang untuk menenangkan dada yang terasa sesak. Ia tidak menangis, tidak juga marah. Ia hanya merasa hampa.

Ia bangkit dan membereskan meja, mencuci peralatan makan hingga bersih.

"Tidak apa-apa," bisiknya pelan pada dirinya sendiri.

1
🌿🌼WINA🌼🌿
kenny kamu bodoh sekali kejar eva jangan biarkan eva sendiri, eva sangat membutuhkanmu kenny menjalani pengobatan kemotarapi.
Semua yg terjadi biangkeroknya ada orgtuamu kenny, tidak bisa dimaafkan tega sekali melenyapkan cucunya sendiri.

orgtua macam apa itu sangat kejam sekali gak punya perasaan, cucunya sendiri digugurkan. kasih waktu dulu eva menenangkan diri dulu kenny, urusan orgtuamu tidak punya perasaan itu.

klo gak suka sama eva jangan sampai tega menggugurkan kandungan kenny, biarkan eva pergi aja yg jauh bawa calonnya. betapa hancur hati kenny dan perasaannya kenny orgtuanya jahat dan kejam. menghancurkan rumahtangga kenny.

masih pantas orgtua kayak begitu dihormati kenny, kenny tidak akan memaafkan kedua orgtuanya.

harus bertindak tegas sama kedua orgtua kamu kenny, kasian eva sangat menderita kelakuan orgtu kamu kenny....
Ilfa Yarni
kejar keny goblok amat sih
ardiana dili
lanjut
pipi gemoy
Dr Kenny 👍🏼👏🏼🌹
Atik Marwati
akhirnya kenny tahu semoga bisa bersama lagi menjadi penyembuh buat eva
Daulat Pasaribu
gak pantas itu mertua si eva hidup enak,harusnya dapat karma karena ida bunuh cucu kandungnya sendiri
Ani Basiati
lanjut thor 😍😍
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘢𝘩𝘬𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘯𝘺 𝘵𝘢𝘶
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘢𝘩𝘬𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘯𝘺 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘶𝘫𝘶𝘳 𝘴𝘮 𝘬𝘦𝘯𝘯𝘺 𝘦𝘷
Tuti Tyastuti
𝘪𝘬𝘶𝘵 𝘯𝘺𝘦𝘴𝘦𝘬𝘬😭😭
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘯💪
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘰𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘯 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘦𝘷𝘢 𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘢𝘮𝘶 𝘫𝘨 𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘢𝘬𝘶𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘢𝘪𝘬
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Eva Tigan
semua rahasia Eva terungkap satu persatu..semoga penyakitnya juga segera diketahui oleh Kenny..dan Dibawa berobat ke luar negeri..supaya kemungkinan sembuh lebih besar lagi
💝F&N💝
kenny, kau jadi suami harus tegas. kau sudah punya keluarga sendiri. kau sudah punya kehidupan sendiri dan orang luar tidak bisa ikut campur walau itu orang tua sendiri
💝F&N💝
sukurin, mak mak.
makanya jadi orang itu jangan memandang rendah orang lain
dan sejarang borokmu sudsh ketahuan sama kenny kan
pipi gemoy
biang kerok nya si jerami ini👊🏼👊🏼👊🏼👊🏼👊🏼
Sh
seruuuiii
Kamsia
laporin aj ke polisi merencanakan menggu"rkan bayi misahin dua org dlm ikatan pernkhn dan membully.💪💪 thor 👍 ak jd nangis
Riska Baelah
ini knpa eva hidup ny jauh lebih nyesek/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
harus ny klu bisa d ulng eva jng ad yg kmu sembunyikan dri kenny, harus ny kemna kenny tugas mau jauh dekat kmu ikut/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
kirain cuma d lapak sebelah aj ad mama kejam, ternyata d sini mertua kejam, emg mertua yg paling baik itu cuma damian talia👍👍👍👍👍👍👍🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!